Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 93. Petunjuk


__ADS_3

Setelah semuanya siap Keluarga kecil itupun pergi jalan-jalan, seperti apa yang Kaisar janjikan pada Arga.


"Papah, kita jalan-jalan kemana?" Tanya Arga, yang saat ini sudah berada di dalam mobil.


"Arga, mau papah ajak kemana dulu?" Sahut Kaisar.


"Kita Ke taman dulu pah, mamah sangat suka jalan-jalan ke taman, dulu om Filman selling ajak kita ke taman."


Si berengsek itu lagi.


🍁


🍁


Tak lama mereka pun sampai di taman yang ada di pusat kota.


Kaisar membuka pintu untuk istrinya dan langsung menggendong Arga.


"Mas, dan Arga, duluan ya, aku mau menghubungi Sintia dulu." Ucap Lisa.


"Baiklah, jangan terlalu lama."


"Iya mas."


"Ayo! Sekarang kita main ke taman!" Seru Kaisar, seraya mengangkat lalu menggendong Arga di pundaknya sambil berjalan menuju tempat bermain anak-anak, yang tersedia di taman itu.


"Lihat! Mengapa ada lelaki setampan itu?"


"Lalu kenapa dia berjalan, hanya dengan anaknya! Apa lelaki setampan itu tidak memiliki pasangan?"


"Mungkin istrinya tidak ada."


"Berarti dia seorang duda?"


"Itu sudah pasti!"


"Waah sayang sekali, lelaki setampan itu seorang duda."


Dan beberapa pertanyaan, dan bisik-bisik dari ibu-ibu kepo yang ada di taman itu, mereka terpesona ketika melihat kehadiran Kaisar di taman itu. Perhatian kaum hawa seketika langsung tertuju pada sosoknya.


{"Halo! Kakak ipar, ada apa? } Tanya Farel di sebrang sana.


Ternyata Lisa bukan menghubungi Sintia, melainkan Farel.


"Farel! Apa kau sudah membaca pesan ku?"


{"Sudah! Aku tidak menyangka kalau kau juga mencurigai wanita licik itu."}


"Jadi apa kau bisa memberi tahu ku sedikit saja tentang nenek Julia?"


{"Bukan hanya sedikit, tapi banyak, kau datang lah ke rumah kakek, aku akan memberikan semua data-data tentang Julia."}


"Tapi, mas Kaisar, tidak mau aku ajak ke sana dan aku tidak mungkin kesana sendiri, tentu mas Kaisar tidak akan mengijinkannya?"


{Bilang saja padanya, kalau nenek tercintanya sedang sakit, dengan begitu dia pasti akan langsung ke sini, ini kesempatan kita untuk membahas tentang kecurigaan kita pada Julia dan membongkarnya pada suamimu itu, aku sudah menghubungi Jhon soal ini."}


"Baiklah."


Lisa memutuskan panggilan itu dan segera menyusul Kaisar dan Arga.


"Mas! Kamu kenapa?" Tanya Lisa, yang melihat raut kesal di wajah Kaisar.


Kaisar tidak menjawab, ia hanya melirik beberapa wanita yang tengah tersenyum manis, dan mengedipkan mata padanya.


Dan Lisa melihat itu.


"Mas! Aku tidak nyaman di sini, bagaimana kalau kita ajak anak kita bermain ke tempat lain,"ucap Lisa, seraya bergelayut manja di lengan Kaisar.


"Dasar centil!"


"Iya benar, menunjukan kemesraan di depan umum, tidak tau malu."


Sinis, para wanita yang kecewa karena Kaisar ternyata masih memiliki seorang istri.

__ADS_1


"Baik, sayang." Sahut Kaisar, yang langsung mencium kening istrinya di depan umum.


"Arga, sayang kita bermain ke tempat lain yuk?" Ajak Lisa.


"Tapi mah, Alga kan baru saja main."


"Kita, ketempat nenek dan kakek bagaimana?"


Arga menggelengkan kepalanya.


"Kenapa harus mengajak Arga kesana." Kesal Kaisar.


Namun Lisa tidak menggubrisnya.


"Arga, kita ke tempat om Farel!"


"Om Falel? Ayok mah!" Semangat anak itu.


"Baiklah, ayok kita berangkat sekarang!" Seru Lisa.


Dengan semangat Arga langsung menggandeng tangan Lisa menuju mobil.


"Ayok mas! Cepat! Kau masih mau menjadi pusat perhatian di situ?"


"Iya!" Jawab Kaisar, dan langsung menyusul Lisa.


"Kenapa anak itu semangat sekali ketika di ajak bertemu si berengsek itu." Gumam Kaisar.


🍁


"Kenapa kita harus ke sana? Masih ada tempat lain." Protes Kaisar yang saat ini sedang berada di belakang kemudi.


"Nenek Julia sakit mas!"


"APA! Nenek sakit?" Kejut Kaisar.


"Iya mas, karna itu aku mau mengajak mas untuk menjenguk nenek Julia." Sahut Lisa.


"Terimakasih sayang, karena kamu telah menghawatirkan nenek."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sampai di kediaman Kakek Marwan, Mereka segera memasuki rumah yang sangat luas itu.


"Selamat malam, mamah, papah!" Sapa Lisa. Yang kedatangannya di sambut oleh Yuda dan Larasati.


"Selamat malam sayang."


"Arga, sini sama kakek." Yuda segera meraih Arga, dan mengajaknya ke ruang keluarga.


Sementara Kaisar, seperti biasa dia tidak akan menyapa atau berbasa-basi pada orangtuanya.


Dia hanya menyapa Marwan Kakeknya.


"Kai, kenapa kau baru datang?" Tanya Marwan.


"Aku banyak pekerjaan ke, di mana nenek?" Wajah khawatir Kaisar mulai terukir.


"Di kamar!" Sahut Marwan.


Tanpa basa-basi Kaisar segera menuju ke kamar Julia, yang ada di lantai atas.


🍁


Sementara Kaisar berada di kamar Julia, Farel segera menemui Lisa.


"Mana?"


"Kau tidak sabaran sekali kakak ipar!" Ketus Farel.


"Cepat Farel, bagaimana jika mas Kaisar melihat kita dia pasti marah."


"Iya!"

__ADS_1


Farel menyerahkan, map coklat pada Lisa, yang berisi semua data-data informasi tentang Julia.


Setelah menerima itu Lisa masuk kedalam kamar Kaisar waktu kecil.


Ia membuka map yang ada di tangannya, ia memperhatikan semua yang ada di sana, mulai dari beberapa foto dan Lembaran biodata Julia.


Lisa memperhatikannya satu-persatu


Dan mata Lisa tertarik dengan satu foto Julia ketika masih sangat muda.


Lisa memperhatikan foto itu.


"Kotak ini! Aku seperti Parna melihatnya!" Lisa masih mengingat, benda yang tengah di genggaman Julia dalam foto itu, sebuah kotak kayu dengan ukiran bunga di sisinya.


"Rumah tengah hutan!, Ya tidak salah lagi kotak itu, aku melihatnya di rumah tengah hutan , pasti ada sesuatu di dalam kotak itu."


Setelah Lisa yakin dengan apa yang ia ingat, Lisa segera memberi tahu Farel.


"Aku harus segera mengambil kotak yang ada di rumah tengah hutan itu, bagaimana pun caranya." Gumam Lisa.


🍁🍁🍁


Singkat cerita, Lisa pergi Ke desa di temani Farel dan Sintia.


Ia beralasan ke Mansion untuk mengambil beberapa pakaiannya dan Arga, karna kebetulan Kaisar menginginkan mereka menginap di kediaman Marwan.


Karna Kaisar ingin menemani Neneknya yang tengah sakit.


Meskipun Kaisar melarangnya untuk ke Mansion, tapi Lisa berhasil merayu sang Kaisar dan di bantu oleh Jhon untuk meyakinkannya. Dengan banyaknya syarat akhirnya Lisa di ijinkan pergi tanpa dirinya.


🍁🍁


"Farel, apa kau yakin kita akan kembali ke kota sebelum malam?" Tanya Lisa ragu.


"Percaya pada ku kakak ipar, Aku tau jalan pintas menuju ke desa, jadi kita akan lebih cepat sampai, dan Jhon akan menangani si berengsek itu jika kita pulang terlambat." Sahut Farel.


"Dia kakak mu Farel, jangan pernah memanggilnya berengsek!" Proses Lisa.


Namun Farel tetep tidak menggubrisnya.


"Sudah Yuna, biarkan saja dia mau bicara apa!" Sambung Sintia.


🍁🍁🍁


Akhirnya mereka sampai di desa, dan segera menuju hutan tempat di mana rumah tua itu berada.


Dengan tergesa-gesa Lisa memasuki rumah itu.


"Yuna hati-hati." Ucap Sintia yang melihat Lisa sangat tidak sabar menujunya rumah itu.


Lisa segera menuju kamar nenek tua yang dulu tinggal di rumah itu.


Beruntung sekali kotak itu masih ada di atas lemari reyot yang ada di kamar itu.


Lisa meraih kotak kayu itu.


Dengan perlahan dan hati yang cemas ia membukanya secara perlahan.


Hingga kotak itu berhasil terbuka sepenuhnya.


Ternyata di dalam kotak itu berisi foto-foto Lama dari nenek tua itu. Dan ada Foto Julia dia sana.


"Ini, nenek Julia. Tapi siapa bayi yang di gendongan nenek Julia ini?" Gumam Lisa yang terus memperhatikan foto Julia yang tengah menggendong seorang bayi.


Lalu Lisa kembali membongkar foto-foto Lainnya.


Hingga satu foto yang berhasil membuat Lisa sangat terkejut.


Foto seorang anak remaja laki-laki!


"Ka Rafi!"


🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🤗🤗


__ADS_2