Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 110. Julia tewas!


__ADS_3

Sementara di tempat lain, seorang wanita dengan penampilan super glamor, tengah berada di sebuah bandara.


Ia baru saja mendarat dari penerbangan Luar negeri.


Tak..


Tak...


Tak...


Suara sepatu yang wanita itu kenakan terdengar nyaring sekali.


Wanita itu menghentikan langkahnya tepat di hadapan seorang pria yang sudah menunggunya.


"Silahkan Nyonya Eliezer."


Wanita glamor itu, bernama Eliezer ia ibu dari Anggelina, ia datang untuk menuntut pertanggungjawaban dari Julia.


Dengan cepat wanita itu memasuki mobil yang sudah terparkir di depan bandara.


"Di mana wanita itu tinggal?" Tanya Eliezer.


"Di rumah sakit jiwa Nyonya!"


"What! Di rumah sakit jiwa?" Wanita itu nampak sangat terkejut.


"Betul Nyonya, wanita itu mengalami depresi berat hingga membuatnya tidak waras." Sahut sopirnya.


"Meskipun dia gila, aku tidak akan memaafkannya, dia sudah berjanji menjaga putriku Anggelina dengan segenap nyawanya, tapi Putri kesayangan ku mati dengan mengenaskan ini semua gara-gara wanita itu ." Gumam Eliezer.


Tak berlama-lama, Eliezer langsung menuju rumah sakit tempat Julia di rawat, ia tidak mau membuang-buang waktu berharganya di negara ini. Setelah urusannya dengan Julia selesai, ia akan segera kembali ke negara tempatnya tinggal.


Sebenarnya Eliezer bisa menyuruh anak buahnya untuk melakukan tugas ini, tapi Eliezer ingin menghabisi Julia dengan tangannya sendiri.


🍁🍁🍁🍁


Di kediaman Marwan.


Kaisar sedang berada di kamar Marwan, ai tengah mengenang kakek kesayangannya itu.


Bayang-bayang masa kecilnya bersama Marwan selalu berputar di pikiran Kaisar, meskipun ia kecewa dengan Marwan tapi ia tetep menyayangi pria tua itu, sampai kapanpun.


Kaisar menatap Foto Julia yang masih terpampang di kamar itu, Kaisar pun kembali mengingat wanita yang kini dalam kondisi tidak baik-baik saja itu.


Entah apa yang ada di pikiran Kaisar, tiba-tiba ia di liputi rasa penasaran, ia yakin jika masih banyak rahasia besar yang Julia sembunyikan.


Hingga kaisar berfikir untuk mecari taunya sendiri, ia tertarik dengan benda dan tempat pribadi Julia.


Kaisar segera keluar dari kamar Marwan, dan menuju kamar yang berada di sebelahnya, yaitu kamar Julia.


Meskipun Julia dan Marwan suami istri, tapi Julia memiliki kamar pribadinya sendiri. Ia beralasan kamar itu untuknya menenangkan diri.


CEKLEEK.....


Kaisar berhasil membuka pintu kamar Julia, Karan memang tidak terkunci.


Tak.


Kaisar menyalakan lampu di kamar itu.


Tak ada yang aneh, Kamar itu nampak seperti kamar pada umumnya.


Tapi karena Kaisar ingin mencari sesuatu tentang Julia, ia mulai mengamati dan menggeledah beberapa barang-barang milik Julia.


Sampai di sebuah laci yang berada di sebelah ranjang.


Dengan perlahan Kaisar membuka Laci itu, ia sangat terkejut melihat beberapa obat-obatan dengan berbagai jenis ada di sana, termasuk obat yang selama ini ia konsumsi.


Tak hanya berisi obat-obatan, Kaisar juga menemukan sebuah buku lusuh seperti sudah bertahun-tahun di sana, buku harian milik Julia.


Seperti buku, Diary pada umumnya, tidak ada apapun di buku itu selain berisi sebuah tulisan yang menggambarkan perasaan dan peristiwa yang ia lewati.


Kaisar membalik halaman demi halaman dari buku itu.


Hingga sampai pada sebuah halaman.


Di situ Julia menulis dengan jelas dan ditail, apa yang menjadi tujuannya datang kerumah itu, dan obat-obatan yang ia berikan pada Kaisar dan Marwan serta Melissa.


Melihat mama Melissa tercantum di buku harian milik Julia, Kaisar menajamkan matanya, ia kembali tenggelam ke isi buku harian itu.


Setelah beberapa menit Kaisar membaca buku harian yang sudah lusuh itu.


Plak...!


Kaisar menutup kasar buku yang baru saja ia baca.


"Julia! Kau, ternyata kau yang meracuni mamah Melissa." Geram Kaisar.

__ADS_1


Akhirnya Kaisar mengetahui jika selama ini, Melissa sakit bukan semata-mata karena penyakit yang ia derita, Julia menambahkan racun di makanan Melissa setiap harinya dengan tahap awal dosis rendah lalu semakin hari ia tambahkan dosisnya hingga membuat Melissa tidak dapat bertahan.


Sesungguhnya Julia dan Melissa cukup dekat, bahkan sangat dekat.


Julia cemburu pada Melissa, karna Kaisar sangat menyayangi wanita itu, Julia ingin memiliki Kaisar hanya seorang diri ia ingin jika Kaisar hanya mencintai dan menyayanginya saja.


🍁🍁🍁


Setelah mengetahui semua Fakta jahat Julia, dan kematian Melissa di sebabkan racun yang di berikan oleh Julia, membuat serigala yang bersemayam di tubuh Kaisar bangkit!


Dengan sorot mata yang tajam, wajah yang memerah dan senyum mengerikan ia keluar dari kamar itu.


🍁


Kaisar Mengendarai mobilnya seorang diri, ia tidak mengatakan apapun pada Lisa atau penghuni rumah lainnya, Kaisar sudah seperti kehilangan akalnya, ia pergi dengan tergesa-gesa dan raut wajah yang merah membara.


Tubuhnya sudah seperti di kelilingi kobaran api!


🍁


Kaisar sampai di rumah sakit jiwa, tempat Julia di rawat.


Dengan langkah panjang dan tangan yang terus mengepal, Kaisar segera menuju kamar tempat Julia di rawat.


Di lorong rumah sakit tempat menuju kamar Julia, kaisar berpapasan dengan Eliezer.


Bug...


Tak sengaja mereka bertabrakan.


"Sial!" Umpat keduanya, secara bersamaan.


Kaisar menyipitkan matanya, menatap wanita yang kini ada di hadapannya.


"Kau!"


"Kai .... Kaisar!" Eliezer gugup setelah mati, kenapa harus bertemu dengan Kaisar di rumah sakit dan di saat seperti ini, itulah yang di pikiran Eliezer.


Dengan cepat Eliezer menghindari Kaisar, dengan cara berlari dan pura-pura tidak mengenali Kaisar.


"Dia Tante Eliezer, untuk apa dia kesini." Gumam Kaisar.


Kaisar tidak memperdulikan itu ia kembali ke tujuan awalnya. Menemui Julia, ia ingin memberi perhitungan dengan tangannya sendiri pada wanita yang telah membunuh Mamahnya.


Tapi sebelum Kaisar sampai di kamar Julia, kegaduhan sudah terjadi di RSJ itu.


"Ada apa ini?" Tanya Kaisar pada salah satu perawat yang ada di sana.


"Pasien yang berada di kamar khusus sana, di temukan tewas pak!"


"Siapa?"


"Kalau tidak salah pasien dengan nama Nyonya Julia."


Julia, apa maksudnya nenek Julia.


Kaisar pun mengikuti perawat itu yang menuju kamar Julia, benar saja, ketika sampai di kamar Julia, wanita paruh baya itu sudah terbujur kaku di atas ranjangnya dengan mata yang masih terbuka dan lidah yang menjulur.


Sepertinya seseorang telah mencekiknya sampai mati, tanpa perlawanan darinya karna Julia yang tangannya terikat.


Bukannya bersedih apalagi menangis melihat nenek kesayangannya tewas, Kaisar malah terlihat sangat kesal dan marah.


"Kurang ajar! Siapa yang berani mendahului ku!" Gumamnya, dengan mengepalkan tangan begitu kuat.


Kemudian Kaisar menjadi teringat dengan sosok wanita yang ia temui di lorong tadi.


Eliezer! Tidak salah lagi wanita itu yang sudah menghabisi nyawa Julia.


Kaisar tidak perduli dengan kondisi mengenaskan Julia, ia keluar dari RSJ itu dan menghubungi seseorang.


"Cepat bawa Eliezer di gudang tempat biasa, aku ingin kau menangkapnya hidup-hidup, karena biarkan aku yang melakukannya, dia sudah berani mendahului ku."


["Baik tuan, perintah segera di laksanakan."]


Setelah memberi perintah Lewat sambung telpon, Kisar masuk kembali ke mobilnya, ia pergi menuju gudang tempat yang ia sebutkan tadi.


4 jam berlalu!


Beberapa anak buah Kaisar memasuki gudang itu, dengan membawa serta mangsa yang Kaisar inginkan.


"Kenapa kalian lama sekali?" Bentak Kaisar, yang kesal karena dia sudah menunggu selama berjam-jam.


"Maafkan kami tuan, wanita ini mencoba melarikan diri, kembali negaranya." Sahut salah satu anak buah Kaisar, dengan menunduk.


"Ikat dia di sana!" Titahnya sambil menunjuk sebuah tiang.


Seperti yang di perintahkan Kaisar, Eliezer di ikat di sebuah tiang yang menjulang di sana.

__ADS_1


Eliezer yang mulutnya di lakban tidak bisa bicara apapun, ia hanya mendelikan matanya menunjukkan betapa takutnya ia saat ini.


Kaisar perlahan menghampiri Eliezer.


Ia tersenyum puas melihat wanita yang kini terikat di depannya itu.


Breeet..


Kaisar membuka Lakban yang menutupi mulut Eliezer.


"Kai, tolong maafkan Tante Kai, Tante khilaf Tante tidak senaja membunuh Nenek mu Kai,"ucap Eliezer, dengan bergetar.


"Bagus! Kau menyadari kesalahan mu tanpa aku memberi tahunya." Sahut Kaisar, yang semakin membuat Eliezer ketakutan.


Kaisar murka bukan karena Eliezer membunuh nenek kesayangannya, tapi yang membuat Kaisar marah dan tidak terima, Eliezer telah mendahuluinya padahal Julia adalah mangsanya kemarahannya yang terbesar Karena wanita itu telah meracuni Melissa.


Seperti biasa jika ada yang berani mengacaukan keinginannya, Kaisar akan melampiaskan pada si pengacau itu.


Kaisar mengeluarkan sebilah belati yang sudah ia siapkan.


"Kai, apa yang mau kau lakukan? Maafkan Tante Kai, Tante berjanji akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkan dan melepaskan Tante." Eliezer semakin bergetar, melihat keseriusan wajah Kaisar.


"Tante berisik sekali,"sahut Kaisar sambil menutup kembali mulut Eliezer dengan lakban.


15 menit kemudian.


Kaisar memberikan belati yang sudah berlumuran darah itu pada anak buahnya.


"Bereskan sisanya,"ucapnya, dan segera meninggalkan tempat itu.


"Baik tuan."


Setelah kepergian Kaisar, dua anak buahnya mengecek Eliezer.


"Dia sudah mati!"


"Kita bawa dia ketempat biasa!"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah melakukan sesuatu yang mengerikan, Kaisar kembali ke rumah almarhum Marwan.


Saat ini ia berada di kamar Melissa yang sudah lama tidak ia masuki.


Kaisar terduduk di lantai sambil memeluk foto Melissa.


"Mamah, maafkan aku yang bodoh, aku tidak mengetahui semuanya dari awal, Wanita jahat itu sudah mati mah, tapi aku gagal membunuh dengan tangan ku sendiri, maafkan aku mah."


Kaisar lama berada di kamar itu, ia menuangkan semua kesedihannya yang kembali terulang, mengingat Kematian Melissa.


Beberapa menit kemudian.


Kaisar bangkit dari duduknya, ia kembali menyimpan foto Melissa di dalam lemari.


Mata Kaisar tertarik dengan Map yang ada di dalam lemari itu.


Dan kini Map itu sudah berpindah ke tangan Kaisar, ada logo rumah sakit ternama di sana.


Apa itu hasil Rekam medis milik Melissa! tapi kaisar merasa aneh karena logo rumah sakitnya berbeda dengan rumah sakit yang merawat Melissa dulu.


Kaisar tidak akan sanggup melihat, jika Map itu benar-benar berisi hasil Rekam medis Melissa.


Ia kembali meletakkan Map itu, tapi ada yang aneh tanggal bulan dan tahun di Map itu, Kaisar kembali meraihnya.


Tahun yang tercantum di Map itu sudah sangat lama, tepatnya sekitar 36 tahunan silam.


Dengan cepat Kaisar membuka Map itu.


Ada selembar kertas di sana.


Kaisar membulat matanya, ia berulang kali membaca apa yang tertulis di kertas itu.


Seketika raut wajah Kaisar lesu, kecewa dan sedih.


"Apa aku bukan anak mamah Melissa!" Gumam Kaisar Lirih.


Isi dari Map itu.


Selembar kertas yang menyatakan bahwa Melissa telah melakukan pengangkatan Rahim 36 tahun silam.


Dan di tahun itu, bukan tahun di mana Kaisar sudah di lahirkan, Karna Kaisar di lahirkan 35 tahun silam, tepatnya 1 tahun setelah Melissa melakukan operasi pengangkatan Rahim.


Kaisar menjatuhkan kertas itu, dan ia kembali terduduk di lantai.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏🤗😘

__ADS_1


maafkan jika ceritanya tidak sesuai ekspektasi para pembaca**.


__ADS_2