
Seperti biasa Luna mengawali harinya dengan mempersiapkan sarapan untuk putri tercinta.
"Bu, apa di hari ulang tahunku ayah akan pulang?"
DEG!
Hati Luna bagai teriris benda tajam ketika mendengar Yolla yang kembali menanyakan ayahnya pulang, dan lusa adalah hari ulang tahun yang ke-10 gadis itu.
Dan di setiap menjelang hari ulang tahunnya Yolla akan bertanya (apa Ayah akan pulang di hari ulang tahunku)
Jika dulu Luna dengan yakin akan berkata (kita tunggu, dan berdoa saja sayang, Ayah pasti pulang dan bisa merayakan ulang tahunmu bersama)
Karena dulu Luna sangat yakin jika Jhon pasti akan kembali, dan sampai sekarang Luna ataupun yang lain tidak pernah mengatakan pada Yolla jika kemungkinan Jhon sudah meninggal.
Tapi tidak untuk hari ini, Luna tidak menjawab perkataan putrinya karena ia pun tidak tahu harus bicara apalagi pada Yolla, karena jika ia menjawab pertanyaan Yolla Ia hanya seperti memberi harapan palsu pada putrinya itu.
"Bu, Kenapa ibu diam? Ayah akan pulang kan? Kak Arga bilang jika ayah akan pulang di hari ulang tahunku lusa."
"Sayang,"Luna mengusap lembut rambut panjang Yolla,"papah Kaisar dan papih Farel akan menyiapkan semua keperluan ulang tahunmu,"jawaban Luna sama sekali tidak menjurus ke pertanyaan Yolla.
"Apa ibu mau bilang jika ayah tidak akan pulang lagi di hari ulang tahunku?"
"Yolla, apa Yolla tidak merasa cukup dengan memiliki papah Kai dan papih Farel?"tiba-tiba Luna mempertanyakan itu.
Yolla tertunduk.
"Sangat cukup bu, aku sangat bahagia dan bersyukur bisa memiliki papah dan papih, maafkan aku yang selalu menanyakan kepulangan Ayah Jhon."
"Sayang, jika tahun ini ayah mu tidak pulang, Ibu minta tolong jangan menunggunya lagi."
"Kenapa Bu?"Yolla menunjukkan raut kecewa.
"Ibu akan menceritakan semua setelah pesta ulang tahunmu."
Luna sudah mengambil keputusan jika di tahun ke-10 ini, John tidak kunjung pulang iya benar-benar akan mengikhlaskan lelaki itu, dan Luna akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Yolla, karena Luna merasa Yolla sudah cukup besar dan berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya agar anak itu tidak selalu berharap!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hari yang dinantikan pun tiba.
Semua Tengah mempersiapkan pesta meriah untuk ulang tahun Yolla, wajah bahagia dan sukacita terlihat jelas di wajah mereka yang sedang mempersiapkan pesta itu.
Terkecuali satu wajah yang diam-diam sedih di dalam kamarnya, siapa lagi kalau bukan Kaisar.
Ia tengah bercerita pada foto Jhon, jika hari ini adalah hari ulang tahun putrinya.
"Apa kau akan selalu membiarkan putrimu untuk memotong kue hanya bersama Luna!"gumam Kaisar.
🍁🍁
Malam hari pesta dimulai.
Semua tamu undangan memenuhi Rumah Yuda, karena ulang tahun Yolla diadakan di rumah besar itu.
Beberapa tamu undangan hadir dengan bingkisan dan kado di tangan masing-masing, mereka mengucapkan selamat! Tapi memasang wajah iba pada Yolla dan Luna karena sampai saat ini dua wanita itu masih mengharapkan orang yang sudah tidak mungkin kembali lagi.
__ADS_1
Ketika nyanyian wajib diserukan, dan momen potong kue pun tiba.
Potong kuenya potong kuenya potong kuenya sekarang juga, sekarang juga sekarang juga
Potong!
Potong!
Potong!
Sorak dan teriak, menyemangati Yolla dan Luna.
Lisa menyerahkan pisau kue pada Luna dan Yolla.
Dan mereka berdua mengarahkannya pada kue besar bergambar Princess itu.
Tapi sebelum kue terpotong, tiba-tiba!
"Tuan, nyonya, maaf mengganggu,"seorang pengawal menghentikan momen itu.
"Ada apa?"tanya Kaisar.
"Ada tamu di luar tuan, dan mereka ingin menghadiri pesta Nona Yolla?"
"Tamu, Apa masih ada tamu yang yang belum datang?"
Semua bingung dan menggelengkan kepala, karena mereka rasa semua tamu yang mereka undang sudah hadir.
Tapi Kaisar mengisyaratkan pengawal untuk membiarkan mereka masuk.
Beberapa detik kemudian, tamu yang terlambat itu muncul dari balik pintu.
"Kak Rafi! Viona!"seru Lisa.
Ternyata tamu yang terlambat itu adalah Rafi dan Viona.
Lisa langsung menghambur dan memeluk Viona, begitupun juga dengan Sintia.
"Bagaimana dengan kabarmu? Kenapa kalian tidak pernah memberi kabar padaku?"ucap Lisa.
"Aku baik, lalu bagaimana dengan kabarmu?"Tanya Viona.
"Aku juga sangat baik!"
Rafi berjalan menghampiri Kaisar, dua lelaki yang dulu musuh bebuyutan itu, kini saling melempar senyum dan berjabat tangan.
"Bagaimana dengan kabarmu Kai? Sepertinya aku datang di waktu yang sangat tepat!"
"Tentu saja aku sangat baik, dan kau datang tepat di hari ulang tahun putri keduaku."
"Hai! Kai, kau jangan sampai lupa Yolla juga putriku,"sahut Farel, dan semua tersenyum mendengar protes dari Farel.
Rafi dan Viona menatap Yolla dengan lekat.
"Selamat ulang tahun anak manis, apa om dan tante mengganggu momen potong kue mu?"
__ADS_1
"Tidak Om!"sahut Yolla, dan disambung oleh Luna.
"Kami justru sangat senang karena anda datang sebelum Yolla memotong kuenya."
Viona menatap Luna, ada raut sedih yang tersimpan di wajah yang terlihat bahagia itu, dan Viona sangat menyadari itu.
"Baiklah! Karena semuanya sudah lengkap bagaimana kalau kita sambung acaranya,"ucap Sintia.
"Tunggu!" Cegah Rafi.
Semua menatap bingung lelaki itu.
"Acara ulang tahun putri kalian akan lebih berkesan dan bahagia jika dilengkapi dengan satu orang lagi,"tutur Rafi.
Semua semakin bingung dengan kata-kata yang Rafi ucapkan.
"Masuklah!"suruh Rafi sambil menatap pintu utama di rumah itu.
Puluhan pasang mata mengikuti arah pandangan Rafi yang fokus pada pintu utama.
Dan sesaat kemudian, bersamaan dengan kilatan lampu yang memang sengaja dipasang di ruangan itu masuklah sosok yang tinggi menjulang dengan setelan JAS hitam yang sangat rapi, didukung dengan senyum yang mengembang tapi dengan mata yang berkaca-kaca dari sosok itu.
Tap
Tap
Tap
Ia melangkah perlahan mendekati puluhan orang, yang terdiam membisu, tak percaya, dan menganggap ini semua adalah mimpi.
Bibir luna bergetar bahkan seluruh tubuhnya pun ikut bergetar, bulir bening sudah lolos begitu saja dari dua netra indahnya.
Luna menangis! Ya, saat ini dia memang Tengah menangis, tapi di tangisan itu Luna mengukir senyum di ujung bibirnya, dengan suara yang sangat bergetar Luna pun berkata!
"Kak John!"
Ya! Sosok yang baru keluar dari balik pintu itu adalah Jhonatan, lelaki yang sudah 10 tahun Ia nantikan kehadirannya dan ia rindukan setiap malamnya.
Sama dengan Luna Kaisar pun bergetar menatap lelaki itu, sambil menggenggam erat tangan Lisa.
"Sayang! Katakan jika saat ini mas tidak sedang bermimpi?"
"Tidak Mas, dia benar-benar John dia sudah kembali!"
Mata Kaisar berkaca-kaca dan ia tersenyum lebar sambil memeluk Lisa.
"Dia kembali sayang, John sudah kembali!"
"Iya Mas, sambutlah dia Mas,"sahut Lisa.
Kaisar menguraikan pelukannya dan dengan hati bahagia tapi tubuh yang bergetar, Kaisar melangkah menghampiri Jhon, ia ingin memeluk lelaki itu dan memarahinya, kenapa baru pulang setelah 10 tahun!
Tapi sebelum Kaisar sampai mendekati Jhon, Luna sudah terlebih dahulu menghambur dan memeluk lelaki itu dengan sangat erat.
Luna terisak di pelukan Jhon sampai punggungnya bergetar hebat.
__ADS_1
"Mas, berikan waktu untuk Luna terlebih dahulu dia pasti sangat merindukan Jhon,"ucap Lisa yang memegang lengan Kaisar.
"Iya sayang,"Kaisar tersenyum bahagia.