
Luna menghampiri Raka yang tengah duduk di meja bundar yang hanya ada dua kursi.
"Selamat siang! Apa ada yang anda butuhkan?" Sapa Luna, pada Raka, yang tengah menatap jalanan dari kaca.
Ia terkejut mendengar suara sapaan dari Luna, yang membuatnya langsung berbalik menatap Luna yang tengah berdiri di sampingnya.
Raka tidak berkedip sedikitpun melihat siapa wanita yang menyapanya, dan Luna memasang senyum terbaiknya pada Raka yang ia anggap sebagai pelanggan di Restorannya.
Raka bangkit dari duduknya dan menatap lekat wajah Luna, untuk memastikan jika Luna adalah gadis yang selama berhari-hari ia cari karna sudah mencuri hatinya.
"Anda mau pesan apa? Silahkan pilih menu yang sudah tersedia di meja, atau anda membutuhkan sesuatu yang lain?" Tanya Luna.
"Ketemu! Akhirnya aku menemukan mu, dan ini sudah tidak salah lagi, aku benar-benar menemukanmu." Sahut Raka, yang membuat Luna bingung.
"Maaf, apa maksud anda?"
"Kau masih mengingatku bukan?" Tanya Raka, dan di balas gelengan kepala oleh Luna.
"Ini aku, yang tempo hari...! Maksudku tempo hari kita pernah bertemu di jalan, kau hampir tertabrak taksi Online yang aku tumpangi?"
Luna berfikir dan mengingat-ingat.
"Aah..! Iya, saya ingat kejadian itu, tapi maaf, saya tidak ingat jika anda adalah orang itu."Sahut Luna.
"Tidak apa-apa, yang terpenting, sekarang aku sudah bertemu kembali denganmu, oya! Perkenalkan, namaku Raka?" Raka mengulurkan tangannya.
Luna tidak menyambut uluran tangan itu, tapi ia menyebutkan namanya.
"Nama saya Luna."
Luna! nama yang sangat cantik!
Dan merekapun terlibat obrolan kecil untuk beberapa menit, yang sudah bisa membuat Raka sangat-sangat bahagia
Luna melirik, jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan, lalu ia berpamitan pada Raka untuk masuk kedalam.
Luna ingin bersiap-siap, karna Jhon sebentar lagi datang untuk makan siang.
Luna masuk kedalam ruangannya.
Tapi Raka, masih tidak kunjung pergi meninggalkan Restoran Luna, ia tetap di meja itu, berharap jika Luna kembali menemuinya, bahkan Raka berniat menunggu Luna sampai pulang, kalau-kalau gadis pujaan hatinya itu berkenan di antara pulang olehnya.
Tak lama, Jhon tiba di Resto dan di sambut hangat oleh Luna.
Bukan hanya itu, Jhon mencium kening Luna dengan lembut, dan Luna juga menggandeng lengan Jhon dan membawa laki-laki itu masuk kedalam ruang pribadinya.
Semua keharmonisannya dan kemesraan itu, di saksikan, secara langsung dan jelas oleh Raka, yang masih berada di kursinya, ia terdiam dan hanya bisa berspekulasi mengenai siapa lelaki yang bersama Luna itu.
Kenapa Luna sangat mesra dan akrab dengan lelaki itu?
Sampai-sampai ia mengajaknya kedalam, dan lelaki itu mencium Luna.
Apa dia kekasih Luna?
Atau jangan-jangan dia suaminya Luna?
Banyak pertanyaan yang meneror pikiran Raka.
Jika itu benar, berarti aku terlambat! Batin Raka, sedih
Tapi hati kecil dan pikirannya, kembali membangkitkan jiwa Raka yang mulai redup karena menyaksikan kemesraan Luna dan Jhon.
Berpikir positif Raka, bisa jadi laki-laki itu kakaknya atau saudaranya!
Dan Raka meyakini bisikan hati kecilnya itu, untuk menenangkan hati besarnya yang kacau.
__ADS_1
Raka memutuskan untuk pergi dari Restoran Luna, dan kembali kerumahnya.
🍁🍁
Sampai Rumah.
Raka mengungkapkan semua kesedihan dan kegelisahan hatinya, pada Lisa, melalui Chatting di aplikasi hijau.
Lisa yang tak tau jika wanita yang di cintai Raka adalah Luna, adik iparnya sendiri.
Menguatkan Raka untuk tetap bersabar dan bertahan, Lisa pun setuju dengan pendapat hati kecil Raka, jika mungkin lelaki yang bersama wanita idamannya itu adalah kakak laki-lakinya.
🍁🍁🍁🍁
Waktu terus berlalu dan Raka masih terus berharap pada Luna.
Hingga akhirnya, keadaan menjabarkan semua Fakta pada Raka, jika Luna benar-benar telah bersuami.
Hati Raka hancur, dan sangat kecewa.
Ketika ia baru pertama di sapa dengan yang namanya Cinta, yang membuatnya bersemangat dan bahagia, tapi Cinta itu malah menusuknya dengan tombak runcing, yang mampu melukai hati dan jiwanya.
Terlambat Raka benar-benar sudah terlambat!
Tapi!
Lagi-lagi Raka, tidak mau menerimanya.
Ia memang tidak bisa memiliki Luna, tapi bukan berarti dia tidak boleh mencintainya!
Raka memutuskan untuk tetep meneruskan perasaannya pada Luna, dan ia akan selalu menunggu Luna sampai kapanpun.
Itulah janji yang tidak masuk akal, tapi Raka ucapkan pada dirinya sendiri.
Apakah dia akan menjomblo seumur hidup karena menunggu Luna?
Tapi Raka juga berjanji, tidak akan merebut atau merusak kebahagiaan mereka.
Ia hanya akan menunggu dan menunggu.
🍁🍁🍁
Raka masih belum mengetahui jika Luna adalah adik kandung kakak iparnya, yaitu Kaisar.
Hingga pada suatu hari.
Kaisar dan Lisa mengadakan pesta ulang tahun untuk Arga, di Mansionnya.
Yang hanya di hadiri oleh Keluarganya saja, karna Kaisar tidak suka jika Mansionnya di datangi banyak orang, karna Mansion hanya di peruntukan untuk keluarga inti saja.
Lisa mengundang serta orangtuanya yang juga hadir bersama Raka.
Di sinilah Raka kembali di suguhkan Fakta yang sangat mengejutkan dan membuatnya akan semakin sulit untuk mencintai Luna.
"Kau ada di sini?" Tanya Luna, yang sudah mulai akrab dengan Raka, karna lelaki itu hampir setiap hari mengunjungi Restoran Luna dengan beralaskan untuk makan.
Raka hanya mengangguk kaku, dan Lisa yang menyahuti perkataan Luna.
"Dia Raka, adikku, apa kalian sudah saling mengenal?"
"Iya kak, aku sudah mengenalnya karna dia setiap hari makan di restoran ku, dan menjadi pelanggan setia ku di sana."Sahut Luna, tanpa canggung tidak seperti Raka.
"Benarkah!"
"Iya kak, dan aku tidak menyangka jika Raka adalah adik kakak ipar,"aku senang sekali ternyata Raka pelanggan setiaku, adalah adik kakak ipar Lisa, yang berarti juga keluarga ku."Sambung Luna.
__ADS_1
Dan di tanggapi oleh yang lainnya.
Semua terlibat obrolan hangat di pesta sederhana itu tanpa ada rasa Canggung dan raut wajah sedih.
Terkecuali Raka, ia yang tadi bahagia menghadiri pesta ulang tahun keponakannya, tiba-tiba menjadi murung dan lebih terlihat sedih.
Tatapannya terus tertuju pada Luna dan Jhon yang terlihat sangat mesra dan bahagia.
Dan Lisa menyadari itu semua.
Iya yakin ada sesuatu yang terjadi pada Raka, yang terus saja memandang Luna.
Terlihat sangat jelas raut cemburu dan kesal di wajah adik lelakinya itu.
Semua bahagia dan tertawa lepas, menceritakan tentang kehamilan Luna dan kesulitan Jhon yang harus memenuhi momen Ngidam istrinya.
Yang membuat Raka semakin terpukul hatinya.
"Aku pamit pulang dulu, karna ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan." Pamit Raka, pada semua orang.
"Kenapa terburu-buru sekali nak? Bahkan acara utamanya belum di mulai?" Sahut Larasati.
"Maafkan saya Tante, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan sekarang juga."Balas Raka.
"Bukankah hari ini kau libur nak?" Timpal Mona.
"Aku....! Baru mendapat pesan jika aku harus segera ke gudang mah!"
"Baiklah kalau begitu, berhati-hatilah, biar nanti mamah pulang sama ayah saja."
"Kau memang hebat Raka, bertanggung jawab dengan pekerjaanmu, om bangga padamu!" Sahut Yuda.
"Terimakasih Om."
Ia menundukkan kepalanya.
Raka memberikan sebuah kado ulang tahun untuk Arga, dan ia berpamitan dengan Lisa, yang sedari tadi memperhatikan perubahan pada Raka.
"Aku pergi dulu ya kak, lain kali aku akan kembali mengunjungi kakak!"
"Iya, berhati-hatilah!"
Lisa menatap kepergian Raka dari Mansionnya.
Lisa sangat tau jika adik lelakinya itu tengah bersedih dan kecewa.
*Sekarang aku tau wanita mana yang kau cintai, tapi kau tidak boleh meneruskan perasaanmu itu.
kakak tidak mau jika kau terluka terlalu dalam, jika harus bertahan dengan perasaanmu itu.
Kau harus melupakan Luna, kau tidak boleh mencinta Luna, karna itu akan mempersulit hidupmu Raka*.
🍁🍁🍁
Di perjalanan.
Raka merutuki dirinya sendiri, yang terlambat bertemu dengan Luna.
Seandainya ia lebih dulu, pasti semuanya tidak akan sesulit ini.
🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘
__ADS_1