Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 127. Sebuah Foto Yang menghebohkan.


__ADS_3

"Adik!" Kaisar bingung harus menjawab apa.


Ia melirik pada Lisa, dan Lisa hanya membalasnya dengan mengedikan bahunya.


Seolah ingin berkata! Jelaskan saja sendiri Mas.


"Papah kenapa diam saja, di mana adik bayi nya?" Arga kembali menagih janji sang papah.


"Sayang, nanti papah jelaskan di dalam ya!" Sahut Kaisar.


"Benar nak, lihatlah papah sedang sakit," Akhirnya Lisa membantu menyelamatkan Kaisar, dari tagihan Arga.


Melihat wajah papahnya yang memang pucat, Arga menjadi sedih.


"Papah sakit apa?"


"Papah hanya tidak enak badan karena merindukan Arga, bukan sakit."


Kini Kaisar sudah ada di dalam Mansion, terlihat Farel tengah duduk santai di ruang keluarga.


"Kai, kenapa kau pulang lebih cepat! Apa kau sudah tidak mempunyai kemampuan lagi?" Ejek Farel, yang sudah pasti menyulut api di dada Kaisar.


"Si brengsek ini, untuk seratus tahun lagi pun aku masih sangat mampu!" Kaisar menghampiri Farel.


"Untuk apa kau ada di sini?"


"Aku hanya sedang berkunjung di rumah kakak ipar ku, dan aku mengembalikan Arga pada mu, karena aku dan istriku Sintia, akan pergi berbulan madu selama satu bulan." Ucap Farel, dengan senyum khasnya, yang kembali mengejek Kaisar.


"Sial!" Umpat Kaisar.


"Mas, kau harus istirahat!" Lisa menuntun Kaisar untuk memasuki kamar mereka, jika di biarkan di situ sudah pasti ia akan berdebat terus dengan Farel, bahkan, mungkin bisa terjadi peperangan.


🍁


Setelah di temani Lisa, akhirnya lelaki itu tertidur sambil memeluk Arga.


Mungkin tenaga Kaisar benar-benar terkuras, karena sepanjang perjalanan ia selalu mual dan muntah.


"Apa dia masuk angin!" Gumam Lisa.


Lisa mengusap wajah kedua lelaki yang sangat berharga dalam hidupnya, dan menyelimutinya.


Setelah memastikan semuanya aman, Lisa kembali turun untuk menemui Farel dan Sintia.


🍁


"Sintia, Farel, aku ucapkan terimakasih banyak karena sudah menjaga Arga selama aku dan mas Kaisar pergi."


Sintia memeluk Lisa.


"Kenapa harus ada kata terimakasih! Bukankah dari dulu kita memang merawat Arga bersama." Ucap Sintia.


"Aku hanya tidak enak pada kalian berdua, padahal kalian baru saja menikah tapi sudah harus di repot kan oleh Arga."


"Aku sama sekali tidak merasa di repot kan, justru aku sangat senang dan bersyukur ada Arga di Apartemen, jadi aku mempunyai alasan untuk tidak tidur bersama Farel." Bisik Sintia.


"Aku mendengarnya!" Ucap Farel.


Sintia terkejut!


Bagaimana bisa dia mendengarnya, padahal dia berbisik dengan pelan pada Lisa.


Farel menatap Lekat Sintia.


"Besok semua pekerjaan ku di kantor selesai, dan lusa kita akan terbang ke luar negeri."


"Keluar negeri! Untuk apa?"


"Tentu saja untuk berbulan madu." Sahut Farel.


Dan kembali terjadi perdebatan antara pasangan pengantin baru ini.


Lisa menengahinya.


Dan berbicara pada Sintia, untuk mengikuti kemauan Farel.


Karena itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri, yang harus siap untuk semuanya. Baik Fisik maupun batin.


Dan akhirnya Sintia pun bersedia untuk pergi berbulan madu bersama Farel, untuk lebih mendekatkan diri mereka.


🍁🍁


Esok harinya.


Kaisar masih dalam kondisi yang sama, namun ia tetap keras kepala tidak mau untuk pergi ke rumah sakit, bahkan memangil dokter keluarga ke Mansion pun tidak di ijinkan olehnya.


Dia hanya butuh di peluk istrinya.


Itu kata Kaisar.


🍁🍁


Sementara di tempat lain terjadi kehebohan besar!


Yuda dan Larasati, tengah menggenggam sebuah ponsel.


Bukan ponsel itu yang membuat heboh!


Tapi foto yang ada di dalam sana yang membuat kehebohan se isi Rumah bahkan se isi Kota.

__ADS_1


"BI!" Teriak Yuda, yang tengah memanggil seorang pelayanan.


"Iya tuan!" Bibi pelayanan, berlari dengan cepat, menuju sang tuan.


Wajahnya sudah panik, karena nada suara Yuda setinggi itu sudah pasti dia tengah marah besar.


"Panggil Luna di kamarnya!"


Si bibi menunduk.


"Maaf tuan, tapi nona Luna sedang tidak ada di rumah."


"Apa! tidak ada di Rumah, Lalu di mana dia!" Bentak Yuda.


"Maaf tuan, saya tidak tahu, nona Luna hanya ijin ingin bertemu dengan temannya." Jawab bibi, dengan takut.


"Anak itu!" Geram Yuda.


"Sudah mas, jangan marah-marah seperti ini,"Larasati menyudahi amarah Yuda.


Si bibi dengan cepat kembali kebelakang, setelah mendapat kode dari Larasati.


Selamat! pikirannya.


"Anak itu selalu berpergian tanpa pamit, dan entah kemana dia pergi, dan sekarang malah foto seperti ini yang beredar di media sosial."


Yuda mendapatkan kiriman Foto dari Klein nya, yang di kirim melalui pesan di aplikasi hijau.


Dengan Caption!


(Foto ini menjadi trending di jagad Maya! Dia mirip sekali dengan putri mu, apa dia memang benar putri mu? Atau aku yang salah lihat, tapi siapa pria yang bersamanya?)


Dan, setelah memastikan siapa yang ada di Foto itu, Yuda dan Larasati menjadi geram karena itu benar-benar Luna, putri satu-satunya mereka.


Yuda merasa kecolongan dengan kejadian itu.


"Kepalanya benar-benar sakit memikirkan Luna."


*


Larasati mencoba menghubungi Luna, namun seperti biasa, Luna tidak pernah mengaktifkan ponselnya, mungkin ia tengah berada di galeri memasaknya.


"Ponsel Luna tidak aktif Mas!"


Yuda berdiri dari duduknya.


Ia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat, bertanda ia benar-benar sangat kesal dan marah.


"Jika Luna, tidak bisa di hubungi, aku tau harus menghubungi siapa!"


Yuda kembali Meraih ponselnya, dan menekan nomor ponsel seseorang.


Di tempat lain.


Jhon tengah bersiap untuk berangkat ke Mansion Kaisar, semalam ia kembali di buat gelisah dan tidak dapat tidur dengan baik.


Selain tengah memikirkan kondisi kesehatan Kaisar.


Ada sesuatu yang mengganggu pikiran Jhon .


Bahkan itu terjadi sudah lebih dulu satu Minggu yang lalu.


Jhon selalu di buat gelisah dengan sosok seorang wanita yang selalu mengganggu pikirannya.


Tapi ia tidak menyadari itu, dan menganggap itu hanya sebuah kebetulan dan angin lalu.


KRIIING....


Suara dering ponsel, membuyarkan fokus Jhon yang tengah mempersiapkan diri. Hari ini dia terlambat bangun, karna semalam tidak dapat tidur dengan baik.


Jhon meraih ponselnya yang berdering.


Tuan Yuda!


Itulah namanya yang ada di layar ponsel Jhon.


"Halo tuan, apa anda membutuhkan sesuatu?"


Lama Jhon terdiam mendengarkan suara Yuda di sebrang sana.


Entah apa yang di katakan Yuda, Jhon hanya mengangguk, dan berkata!


"Baik tuan, saya akan segera ke sana."


Setelah panggilan itu terputus, Jhon kembali bersiap dan keluar dari Apartemennya.


🍁🍁🍁🍁


Tak butuh waktu lama.


Akhirnya Jhon sampai di kediaman Yuda.


Tak diduga ternyata sudah banyak orang di sana.


Termasuk Kaisar, padahal tadi Jhon bermaksud pergi ke Mansion tapi ternyata Kaisar dan Lisa ada di kediaman Yuda.


Begitupun dengan Farel dan Sintia.


Suasana tegang dan dingin menyelimuti ruang keluarga Yuda.

__ADS_1


Padahal Jhon baru saja memasuki ruangan itu, tapi ia sudah di sambut dengan tatapan tajam dan menusuk dari penghuni rumah besar itu.


Jhon mulai merasakan ada yang tidak beres di situ.


Kenapa tuan Kaisar ada di rumah tuan Yuda bukanlah dia tengah sakit? dan kenapa dia tidak mengabari ku, padahal tuan Kaisar akan mengabari ku jika ingin pergi ke suatu tempat, di manapun itu!


Tuan Farel, dan Nona Sintia, Kenapa mereka juga ada di sini, bukankah besok mereka akan pergi ke luar negeri, dan hari seharusnya mereka bersiap-siap bukan?


Jhon menundukkan kepalanya.


"Selamat pagi tuan!" Sapanya.


"Pagi! Ini sudah siang Jhon." Cetus Farel.


"Maaf tuan, kalau begitu selamat siang tuan dan nyonya!"


Jhon kembali menundukan kepalanya.


Hening....


Tak ada suara lagi yang keluar, selain suara dari Farel tadi.


Suasana seperti ini tidak biasanya terjadi.


Jhon seperti berada di ruangan sidang, dengan kasus kriminal terberat.


Karena mereka semua menatap Jhon penuh Arti, dan selidik.


Membuat Jhon menjadi canggung berada di ruangan itu.


Jhon kembali merilekskan tubuh dan pikirannya.


Dan ia yang mulai membuka suaranya terlebih dahulu.


"Maaf tuan Yuda, apa ada sesuatu yang terjadi, atau ada perintah yang harus saya lakukan, sampai anda menghubungi saya untuk datang kesini?" Tanya Jhon.


Yuda menatap lekat Jhon.


Dan meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja, lalu memberikannya pada Jhon.


"Lihat foto itu Jhon!" Ucap Yuda datar.


Jhon dengan ragu meraih ponsel dari tangan Yuda, filing nya sudah tidak enak.


Pasti ada sesuatu yang besar di ponsel itu.


Apa ini menyangkut kesehatan tuan Kaisar! Gumam Jhon.


Setelah ponsel itu berada di tangannya, Jhon mengusap layar ponsel, dan beberapa detik kemudian ponsel itu menyala sempurna.


Mata Jhon terbuka sangat lebar tanpa berkedip.


Seolah ia ingin benar-benar memastikan apa yang dia lihat nyata atau palsu!


Jhon melihat foto dua manusia tengah berciuman.


Hanya sebuah Foto dari pasangan Lebay. Batin Jhon.


Tapi siapa yang ada di foto ini, kenapa tuan Yuda memberikannya pada ku? Tanya Jhon dalam hatinya.


"Ini seperti, Nona Lun....!"


ASTAGA!


Mata Jhon semakin terbuka lebar, setelah ia menyadari siapa yang ada di foto itu!


Dirinya!


Ya, foto yang di lihat Jhon dari ponsel Yuda, adalah foto dirinya dan Luna.


Jhon terdiam, otaknya tengah bekerja untuk mempersiapkan, jawaban yang harus ia katakan pada tuan Yuda, terutama Kaisar.


Sial! siapa yang dengan berani mengambil foto ini.


Ternyata kejadian tempo hari, di saat Jhon mencium Luna.


Ada seseorang yang mengabadikan momen itu.


Dan tanpa tau resikonya, orang tidak bertanggung jawab itu menyebarkan foto itu, lewat akun media sosialnya.


Dan dalam tempo beberapa jam saja. Foto itu menjadi trending topik di berbagai media sosial.


Dengan Caption.


{Pasangan suami istri yang super Gemoy dan Sweet banget! Mencium sang istri di depan umum, hanya untuk meyakinkan jika mereka suami istri.. Eeemm bikin para Jomblo makin nangis di pojokan}


Itulah Caption yang di tulis sang pengunggah. Di lengkapi dengan emoticon Love dan bunga-bunga.


Dan posting itu sudah di lihat lebih dari sejuta pasang mata, dan mendapatkan beberapa Like dan Komentar.


Jhon menggenggam kuat Ponsel itu.


Tapi percayalah, sesungguhnya Jhon tengah bergetar hebat saat ini!


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏


Love banyak-banyak untuk semua pembaca Lisa dan Kaisar ❤️❤️❤️😘👏👏

__ADS_1


__ADS_2