Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 37. Ketahuan


__ADS_3

"Yuna, jadi tuan Farel itu benar adik ipar mu." Tanya Firman di tengah perjalanan menuju pulang.


"Iya." Jawabnya singkat.


"Kamu harus merahasiakan ini dari warga desa, jika mereka tau kau bagian dari keluarga Airlangga, sudah bisa di pastikan mereka akan salah faham dengan mu."


"Tapi aku, bukan bagian dari keluarga mereka lagi, aku dan suami ku sudah lama berpisah."


**********


Di mansion.


"Tuan, semuanya sudah siap, kita berangkat sekarang." Ajak Jhon .


Dengan malas, Kaisar pun mengikuti Jhon ke mobilnya.


Di dalam mobil.


"Jhon, apa kau sudah menemukan kabar soal Lisa?"


"Maaf, belum tuan, sepertinya keberadaan nona Lisa memang senaja di sembunyikan. Hingga sulit di temukan, padahal kita sudah menyewa orang-orang handal. Tapi sepertinya informasi tentang nona Lisa di tutup rapat."


"Maksud, mu?" Tanya Kaisar.


"Ada seseorang, yang senaja menutup akses pencarian nona Lisa tuan."


"Cari orang itu, dan bawa ke hadapan ku."


"Baik, tuan kami sedang menyelidikinya.


*******************


Pagi hari Kaisar dan Jhon tiba di desa.


"Tuan, untuk beberapa hari ini anda tinggal di rumah ini bersama Tuan Farel."


"Apa! Aku satu rumah dengan si pecundang itu?" Tanya Kaisar.


Jhon hanya mengangguk, dan segera membawa barang-barang milik Kaisar.


"Jhon, bagai mana kalau aku tinggal di hotel saja?" Usulnya.


"Disini tidak ada hotel atau sejenisnya tuan, sudahlah anda nikmati saja tempat ini." Ucap Jhon.


"Menikmati kau bilang!" Geram Kaisar.


Dengan terpaksa Kaisar masuk kedalam rumah.


"Selamat datang tuan Kaisar, tuan Jhon!" Rizal menyambut kedatangan mereka.


"Di mana si pecundang itu?" Tanya Kaisar.


"Tuan Farel, sedang berada di kantor tuan, tuan Kaisar silahkan istirahat. Mari saya antar ke kamar tuan."


Kaisar mengikuti langkah Rizal menuju kamarnya. Hingga siang hari Kaisar hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar.


Hingga Farel kembali dari kantornya.


"Apa si berengsek itu sudah datang?" Tanyanya pada Rizal.


"Tuan Kaisar, sudah datang sejak pagi tadi tuan."


"Lalu kenapa dia tidak langsung ke kantor?"


"Tuan Kaisar, sedang beristirahat tuan."


"Manja sekali dia." Gerutu Farel.


"Siapa yang kau sebut manja?"


Yang sedang di bicarakan akhirnya keluar dari kamarnya.


"Halo ka, selamat datang di desa terpencil ini." Sapa Farel, yang di buat-buat


"Cih. Dasar pecundang, membereskan masalah seperti ini saja kau tidak bisa, apa kah ini anak kebanggaan Yuda Wijaya." Sinis Kaisar.

__ADS_1


Farel membuang nafasnya, ia harus bisa menahan emosinya. Karena hari ini ia ingin membanting kepercayaan diri Kaisar.


"Harusnya kau berterimakasih pada ku Kai, aku bukan tidak bisa mengatasi masalah sepele seperti ini, tapi aku hanya ingin kau datang ke sini. Karna ada kejutkan untukmu." Ucap Farel.


Kaisar tak menggubris perkataan Farel.


"Cepat! Katakan di mana Letak masalahnya, aku harus segera membereskan nya hari ini juga, aku muak jika berlama-lama dengan mu."


"Ha .... Ha .... Ha ...." Farel malah tertawa, terbahak-bahak.


"Dasar gila." Umpat Kaisar.


"Jika kau merasa muak, silahkan pergi Kaisar." Ucap Farel di sela-sela tawanya.


Farel merogoh saku celananya, ia mengambil benda Pipih di sana, dan membuka aplikasi bernama Galeri, lalu send. Ya Farel mengirimkan sebuah foto.


Yang ternyata ia kirimkan di ponsel milik Kaisar.


TING ... Notifikasi pesan masuk di ponsel milik Kaisar.


"Bukalah Kai, aku yakin setelah kau membuka pesan itu kau pasti akan mengejar-ngejar ku, ha ... Ha .... Ha ...." Farel kembali terbahak-bahak, sepertinya ia sangat senang hari ini. Saking senangnya ia bisa menahan untuk tidak baku hantam dengan Kaisar.


"Brengsek." Umpat Kaisar.


Kaisar enggan untuk membuka pesan yang dikirimkan oleh Farel.


Hingga Beberapa jam berlalu, hatinya di liputi rasa penasaran. Dan akhirnya Kaisar membuka pesan itu.


Kaisar membelalakkan matanya dengan sempurna, dan meremas benda pipih itu dengan sangat kuat, ia seperti ingin menghancurkan benda pipih itu.


Dengan cepat Kaisar melangkahkan kakinya.


DOR .... DOR .... DOR ....


Kaisar menggedor-gedor pintu kamar Farel.


"FAREL, CEPAT KELUAR!" Teriaknya.


Farel yang berada di kamarnya menyunggingkan senyum liciknya.


"FAREEL , BUKAN PINTUNYA BRENGSEK,"Kaisar kembali berteriak, sambil menggedor pintu.


Karena, di selimut emosi yang memuncak, Kaisar mendobrak pintu kamar Farel.


BRAK ....


Kaisar segera masuk dan langsung mencekam kerah baju Farel.


"Katakan, di mana kau mendapatkan foto itu?" Ucap Kaisar, yang tak melepas cengkramannya.


Farel hanya tersenyum miring, di sela-sela lehernya yang sesak karena di cengkram oleh Kaisar.


"CEPAT, KATAKAN." Teriak Kaisar tepat di wajah Farel.


"Lepaskan! Brengsek!" Farel menepis tangan Kaisar, yang mencekram kerah bajunya.


"Baik, sekarang cepat katakan di mana kau dapatkan foto ini?" Kaisar kembali mengulangi pertanyaan, sambil menunjukkan foto yang ada di ponselnya.


Sebuah foto layaknya keluarga kecil yang bahagia dan harmonis, sedang menikmati makan bersama. Itu adalah foto, Lisa Firman dan Arga. Farel mengambil foto itu, ketika di warung makan, sebelum ia datang untuk menyapa Lisa.


Farel, benar-benar memancing emosi Kaisar, bukanya menjawab pertanyaan Kaisar, ia malah duduk santai di kursi yang ada di kamarnya itu, sambil berdiri siul-siul. Yang membuat emosi Kaisar semakin naik ke ubun-ubun.


"Farel," ucap Kaisar, yang menahan emosinya.


"Apa?" Jawab Farel, santai.


"Sekali lagi aku bertanya pada mu, dari mana kau dapatkan foto ini?"


"Kenapa aku harus memberi tau mu."


"FAREL!" Kaisar sudah benar-benar kesal, ia kembali menarik adiknya itu, dan. BUG ..... satu pukulan mendarat di wajah Farel. Yang membuatnya terhuyung ke belakang.


Farel menyentuh wajahnya yang terkena pukulan Kaisar.


"BRENGSEK!" BUG ..... Farel membalas pukulan Kaisar.

__ADS_1


Ke duanya sedang di kuasai emosi, hingga baku hantam antara adik dan kakak ini terjadi.


BUG .... BAG .... BUG ....BUG.


Suara keributan yang timbul akibat, aksi Farel dan Kaisar, sampai di telinga Jhon dan Rizal. Ia segera berlari menuju kamar Farel.


"Tuan, hentikan!" Ucapnya secara bersamaan.


Namun seperti biasa, ketika emosi sudah menguasai pikiran dan tubuh. Ucapan dari siapa pun tidak akan di dengarkan.


"Bagaimana ini, tuan Jhon?" Tanya Rizal.


"Kita paksa mereka berhenti." Kali ini Jhon tidak pasang badan sendiri ketika dua bersaudara ini baku hantam, ada Rizal yang membantunya.


Jhon dan Rizal menerobos di tengah-tengah mereka, dan. BUG ....


Pukulan melayang ke wajah Jhon dan Rizal.


"Anda sudah puas tuan?" Tanya Jhon, yang sepertinya tidak merasakan sakit di wajahnya, berbeda dengan Rizal yang meringis, sambil memegangi pipinya.


Kaisar dan Farel, akhirnya menyudahi pertempuran itu.


Mereka di bawa Jhon duduk di sebuah ruang, seperti ruang keluarga dan menceritakan penyebab perkelahian itu terjadi.


Jhon melihat foto yang ada di ponselnya Kaisar.


"Benar, ini nona Lisa." Gumamnya.


"Tuan Farel, di mana Anda mengambil foto ini?" Tanya Jhon.


"Dia keras kepala Jhon, dari tadi aku tanya tidak mau menjawab." Kesal Kaisar.


"Cara bertanya mu yang membuat ku malas untuk mengatakannya." Balas Farel.


"Cukup." Sela Jhon.


"Sekarang, saya minta tuan Farel tolong jelaskan semuanya."


" Lisa tinggal di desa ini."


Ucapan Farel sontak membuat Kaisar dan Jhon terkejut. Sungguh mereka tidak menyangka kalau Lisa ada di desa ini. Entah sudah takdir atau hanya kebetulan Kaisar pun berada di desa yang sama, untuk melakukan pekerjaan yang enggan ia lakukan.


"Jhon, antarkan aku ketempat Lisa tinggal." Titah Kaisar yang langsung bangkit dari duduknya. Ia sungguh sudah tidak sabar ingin bertemu istrinya yang selama 4 tahun menghilang.


"Apa kau sepercaya diri itu." Sungut Farel.


Kaisar menatap tajam Farel.


"Kai, lebih baik kamu lupakan saja Lisa, kau lihat kan di foto itu ada seorang pria, dan dia itu suaminya Lisa." Ucap Farel.


Kaisar meremas kuat jari-jarinya. Wajahnya mulai memerah dan rahang yang mengeras.


"Kenapa kau terlihat marah seperti itu? Wajar dong kalau Lisa sudah memiliki keluarga baru, iya kan! lagi pula pria itu terlihat baik dan sangat menyayangi Lisa. Bahkan sepertinya mereka sudah memiliki seorang putra."


"Hentikan, omong kosong mun Farel." Ucap Kaisar. Seraya berjalan menghampiri Farel.


"Hentikan tuan." Cegah Jhon.


"Jangan terpancing emosi, kita belum mengetahui kebenarannya. Anda tenangkan diri, saya akan mencari tau di mana nona Lisa tinggal dan akan membawanya ke pada tuan." Ucap Jhon.


"Kalau kau tidak percaya,b ya sudah, saya hanya kasihan pada kakak ku ini, jika harus kecewa bahwa istrinya sudah memiliki orang lain di hidupnya.


*************************


"Tuan, saya sudah tau di mana nona Lisa tinggal." Ucap Jhon.


"Katakan!."


"Nona Lisa tinggal di sebuah Rumah di ujung desa. Dan nona Lisa bekerja di klinik, untuk pria yang ada di foto itu, dia bukan suami nona Lisa, dia dokter di tempat nona Lisa bekerja tapi mereka cukup dekat. Dan soal anak laki-laki itu. Dia putra nona Lisa, tapi warga desa bilang anak itu tidak memiliki seorang ayah." Jelas Jhon.


"Bawa Lisa kehadapan ku." Titah Kaisar.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🤗🤗 minta dukungan nya ya

__ADS_1


__ADS_2