Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 87. Balas dendam Anggel


__ADS_3

"Ini tidak bisa di biarkan Jhon, Kai harus segera sadar siapa wanita kesayangannya itu."


"Tuan Farel benar, tapi sangat sulit meyakinkan tuan Kaisar, jika menyangkut nyonya Julia."


"Kita harus, tetep melakukan apapun caranya."


Jhon mengangguk setuju.


"Tuan, bisa kah anda untuk tidak meninggalkan Mansion selama tuan Kaisar belum kembali?"


"Kenapa?"


"Demi tuan kecil, saya khawatir mereka juga akan melakukan sesuatu pada tuan kecil."


Farel mengangguk.


"Baiklah."


"Dan rahasiakan soal ini, jangan membuat buat kepanikan di mansion." Tegas Jhon.


"Aku tau itu."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi."


Setelah memastikan semuanya, Jhon kembali pergi dari mansion. Ia harus mencari Tuannya dan nonanya.


Farel kembali masuk kedalam Mansion, ia di brondong dengan beberapa pertanyaan dari Larasati Yuda dan Sintia.


"Kami tidak membicarakan apapun." Elak Farel.


"Lalu mengapa mansion di jaga seketat ini, dan di mana Lisa dan Kaisar?" Tanya Yuda.


"Mereka sedang berbulan madu!" Jawab Farel asal.


Yang seketika membuat semua mantap ke arahnya.


"Bulan madu! Bukankah Kaisar sedang dalam masa pemulihan?" Ujar Larasati.


"Mungkin, Kaisar, sudah tidak sabar ingin memberikan adik pada Arga, jadi begitu dia di nyatakan pulih ia langsung pergi berbulan madu." Jawab Farel semakin ngawur.


"Tapi ...!"


"Sudah mah." Potong Farel. " kalian tidak boleh membahas persoalan bulan madu, pada seseorang yang belum menikah, aku ini belum menikah tega sekali kalian membahas bulan madu dengan ku,"ucap Farel, dengan mimik wajah yang ia buat sesedih mungkin.


Tapi malah membuat semua semakin bingung.


"Sudah, aku mau mencari angin, di sini panas." Farel segera berlalu menuju taman belakang mansion.


Tanpa ia sadari Sintia mengikutinya.


"Aku perintahkan kalian untuk mencari Kaisar dan Lisa, cari di mana pun sampai kalian menemukannya." Ucap Farel, yang tengah berbicara pada seseorang lewat sambungan telepon.


"Apa maksud mu mencari Lisa dan Kaisar?" Sintia muncul, mengejutkan Farel.


"Sejak kapan kau di situ?" Tanya Farel gugup.


"Sejak, kau berbicara pada seseorang untuk mencari Lisa dan Kaisar."


Farel diam.


"Cepat katakan apa yang terjadi? Jangan menutupinya."


Dengan terpaksa Farel pun menceritakan apa yang tadi Jhon ceritakan pada dirinya.


"APA! LISA Di CULIK!" Teriak Sintia.


Dan langsung di bungkam oleh Farel menggunakan tangannya.


"Kenapa kau berteriak seperti itu, bagaimana jika mamah mendengar dan panik!" Bisik Farel.


"Farel! Apa yang kalian lakukan?" Benar saja, Larasati muncul. Ia memperhatikan Tangan Farel, yang tengah membungkam Sintia dan tangan satunya melingkar di pinggang wanita itu.


"Tidak! Aku tidak melakukan apapun." Jawab Farel dengan cepat.


"Farel! Jaga tangan mu, Sintia, bukan kekasih atau istri mu jadi jangan memeluk dia seperti itu."


Farel segera menarik tangannya.


"Aku tidak sedang memeluknya."


Larasati memandang dua manusia yang tengah gugup itu.


"Segera menikah lah, agar kalian bisa berpelukan sepuas hati kalian." Setelah mengatakan itu, Larasati kembali masuk.


"Aku menikah dengan mu? Bisa sial hidup ku." Ketus Sintia.

__ADS_1


Farel membelalakkan matanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Jadi kau pilih yang mana?"


Lisa masih diam enggan untuk menjawab.


"Baiklah, kalau kau diam begitu biar aku saja yang memilih kan senjata apa yang cocok untuk kulit mu."


Anggel, menggerakkan tangannya memilah-milah senjata yang ada di dalam kotak tersebut.


"Yas! Aku menemukannya." Girang Anggel, dengan pisau tajam yang ada di tangannya.


"Dulu juga Kaisar menggunakan ini, jadi kau harus merasakan."


Anggel mulai mengarahkan senjata tajam itu ke wajah Lisa.


"Jika aku merusak wajahmu, apa Kaisar akan tetep mencintai mu."


"Hahaha.... Aku pasti akan melakukan itu." Anggel kembali tertawa terbahak-bahak.


Lisa memejamkan matanya, ketika Anggel menusukan ujung pisau yang tajam itu di kulit wajah Lisa.


Ia terlihat sangat puas sekali melihat darah yang mengalir dari pipi Lisa.


Sementara Lisa masih memejamkan matanya, siap menerima semua kemungkinan yang akan di lakukan Anggel, ia merasa perih di pipinya Lisa sangat yakin jika pipi itu telah terluka, tapi ia masih tidak Berani membuka matanya.


"Kenapa kau memejamkan mata mu! Cepat buka!" Bentak Anggel.


"Anggel, jika kau ingin membunuh ku lakukan dengan segera, jangan seperti ini."


"Tidak! Aku sudah bilang kan, aku akan menghabisi mu dengan cara yang begitu manis, kau lihat ini,"ucap Anggel dengan menunjukkan pisau yang sudah bernoda darah di wajah Lisa.


Lisa menggelengkan kepalanya.


Membuat Anggel semakin murka, ia cengkram wajah Lisa dan memaksanya untuk melihat apa yang ada di tangannya.


Anggel bener-benar sudah di kuasai amarah dan dendam di hati nya.


Secara tega iya menyayat pergelangan tangan Lisa, namun tidak sampai kedalam, hanya sampai mengalirkan darah yang cukup banyak itu sudah membuat Anggel kembali terbahak-bahak.


Namun ia kesal karena Lisa sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Apalagi menangis dan memohon ampun pada dirinya seperti dulu yang ia lakukan ketika Kaisar menyiksanya, ini semua di luar ekspektasi Anggel.


Tapi percayalah Lisa sedang menahan rasa perih dan takut yang luar biasa di hatinya. Tapi ia tidak boleh menunjukkan itu pada Anggel, karna Anggel bagaikan sikopat yang akan senang, puas, bahagia dan tambah menggila jika korbannya merintih kesakitan dan memohon ampun.


"Lakukan!" Satu kata yang keluar dari bibir Lisa.


Semakin memancing emosi Anggel.


Bukan seperti ini yang aku mau, aku mau Lisa memohon ampun kepada ku agar aku tidak menghabisinya, agar hati ku semakin bahagia menyaksikan ketakutan di wajah Lisa, tapi tak apa jika ini yang kau mau Lisa.


"Baiklah, karna itu tujuan awal ku."


Anggel mengganti senjata tajam itu dengan senjata tajam yang bentuknya lebih besar dan mengerikan.


Mata Lisa membelalak melihat kilau senjata itu.


Baiklah, jika memang aku harus mati di tangan Anggel, aku pasrah tuhan, tapi tolong jaga Arga, jangan biarkan ia memiliki ibu tiri selepas kematian ku.


Dengan siap Anggel mengarahkan benda tajam itu, tepat di dada Lisa.


Dan Lisa mulai menutup matanya kembali.


Anggel mulai menghitung dengan jarinya.


Satu.


Dua ...


Tiga...


"Selamat tinggal Lis ....!"


BRAK.....


"ANGGEL! JAUHKAN TANGANMU DARINYA!" Teriak Kaisar, bersamaan dengan suara dobrakan pintu .


Membuat Anggel menggantungkan tangannya.


Mas Kaisar! aku mendengar suaranya apa dia benar-benar datang, tidak suara ini terdengar sangat mengerikan, atau justru aku sudah berada di akhirat dan itu suara malaikat yang akan membawaku.


"Kai!" Anggel kehilangan fokusnya untuk sesaat, bagaimana Kaisar bisa ada di sini dan dari mana ia tau tempat ini.


"Jangan mendekat Kai, atau aku bunuh Lisa." Ancam Anggel.

__ADS_1


Kaisar tersenyum miring.


"Sebelum kau melakukannya, aku akan lebih dulu mengirim mu ke neraka." Suara Kaisar, begitu berat karena ia sudah tidak tahan lagi ingin mengoyak tubuh wanita yang berani mengacungkan senjata pada istrinya.


Itu benar suara mas Kaisar.


Lisa membuka matanya.


"Mas!"


"Kau tenang sayang, jangan panik!" Ucap Kaisar pada Lisa.


PLAK .....


Kaisar melemparkan sebuah balok kayu, yang tepat mengenai tangan Anggel.


Yang membuat Anggel, menjatuhkan senjata yang ada di tangannya, dan dirinya pun ikut terjerembah.


Dengan cepat Kaisar menghampiri Lisa.


"Tenanglah, mas di sini jangan takut,"ucap Kaisar seraya memeluk Lisa yang nampak pucat pasi.


Ia segera membuka semua tali yang mengikat Lisa di sebuah bangku.


"Kau terluka?"Kaisar, melihat luka benturan di kening Lisa, dan darah yang masih menetes yang berasal dari pipinya, Kaisar juga menelusuri lengan Lisa, yang nampak sekali ada goresan benda tajam di sana, di pergelangan tangan Lisa.


Entah sudah seperti apa Air muka Kaisar saat ini, saking murkanya dia sampai-sampai ntor tidak bisa menggambarkan ekspresi wajah marah Kaisar dengan sebuah kata-kata.


Kaisar, segera membuka jaketnya dan merobek piyama rumah sakit yang belum sempat ia ganti, untuk menutupi luka di tangan Lisa, karna terus meneteskan darah dari sana.


"Apa ini sakit?" Wajah panik Kaisar tunjukkan pada Lisa.


"Aku tidak apa-apa mas."


"Seperti ini kau bilang tidak apa-apa!"


Setelah menutup luka di tangannya Lisa, Kaisar berbalik menghadap Anggel.


Kaisar menatap Anggel sudah seperti lahar panas yang siap menelannya hidup-hidup.


Jika bisa di beri efek pendukung.


Sudah ntor sisipkan, berbagai jenis hewan buas menyertai seringai Kaisar di belakangnya, menandakan betapa murkanya dia.


Kaisar mulai mendekati Anggel.


Tapi dengan cepat Lisa menahannya, ia memeluk erat Kaisar, agar lelaki itu tidak beranjak dan melakukan hal, yang bisa kembali melukai, menyakiti hati dan mental seseorang.


"Mas! ayo kita pulang mas!" Pinta Lisa, di dalam pelukan Kaisar.


Kaisar mengusap lembut rambut Lisa.


"Jangan takut! Mas akan membereskannya dulu."


"Tidak! mas, aku ingin pulang sekarang, tolong antarkan aku pulang sekarang mas." Lisa mulai terisak di pelukan Kaisar.


Dan Kaisar salah mengartikan Isak Lisa.


Kaisar mengira istrinya itu sangat ketakutan pada Anggel, dan membuatnya semakin murka.


padahal Lisa terisak bukan Karena Takut pada Anggel, dia takut jika suaminya melakukan sesuatu yang akan membuatnya menyesal, ia tidak bisa membiarkan Kaisar melakukan itu semua, Anggel begini karna perbuatan Kaisar di masa lalu nya. Jangan sampai Kaisar mengulanginya lagi.


"Mas! ayo kita pulang."


Amarah Kaisar sudah mulai mereda.


Tapi.


"Hahaha hahaha... Apa sekarang kau menjelma menjadi seorang pengecut Kai. Hingga harus berlindung di balik istri mu itu." Ejek Anggel.


Anggel benar-benar berniat membangunkan serigala yang sudah mulai tenang.


"Jangan dengarkan dia mas!" Dan Lisa akan terus membujuk Kaisar.


Hahaha...


hahaha ....


Suara tawa menggema di gudang itu, Karna beberapa orang-orang Anggel bermunculan dengan tawa mengejek pada Kaisar, yang mungkin saja sang Kaisar tidak bisa berbuat apa-apa karena Lisa mencegahnya.


"Kai, ini adalah pembalasan ku 4 tahun yang lalu. Tapi sayang sebelum aku berhasil mengeksekusi istri mu itu, kau lebih dulu datang, tapi tak apa biar sekalian aku mengirim kalian berdua ke neraka."


*Coba saja jika kau mampu, melakukan itu pada seorang Kaisar.


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁*

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗😘


__ADS_2