
Ke esoknya harinya.
Berita penemuan mayat seorang Pria, menggegerkan jagat Maya.
(Telah di temukan mayat seorang pria tanpa identitas, di Selokan yang berada di jalan xxxx pada pukul 07 : 00 oleh seorang warga yang melintas di jalan tersebut! Mayat pria itu di duga kuat adalah korban pembunuhan karena banyaknya luka tusukan dan sayatan di sekujur tubuhnya, bahkan polisi sulit untuk mengidentifikasi korban, karena wajah korban sulit untuk di kenali, dan saat ini polisi sudah mengevakuasi korban ke rumah sakit xxxx untuk kepentingan penyelidikan!"
PRANG!
Luna menjatuhkan gelas yang ia pegang, bersama dengan berita yang baru saja muncul di layar televisi!
Jhon yang mendengar pecahan itu segera menghampiri Luna.
"Ada apa?" Jhon melihat pecah gelas yang berserakan di lantai, lalu ia melirik telivisi."Jhon meraih remote dan mematikan Siaran itu, lalu ia memeluk Luna,"
"Tidak apa-apa, ini semua bukan salah mu, pria itu pantas untuk mati, Justru kau sudah menyelamatkan banyak wanita dengan membunuh pria itu."
Luna mendongak menatap Jhon, ia bertanya Lewat tatapan, apa maksud dengan perkataanya.
"Kau bayangkan, jika pria seperti itu masih di biarkan hidup di dunia ini, dia akan terus melakukan pelecehan pada seorang wanita, jadi! Jika pria itu mati, makin banyak wanita yang terselamatkan," Jhon membelai Rambut Luna. Jhon harus bisa membuat Luna tidak selalu merasa takut akan kejadian yang mengerikan itu.
"Tapi Kak, bukankah kita harus tetap mempertanggung jawabkan semua kesalahan kita."
Perkataan Luna membuat Jhon diam, memang benar kita harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang telah kita lakukan.
Tapi Jhon tentu tidak akan siap dan rela jika Luna harus mempertanggung jawabkan itu, karena Jhon rasa pria itulah yang bersalah, justru Jhon yang akan menuntun balas pada orang-orang yang menjebak Luna.
"Sudahlah, kau istirahat saja,"Jhon menuntun Luna masuk kedalam kamarnya.
Wajah istrinya itu masih terlihat sangat pucat.
"Apa kak Jhon mau pergi ke kantor?"
"Tidak! Aku akan menemanimu di sini," Jhon membantu Luna untuk berbaring lalu menyelimutinya.
Ia sudah meminta ijin pada Kaisar, jika hari ini tidak ke kantor, tapi Jhon tidak mengatakan tentang apa yang terjadi pada Luna.
Biar ini semua menjadi urusannya, Luna adalah tanggung jawabnya, jadi ia yang harus menyelesaikan permasalahannya istrinya tanpa menggangu Kaisar yang tenang berbahagia dengan keluarga kecilnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Kenapa malah berita seperti ini yang menjadi Trending! Bukankah seharusnya Skandal tentang Luna yang menjadi pembicaraan di seluruh kota, putri satu-satunya keluarga Airlangga Wijaya!"
Seorang wanita tengah memaki, entah pada siapa karna tidak ada orang lain di situ.
Yang jelas ia kesal dan marah setelah melihat berita yang muncul di layar televisi.
Di tengah kekesalan, seseorang orang menghubunginya.
.
Melaporkan jika pria yang membeli Luna, di temukan tewas secara mengenaskan di selokan dekat jalan.
.
__ADS_1
Wanita itu kembali melihat dan memperhatikan isi berita yang membuatnya kesal.
Polisi baru saja mengumumkan bahwa pria yang si temukan tewas, adalah pengusaha kaya-raya berasal dari kota xxx, dan saat ini polisi tengah memburu terduga pelaku.
"Siapa yang membunuh pria itu? Apakah Luna? Kenapa malah menjadi seperti ini!" Wajah wanita itu, seketika berubah menjadi pias.
Nampaknya wanita itu belum cukup mahir untuk menjadi antagonis, baru hal seperti itu saja ia sudah pucat Pasih.
"Aku harus menutup mulut orang-orang yang membawa Luna ke Hotel itu,"dengan gerakan super cepat wanita merealisasikan apa yang ada di benaknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ternyata, pria yang tewas di tangan Luna adalah pria yang cukup terkenal di dunia bisnis.
Pria itu biasa menggunakan jasa wanita-wanita penghibur untuk memenuhi hasrat gilanya.
Dan sangat apes bagi pria itu, karena wanita yang ia pesan lewat mucikari langganannya, menjadi malaikat pencabut nyawa baginya.
Karena pria itu adalah orang yang mempunyai nama di dunia berbisnis, maka beritanya cepat melambung di berbagai media.
Tapi.
Dengan skenario yang Jhon buat.
Akhirnya polisi mampu menemukan terduga pelaku, pembunuhan.
Linda, wanita yang menjebak Luna untuk masuk ke dalam kamar 222, yang berprofesi sebagai karyawan di Hotel itu.
Entah apa yang Jhon dan anak buahnya lakukan hingga wanita itu yang menjadi tersangka pembunuh.
Ia pun di seret ke Sel Tahanan, tapi sebelum itu Linda terlebih dahulu di adili oleh keluarga korban yang tidak terima dengan kematian keluarganya.
"Bukan saya! Bukan saya yang melakukannya pak, saya tidak tau apa-apa, saya tidak membunuh,"histeris Linda.
Namun teriaknya pasti tidak akan di dengar oleh para polisi.
🍁🍁🍁🍁
Beberapa hari setelah kejadian itu.
Luna masih tidak mau untuk datang ke Restorannya, bahkan hanya untuk keluar Apartemen pun tidak ia lakukan.
Luna merasa bersalah dengan wanita yang bernama Linda, yang harus mendekam di penjara dengan kesalahan yang berasal dari dirinya.
Sedangkan Anak buahnya Jhon sudah berhasil menemukan lelaki yang memukul Luna hingga tidak sadarkan diri waktu kejadian itu.
"Bawa dia ke markas, kita akan memberikan kenang-kenangan untuknya, dan kenangan itu tidak akan bisa ia lupakan seumur hidupnya"tukas Jhon , pada anak buahnya lewat sambungan telepon.
🍁🍁🍁
Setelah berpamitan pada istrinya.
Jho segera menuju lokasi yang baru saja ia ucapkan Lewat telepon tadi.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Di mansion.
Kaisar memperhatikan berita trending yang ia tonton di telivisi.
Entah firasat buruk apa yang melanda hati Kaisar, hingga membuatnya tiba-tiba teringat dengan adik wanita semata wayangnya.
Ia menghubungi Jhon, tapi lelaki itu tidak mengangkat panggilan dari Kaisar.
Dan Kaisar semakin merasa aneh dengan tingkah laku Jhon, yang terkesan menutupi sesuatu.
Dengan kuasa yang ia miliki.
Kaisar dengan mudah mampu mencari, di mana Lokasi Jhon saat ini"
Setelah mendapatkan informasi, Kaisar segera menuju markas tempat ia bertemu dengan Jhon dan Kaisar.
Karena lelaki itu berada di sana.
🍁🍁
Kaisar memasuki Markas tempat ia selalu bertemu dengan Jhon .
"Siapa dia Jhon?" Kaisar melangkah mendekati Jhon, yang Tengah memperhatikan seorang lelaki yang tengah di ikat kedua tangannya di atas tiang.
Jhon terkejut dengan kedatangan Kaisar.
"Tuan, apa ada sesuatu yang mengganggu anda?" Jhon menundukkan kepalanya, pada Kaisar yang tiba-tiba muncul di Markas mereka.
"Tidak! aku hanya ingin tau apa yang terjadi di sini?"
"Tidak ada apapun yang terjadi di sini tuan, dan semuanya baik-baik saja."
.
"Lalu siapa dia?" Kaisar kembali bertanya tentang lelaki yang di ikat itu.
Dan dengan terpaksa Jhon pun menceritakan semua yang terjadi pada Luna, karena tidak ada yang bisa ia tutupi pada seorang Kaisar.
"BRENGSEK!"Umpat Kaisar, lalu ia mendekati lelaki itu.
Lelaki itu sampai memejamkan matanya karena melihat kilatan petir dan Lava panas di mata Kaisar.
"Tuan!"Jhon menghentikan langkah Kaisar. "Ijinkan saya yang melakukannya saja tuan,"pinta Jhon, yang menundukkan kepalanya.
Kaisar menatap lekat Jhon, dan berkata.
"Baiklah, lakukan apa yang pantas di lakukan pada lelaki ini karena telah berani mengganggu keluarga Airlangga."
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏
__ADS_1
Semoga suka 😁🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️