
"Hey coba kau lihat, gadis ini ia menatap kita seperti itu," ucap pria yang ada di depan Luna dengan nada yang mencibir.
"Apa tatapannya seperti hewan buas!" Sahut temannya.
Haha haha..
Kedua pria itu malah tertawa meledek Luna..
Karna sudah sangat kesal dan amarahnya memuncak, dengan kuat Luna membenturkan kepalanya pada wajah pria yang mencekal tangan Luna.
Seketika tawa pria itu terhenti.
Aawwww..
Rintih pria itu, dan menyentuh hidungnya yang ternyata sampai berdarah, yang sepontan ia melepaskan cekalan tangannya.
"Kurang ajar! Dia kuat juga!" umpat pria itu.
"Kau yang lemah, masa sama perempun saja sampai seperti itu!" ledek temannya.
Dan langsung ambil tindakan melangkah untuk menyerang Luna dengan senjata yang ada di tangannya.
Tapi! Dengan gerakan cepat dan tepat Luna berhasil menangkis serangan itu dan membalikan posisi, di mana senjata itu kini berada di tangan Luna.
Beberapa detik kemudian!
SET...
Tanpa memberi aba-aba Luna langsung menyayatkan senjata tajam itu pada leher pria yang menyerangnya terlebih dahulu.
Dan.
BRUG!
Pria itu ambruk di tanah dengan mata yang membelalak dengan lebar, serta darah yang mengucur di lehernya.
Dan sudah bisa di pastikan kalau pria itu tewas!
Sama seperti temannya yang tewas dengan mata yang terbuka lebar.
Rekan pria yang sempat terluka hidungnya juga membelalakan matanya dengan lebar-lebar.
Ia tidak menyangka dan percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan di depan matanya.
Luna menatap dan tersenyum simpul pada pria yang mulai memundurkan langkah kakinya.
"Kenapa anda mundur? Ayo cepat mendekatlah, bukankah anda ingin menghabisi dan membuang saya ke dasar jurang itu," ujar Luna yang memajukan langkahnya mendekati pria yang mulai ketakutan itu.
Melihat aura dan ekspresi wajah Luna yang mengerikan, membuat pria itu gemetar dan mengantupkan kedua tangannya.
"Maaf, maafkan saya nona, jangan bunuh saya, saya hanya menjelankan perintah dari nona Sarah," pria itu bahkan sampai bersimpuh di hadapan Luna.
Sungguh pengecut, padahal beberapa menit yang lalu ia terbahak-bahak meledek dan meremehkan Luna yang ketakutan.
Luna menarik rambut pria itu kebelakang, dan menusukkan benda tajam itu tepat di lehernya yang terpampang jelas, tapi tidak terlalu kuat, Luna hanya menusuk pelan di ujungnya saja, tapi sudah berhasil menghasilkan tetesan darah segar di sana.
"Capat katakan di mana Sarah?"Tanya Luna dengan geram.
"Mungkin nona Sarah masih berada di sekitar sini, karena sebelumnya dia bilang ingin bertemu di sini."
Luna kembali mengedarkan pandangannya, tapi tetep! Dia tidak menemukan siapapun di situ.
Apa mungkin dia bersembunyi?
Atau dia sudah pergi dari tempat itu?
Luna kembali melontarkan beberapa pertanyaan mengenai Sarah .
Tapi nihil, pria itu sepertinya benar-benar tidak mengetahui Sarah secara langsung, dan ia belum pernah bertemu dengan wanita itu sekalipun, ia hanya menerima tugas dan perintah lewat perantara temannya yang sudah tewas terlebih dahulu.
"Brengsek! Dasar tidak berguna!"Maki Luna.
__ADS_1
Kemudian Luna menghempaskan tubuh pria itu sampai tersungkur, kemudian Luna menginjak tangannya dengan kuat hingga membuat pria itu mengerang keras.
Tidak hanya itu, Luna pun mengangkat tinggi-tinggi senjata tajam yang ada di tangannya, dan menjatuhkan benda itu ke tangan pria itu dengan ujung senjata yang menancap di telapak tangan si pria.
AAAKKH....
Pria itu kembali berteriak.
Luna menariknya dan kini ia memberi goresan yang sangat dalam pada pergelangan tangan itu yang tepat mengenai urat nadinya.
Luna menarik pria yang tengah mengerang kesakitan itu agar bangun dari posisi bersimpuh nya.
Dan.
BESS...
Luna mendorong pria itu hingga hilang dari pandangannya.
Pria yang sudah berani macam-macam dengan Luna itu telah berakhir di dasar jurang yang dangkal.
Luna tersenyum puas dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Entah apa yang terjadi pada Luna.
Kenapa dia bisa sekejam itu, bukankah dia wanita yang memiliki hati selembut kapas, dan sebaik bidadari.
Apakah Luna tengah di rasuki mahkluk halus yang ada di hutan itu?
Atau memang ada jiwa lain yang bersemayam di tubuh Luna, hingga membuat nya tiba-tiba berubah mengerikan jika dalam keadaan terdesak dan terancam!
Entah hanya tuhan yang tau!
🍁
Tanpa Luna sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya di balik pohon besar.
Dia Sarah, wanita misterius yang selama ini mengganggu ketenangan Luna.
Wanita itu sungguh tidak percaya jika yang ada di hadapanya saat ini benar-benar Luna, sosok wanita baik, lembut dan ramah, ternyata semengerikan itu.
Beberapa menit berlalu, Luna kembali sadar dengan apa yang ia lakukan.
Luna menjatuhkan benda tajam yang ada di tangannya.
"Apa yang sudah aku lakukan?" Luna terlihat sangat panik dan ketakutan.
Luna memutarkan pandangannya.
"Tidak ada siapa-siapa di sini, apa ini semua aku yang melakukannya?" Luna semakin ketakutan.
"Tidak! Bukan aku yang melakukannya, aku tidak melakukan apapun."
Luna segera pergi dari tempat itu dengan berlari menerobos rerumputan.
Nafasnya tersengal, ia di liputi rasa takut yang luar biasa.
Setelah Luna berlari cukup jauh, ia akhirnya menemukan mobilnya.
Dengan cepat Luna memasuki mobilnya dan melaju.
Luna sudah berhasil keluar dari jalanan hutan, dan kini ia berbelok menuju jalan umum.
CKIIIITT.....
Ketika hendak berbelok Luna hampir saja menabrak seseorang yang tengah berjalan dengan terburu-buru.
"Astaga!" Luna yang sudah sedikit tenang, kembali panik karna ia hampir saja menabrak seseorang.
Tanpa pikir panjang Luna keluar dari mobilnya, dan menghampiri wanita yang hampir saja ia tabrak!
"Maaf, maafkan saya, anda tidak apa-apa?"
__ADS_1
Wanita itu terkejut melihat Luna yang ada di hadapannya.
"Saya tidak apa-apa, saya yang salah karena kurang berhati-hati!" Balas wanita itu.
Luna menatap wanita itu dengan lekat, ia tengah mengingat-ingat wanita yang ada di hadapannya itu.
"Kau, temannya kakak ipar ku kan? kakak iparku Lisa?" Tanya Luna dengan yakin, setelah berhasil mengingat wanita itu.
Wanita itu mengangguk!
"Iya, benar, saya teman Lisa."sahutnya.
"Aku pernah melihat mu beberapa kali, terutama di pernikahan ka Lisa dan ka Kaisar, dan kak Lisa selalu bercerita banyak tentang mu."
"Aah... Lisa terlalu berlebihan, kami memang bersahabat sejak masih sekolah."
"Kalau tidak salah namamu Kak Nur kan? Perkenalkan aku Luna, adik ipar Kak Lisa."
Nur menyambut uluran tangan Luna dengan ramah.
"Senang bertemu denganmu, Lisa juga sering bercerita tentang adik iparnya yang baik hati ini." Balas Nur, dengan senyum ramahnya.
"Kenapa kak Nur, bisa ada di jalan seperti ini?"Luna tadi sempat menangkap raut ketakutan di wajah Nur, "apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Tidak!"Jawab Nur cepat," saya hanya sedang menunggu teman saya, kamu janjian bertemu di sini."
Lalu Nur pun bertanya pada Luna.
"Luna, kenapa ada di sini? Kau tadi seperti keluar dari jalanan hutan itu?"
DEG.
Luna kembali mengingat kejadian tadi.
"Tidak! Tidak ada apa-apa,"Luna menjadi canggung dan gelisah,"kalau begitu saya permisi dulu, saya buru-buru harus pulang."
Nur mengangguk.
"Iya, berhati-hatilah, aku titip salam untuk Lisa."
"Iya."
Dengan gerakan yang terburu-buru, Luna kembali masuk ke dalam mobil dan melaju dengan cepat.
Nur tersenyum sambil mengelus dadanya, melihat mobil Luna yang semakin menjauh.
"Untung saja, aku tidak tertabrak mobilnya tadi."gumam Nur.
🍁🍁🍁🍁
Luna semakin mempercepat laju mobilnya, tapi ia menuju Apartemen, bukan Restorannya.
karena ketakutan Luna lebih memilih tempat aman baginya, yaitu Apartemen.
🍁🍁🍁
Jhon yang sudah sampai di Restoran Luna.
Di buat terkejut dengan adanya beberapa polisi di sana.
Polisi menjelaskan jika salah satu Karyawan Luna yang tinggal di Resto meninggal dunia di dalam kamarnya, dan meninggalkannya pun secara tidak wajar.
Jhon mencari keberadaan Luna di Resto, tapi ia tidak menemukannya dan beberapa karyawannya pun mengatakan jika Luna belum sampai di Restoran padahal mereka sudah menghubungi Luna sejak pagi tadi.
Hal itu semakin membuat Jhon Khawatir.
Ia kembali memasuki mobilnya, dan mencari Luna, baginya yang terpenting adalah Luna, tidak perduli dengan yang lainnya sekalipun polisi meminta keterangan dari Jhon.
Tapi lelaki itu tetap pergi dari situ untuk Mencari keberadaan Luna.
🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘🤗