
"Sudah selesai!" Seru Farel dengan girang dan segera menghampiri Jhon,"Jhon berikan kunci mobil ku, aku harus segera pulang!"
"Tunggu sebentar,"Jhon berjalan menuju meja Farel, ia memeriksa semua berkas-berkas yang ada di meja Farel, kalau-kalau lelaki itu mengerjakannya dengan asal.
"Jhon, jika aku menunggumu memeriksa berkas satu-persatu, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, bayiku akan menangis Jhon, berikan kunci mobilnya pada ku, jika tidak ada yang sesuai akan aku kerjakan kembali besok."
Farel ada benarnya, jika Jhon memeriksa itu semua akan membutuhkan waktu yang sangat lama, ia pun harus menjemput Luna.
"Baiklah!"
Jhon menyerahkan kunci mobil Farel.
Setelah mendapatkan kunci itu dengan wajah berseri-seri Farel keluar dari ruangan.
Tapi sebelum membuka pintu ia berbalik pada Jhon.
"Jhon!"
Jhon menoleh.
"Ada apa, apa Anda ingin lebih lama lagi di sini?"
"Tidak! Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu?"
"Katakan saja tuan."
"Mainan apa yang cocok untuk bayi perempuan?"
Jhon menghentikan aktivitas tangannya yang tengah memeriksa berkas-berkas.
Dan ia menatap lekat Farel.
"Saya tidak tau tuan."
"Aah.. iya, aku salah bertanya padamu, kau kan belum mempunyai anak."ucap Farel, yang di bumbui ledekan untuk Jhon.
"Tuan, nona kecil Farelin masih sangat bayi, tentu dia belum bisa bermain dengan benda apapun."
"Kau ini tidak tau apa-apa Jhon, justru karena ia masih bayi kita harus melatihnya, salah satunya dengan memberikan dia mainan yang mengedukasi, aaah... lebih baik kau segera punya anak Jhon agar tau cara menjadi ayah yang baik."
Farel ingin melanjutkan ceramahnya, tapi Jhon segera menghentikan itu.
"Tuan, lebih baik anda segera pulang, bayi lucu dan menggemaskan itu sedang menunggu kepulangan anda di rumah."
"Astaga! Ini semua gara-gara kau Jhon, yang menahan ku untuk segera pulang," Farel kembali berbalik ke arah pintu, "Farelin sayang! papih segera pulang!" Serunya.
Dan secepat kilat ia menghilang dari ruangan itu.
Jhon menggelengkan kepalanya.
"Apa semua orang akan menjadi gila seperti itu, karena kehadiran sesuatu yang baru dalam hidupnya!" Gumam Jhon.
🍁🍁
Sudah jam 4 sore, itu artinya satu jam lagi Jhon harus menjemput Luna di Restorannya.
Tapi!
Tiba-tiba Tania menyampaikan pesan jika sore ini Jhon harus menemani Yuda untuk melakukan pertemuan mendadak dari rekan bisnis Yuda yang baru tiba dari luar negeri.
"Apa tidak bisa di tunda besok?"
"Tidak bisa tuan, karna Mr Zeen akan kembali ke negeranya esok pagi, jadi tuan Yuda meminta anda untuk menemaninya sore ini juga."
__ADS_1
"Aku akan menghubungi tuan Yuda terlebih dahulu, sekarang kau bisa pergi dari sini."
"Baik tuan."
Tania keluar dari ruangan Jhon.
Ia bahagia, karna sudah bisa di pastikan jika Jhon ikut bersama Yuda, dia pun pasti ikut serta dan itu akan membuatnya menjadi semakin dekat dengan Jhon.
🍁
Setelah menghubungi Yuda, dan Yuda membenarkan semuanya, Jhon pun tidak bisa menolaknya.
Ia menghubungi Luna, jika ia tidak bisa menjemput istrinya itu, dan Jhon meminta supir kantor untuk mengantarkan Luna pulang ke apartemennya.
{"Tidak apa-apa kak, lakukan saja pekerjaan mu, aku juga sedang banyak pekerjaan, mungkin Resto akan tutup di malam hari."}
"Baiklah, setelah selesai aku akan segera menjemput mu."
🍁🍁🍁🍁
Setelah semuanya selesai Jhon pun pergi bersama Yuda dan Tania untuk menemui rekan bisnisnya.
🍁🍁
Sementara di Restoran.
Luna tengah di datangi Diki.
"Ada apa kau kesini? Apa ingin makan sesuatu?" Tanya Luna, yang tiba-tiba melihat Diki di Restoran.
"Aku baru saja mengontrol toko kue ku, tiba-tiba aku teringat padamu dan ini!"Diki menyerahkan Paper bag pada Luna.
"Ini apa?"
"Waaaah... Terimakasih banyak,"Luna meraih Paper bag dari tangan Diki.
"Luna, aku sudah memberikan kue coklat terbaik yang ada di toko kue ku untuk mu, dan itu sepesial karena aku yang membuatnya sendiri untuk mu, jadi!"
Luna menautkan kedua alisnya.
"Jadi?"
"Jadi! Apa kau tidak ingin meneraktir ku di Restoran mu ini, dengan menu terbaik tentunya,"ucap Diki, di iringi tawa ringan.
Dan Luna pun ikut tertawa.
"Baiklah, silahkan duduk aku akan menyiapkan beberapa menu sepesial yang ada di sini, dan itu khusus untuk mu "Luna segera berlalu masuk kedalam.
Diki Duduk di meja yang hanya ada dua kursi saja, ia nampak sangat bahagia dengan hati yang berbunga-bunga
Ekspektasinya? Dia akan duduk berduaan dengan Luna di meja itu.
Sungguh indahnya khayalan mu Diki.
Apa akan semudah itu?
🍁
Beberapa menit berlalu, Dua karyawan lelaki Luna datang membawakan beberapa makanan di meja Diki.
Setelah semua selesai di sajikan dua karyawan itu berpamitan untuk kembali kebelakang.
"Selamat menikmati!"
__ADS_1
"Tunggu!"
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Di mana Luna?"
"Maaf, ibu Luna sedang berada di ruangannya."
"Di ruangannya? Kenapa dia tidak kesini?"
"Maaf pak, ibu Luna sedang sibuk tidak bisa di ganggu."
Dan setelah mengatakan itu dua karyawan Luna benar-benar berlalu dari hadapan Diki yang memasang wajah kesal dan kecewa.
"Luna, kau sulit sekali untuk di dekati, bahkan lebih sulit dari sebelum kau menikah dulu, apa aku harus menggunakan cara memaksa untuk mendekati mu."gumam Diki,"jika itu memang harus, pasti akan aku lakukan, aku tidak perduli sekalipun kau sudah mempunyai suami, karna aku tau kau tidak menyukai suamimu yang sombong itu kan."sambungan, yang masih bergumam dengan hatinya sendiri.
Diki menghabiskan semua makanannya, dan ia pergi dari restoran itu dengan hati yang sangat kecewa, karena Luna tidak menampakkan wajahnya sedikitpun.
🍁🍁🍁🍁
Luna yang tengah berada di ruangannya.
Terkejut melihat Foto yang di kirim Nomor tidak di kenal ke ponselnya.
"Bukankah ini kak Jhon, dan wanita ini? Ini kan Asisten kak Farel!" Luna lebih meneliti lagi Foto wanita yang sedang Selfi dan ada lelaki di belakang wanita itu,"benar ini kak Jhon dan wanita itu, sedang apa mereka berdua seperti ini?" Tanya Luna dalam hatinya.
Ting!
(Maaf ya Nona, saya pinjam suami anda sebentar, jangan ada kata cemburu karena kita sedang bekerja!)
Pesan kedua masuk, yang hanya berisi tulisan, yang membuat Luna semakin kesal.
Entah dari mana Tania mendapatkan nomor ponsel Luna.
"Kurang ajar! Wanita ini ingin bermain-main dengan ku rupanya."
Luna meletakkan ponselnya di atas meja, ia memijat keningnya yang mulai terasa pusing.
"Ais, kenapa akhir-akhir ini aku sering pusing dan mudah marah!"
Luna bangun dari duduknya dan kembali meraih ponsel itu lalu menghubungi Jhon.
{"Halo! Luna?"}
"Iya, kak kau di mana?"
{"Kan aku sudah bilang jika harus menemani tuan Yuda, ada apa? Apa terjadi sesuatu?"}
"Tidak!"
Aku lupa, jika tadi dia sudah mengatakan itu.
"Baiklah, selamat bekerja!"
Luan memutuskan panggilan itu.
"Tidak apa-apa Luna, hanya hari ini saja, mulai besok kak Jhon akan kembali ke kantor kak Kaisar, bersabar untuk satu hari saja."
"Dan wanita itu, jika dia masih berani menggoda suamiku, awas saja!"
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘