
"Apa! Menikah! Dengan kak Jhon, kak Kaisar bercanda?" Kejut Luna.
"Tidak, kau tau bukan kalau kakak mu ini sangat sibuk, jadi tidak ada waktu untuk bercanda." Sahut Kaisar.
Sama seperti Luna, Jhon pun sangat amat terkejut dengan keputusan Kaisar, di tambah lagi dengan semua yang ada di sana setuju dengan persyaratan dari Kaisar.
Luna menghampiri Jhon.
"Kak, Jhon ayo cepat katakan jika kita tidak bisa menikah, soal foto itu, itu hanya sebuah kejadian yang tidak di sengaja, benar kan Kak Jhon?"
Jhon mengangguk.
"Benar Nona."
"Tu kan, kak Jhon pun tidak bersedia menikah dengan ku."
"Siapa bilang Jhon tidak bersedia, dia pasti bersedia." Ucap Kaisar.
"Luna!" Yuda membuka suaranya. "Kami sudah membuat keputusan, kalau kau dan Jhon harus segera menikahi, kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan bersama Jhon, foto mu itu sudah tersebar ke penjuru kota bahkan negara, jika kau masih tidak mau menikah, sore ini juga papah akan mengirim mu ke luar negeri."
.
Luna pasrah ia tidak bisa berkata apapun lagi.
Sebenarnya tidak buruk menikah dengan Jhon.
Dia lelaki yang tampan dan juga berfikiran dewasa.
Dan juga Jhon sudah sangat dekat dengan keluarga Airlangga, sehingga Yuda dan Larasati tidak kuasa menolak ketika Kaisar bermaksud menikahkan Luna dan Jhon.
Kaisar sangat yakin, Jhon lelaki terbaik untuk Adik perempuan satu-satunya itu.
Dan Yang terpenting, Jhon pasti akan sangat menyayangi dan menjaga Luna dengan baik. Ia tidak akan menyakiti hati Luna, wanita yang diam-diam ia sayangi bahkan ia cintai.
Kaisar beralih bertanya pada Jhon.
"Bagaimana Jhon kau bersedia kan menikah dengan Luna, kau harus bertanggung jawab pada adik ku Jhon."
"Baik tuan, saya bersedia."
Semua lega dengan kata bersedia dari Jhon.
"Kau lihat Luna, Jhon bersedia menikah dengan mu, jadi kau tidak bisa menolak lagi." Sahut Farel.
Yuda kembali membuka suaranya, dia ingin memastikan putrinya.
"Luna, apa saat ini kau tenang dekat dengan seorang pria?"
Luna membelalakkan matanya, ya, saat ini Luna memeng tengah dekat dengan seorang pria, teman kuliahnya.
"Aku ....!"
"Jika iya, jauhi lelaki itu." Potong Kaisar.
Luna hanya mengangguk.
"Lusa kalian akan menikah!,"ucap Yuda.
"Lusa! Apa itu tidak terlalu cepat lah?"
"Lusa menikah, atau hari ini juga berangkat ke luar negeri?"
"Baik aku pilih menikah."
🍁🍁🍁🍁
Suka cita menyelimuti keluarga Airlangga.
Para wanita di keluarga itu tengah sibuk mempersiapkan pernikahan untuk Luna dan Jhon.
Memang sangat mendadak, tapi bukan perkara yang sulit untuk keluarga Airlangga.
Dengan secepat kilat, semua beres!
🍁🍁🍁
Tok.
Tok.
Tok.
"Luna, ini kakak ipar Lisa, boleh aku masuk?" Lisa yang berdiri di depan pintu kamar Luna.
CKLEEEK...
Luna membuka pintu kamarnya.
"Masuklah kak." Ucapannya lesu.
Lisa masuk dan menutup pintu kamarnya kembali.
Kini mereka duduk di tepi ranjang.
"Besok adalah hari pernikahan mu, tapi kenapa wajah mu terlihat tidak bersemangat seperti itu?"
.
"Aku takut ka." Luna menyandarkan kepalanya di pundak Lisa.
"Apa yang kau takutkan? Jhon?"
"Bukan ka, aku Takut mengecewakan papah dan kak Kaisar, jika aku tidak bisa menjadi istri yang baik, dan aku juga takut jika nanti kak Jhon akan melarang ku untuk mengejar cita-cita."
Begitu banyak ketakutan di hati Luna.
Lisa menggenggam tangan Luna.
"Apa kakak boleh bertanya sesuatu?"
"Iya, boleh kak."
.
__ADS_1
"Apa kau benar-benar bersedia menikah dengan Jhon? maksud Kakak, jangan sampai pernikahan ini terjadi karena terpaksa, jika kau memang tidak menginginkan pernikahan ini, kau bisa mengatakannya sekarang, sebelum terlambat."
"Aku tidak tau kak, tapi dari lubuk hati ku yang paling dalam, aku bahagia dangan pernikahan ini, tapi aku juga selalu di hantu rasa takut."
"Kau tidak perlu takut, jika kau yakin dengan pernikahan ini, semua akan berjalan dengan mudah, kau tidak akan mengecewakan Ka Kaisar atau papah Yuda, dan untuk cita-cita mu, bicaralah pada Jhon, kakak yakin dia pasti akan mengerti."
Luna kembali memeluk Lisa.
"Ka, saat ka Kaisar mencium mu untuk pertama kalinya, apa yang kau rasakan?"
Pertanyaan Luna membuat Lisa mengenang masa lalunya.
"Rasanya, tidak karuan, jantung ku berdebar sangat hebat, dan bayangan itu akan terus menari-nari di kepala ku."
"Aku pun merasakan hal yang seperti itu, ketika Kak Jhon mencium ku."
"Benarkah!"
"Iya, dan kakak ipar tau, itu ciuman pertama ku."
"Begitupun dengan aku, kakak mu itu yang mengambil ciuman pertama ku."
Dan malam tegang Luna, berakhir dengan canda tawanya dengan Lisa yang menceritakan dua lelaki yang selalu bersama itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hari pernikahan pun tiba.
Resepsi pernikahan di selenggarakan di kediaman Yuda.
Dengan dekorasi yang super mewah dan romantis.
Begitu banyak tamu undangan yang hadir di sana.
🍁🍁
Sebelum Jhon keluar dari kamarnya, untuk mengucapkan janji suci, Kaisar menemuinya terlebih dahulu.
Ia mengikuti saran Lisa, jika Jhon menikahi Luna, harus benar-benar karena rasa sayangnya pada gadis itu. Bukan karena terpaksa .
Lisa tidak ingin, jika Luna menikah dengan pria yang tidak mencintainya, karena Luna sebenarnya mencintai Jhon.
Dan dengan yakin Jhon mengatakan pada Kaisar.
"Aku menyayangi dan mencintai nona Luna, tuan."
Kaisar tersenyum.
"Aku titipkan Adik perempuan ku pada mu, tolong jangan pernah lukai hati nya. Aku sangat percaya padamu Jhon!" Ucap Kaisar.
🍁
.
Jhon keluar dari kamarnya.
Jhon terlihat Sangat gugup di hari pernikahannya, apa lagi ketika ia melihat Luna yang turun dari tangga dengan gaun putih yang terlihat sangat mempesona di mata Jhon.
Hatinya semakin berdebar tidak karuan.
Ia mampu mengucapkan ijab Kabul dengan lantang dan lancar!
Hingga mereka pun sah menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.
Tangis haru pecah dari orangtuanya. Yang melepas masa lajangnya anaknya.
Aku yakin jika Jhon lah yang terbaik untuk Luna, putriku tercinta.
🍁🍁🍁
Pesta pernikahan usai.
Malam pun semakin larut, mengharuskan semua penduduk bumi untuk beristirahat.
🍁
Luna. Si pengantin wanita kini tengah berada di kamarnya.
Ia tengah membaringkan tubuh di ranjang.
Tapi tidak ada Jhon di kamar pengantin itu, sepertinya Jhon belum masuk ke dalam kamarnya.
Luna tengah menduga-duga dan membayangkan apa yang akan terjadi dengannya malam ini.
"Ya tuhan apa yang harus aku lakukan, kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini, apa Ka Jhon akan melakukan sesuatu pada ku, aku belum siap tuhan."
Biasanya, apa saja yang di lakukan lelaki di malam pengantin selain melakukan itu ya! Gumam Luna.
Aku harus mencari tau nya, agar aku bisa mengantisipasi hal yang akan ka Jhon lakukan.
Ia meraih ponselnya, dan berselancar di mesin pencarian.
Dengan kata kunci.
(Apa yang di lakukan seorang lelaki di malam pertamanya)
Luna membelalakkan matanya.
"Apa-apaan ini, kenapa jawabannya seperti ini. Membuat ku merinding saja."
"Ini sama saja seperti di novel yang sering aku baca."
Ia kembali meletakkan ponselnya.
CKLEEEK...
Suara pintu kamar terbuka.
Jhon, dia yang membuka pintu kamar Luna.
Dengan cepat Luna kembali ke tempat tidurnya.
Ia menyelimuti semua badannya, bahkan sampai kepala pun ia tutupi
__ADS_1
"Aku harus berpura-pura tidur."
Tap.
Tap
Tap.
Suara langkah kaki Jhon.
Semakin membuat Luna gemetar.
Kenapa suara langkah kaki kak Jhon sangat menyeramkan kan.
Jhon melangkah mendekati Luna.
Dan kini ia sudah berdiri di tepi ranjang yang Luna tiduri.
Jhon tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Mungkin ia takut membangunkan Luna yang ia kira tengah tertidur.
Jhon hanya memutari matanya, mencari di mana letak kamar mandi.
Kamar Luna sangat Luas. Dan ada beberapa pintu di sana.
Jhon melihat Luna yang bergerak di bawah selimut.
Jhon mengulurkan tangannya.
SREEEET...
Selimut yang menutupi wajahnya Luna di singkirkan tangan Jhon.
Luna terkejut!
"Ka Jhon! Kau membuatku terkejut saja." Ucap Luna.
"Anda tidur dengan menutupi seluruh badan bahkan wajah anda, itu tidak baik nona, bagaimana kalau anda tidak bisa bernafas." Kata Jhon yang membuat Luna bengong, sekaligus kesal.
"Nona! Kenapa ka Jhon masih memanggil ku Nona, aku tidak suka dengan sebutan itu." Protes Luna.
Apa kata orang nanti, suami memanggil istrinya dengan sebutan Nona.
"Lalu, panggilan seperti apa yang Anda sukai nona?"
"Luna, panggil saja aku dengan sebutan itu."
"Akan saya pikirkan, sekarang tolong tunjukkan di mana letak kamar mandinya." Sahut Jhon.
Luna menunjuk satu pintu, yang bersebelahan dengan pintu yang berada di sebelah lemari besar."
"Terimakasih!"
Jhon melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Akhirnya lega Luna."
Tak berapa lama Jhon pun keluar dari dalam kamar mandi,
Sepertinya ia tidak melakukan ritual mandi,
Karena Jhon masih mengenakan baju pengantin.
"Nona beristirahatlah ini sudah larut malam." ucap Jhon.
Kenapa harus nona lagi.
"Ka, apa kau akan tidur di sini juga?" tanya Luna, dengan ragu-ragu.
"Benar, tapi anda jangan khawatir, saya akan tidur di sofa jika anda keberatan saya tidur di atas ranjang nona!" Sahut Jhon.
Jhon masih saja , bersikap dan berkata Formal pada Luna, bahkan sangat sulit baginya jika harus memanggilnya nama, tanpa Nona.
Tapi sekarang ini dia adalah istri mu Jhon.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain.
Sama-sama tengah berada di dalam Kamar.
Kaisar tengah terkulai lemas, karna ia kembali terserang muntah, sepanjang acara pernikahan Luna dan Jhon.
Lisa semakin khawatir dengan kondisi Kaisar.
meskipun Kaisar tidak akan menyetujuinya.
Lisa tetap memanggil dokter keluarga untuk datang.
🍁🍁🍁
Tak berselang lama dokter yang di minta Lisa datang.
Meskipun berulang kali Kaisar menolaknya
Dokter lelaki itu akhirnya bisa memeriksa kesehatannya.
Setelah beberapa menit.
"Nona sebaiknya anda melakukan pemeriksaan di rumah sakit." Ucap dokter, setelah memeriksa Kaisar.
"Kenapa harus saya yang di periksa, yang sakit kan Mas Kaisar."
"Nanti anda akan tau sebabnya Nona,"ucap dokter itu, sambil tersenyum pada Lisa.
Mata Kaisar langsung memicing, melihat Dokter tersenyum pada Lisa.
Kurang ajar, Berani sekali dia tersenyum pada istri ku.
🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya
❤️❤️❤️❤️