Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 148. Nurul Sahara!


__ADS_3

Arga menarik tangan Nur, yang membuat Nur terkejut!


"Arga! Ada apa nak?"


"Tante tidak boleh mendekati adikku."


"Waah.. Kamu pasti sangat menyayangi adik mu ya, tapi tante hanya ingin melihatnya sebentar saja."


"Arga!" Lisa memanggil anak itu.


Nur menuntun Arga untuk mendekat pada Lisa.


"Ada apa sayang? Kenapa wajah mu di tekuk seperti itu?" tanya Lisa.


Tapi pertanyaan itu di jawab oleh Nur.


"Lisa, putramu ini sangat posesif sekali dengan adiknya yang masih bayi itu, sampai-sampai aku tidak di ijinkan untuk mendekatinya."


Lisa tersenyum, dan mengusap rambut Arga.


"Sayang, tante Nur hanya ingin melihat adik Clara saja, tidak apa-apa nak."


Arga mengangguk, tapi ia tetep memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik yang Nur lakukan.


🍁🍁


Tak berapa lama.


Jhon dan Luna datang.


"Kakak ipar, bagaimana keadaan mu?"Luna memeluk Lisa.


"Aku baik, terimakasih Luna."


Luna melihat ada Nur di kamar itu, sebenarnya ia merasa khawatir jika Nur menceritakan pada semua tentang pertemuan mereka tempo hari, begitupun dengan Nur, dia juga takut jika Luna menceritakan pertemuan tak sengaja mereka, hingga akhirnya mereka saling diam dan tidak mengatakan dan menyinggung tentang pertemuan itu.


Karena kedua wanita ini sama-sama memiliki rahasia yang harus di simpan rapat-rapat.


Semua bersikap normal.


Dan siang itu terlewati dengan baik-baik saja.


Tanpa ada kejadian apapun.


🍁🍁🍁🍁


Beberapa hari kemudian.


Lisa dan bayinya sudah di bawa ke Mansion.


Kaisar tengah berada di ruang kerjanya, tiba-tiba ia mendapat pesan dari anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari tau tentang wanita yang bernama Sarah.


Setelah membaca pesan itu.


Kaisar terkejut dan bangkit dari duduknya.


Ia segera menuju kamarnya, untuk bertanya pada Lisa.


"Sayang!"


"Iya Mas, apa pekerjaan mu sudah selesai?"


"Belum, tapi Mas, ingin bertanya sesuatu pada mu?"


"Katakan, apa yang ingin Mas tanyakan?"


"Sayang, sejauh mana kau mengenal Nur, temanmu itu?"


Lisa terkejut, tumben sekali lelaki itu bertanya tentang Nur.


"Aku sudah sangat lama mengenal Nur, sejak kami duduk di bangku SMA, tapi ada apa? Kenapa tiba-tiba Mas menanyakan Nur?"


"Siapa nama aslinya, maksud Mas, apa dia mempunyai nama panjang?"


"Iya, nama panjangnya Nurul Sahara."


"Orangtua nya?"


"Aku tidak tau Mas, sejak dulu aku tidak pernah bertemu dengan orangtuanya, ada yang bilang jika orangtua Nur pergi keluar negri."


Lisa melihat ada sesuatu yang aneh dengan Kaisar.


"Mas, ada apa? Kenapa tiba-tiba kau ingin mengetahui tentang Nur?"


"Tidak ada apa-apa sayang, kau istirahatlah jangan terlalu lelah," Kaisar mencium kening Lisa, "mas tinggal dulu sebentar, masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan."


Kaisar kembali keluar dari kamarnya.


Wajahnya sudah sangat tegang.


Ia segera menghubungi Jhon.


Untuk mencari tau ke beradaan Toni, putra kedua Marwan.


Dan Kaisar pun menceritakan informasi yang baru saja ia dapatkan dari anak buahnya, beberapa dugaan Kaisar sampaikan pada Jhon.


🍁🍁

__ADS_1


Sama seperti Kaisar, Jhon juga terkejut dengan informasi yang ia dapat.


Jhon turun tangan sendiri untuk masalah ini.


Ia yang akan mencari tau sendiri dimana Toni berada.


Toni adalah putra kedua Marwan, yang tak lain adalah saudara kandung Yuda.


Toni pergi begitu saja dari keluarganya, karena ia ingin hidup bebas tanpa di atur oleh orangtua nya.


Ia lelaki yang urak-urakan dan suka berbuat onar dan masalah, jadi tidak jarang jika Toni sering sekali di marahi dan di hukum oleh Marwan, ia sangat berbeda dengan Yuda yang sangat patuh dengan apa yang di katakan Marwan. Oleh sebab itulah Yuda yang paling di sayang Marwan, dan semua harta Airlangga wijayapun jatuh ketangan Yuda.


Toni merasa tidak di perlakukan adil oleh Marwan, tapi saat itu ia tidak perduli dia tidak menginginkan apapun selain ke bebasan dari semua aturan orangtuanya.


Hingga Toni menghilang begitu saja tanpa di ketahui kabar dan keberadaannya selama bertahu-tahun lamanya.


Yang Kaisar ingat, dulu pamannya itu pernah datang kerumah Marwan bersama seorang wanita dan ia meminta sejumblah uang pada Marwan.


Setelah itu Toni dan wanita itu menghilaing bagai di telan bumi.


Tapi saat ini Kaisar benar-benar harus mencari tau tentang Toni, dan menemukan pamannya itu.


🍁🍁🍁


Di hari yang sama, masalah kembali datang menimpa Luna, dengan kedatangan beberapa polisi di Apartemennya.


Luna semakin terpojok oleh keadaan.


Dan Ia Harus di tahan karna kasus kematian Karyawannya.


Karyawan itu meninggal di sebabkan keracunan dari makanan yang ia konsumsi di Resto Luna.


Dan polisi juga menemukan beberapa bahan makanan yang ada di resto Luna, semuanya beracun dan tak layak di konsumsi.


Luna di anggap senaja melakukan kecurangan dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak layak, dan sangat berbahaya bagi kesehatan.


Inilah yang membuat Luna harus di giring ke kantor polisi dan untuk sementara waktu harus di tahan sampai penyelidikan itu selesai.


Jhon yang berada di kantor polisi marah besar, ia tidak terima jika Luna harus di tahan di dalam sel seperti itu.


"Kak, sudahlah, aku tidak apa-apa, jika semua itu terbukti tidak benar aku pasti akan di bebaskan kembali."


"Tidak bisa, mereka tidak boleh menahan mu seperti ini, ini sudah keterlaluan, akan ku beri pelajaran pada mereka semua."


"Kak, sudah, tidak perlu seperti itu."


Luna kembali meyakinkan Jhon, jika dia akan baik-baik saja.


Akhirnya lelaki itupun pasrah dan dengan berat hati ia harus merelakan Luna di tahan untuk sementara waktu.


Semua keluarga Wijaya di buat geger oleh kasus yang menimpa Luna, baru saja mereka merasakan ke bahagian atas kelahiran putri Kaisar, tapi kini mereka harus kembali di terpa masalah seperti ini.


Larasati dan Yuda mengunjungi putri sematawayang mereka. Mereka menguatkan Luna agar tetep bertahan untuk sementara waktu sampai suami dan kakak-kakaknya, berhasil menyelesaikan masalah ini.


🍁🍁🍁


Sudah tidak ada tersangka lain yang bisa Jhon duga.


Nur!


Wanita itulah satu-satunya terduga pelaku semua permasalahan ini.


Jhon memerintahkan anak buahnya untuk menyeret Nur, dan membawa wanita itu ke Markas.


Karena menurut penjelasan yang Kaisar sampaikan jika Nur adalah wanita yang selama ini mengganggu Luna.


Nur adalah Sarah!


Atau yang lebih tepatnya Nurul Sahara.


Sahabat di masa sekolah Lisa.


Tapi apa benar Nur yang melakukannya?


Apa motifnya?


Apa benar hanya karena bisnis Catering nya merasa tersaingi dengan Resto Luna?


Apakah ada orang lain yang mengendalikan Nur?


Lalu apa ada hubungannya Nur dengan Toni, putra kedua Marwan?


Itu semua pertanyaan yang juga muncul di benak Jhon, dan dia akan mengetahuinya dengan segera setelah para anak buahnya membawa Nur ke Markas.


🍁🍁🍁


Beberapa anak buahnya Jhon sudah menyatroni Rumah yang di tinggali Nur, ada 4 orang yang di tugaskan Jhon.


Ia ingin menangkap Nur, secara diam-diam tanpa di ketahui siapapun dan tanpa menimbulkan kecurigaan siapapun.


Dua orang sudah berhasil masuk kedalam Rumah Nur, dengan cara membobol kunci pintu depan, dan sisanya menjaga di luar untuk memastikan keamanan.


Dua orang yang sudah berada di dalam Rumah, menelusuri setiap sudut ruangan yang ada di rumah sederhana itu.


Setelah membuka beberapa pintu, kedua orang itu tidak menemukan Nur di manapun.


"Di mana dia, apa dia sedang keluar? Atau dia tidak tinggal di sini?" Tanya salah satu dari kedua orang itu.

__ADS_1


"Tidak mungkin, bukankah kita sudah memastikan jika wanita itu benar-benar tinggal di Rumah ini." Sahut temannya.


"Baiklah, kita coba cari sekali lagi, siapa tau wanita itu tengah bersembunyi."


Dan merekapun mengulangi pencarian di setiap ruangan Rumah Nur.


30 menit sudah mereka menggeledah Rumah itu tapi hasilnya nihil tidak ada Nur atau siapapun di dalam rumah itu, mereka sudah benar-benar mencari tanpa melewati satu tempat pun bahkan di dalam lemari dan di dalam ember pun mereka cari. Tapi Nur tidak di temukan.


Di mana Nur?


"Bagaimana ini! tuan Jhon pasti akan marah besar karena kita tidak berhasil menemukan wanita itu,"mereka terlihat putus asa karena kegagalan ini.


Tak lama ponsel salah satu dari ke 4 orang itu berdering.


Sepertinya mereka dalam masalah besar, karna yang menghubungi mereka adalah Jhon.


"Kau Saja yang mengangkatnya, saya takut!"


"Kau saja, itukan ponsel mu, jadi kau yang harus mengangkatnya!"


"Lalu apa yang harus saya katakan pada tuan Jhon?"


"Katakan saja apa adanya."


Dengan ragu-ragu pria itu menjawab panggilan dari Jhon.


Benar saja, setelah kabar yang tidak ingin di dengar oleh Jhon sampai ke telinganya, Lelaki itu murka dan mengumpat semua anak buahnya.


{"Cepat, cari wanita itu, dan bawa dia hidup-hidup di hadapanku, jika kalian tidak bisa menemukannya, maka nyawanya kalian sebagai gantinya!"}


"Baik tuan."


Panggilan terputus dan ke 4 orang itu kembali mencari keberadaan Nur.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sudah seharian mencari, Nur tidak kunjung di temukan, bahkan Jhon sampai turun tangan sendiri untuk mencari gadis itu.


Jhon murka, ia mengacak-acak semua benda yang ada di markasnya.


"Kurang ajar!"


Jhon berpikir jika Nur, sudah mengetahui semua ini, dan ia pergi menyelamatkan diri, atau ada orang lain yang membantu Nur untuk menghilang.


🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Kaisar masih terus mencari tau tentang Toni pamannya yang telah Lama menghilang.


Ia mendapatkan sedikit informasi jika Toni pernah pergi keluar negeri, dan menetap selama beberapa tahun di sana.


Tapi ketika Kaisar mencari semua data-data tentang Toni di negara xxxx itu, ia tidak menemukan apapun.


Dan fakta yang Kaisar dapat jika Toni sudah kembali ke tanah air beberapa bulan yang lalu.


TING..!


Notifikasi pesan masuk di ponsel Kaisar.


(Selamat malam! Keponakan ku tersayang, bagaimana dengan kabarmu? Paman dengar kau sudah memiliki dua orang anak yang cantik dan tampan! Paman jadi tidak sabar ingin melihat anak-anak mu itu, dan bagaimana dengan kabar papah mu yang serakah itu? Apa dia sudah cukup puas telah memiliki semua harta milik Kakek mu! Paman Rasa dia sangat menikmatinya, dan bagaimana dengan kabar Luna? apa anak itu cukup puas dan senang dengan kejutan yang paman berikan")


Satu pesan yang panjang, tampil di layar ponsel Kaisar.


Ia yakin jika yang mengirim pesan itu Toni pamannya.


Kaisar segera menelepon Nomor itu, tapi sial, Nomor sudah tidak dapat di hubungi padahal belum ada satu menit nomor itu baru saja mengirim pesan pada Kaisar.


"Sial!" Umpat Kaisar dengan kesal.


Ia meminta anak buahnya, untuk melacak keberadaan Toni melalui nomor ponsel itu.


Kaisar kembali duduk dan menyandarkan kepalanya, ia butuh berpikir sejenak, untuk melakukan apa yang harus ia lakukan pada Toni, yang kemungkinan besar adalah dalang di balik kejahatan yang Nur lakukan pada Luna.


Tapi ada hubungan apa Nur dan Toni?


Dan apa ini motif Nur melakukan semua itu pada Luna?


Bukankah dia hanya merasa tersaingi saja dengan Luna, tapi kenapa dia bisa berkaitan dengan Toni?


🍁


🍁


🍁


Note: Soal Toni, sebelumnya Ntor sudah pernah sedikit membahasnya di awal-awal Bab ya, jika Marwan mempunyai dua orang Putra. Cuma Ntor tidak menyebutkan namanya.


Itu sebelum Marwan tau jika ia memiliki anak dari Julia, yaitu Rafi.


Jadi putra Marwan ada 3.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘

__ADS_1


__ADS_2