
Jhon, menuju Markas.
Ia sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran untuk kedua orang yang sudah membuat kekacauan di keluarganya.
Sedang Kaisar masih berada di Mansion, ia masih takut jika harus meninggalkan kembali Keluarganya meskipun hanya sebentar saja.
Saat ini ia tengah menimang Clara yang padahal sudah tertidur sejak tadi, ia sangat menyesali kejadian yang menimpa anak-anak dan istrinya.
Sedangkan Lisa bersama Arga.
"Sayang, apa Tante Nur melakukan sesuatu pada Arga dan adik Clara?"
"Tidak mah."
"Tante Nur, tidak menyakiti Arga?"
Arga menggeleng, dan ia menceritakan semuanya pada Lisa yang juga di dengar Kaisar, tapi tentu anak itu tidak menceritakan jika ia menembak orang yang ingin membawanya dan Clara.
"Arga pintar, sekarang Arga tidur ya ini sudah tengah malam, Arga harus istirahat."
"Iya mah."
"Selamat malam papah!" Arga berbalik melambaikan tangan pada Kaisar.
"Selamat malam sayang!"balas Kaisar.
Lisa menemani Arga menuju kamarnya, sampai anak itu tertidur dengan pulas.
Setelah itu ia kembali ke kamarnya, dan Kaisar juga sudah meletakan bayinya di Boks bayi.
"Mas, aku ingin bicara?"
"Katakan, dan mas akan mendengarnya jika itu bukan soal Nur,"sahut Kaisar.
"Tentu ini soal Nur Mas."
Kaisar mendekati Lisa.
"Kau masih meminta agar Jhon membebaskan wanita itu?"
"Bukan membebaskan mas, tapi jangan menyiksanya!"
"Biarkan saja, Jhon yang akan mengurusnya."
"Tapi Jhon juga akan mendengarkan perintah mu Mas, aku minta tolong dengarkan dulu penjelasan dari Nur, aku yakin ada sesuatu yang terjadi padanya hingga ia tega melakukan semua ini dengan bersekongkol dengan paman mu, setelah itu aku tidak akan melarang mu atau Jhon untuk membawa Nur ke penjara karena dia memang salah."
Kaisar menghembuskan nafasnya, untuk menetralkan pikiran.
"Sayang, kau masih terluka, beristirahatlah."
"Aku mohon Mas, dan ijinkan aku bicara dengan Nur."
"Baiklah!" Akhirnya Kaisar pun menyerah.
"Terimakasih mas!"
Lisa memeluk Kaisar.
🍁🍁🍁
Di Markas.
Jhon tengah menonton Algojo nya tengah mencambuk Toni yang kedua tangannya terikat di sebuah tiang.
Sedangkan dirinya tengah memegang sebuah wadah yang berisi air panas, dan menyiramkan pada tubuh Toni yang baru di cambuk oleh Algojonya.
Dan itu sudah ia lakukan secara berulang-ulang.
Hingga membuat tubuh Toni yang tanpa baju, mengebul dan melepuh.
Lebih parah lagi, itu semua di saksikan oleh Nur yang juga terikat di sebuah kursi tepat di hadapan Toni yang tengah di siksa oleh Jhon.
Nur memejamkan matanya.
Dan mencoba untuk tidak mendengar teriakkan Toni yang nyelekit ketika dua orang itu tengah melakukan aksinya.
__ADS_1
Sementara Nur belum di apa apakan, Karna ia masih menunggu aba-aba dari Kaisar terlebih dahulu.
Tapi Jhon ingin merusak mental Nur terlebih dahulu, dengan membuat wanita itu menyaksikan semua penyiksaan yang ia lakukan pada Toni, dan itu semua membuat Nur gemetar dan ketakutan setengah mati sampai ia menangis, karena Jhon selalu mengatakan.(Setelah ini giliran mu).
Jhon merubah strateginya, ia tidak ingin menyerahkan Toni dan Nur pada Polisi, ia hanya menyerahkan bukti dan rekaman pengakuan Nur dan Toni jika merekalah yang melakukan rekayasa kematian Karyawan Luna.
Karena Jhon ingin menahan dan menghukum mereka berdua dengan caranya sendiri, bahkan ia berniat untuk menjadikan kedua orang itu sebagai bahan praktek untuk Luna.
Benar-benar gila.
Setelah Toni benar-benar kesakitan dan menderita Jhon menghentikan aksinya.
"Cukup sampai di sini dulu, kita akan lanjutkan nanti sambil menunggu tuan Kaisar."
"Baik tuan."
Sang Algojo pun menyimpan cambuk nya.
Terlihat dengan jelas tubuh Toni yang kulitnya terkelupas dan melepuh, bayangkan saja!
Ia di cambuk sampai meninggalkan luka lebam dan merah, setelahnya luka itu di guyur dengan air panas yang bahkan masih mendidih.
Suara menjerit Toni sudah seperti suara sekarat!
Tapi Jhon tidak ingin membuat pria itu mati dengan cepat.
Dan saat ini, ia juga ia harus ke kantor polisi untuk menjemput Luna, yang sudah di bebaskan dari semua tuduhan.
Dan kini Polisi tengah mencari keberadaan Toni dan Nur.
🍁🍁🍁🍁
Esok harinya.
Setelah menitipkan Arga dan Clara pada bi Lilis yang ternyata selamat dari insiden penyerangan itu, dan juga puluhan penjaga dan orang-orang hebat andalannya, Kaisar pergi mengantar Lisa untuk menuju Markasnya.
Tapi bukan di tempat penyiksaan, jika Lisa melihat tempat itu tentu Lisa akan melarang keras dan meminta Kaisar untuk menghentikan segala kegiatan gila yang ia lakukan bersama Jhon dan para anak buahnya.
Lisa di bawa di tempat cukup nyaman yang ada di Markas.
Sudah ada Jhon dan Luna di sana.
"Aku baik kak, maafkan aku karena semua masalah ku membuat kak Kaisar jadi sibuk dan berakibat terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan pada kakak ipar dan keponakan ku."
"Tidak apa Luna, itu semua musibah, bukan salah siapapun."
Tak lama, dua anak buah Kaisar masuk kedalam ruangan itu dengan membawa Nur.
Lisa melihat sahabatnya itu dengan tangan yang terikat dan wajah pucat seperti melihat hantu yang paling menyeramkan ketika melihat ke arah Jhon.
"Nur!"
Lisa hendak menghampiri Nur, tapi Kaisar menahannya.
"Cukup bicara dari sini saja."
Nur di dudukan di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan Kaisar dan Lisa.
Lisa memulai pembicaraannya dengan Nur.
"Nur, katakan apa yang terjadi? Kenapa kau tega melakukan semua ini pada Luna, kau taukan jika Luna itu keluarga ku dia adik iparku?"
"Maaf, maafkan aku Lisa, aku sungguh menyesal, tolong maafkan aku, aku terpaksa melakukan semua ini."
Dan Nur pun mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Ia memang sangat tidak menyukai Luna, itu di mulai sejak Luna membangun Restoran perdananya.
Berdirinya Restoran Luna berdampak buruk bagi usaha Catering Nur.
Karena semua pelanggan setianya yang sudah bertahun-tahun lamanya, beralih pada Luna, hingga menurunkan omsetnya lebih dari 50 persen. Membuat usahanya semakin redup dan banyak di tinggalkan orang.
Nur tidak bisa menerima itu, karena ia juga sama seperti Luna, sangat mencintai usaha yang ia jalani dan raih selama bertahun-tahun lamanya.
Iri hati dan dengki mulai merasuki hati dan pikiran Nur, hingga ia gelap mata dan membuat rencana buruk untuk Luna.
__ADS_1
Niat awalnya.
Nur hanya ingin membuat Skandal untuk Luna, dengan menjebak Luna seolah tengah bersama dengan seorang pria, yang bukan suaminya.
Tentu itu akan membuat heboh, dan merusak nama baik Luna, dan itu pasti berdampak pada Restorannya.
Tapi semua itu gagal!
Karena pria yang di sewa itu ternyata lelaki hidung belang yang biasa memakai jasa wanita malam, dan tanpa sepengetahuan Nur, Linda telah menjual Luna pada pria pengusaha kaya raya itu.
Bukannya hasil yang memuaskan yang Nur dapat, ia justru melihat berita kematian pria itu, dan Linda di tetapkan sebagai tersangka dan ia tengah di cari oleh polisi.
Di saat itu, sebenarnya Nur merasakan takut, ia takut ketahuan dan takut jika akan di penjara.
Dan Nur memutuskan untuk tidak akan melakukannya lagi.
Tapi tiba-tiba.
Toni datang menemuinya, dengan membawa serta foto dan video ibunya yang tengah bekerja di luar negeri.
Sebenarnya ibunya Nur sudah sangat Lama pergi ke luar negeri bahkan sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah pulang.
Ternyata ibunya Nur yang bernama Mira, adalah kekasih dari Toni.
Bukan foto dan video kemesraan dan kebersamaan mereka yang Toni tunjukkan pada Nur.
Melainkan Foto dan Video, penyiksaan dan tangisan Mira yang meminta ampun dan pertolongan, membuat hati Nur seperti tersayat, mendengar tangisan ibu yang selama ini ia rindukan.
Toni menyiksa dan menahan Mira, semua ini Toni lakukan semata-mata untuk memanfaatkan Nur. Agar membantunya untuk memuluskan rencana.
Karna Nur sangat dekat dengan Lisa, tentu akan lebih mudah memasuki keluarga Kaisar.
Dan sangat kebetulan Toni mengetahui jika Nur mempunyai masalah pribadi dengan Luna. Hal ini semakin di manfaatkan oleh Toni.
Hingga ia mengatur semua tragedi yang terjadi pada Luna, termasuk rencana pembunuhan pada Luna.
Nur menolak, tapi Toni mengancam akan membunuh ibunya jika ia tidak mau melakukan apa yang Toni inginkan.
Hingga Nur pun terpaksa bersekongkol dengan Toni, yang Nur kira hanya untuk menghancurkan Luna.
Hingga Nur pun merasa puas dan bahagia ketika Restoran Luna di tutup karena kasus meninggalnya karyawan Luna, dan kejadian itu ternyata di sebabkan olah orang-orang Toni.
Tapi Nur tidak menyangka, setelah mendapatkan harta Yuda dan Luna hancur Toni menginginkan yang lebih.
Ia meminta Nur untuk mengambil Arga dan bayi Kaisar, yang Toni sangat inginkan adalah Arga, tapi ia juga ingin memberi pelajaran pada Kaisar dengan membawa serta bayinya.
Untuk kali ini Nur menolak dengan tegas, ia tidak mungkin melakukan itu, karena akan membuat Lisa sedih dan terpukul.
Hingga ia memutuskan untuk lari dari Toni.
Karena Nur tidak mengindahkannya, Toni yang bertindak menyerang Mansion dengan memanfaatkan semua kelengahan Kaisar.
Nur mengetahui rencana itu, dan ia memperingatkan Lisa untuk segera pergi dari Mansion, dan dengan nekat juga ia mendatangi Mansion untuk menolong Lisa dan anak-anaknya.
🍁
Setelah Nur menceritakan semuanya.
Luna yang tadinya menyimpan amarah dan dendam pada Nur, menjadi sedikit luluh ia paham apa yang di rasakan Nur, ketika impian yang susah payah ia gapai tiba-tiba redup begitu saja. Tentu akan membuat hatinya sakit dan sedih.
"Lisa, tolong aku! Tolong selamatkan ibu ku, aku akan mempertanggung jawabkan semua yang telah aku lakukan pada Luna dan keluarga mu, tapi aku mohon tolong selamatkan ibu ku, tolong bawa ibu ku kembali ke tanah air,"Nur meminta dengan penuh rasa sedih, dan air mata yang mengalir deras.
Lisa memeluk sahabatnya, ia mengerti perasaan Nur pada ibunya, Nur sangat menyayangi dan menanti kepulangan ibunya yang sudah bertahun-tahun berada di luar negeri.
"Aku akan membantu, untuk membawa ibumu pulang."
"Terimakasih Lisa."
Jhon dan Kaisar jadi bingung harus melakukan apa pada Nur.
Jika ia membuat Nur seperti Toni, itu pasti akan melukai hati dan perasaan Lisa.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏
__ADS_1
Mohon kesabarannya ya 🤗🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️😘