Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 99. Masih masalalu Rafi


__ADS_3

Ini bukan pertama kalinya.


Julia akan selalu melakukan itu jika ia pulang untuk menjenguk putranya.


"Julia, apa maksudmu dengan ini, apa kau tidak mau mengajak Rafi tinggal bersama mu?"


"Belum untuk saat ini, aku akan membawa Rafi setelah semuanya selesai."


"Julia, buanglah semua ambisi mu itu, ingat! masih ada Rafi yang sangat membutuhkanmu, kau tahu bukan apa yang terjadi pada Rafi, selama tinggal di desa ini."


"Itu wajar untuk anak laki-laki seperti Rafi bu, karena ketika Rafi dewasa, ia akan mengambil alih semuanya." Ucap Julia.


Nenek benar-benar, tidak habis pikir dengan jalan pikiran Julia.


"Julia, apa kau masih menyimpan dendam pada pria itu, bukankah sekarang dia suami mu." Tanya nenek.


"Benar, tapi aku tidak akan pernah melupakan apa yang pernah tua bangka itu lakukan padaku." Sahut Julia, dengan mata yang memerah.


"Jangan karna ambisi mu yang besar itu kau jadi melupakan Rafi, kau akan menyesal suatu hari nanti Julia."


"Aku melakukan semua ini untuk Rafi Bu."


"Julia, Rafik tidak membutuhkan apapun, ia hanya membutuhkan mu."


"Sudah lah jangan pernah membahas lagi, keputusan ku sudah bulat." Julia bangkit dari duduknya.


"Ibu, ambil uang itu, belikan apa yang menjadi kebutuhan Rafi, aku akan kembali ke Kota."


"Secepat ini?" Tanya nenek bingung.


"Iya, aku tidak punya banyak waktu di sini." Sahut Julia.


Mendengar ibunya akan kembali pergi, Rafi mencegahnya.


"Ibu, jangan pergi." Lirihnya.


"Rafi, kamu tidak boleh cengeng seperti ini, kau harus menjadi lelaki hebat dan kuat, setelah ibu berhasil dengan tujuan ibu, kamu yang akan memiliki semuanya."


"Ibu, ijinkan aku ikut bersama ibu." Rengek Rafi.


"Tidak! Kau tetap di sini." Bentak Julia.


Tidak ada yang boleh tau siapa dirimu Rafi, termasuk Marwan.


Tanpa memperdulikan apapun lagi, Julia melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.


"Ibu jangan pergi!"


Rengekan Rafi pun, sama sekali tidak Julia gubris, ia tetep melangkahkan kakinya berjalan semakin menjauh, dengan Rafi yang mengekor di belakangnya, sambil sesekali meraih ujung baju Julia, tapi dengan kasar Julia menepis tangan itu.


Ia benar-benar tidak memperdulikan putranya, yang bahkan kini sudah menangis mengiringi langkahnya, yang semakin menjauh hingga tak terlihat lagi.


"Sudahlah Rafi, biarkan ibumu mencari kebahagiaannya sendiri jangan menunggunya lagi." Ucap nenek, dan segera membawa Rafi, masuk kedalam rumah.


🍁


Sejak kejadian itu, Julia tidak pernah pulang. Ia benar-benar sibuk dengan ambisi dan hidup barunya.


Seiring berjalannya waktu, membuat sifat Rafi menjadi berubah, ia menjadi pendiam dan sering mengurung diri di dalam kamar, ia pun menjadi pemarah, jika ada warga yang menggunjingnya Rafi tidak segan-segan membalas dengan caranya sendiri.


Hingga pada suatu hari, Rafi memutuskan untuk pergi dari desa dan menyusul ibunya, pada saat itu usia Rafi sudah remaja.


Ia ingin mencari tau siapa keluarga baru, yang merebut Julia dari hidupnya.


Tanpa memberi tahu nenek, Rafi ke kota secara diam-diam, sebelumnya ia sudah mengumpulkan semua informasi tentang Julia.


🍁🍁🍁


Sampai di kota.


Dan kini Rafi, tengah berdiri di sebuah rumah mewah, ber Cat putih dengan halaman yang sangat luas.


Rafi, menautkan kedua tangannya di pagar rumah yang lebih pantas di sebut istana itu.


Rafi bahagia karena ibunya tinggal di rumah sebagus itu.


"Kai, ayo kesini! Kau jangan selalu berada di dalam kamar, itu tidak baik bagi kesehatan mu."


Rafi mendengar suara lembut Julia, dan ia mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


Deg....


Tak jauh dari tempatnya berdiri, Rafi melihat sosok yang sangat ia rindukan sedang bersama anak laki-laki yang mungkin usianya tidak jauh berbeda dengan dirinya, wajah anak lelaki itu pucat dan seperti tidak bersemangat.


Julia membelai rambut anak lelaki itu dengan lembut, dan membantunya untuk makan dengan penuh kasih sayang , seperti perlakuan seorang ibu pada anak balitanya.


Bagai di tusuk belati tajam, tepat di bagian jantungnya.


Rafi tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Ibu." lirihnya.


Sungguh pemandangan ini sangat menyakitkan bagi Rafi, setiap hari, di siang dan malam ia selalu menunggu ibunya pulang, tapi ibunya malah merawat dan menyayangi orang lain.


Dan mungkin inilah alasan kenapa Julia tidak pernah pulang untuk putranya.


"Apa karena dia, ibu jadi tidak pernah kembali." Gumam Rafi.


"Nenek, lihat itu siapa? Kenapa dia memperhatikan kita,"ucap Kaisar, seraya menunjuk Rafi yang tengah berdiri di balik pagar rumahnya.


Julia melirik ke arah yang di tunjuk Kaisar.


Ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, dengan cepat Julia mendekati Rafi.


Rafi!


"Kai, kamu tunggu di sini sebentar ya."


Kaisar pun hanya mengangguk.


"Kenapa kau bisa berada di sini?" Tanya Julia, penuh penekanan ketika ia berada di hadapan Rafi.


"Ibu!"


"Suuuuttt... Pelankan suara mu." Ucap Julia. "Siapa yang mengantarkan mu ke sini?"


"Aku datang sendiri Bu, aku sangat merindukan ibu, aku ingin bertemu dengan ibu."


Anak ini, nekad sekali, jika Marwan atau Kaisar tau rencana ku akan gagal.


"Nenek!"


Yang membuat Julia tersentak.


"Kaisar!" Kejut Julia.


"Nek, dia siapa?" Tanya Kaisar yang menatap lekat Rafi.


Begitupun dengan Rafi yang menatapnya. Dengan lekat.


"Kai, dia bukan siapa-siapa, dia hanya seseorang yang tengah tersesat mencari alamat rumahnya." Sahut Julia.


"Pak satpam!" Panggil Julia.


Dengan cepat, seorang satpam yang biasa menjaga rumah Marwan pun tiba.


"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?"


"Cepat kau antarkan anak ini, sepertinya anak ini tersesat."


"Baik, nyonya." Pak satpam pun membuka pagar itu.


"Ayo dek, bapak antar pulang, rumah mu di sebelah mana?"


Rafi diam.


Dia hanya menatap Julia yang tengah menggandeng tangan Kaisar masuk kedalam rumah besar itu.


"Dek!"


"Saya, biasa pulang sendiri." Ucap Rafi, dan berlalu begitu saja.


Terlihat jelas raut sedih dan kecewa di wajahnya.


Kaisar nama itu yang selalu Rafi ingat, dialah penyebab Julia tidak pernah pulang, bahkan mengabaikannya.


🍁


Setiap hari, tanpa bosan Rafi selalu mengunjungi rumah itu secara diam-diam dan saat itu juga, untuk kesekian kalinya ia menelan kekecewaan dan sakit hati.

__ADS_1


Ia selalu melihat Julia bersama Kaisar, tengah bercanda dan tertawa ria.


Pada saat itu, Kaisar sedang dalam masa sulit, ia mengalami depresiasi berat, karna Melissa meninggal.


🍁


Hingga pada suatu hari, Julia melihat Rafi kembali mendatangi rumah itu.


.


"Ibu sudah bilang, jangan pernah datang ke sini, kau bersabarlah sebentar, setelah ibu menyelesaikan semua, ibu akan kembali. " Ucap Julia, yang kini ada di hadapan Rafi.


"Julia! Siapa anak itu?" Suara Marwan, bagai BOM yang mengejutkan Julia.


Rafi dan Marwan saling bertatapan.


"Dia .... Dia anak yang tengah tersesat, ia menanyakan alamat rumahnya mas." Sahut Julia gugup.


Marwan menelesik Julia, sepertinya ia tengah mencari kebohongan dari ekspresi yang Julia tunjukkan.


"Mas, ayo kedalam, ada kabar baik tentang Kaisar." Sebelum curiga, dengan cepat Julia menggandeng tangan Marwan dan masuk kedalam rumah.


Sedangkan Rano, yang saat itu sedang bersama Marwan. Tetep tinggal memperhatikan Rafi, yang mematung menatap Julia.


"Apa benar kamu tersesat nak?" Tanya Rano.


Rano mulai curiga, karna bukan sekali ini saja ia melihat Rafi ada di sini. Setiap kali ia mengunjungi Marwan, Rano selalu melihat Rafi yang tengah memperhatikan Julia.


Dengan lembut, Rano mengulurkan tangannya pada Rafi, dan dengan Ragu Rafi menyambut uluran tangan itu.


Rano mengajak anak itu berbicara, awalnya Rafi enggan untuk bercerita pada Rano, karna ia belum pernah dekat dengan siapa pun. Tapi melihat wajah tulus dan Rano, akhirnya Rafi menceritakan semuanya pada Pria paruh baya itu.


Rano terkejut, dengan penuturan Rafi, yang ternyata anaknya Julia, dan demi melihat ibunya selama berminggu-minggu Rafi tinggal di jalanan. Rano pun tak kuasa mengatakan fakta ini pada Marwan, karna permintaan dari Rafi dangan maksud melindungi ibunya.


Dan pada akhirnya Rano membawa Rafi pulang bersamanya.


🍁🍁🍁


"Lisaaa! Sini nak, kamu lihat kakek datang bersama siapa!" Seru Rano, yang baru saja masuk ke dalam rumahnya.


"Iya kek!" Lisa keluar dari kamarnya, dan melihat Rafi bersama Rano.


"Dia, siapa kek?"


"Namanya Rafi, dia akan menjadi Kakak mu, dan mulai sekarang Rafi tinggal bersama kita." Jelas Rano. "Ayo, beri salam pada kakak mu."


Dan semenjak saat itu, Rafi berperan sangat baik, sebagai seorang kakak, dia selalu menjaga dan melindungi Lisa dari teman-teman yang selalu mengganggunya, terutama dari intimidasi, Mona dan Sella. Karna pada saat itu Lisa masih anak-anak yang penakut dan mudah menangis.


Lisa, tinggal bersama Rano setelah ayahnya menikah lagi pasca ibunya meninggal. Dan Lisa baru tinggal bersama Yusuf, ketika Rano meninggal.


🍁


hingga beberapa tahun, Lisa dan Rafi Lewati bersama dengan penuh kebahagiaan. Lisa lah satu-satunya teman Rafi, dan Lisa jugalah wanita ke dua yang Rafi sayangi setelah Julia ibunya, hingga Rafi menjadikan Lisa sebagai obsesi tujuan hidupnya.


Tapi! Tiba-tiba, Rafi pergi begitu saja, tanpa berpamitan sepatah katapun. Entah dia kemana, tidak ada yang tau, baik Rano ataupun Lisa.


Dan mereka kini di pertemuan kembali, setelah dewasa.


Kekecewaan melanda hati Rafi, ketika ia tau Lisa sudah menikah terlebih lagi dengan Kaisar, lelaki yang sangat ia benci.


Hingga timbullah niat jahatnya, dengan membawa dan menahan Lisa di desa itu.


Ambisi balas dendam semakin matang di hati Rafi, setelah ia mengetahui siapa ayah kandungnya, dan semuanya berjalan dengan mulus karena Julia yang menuntunnya.


Desa terpencil tempat Rafi mengabdi diri sebagai dokter Firman, adalah desa di mana ia mengalami penindasan dan ketidakadilan, di waktu kecil.


Dan kejadian, teror, musibah gagal panen, kelaparan, penyakit yang menyerang warga, serta pembunuhan dan keracunan massal yang terjadi di desa itu, adalah bentuk balas dendam Rafi pada warga sana.


Dan sekarang tinggal keluarga Airlangga tujuannya, Rafi merasa hidupnya di permainkan oleh keluarga itu. Dan semua penyebab penderitanya adalah Keluarga Kaisar.



Nanti kita akan menelusuri masalalu Julia ya!


Apa penyebab dia bisa seperti itu, dan siapa ayah kandung Rafi.


Tetep tunggu cerita selanjutnya. 🤗🤗


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan, para pembaca Setia Lisa dan Kaisar. 🤗🤗😘😘😘


__ADS_2