Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 41. Ada rahasia.


__ADS_3

Kaisar memeluk tubuh putra kecilnya itu. Dan menciumi seluruh wajahnya.


"Om, Aku tidak bisa belnafas om."


Kaisar segera mengendurkan pelukannya.


Dan kembali mencium pipi anak yang menggemaskan itu.


Lisa memandang penuh haru, Kaisar nampak begitu sangat bahagia bertemu dengan putranya.


Sintia menarik tangan Lisa menuju ruangan lain.


"Yuna, jelaskan pada ku, apa benar dia itu ayah kandung Arga?"


Lisa menganguk.


"Apa! Jadi dia si pria brengsek yang menyia-nyiakan mu."


"Sintia."


"Kamu menemukan dia dari mana? Tidak! Maksud ku, kau bertemu dia dimana? Bahkan kau tidak pernah keluar dari desa ini."


"Dia, anak pemilik perusahaan yang akan membangun pabrik di desa ini."


"APA!"


Lisa segera menutup mulut Sintia, dengan tangannya.


"Suuutttt .... Kecilkan suara mu."


Sintia mengangguk.


"Jadi. Lelaki itu bos mereka?" Tanya Sintia memastikan.


"Iya."


"Dan dia ayah kandung Arga? Suami mu?"


"Iya, dia ayah kandung Arga, tapi dia bukan suami ku lagi."


"Astaga Yuna!. Bagaimana ini, apa kamu tidak tau kalau perusahaan itu milik orang tua suamimu."


"Dia bukan suami ku Sintia."


"Aah .... Terserah kau mau bilang apa, yang jelas dia ayah kandung Arga. Berarti dia suamimu."


Lisa menarik nafasnya dalam-dalam. Dan menghembuskannya dengan kasar.


"Aku tidak tau kalau itu perusahaan milik dia."


"Jadi bagaimana ini?" Tanya Sintia.


"Jadi! Kau harus menyembunyikan kebenaran ini."


Tiba-tiba bude Darmi datang.


"Bude."


"Yuna, kau harus merahasiakan kebenaran ini." Ulang bude Darmi.


"Kau tau kan, kalau Arga di kucilkan dengan warga desa sini. Karena ia lahir tanpa seorang ayah. Dan warga sini pernah menganggap mu wanita tidak benar karena hamil tanpa suami. Jika bukan karena dokter Firman mungkin mereka sudah mengusir mu dan Arga."


"Apa jadinya jika warga sini tau. Orang yang mereka anggap akan menghancurkan desa ini, adalah ayah kandung Arga." Sambung bude Darmi.


Lisa menunduk.


.


"Apa yang kalian maksud, putra ku di kucilkan?"


Kaisar muncul, membuat semua terkejut.


"Mas!"


"Lisa, jelaskan pada mas!"


Dan akhirnya Lisa pun menceritakan semuanya, dari awal dia datang di desa ini yang di sambut begitu hangat, karena mereka menganggap Lisa sebagai Dewi penolong, karna dengan suka rela membantu para dokter, untuk merawat dan menemani para warga yang saat itu terserang wabah penyakit.


Tapi seketika sikap mereka berubah, ketika mendapati saat itu Lisa sedang hamil. Dan mereka ingin mengusir Lisa dari desa itu, karena warga menganggap bahwa Lisa dan bayinya akan mendatangkan mala petaka untuk desa mereka, jika terus di biarkan tinggal di desa mereka. Dokter Firman dan Sintia lah yang selalu melindungi Lisa, dan meyakinkan warga bahwa tidak akan terjadi apa-apa di desa mereka karena Lisa wanita baik-baik. Namun apa jadinya, jika mereka tau kalau ayah kandung Arga adalah orang yang ingin merusak desa mereka.

__ADS_1


Mendengar cerita dan penjelasan dari Lisa. Kaisar menjadi panas ingin rasanya iya mengobrak-abrik orang-orang yang menghina istri dan putranya.


"Kalau begitu kita akan kembali ke kota secepatnya, dan kalian jangan khawatir pembangunan pabrik itu tidak akan di lakukan."


"Tapi mas!"


"Lisa, kita harus kembali ke kota secepatnya."


Aku tidak akan membiarkan siapapun menghina mu dan mengucilkan putra ku, lihat saja akan akan ku balas semuanya.


"Tidak semudah itu kalian keluar dari desa ini." Ucap bude Darmi.


Kaisar menatap bude Darmi.


"Kenapa?"


"maaf nak, anda sudah di anggap membuat kacau di desa ini, tentu warga tidak akan melepaskan kalian begitu saja."


"Membuat kacau? alasan macam apa itu, bahkan saya baru 2 hari di sini." Kesal Kaisar.


"Warga desa sangat marah, ketika perusahaan anda ingin membangun pabrik di desa kami, bahkan perusahaan anda menginginkan kami pergi dari desa yang selama puluhan tahun kami tinggali."


"Akan saya pastikan, pembangunan pabrik tidak akan di lakukan di desa ini."


"Tapi sepertinya, masalahnya bukan hanya itu saja nak."


"Maksudnya?"


"Warga desa tidak akan membiarkan Anda membawa Yuna dan Arga."


"Tidak ada yang bisa menghalangi saya, untuk membawa keluarga saya dari sini. Tegas Kaisar.


Bude Darmi terlihat sangat cemas. Entah ada apa sebenarnya hingga warga desa melarang Lisa dan Arga pergi dari desa ini bahkan selama 4 tahun ini Lisa dan Arga tidak di ijinkan keluar dari desa walau hanya ke perbatasan antara desa sebelah. padahal dulu mereka sempat ingin mengusir Lisa karena hamil tanpa di dampingi seorang suami.


"Kita akan membahasnya besok."


"Mamah, aku ngantuk." Arga datang menyudahi ketegangan mereka.


Kaisar segera menghampiri putranya dan langsung menggendongnya


"Ayo, Arga tidur sama papah."


"Apa?"


"Jangan bilang kau mau minginap di sini mas?"


"Tentu saja aku harus menginap, apa kau mau mengusir ku malam-malam begini?"


"Yuna, biarkan papah Arga menginap disini, di luar sangat berbahaya jika dia harus kembali pulang."


Lisa tidak bisa membantah ucapan bude Darmi, karena selama 4 tahun ini beliau yang mendampingi Lisa. Bude Darmi sudah seperti orangtua bagi Lisa.


Kaisar tersenyum puas.


"Lalu di mana kamar kita?"


"Kamar kita?"


"Iya kamar kita!"


"Mas, tidak ada kamar kita di sini."


"Lalu aku tidur di mana?"


"Terserah." Ketus Lisa.


"Baiklah, aku akan tidur bersama mu."


"Mas." geram Lisa.


"Ada apa sayang."


"MAS KAISAR. " Kesal Lisa.


"Kau kenapa berteriak begitu sayang."


"Cukup mas. kau tidur di sofa. di sini hanya ada 3 kamar saja."


"Di sofa? di sini ada 3 kamar tapi kamu malah menyuruh ku tidur di sofa? kau kejam sekali."

__ADS_1


"Apa! kejam? kau bilang aku kejam mas?"


"Lalu aku harus bilang apa?"


"Mas."


"Sudah-sudah. Kalian tidak perlu berdebat. Tuan anda bahkan belum memperkenalkan diri tapi sudah membuat keributan di tempat kami." Ucap Sintia, yang memang sejak tadi sangat kesal dengan Kaisar, yang telah meninggalkan Lisa demi wanita lain, padahal tidak seperti itu.


Kaisar menatap Sintia.


"Saya tidak punya kewajiban untuk memperkenalkan diri pada mu." Ketus Kaisar.


"Astaga! Ada manusia tidak tau malu seperti ini." Gumam Sintia.


"Sudah-sudah." Bude Darmi menengahi perdebatan mereka.


"Nak. siapa nama mu?" Tanya bude Darmi pada Kaisar.


"Saya Kaisar Bu." Kaisar segera meraih tangan bude Darmi, dan menyalaminya.


"Kau mirip sekali dengan Arga." Bude Darmi mengusap puncak kepala Kaisar dengan lembut.


Kenapa dia menginginkan ku dengan putra ku yang menghilang 10 tahun lalu. Batin bude Darmi.


"Nak kau bisa tidur di kamar Yuna. dan biar Yuna tidur bersama Sintia."


"Terimakasih bu." Ucap Kaisar.


"Enak sekali dia." Ketus Sintia.


"Ingat! anda boleh menginap di sini hanya untuk malam ini saja, besok pagi-pagi sekali anda harus sudah pergi dari sini." Sambung Sintia. Den segera pergi meninggalkan mereka.


"Apa dia mengusir ku!" gumam Kaisar.


"Kalian istirahat lah." Bude Darmi pun ikut pergi meninggalkan mereka.


"Arga tidur sama mamah ya?" Lisa meraih Arga dari gendongan Kaisar.


Tapi Kaisar menepisnya.


"Dia akan tidur bersama ku."


"Tapi om, aku mau tidur sama mamah saja."


"Papah Arga. Panggil papah bukan om." Tegas Kaisar.


"Mas, Arga belum terbiasa, jangan memaksanya."


"Tapi mulai sekarang dia harus terbiasa."


Kaisar meraih pinggang Lisa kedalam pelukannya.


" Lebih baik kita tidur ber 3 saja, Bukan kah sudah lama kita tidak tidur bersama!" Goda Kaisar. Dan langsung mengecup bibir Lisa.


Dan


PLAK.....


Satu tamparan mendarat di pipi Kaisar.


Bukan dari Lisa, tapi Arga yang memberikan tamparan itu pada Kaisar.


"Om tidak boleh mencium mamah ku. Hanya Alga yang boleh cium Mamah." Anak itu nampak sangat kesal.


Kaisar bengong. Lalu tertawa terbahak-bahak. Dan kembali mengecupi bibir dan pipi Lisa. Arga pun kembali melayang tamparan kecil pada wajah Kaisar.


Sakit! tentu tidak, Kaisar sama sekali tidak merasakan sakit dari pukulan tangan mungil milik putranya.


************


Di tempat lain.


"Maaf tuan. Saya tidak bisa mengerjakan tugas saya hari ini, tadi waktu melintasi jalan hutan saya bertemu dengan perawat Yuna bersama seorang pria. Saya takut jika mengerjakannya saat itu juga, mereka akan mengetahuinya tuan."


"DASAR B*D*H." Mengerjakan begitu saja tidak becus.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏 minta dukungannya ya 🤗 🤗

__ADS_1


__ADS_2