Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 131. Kejutan untuk Luna


__ADS_3

Luna memberanikan diri untuk masuk lebih dalam ke apartemen suaminya itu.


Ya Tuhan kenapa jantungku berdebar seperti ini.


Apa yang akan kak Jhon lakukan padaku.


Luna, sudah menguatkan hatinya, ia sudah siap apapun yang akan Jhon lakukan padanya.


Tepat ketika langkah kaki Luna terhenti di tengah-tengah ruangan Apartemen itu


CKLEK..!


Lampu menyala dengan terang!


Mata Luna terbelalak, tidak berkedip sedikitpun.


Ketika melihat sosok lelaki yang baru kemarin menikahinya, tengah berdiri dengan senyum mengembang beserta buket bunga berukuran besar yang ada di tangan.


Astaga! Apa ini?


Apa ini kejutan untuk ku?


Hati Luna bertanya-tanya sungguh demi apa, dia sangat bahagia melihat pemandangan itu.


Tap.


Tap.


Tap.


Jhon melangkahkan kakinya mendekati Luna.


"Selamat! Atas tercapainya cita-cita mu,"ucap Jhon, seraya menyerahkan buket bunga besar itu pada Luna.


Astaga! Ka Jhon romantis juga, dari mana dia belajar membuat kejutan seperti ini, tentu bukan dari kak Kaisar kan! Batin Luna.


Luna meraih buket, bunga mawar putih dan merah itu, dengan mata yang berkaca-kaca, dan senyum malu-malu.


"Terimakasih kak Jhon."


Aah.. buket ini terlalu berat! bisa-bisanya dia memilih buket yang sebesar dan seberat ini untuk seorang wanita.


Jhon tersenyum.


"Berat ya, sini aku bantu bawakan."


Aku! dia menyebutkan dirinya aku!!


Lalu Jhon menuntun tangan Luna, menuju, tempat yang sangat-sangat romantis!


Di ruang Apartemen itu, Jhon menyulapnya menjadi tempat dinner yang super sweet.


Dua kursi dengan satu meja di depannya.


Lengkap dengan satu lilin di atas meja itu, menambah kesan romantis di Apartemen yang biasanya sunyi dan mencekam itu.


KREEEEETT...


Jhon menarik satu Kursi, lalu membantu Luna untuk duduk di sana.


Lagi-lagi Luna di buat terharu, sampai ia berkaca-kaca, dengan perlakuan Jhon yang sangat amat manis ini.


Bahkan dalam mimpi pun Luna tidak pernah bisa membayangkan jika sikap Jhon yang dingin dan cuek itu, bisa seromantis dan semanis ini.


Apa mungkin ini hikmah di balik pernikahan mendadak mereka!


Luna sudah duduk dengan sempurna di bangku yang beralaskan kain putih itu.


Luna sedikit tertunduk merasa malu, karna Jhon terus menatapnya lekat bahkan tak berkedip sama sekali.


Tapi Jhon meraih dagu mungil itu, lalu ia berkata.


"Jangan pernah tundukan wajah mu, ketika aku tengah memandangi wajah cantik dan manis istriku tercinta ini."


Jantung Luna sudah seperti mau loncat dan berlari keluar Apartemen ini, lalu menari-nari di luar sana.


Karna ia tidak tahan dengan tatapan mata lelaki yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Aku bisa pingsan, jika kak Jhon, terus-terusan bersikap seperti ini.


Tapi aku sangat bahagia!


Itulah suara hati Luna.


Jhon menuangkan minuman di gelas yang ada di hadapannya, dan memotong-motong Steek yang juga tersedia di sana.


"Makanlah yang banyak, agar kau bertenaga, karna malam ini, kita akan menghabisi malam pertama kita yang tertunda,"ucap Jhon, yang di susul dengan kedipan mata.


Yang mampu membuat Luna menelan ludahnya.


Tahan Luna, kontrolkan dia mu.


Karna melihat Luna, yang sangat gugup.


Sampai tangannya bergetar dan tak mampu memegang garpu.


Jhon mengambil alih, ia menyuapi Luna sambil terus memandangi wajah istrinya itu.


Bagi Luna, sangat sulit untuk menelan makanan yang ada di tenggorokannya, itu karena Luna sangat gugup gemetar saat ini.


"Eeem... Kenapa kak Jhon tidak ikut makan?" Tanya Luna, untuk mengalihkan ke gugupnya.


"Aku sudah sangat kenyang hanya dengan memandangi wajahmu yang cantik ini."


Jhon mengelap saus yang sedikit menempel di ujung bibir Luna dengan jarinya, lalu ia mengecap jari yang tadi ia pakai untuk mengelap bibi Luna.


Hati Luna benar-benar lunglai dengan sikap Jhon yang seperti ini.


Aku sudah tidak kuat, aku butuh ambulan, aku takut terkena serangan jantung, karena sejak tadi jantung ku berdegup dengan kencang tidak karuan.


Jhon bener-benar merubah total sikap dingin dan cueknya.


Tapi apakah dia benar-benar Jho!


🍁🍁


Setelah sesi makam malam selesai.


Jhon kembali menuntun Luna.


Lengkap dengan tujuan jenis bunga, yang menyebar di atas kasur beralaskan seprai berwarna putih.


Dada Luna semakin berdebar, dia wanita dewasa, tentu tau apa maksud dari semua ini.


Jhon mendudukkan Luna dan dirinya di sisi ranjang pengantin itu.


Jhon meraih tangan Luna, lalu menciumnya berulang-ulang.


Setelah puas dengan tangan itu, kini Jhon beralih ke wajah.


Jhon menyingkirkan poni yang menghalangi pemandangannya.


lalu Jhon mengecup kening Luna dengan lembut.


mata Jhon kini tertuju pada bibir ranum Luna.


Ia mengusap lembut bibir itu dengan jarinya.


lalu Jhon berbisik tepat di telinga Luna.


"Apa, kau sudah siap untuk malam ini?"


Dengan segenap keberanian dan kekuatan yang ia miliki, Luna pun menjawab.


"Iya, aku sudah siap ka!"


Jhon tersenyum.


Begitupun dengan Luna.


Ia tersenyum lalu memejamkan matanya.


Luna sudah seratus persen yang dengan malam ini.


beberapa detik lamanya Luna menutup mata.

__ADS_1


Tapi sentuhan Jhon belum juga hinggap di bibirnya, atau anggota tubuh yang lainnya.


Baiklah, tunggu beberapa detik lagi.


Tapi Jhon masih belum menyentuhnya juga.


Dan.


"Luna! ayo bangun kita sudah sampai!"


"Sampai! sampai kemana, bukan kita baru akan memulainya. lalu apa yang sudah sampai." Gumam Luna, namun terdengar sangat jelas di telinga Jhon.


"Apa dia tengah mengigau atau bermimpi sambil mengigau." Ucap Jhon.


"Luna, ayo bangun kita sudah sampai!' Jhon menggoyang-goyangkan tubuh Luna.


"Apanya yang sudah sampai? bukankah kita baru mau memulainya!" Teriak Luna, dengan lantang.


Yang membuat Jhon terbengong, dan mematung.


Akhirnya Luna kembali membuka matanya, dan ia bingung menatap yang ada di sekelilingnya.


Mobil! kenapa aku masih dalam mobil!


"Kau sedang bermimpi? apa yang baru di mulai?" Tanya Jhon, yang mendekatkan wajahnya ke wajah Luna.


"Mimpi!"


Astaga, ternyata itu semua hanya mimpi! aku bermimpi, sampai sejauh itu. Memalukan sekali mimpi ku itu.


Benar!


Semua itu hanya mimpi Luna.


Ia tertidur di dalam mobil, saat menuju perjalanan pulang ke Apartemen Jhon .


Luna segera merapikan posisi duduknya.


Sungguh ia sangat malu saat ini.


Di tambah lagi dengan, ekspresi Jhon yang senyum-senyum sendiri.


"Ayo kita turun." Ajak Jhon.


Luna turun dari mobil.


Karna mereka sampai di malam hari, Luna tidak menyadari dia ada di mana.


"Ini, bukan di Apartemen kak Jhon?"


"Benar! kita sedang berada di halaman Mansion tuan Kaisar." Sahut Jhon.


Mansion!


Luna akhirnya menatap bangunan besar dan tinggi yang ada di hadapannya.


Benar Jhon membawanya ke Mansion Kaisar.


"Tuan, Kaisar ingin memberikan kejutan untuk mu." Ucap Jhon.


Kejutan apa?


Luna dan Jhon memasuki Mansion Kaisar.


Sudah ada bi Lilis di depan pintu yang menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang, tuan Jhon dan Nona Luna!" Sapanya.


"Selamat malam, Terimakasih bi." Sahut Luna.


Dan segera masuk kedalam, hunian kakaknya itu.


🍁🍁🌹🌹🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏


Maaf ya jika alur cerita ini tidak sesuai ekspektasi para pembaca 🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2