
Mereka segera melanjutkan perjalanan menuju kota.
Ini pertama kalinya, setelah 4 tahun Lisa berada di desa. Akhirnya ia bisa keluar melewati batas yang telah warga buat.
Sepanjang jalan ia menatap jendela mobil dalam diam
Berbeda dengan Arga, bocah kecil itu nampak antusias memperhatikan jalanan dari kaca mobil. Arga pun belum pernah keluar dari desa itu, bahkan semenjak ia lahir warga sudah menahannya dengan alasan tidak masuk akal.
Mata kecilnya membelalak menatap barisan gedung-gedung tinggal di sepanjang jalan perkotaan.
"Papah! Itu apa? Kenapa tinggi sekali." Tanya anak itu tanpa mengalihkan pandangannya.
"Itu namanya gedung sayang." Lisa yang menjawab pertanyaan itu.
"Lalu isi di dalamnya apa mah?" Rasa penasaran, membuatnya kembali bertanya.
"Di dalam sana, bisa berupa Apartemen Mall, atau kantor tempat orang-orang bekerja."
"Apa papah juga bekelja di sana?" Kini pandangan Arga beralih pada Kaisar yang masih fokus di belakang kemudi, Karna jalanan sangat ramai ia harus berhati-hati.
"Papah yang punya salah satu dari gedung tinggi itu." Sahutnya.
"Waaaah.... papah hebat." Sorak Arga sambil menepuk-nepuk tangannya.
Kaisar tersenyum bangga.
"Nanti Alga mau main ke sana, boleh kan pah?"
"Bukan hanya main, tapi itu kelak akan jadi milik Arga. Tapi Arga harus bisa seperti papah dulu jika ingin memilikinya." Ucap Kaisar.
" Alga akan menjadi sepelti papah." Yakin anak itu.
"Nanti papah akan ajak Arga jalan-jalan keliling kota bahkan sampai ke luar negeri."
"Horeee...." Arga sangat girang dengan ajakan Kaisar. "Tapi luar negri itu apa pah?"
"Biar Mama yang akan menjelaskannya." Ucap Kaisar, yang melemparkan pertanyaan itu pada Lisa.
~~
Dan Sepenjang perjalan mereka di warnai dengan pertanyaan-pertanyaan dan celoteh yang Arga lontarkan, hingga membuat mereka tertawa layaknya keluarga kecil yang bahagia. Hingga akhirnya anak itu merasa lelah dan tertidur di pangkuan Lisa.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Dasar bodoh menangani satu orang saja kalian tidak becus!" Kesal Firman, yang sedang memaki anak buahnya.
"Bos, sepertinya target kita tidak bisa di remehkan dia sangat hebat melumpuhkan lawannya dengan mudah. Dan tiga orang utusan kita tewas mengenaskan bahkan mereka membuang mayatnya di dasar jurang."
"Bukan dia yang hebat, tapi kalian yang tidak becus." Kesal Firman.
Sepertinya aku harus turun tangan sendiri
🍁
🍁
🍁
Di Balai desa.
Seperti yang sudah di katakan, kepala desa mengadakan rapat warga, mengenai Masalah yang terus terjadi di desa mereka sampai memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
"Pak! Lebih baik kita usir saja mereka, bapak tau lelaki yang bernama Kaisar, sepertinya memiliki kelainan." Ucap salah seorang warga yang ada di antara mereka.
"Betul pak, dia mematahkan tangan dan kaki teman kita dengan cara yang sangat mengerikan. Bahkan kita tidak tau bagaimana dengan nasib ke tiga orang yang membawa Arga. " Sahut satunya lagi.
Firman yang berada di tengah-tengah antara mereka, hanya diam memperhatikan dan mendengarkan semua pernyataan yang warga lontarkan.
__ADS_1
"Bagaimana ini dokter Firman, apa kita harus mengusir Kaisar dan keluarganya? Tapi jika kita mengusirnya tentu dia akan membawa serta Arga dan Lisa?" Tanya pak kades.
"Tidak bisa, Arga harus tetep di sini bukankah anak itu sudah di tetapkan kelak akan menjadi penjaga dan pengabdi leluhur kita di desa ini." Sahut salah satu di antara mereka.
~
~
Kita bahas dulu sedikit tentang Arga ya.
~~🍁🍁🍁~~
Dulu ketika Arga lahir.
Keadaan di desa sangat sulit bahkan banyak warga yang terserang penyakit, dan kelaparan karena banyak dari mereka yang mengalami gagal panen dan ladang mereka yang tiba-tiba rusak parah membuat mereka semakin kesulitan hanya untuk sekedar makan.
Bahkan teror terus terjadi di desa itu.
Hingga timbullah cetusan bahwa penyebab petaka di desa mereka adalah anak yang di lahirkan Yuna.
Semua membenarkannya.
Karena mungkin bayi itu anak haram yang tentu membawa sial untuk orang-orang di sekitarnya.
Keadaan semakin diperkeruh dengan datangnya seseorang yang mengaku dirinya bisa menerawang masa depan dan mendapatkan wasiat untuk membantu desa yang tengah kesulitan itu.
Dengan mudah warga mempercayai orang itu.
Orang itu menyarankan untuk mengorbankan Arga pada leluhur mereka yang tinggal di tengah hutan.
Hingga dengan paksa mereka merampas Arga dari gendongan bude Darmi yang saat itu masih berumur kurang dari satu tahun.
Mereka membawa Arga ketengah hutan dan mengurung Arga di sebuah rumah tua selama 7 hari, dengan alasan mempertemukan Arga dengan leluhur mereka.
Para warga di desa itu masih sangat primitif dan mudah sekali di hasut, hingga mereka Sangat mempercayai adanya anak haram, yang terlahir tanpa ayah akan membawa sial di desa mereka.
Lisa yang sepulangnya dari klinik mendapati Arga tidak ada benar-benar murka atas tindakan para warga pada putranya.
Ia memberontak dan menerobos hutan itu untuk menjemput Arga.
Tapi karna ini semua setingan dan banyaknya pemeran di sana. Sebelum sampai ke tengah hutan, Dengan mudahnya Lisa di tahan oleh mereka.
Firman lah yang saat itu menjadi benteng perlindungan Lisa dan Arga.
Ia meyakinkan warga bahwa Arga bukanlah sebab dari petaka yang terjadi di desa mereka.
Karna mereka sangat mempercayai dan menghormati Firman, warga pun mengembalikan Arga pada Lisa.
Ini kedua kalinya Firman membela Lisa, setelah saat itu mereka ingin mengusir Lisa karena hamil dan mempunyai anak tanpa seorang suami. Firman kembali menahannya.
Dengan syarat Arga tetep di desa itu, apapun yang terjadi karna Arga sudah di tunjuk, kelak akan menjadi pengabdi desa dan leluhur mereka yang ada di tengah hutan.
Sudah berulangkali Lisa mencoba kabur membawa Arga dari desa, tapi gagal akses untuk Lisa benar-benar di tutup.
Karna ancaman dari mereka yang akan mencelakai Arga jika Lisa nekad membawa anaknya, akhirnya Lisa menyerah dan akan tetap bertahan di desa itu.
Ini semua adalah permainan dari Firman, ia tau jika Lisa akan meninggalkan desa itu apa pun caranya, dan ia tidak bisa membiarkan Lisa pergi darinya hingga Firman menemukan cara gila yang melibatkan Arga. Ya hanya Arga yang akan membuat Lisa menyerah dan tetep bertahan bersamanya di desa itu.
Hingga akhirnya takdir membawa Kaisar datang ke desa itu dan membawa mereka ke luar dari sana.
Firman bukan hanya menyimpan dendam pada keluarga Airlangga terutama Kaisar, dia juga memiliki masa lalu yang buruk, yang terjadi di desa itu.
Kaisar sudah mengetahui semua ini ulah Firman entah apa motifnya Kaisar belum bisa menemukannya. Yang jelas Kaisar ingin membongkar kedok malaikat yang melekat pada Firman pada para warga.
Setelah warga puas mencaci dan menghakimi dokter yang mereka anggap Malaikat itu. Kaisar akan datang dan mencabut nyawa Firman dengan tangannya sendiri. Itulah yang di fikirkan Kaisar.
🍁
__ADS_1
🍁
🍁
"Jadi bagaimana dok?" pak kades mengulangi pertanyaannya.
"Semua saya serahkan pada bapak saja." Jawab Firman.
"Tapi dok, bagaimana jika dia membawa Arga juga. Desa kita akan kembali mendapatkan petaka karna anak yang kita korbankan di bawa keluar dari sini."
"Saya yang akan bicara pada Yuna untuk tetep tinggal di sini."
Aku akan membawa Yuna ke tempat yang tidak terjangkau oleh Kaisar.
Mereka tidak tau jika Kaisar sudah lebih dulu membawa Arga dan Lisa pergi.
🍁
🍁
"Apa? Kaisar dan Lisa kembali ke kota, sial susah payah aku kembali menempuh perjalanan ke desa kumuh ini, tapi Kaisar malah kembali ke kota." Kesal Anggel yang saat ini sedang berada di rumah Kaisar.
"Nona Anggel, apa anda masih lama berdiri di situ? saya ingin segera menutup pintu ini." Ucap Jhon.
"Memangnya kenapa! kau mau mengusir ku!" Bentak Anggel.
"Waah .... sepertinya anda sudah mempunyai banyak keberanian setelah lama menghilang nona."
"Dengar Jhon, aku bukan cuma mempunyai keberanian tapi aku juga sudah menyiapkan sesuatu untuk mu dan tuan mu itu."
"Lakukan saja jika anda bisa nona, saya harap anda tidak akan menyesalinya." Sahut Jhon dengan senyum sinis nya.
Dengan kesal Anggel meninggalkan rumah itu, ia akan bersiap-siap untuk kembali ke kota Karna untuk apa dia di sini jika targetnya sudah pindah tempat.
Setelah kepergian Anggel Jhon bener-benar menutup pintu itu. Ia sendiri di rumah Kaisar yang ada di desa, sedangkan bude Darmi kembali ke rumahnya.
Dreet ....
Dreeeet....
Jhon mengangkat ponselnya yang bergetar.
"Ada apa?"
{"Tuan, dua orang yang kita bawa dari hutan kondisinya sudah sangat membaik dan mereka sudah bisa berbicara dengan lancar, mereka ingin segera bertemu dengan tuan Kaisar."}
"Baik. Saya akan menghubungi tuan Kaisar."
Jhon segera memutuskan panggilan itu, dan langsung melakukan panggilan pada Kaisar.
Setelah menghubungi Kaisar, Jhon segera pergi ke balai desa untuk menghadiri rapat di sana. Seperti perintah dari Kaisar Jhon harus menahan semuanya sampai Kaisar kembali ke desa itu.
🍁
🍁
"Apa Kaisar kembali ke kota dan membawa serta Lisa dan Arga?" Kejut kepala desa yang baru saja mendengar penuturan Jhon.
Jhon mengangguk tanpa berbicara lagi.
Sedangkan Firman diam-diam ia mengepalkan tangan.
Kurang ajar! ternyata kau bertindak jauh lebih cepat dari ku Kai.
🍁🍁🌹🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏 🙏 minta dukungannya ya 🤗 🤗 🙏🙏🙏
__ADS_1