Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 128. Keputusan, untuk Jhon dan Luna


__ADS_3

Semua menatap tajam Jhon.


Yang di tatap malah tidak bergeming, karena ia tengah menahan gemetar.


Kaisar!


Satu nama itulah, yang membuat Jhon gemetar.


Dan satu nama itulah, yang selama ini membuat Jhon melupakan kejadian yang ia lewati bersama Luna.


Dan lagi, satu nama itu, yang membuat Jhon acuh pada sosok Luna, yang selalu mengganggu tidur malamnya.


Jhon takut, akan membuat Kaisar kecewa.


Jika ia sampai meneruskan perasaannya pada gadis Culun, yang ternyata adalah Luna, adik perempuan satu-satunya Tuan Kaisar.


Sosok yang selama ini dia ikuti dari usianya yang masih remaja sampai dewasa seperti ini.


Bukan hanya sekedar tuan, bagi Jhon sosok Kaisar adalah segalanya.


Kaisar sudah melakukan yang terbaik untuk bibi Jhon di masa lampau.


Dan sekarang Jhon ingin melakukan yang terbaik untuk tuanya.


Aku tidak boleh membuat tuan Kaisar kecewa!


Itulah kata-kata yang selalu Jhon pegang teguh.


"Kau sudah tau siapa yang ada di Foto itu Jhon?" Tanya Yuda, dingin.


Sudah tidak bisa mengelak, Jhon pun mengangguk.


"Sudah tuan."


CIk...CIK .. CIK....


Farel menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tidak menyangka, ternyata diam-diam kau mengincar Luna, bukankah kau sudah menganggap Luna sebagai adik mu sendiri?"


"Benar tuan."


"Lalu kenapa kau menciumnya?" Bentak Farel.


"Maafkan saya tuan, saya terpaksa melakukan itu."


"Apa! kau bilang terpaksa!" Farel semakin geram dengan jawaban yang di berikan Jhon.


Ia bangkit dari duduknya, dan menghampiri Jhon.


Beberapa detik kemudian, kedua tangan Farel sudah mencekam kemeja Jhon.


"Dasar Kau brengsek! aku akan menghajar mu." Umpatnya.


"Farel, tenang kan dirimu nak, kita tidak perlu menyelesaikan masalah ini dengan kekerasan." Ucap Larasati.


Dan Farel pun melepaskan cengkeramannya.


Jhon masih berdiri di tempat semula, ia tidak sedang melakukan pembelaan diri.


Setelah Farel tenang, Yuda kembali bertanya pada Jhon.


"Jhon, kenapa kau melakukan itu di depan umum, dan apa maksud dari kata PASANGAN SUAMI ISTRI?"


"Maaf tuan, saya terpaksa melakukan itu."


Jawaban Jhon kembali memancing emosi Farel.


"Si brengsek ini, dari tadi ia hanya bilang terpaksa melakukan itu, kenapa kau bisa terpaksa mencium adik ku, apa kau tidak Sudi mencium adik ku yang cantik itu? Hingga sampai membuat mu terpaksa menciumnya." Murka Farel.


Jhon hanya menundukkan kepalanya.


Dan kembali melontarkan kata maaf.


"Aku tidak butuh maaf mu Jhon, aku hanya butuh penjelasan dan tanggung jawab mu."


Akhirnya sang Kaisar bersuara.


Jhon bingung harus memberikan penjelasan apa, dia sudah berjanji pada Luna jika akan merahasiakan kejadian itu semua.


Jika Jhon menjelaskan perkara ciuman itu, sudah pasti penjelasan Jhon akan menuju ke arah, rahasia besar yang Luna sembunyikan.


"Lihatlah Kai, dia itu sekretaris mu, kau harus ikut bertanggung jawab juga." Kesal Farel.


Kaisar menatap lekat lelaki yang berdiri di hadapannya.


Kaisar sudah mengenal Jhon lebih dari apapun.


Dan saat ini Kaisar tau betul jika ada yang di sembunyikan oleh, Sekretarisnya itu.


Semua ini menegaskan, bahwa


tidak ada yang bisa di sembunyikan di antara Jhon dan Kaisar.


Kaisar bangkit dari duduknya.


Matanya sama sekali tidak berkedip menatap Jhon.


Lisa menahan tangan Kaisar.


"Mas, jaga emosi mu, kau sedang sakit." Ucapnya.


"Mas tau apa yang harus mas lakukan, kau jangan khawatir." Balas Kaisar dengan lembut, Seraya membelai rambut istrinya.


Kaisar melangkahkan kakinya mendekati Jhon.


Kini tubuh tinggi dan tegap itu sudah berhadapan secara langsung, dengan tubuh Jhon, yang tak kalah tinggi dan tegap darinya.

__ADS_1


Jika berdiri saling berhadapan seperti ini mereka berdua sudah terlihat seperti tiang penyangga jembatan.


"Jhon, apa alasan mu?" Tanya Kaisar, dengan nada yang super dingin.


"Maaf tuan, tidak ada alasan apapun untuk itu semua."


"Apa kau sedang melindungi Luna?"


Bagai seorang cenayang, Kaisar bisa menebak apa maksud dari tujuan Jhon, bungkam saat ini.


Sampai sini Kaisar sudah tau maksud dari Jhon mencium Luna, bukan karena terpaksa! Tapi karena Jhon benar-benar menyukai Luna.


Jhon tidak pernah melindungi seseorang yang bersalah, apalagi di hadapan Kaisar.


Kaisar berjalan mengitari Jhon, yang masih membisu.


Lalu ia berkata.


"Apa yang di sembunyikan Luna?"


Semua terkejut mendengar pertanyaan Kaisar.


Kenapa malah Luna.


Bukankah di sini yang salah adalah Jhon!


Jhon menghembuskan nafasnya.


Rasanya percuma jika ia menutupi semuanya, karena Kaisar pun pasti akan mencari tau sendiri jika Jhon tidak memberitahunya.


Dan akhirnya Jhon pun menceritakan semua kejadian itu.


🍁🍁🍁


Setelah Jhon menceritakan dengan panjang lebar, dari awal ia bertemu Luna yang tengah merubah diri, sampai pertemuan terakhirnya. Yang berjanji pada Luna untuk tidak mengatakan apapun, pada Yuda dan Kaisar.


Yuda benar-benar geram mendengar cerita dari John.


"Anak itu! Benar-benar sedang menguji kesabaran ku."


"Pah sudah pah, tenang." Larasati menenangkan Yuda, Yang dalam puncak emosinya.


"Papah rasa, papah salah telah membawa Luna kembali ke Tanah air, papah akan kembali mengirimnya ke luar negeri." Ucap Yuda dengan yakin.


Jhon terkejut dengan keputusan Yuda, ia tau jika Luna pasti akan marah besar dan kecewa padanya.


Yuda menatap Jhon.


"Jhon, persiapkan penerbangan untuk Luna, hari ini juga." Lalu Yuda beralih pada Farel. "Dan kau Farel, cepat cari adik mu, dan seret dia ke hadapan papah."


"Aku tidak setuju." Sahut Kaisar.


"Aku tidak butuh persetujuan mu Kai,"cetus Farel.


Namun Kaisar tidak memperdulikan, ketidak setujuan adiknya itu.


Bertanggung jawab!


Memangnya apa yang di lakukan Jhon?


"Bertanggung jawab, apa maksud mu Kai?" Tanya Yuda.


"Bukan hanya Jhon saja yang harus bertanggung jawab, tapi Luna pun harus bertanggung jawab, mereka berdua harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, jika Luna menolak, baru kita kirim kembali dia ke luar negeri." Sahut Kaisar.


"Papah mengerti maksud mu Kai, dan papah setuju."


🍁🍁🍁🍁


Setelah mencapai kesepakatan.


Jhon pergi untuk mencari Luna.


Benar sekali yang Kaisar katakan, jika Jhon pasti tau di mana Luna sekarang, nyatanya ia tidak susah untuk mencari gadis itu.


Jhon langsung menuju ke satu tempat, dan Luna benar-benar ada di sana.


Bukan di galeri memasak yang ada di Restoran.


Saat ini Luna tengah berada di sebuah kafe tempat favoritnya.


Kenapa Jhon bisa tau tempat favorit Luna?


Karna Jhon mengirim anak buahnya untuk selalu mengawasi Luna kemanapun gadis itu pergi, secara diam-diam tentunya.


🍁🍁


Kemunculan Jhon kembali mengejutkan Luna.


Gadis itu sudah susah payah melupakan dan tidak ingin bertemu dengan Jhon.


Tapi kenapa sekarang dia malah muncul secara tiba-tiba di hadapan Luna.


Tanpa basa-basi Jhon langsung membawa Luna masuk kedalam mobilnya.


Puluhan kali Luna bertanya ada apa?


Tapi puluhan kali pula Jhon menggeleng, enggan untuk menjawabnya.


"Kak Jhon ini sebenarnya ada apa? Jangan bikin aku panik!"


Saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah Yuda.


"Tuan Yuda meminta anda pulang." Akhirnya Jhon mau menjawab pertanyaan Luna, meskipun tidak di jelaskan untuk apa Yuda menyuruhnya pulang.


Setidaknya pria dingin itu masih mau menjawabnya.


"Tapi kak, sore nanti aku ada presentasi di galeri,"ucap Luna, yang bermaksud menolak untuk pulang.

__ADS_1


"Semuanya sudah berakhir Nona!"


"Apa, berakhir! Apanya yang berakhir Kak?"


Jhon tidak menjawab semakin membuat Luna panik


Perkataan Jhon sungguh membuat Luna takut!


Kata-kata berakhir memang selalu menakutkan bagi setiap orang bukan?


🍁


Mobil sampai di kediaman Yuda.


Dengan gerakan cepat, Jhon membuka pintu mobilnya untuk Luna, dan mengajaknya untuk masuk ke ruangan keluarga.


Luna menahan lengan Jhon.


"Kak, katakan semua baik-baik saja?"


"Tentu semua baik-baik saja nona, itu jika anda mendengarkan perkataan dari Tuan Yuda dan Kaisar."


Luna terkejut mendengar nama Kaisar.


Kenapa kak Jhon harus menyebut nama Kak Kaisar!


Dengan dada yang bergemuruh dan perasaan yang cemas, Luna memasuki ruangan keluarga.


Semua sudah lengkap di sana, hanya kurang dirinya saja.


Luna sudah seperti memasuki ruang sidang.


"Mah ada apa ini?" Tanya Luna cemas.


Yuda menyodorkan ponselnya pada Luna.


Luna melihat foto yang ada di ponsel itu.


"Astaga!"


Luna melirik Jhon.


Kenapa bisa ada foto seperti ini!


"Luna, Jhon sudah menceritakan semuanya pada kami, termasuk Restoran tempat mu bekerja dan si wanita yang bernama Mimi." Ucap Yuda.


"Pah, aku bisa menjelaskannya semuanya, aku mohon papah dengarkan dulu." Pinta Luna.


"Sudah tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, dan papah sudah membuat keputusan untuk mu!" Sahut Yuda.


"Keputusan?"


"Iya, hari ini juga papah akan kembali mengirim mu keluar negeri, untuk mempelajari bisnis di sana."


"Tidak pah, aku tidak mau belajar bisnis, aku mau mengejar cita-cita ku pah, tolong jangan kirim aku ke luar negeri!" Kini Luna sampai mengiba pada Yuda.


"Tidak bisa! Keputusan papah sudah Final." Yakin Yuda.


Luna tau jika sudah Final, keputusan Yuda tidak akan bisa di rubah.


Kali ini ia akan memohon pada Mamanya yang baik hati itu


Pasti Mamah akan mendukung ku, dan mamah akan membantu untuk membujuk papah. Yakin Luna.


Namun perkiraan Luna salah.


Dengan tegas Larasati, menggeleng, dan berkata.


"Tidak, mamah tidak bisa mendukung mu."


Luna putus asa. Ia kembali mencari dukungan dari kakak-kakaknya dan juga kakak iparnya.


Namun semua seperti sudah di Setting.


Dengan serentak, mereka memiliki jawaban yang sama yaitu.


Tidak!


Kaisar tersenyum puas.


Dan berkata.


"Ada satu cara yang harus kau lakukan agar kami tidak mengirimu ke luar negeri!"


Bagai mendapatkan segelas air di tengah gurun pasir yang tandus.


Wajah Luna berbinar.


Ia segera berlari memeluk Kaisar.


"Terimakasih kak, kak Kaisar memang yang terbaik! sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar tidak ke luar negeri?" Bahagia Luna.


"Kau yakin bisa menyanggupinya?"


"Aku yakin kak!" Semangat Luna.


"Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu dan Jhon,"ucap Kaisar, seraya menunjuk Jhon, yang terkejut karena namanya kembali di sebut.


"Bertanggung jawab?" Tanya Luna bingung.


"Luna, kau harus menikah dengan Jhon!"


Ucap Kaisar dengan tegas!


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semua pembaca setia Lisa dan Kaisar ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2