
Setelah semuanya selesai Kaisar beserta istri dan anak-anaknya pergi menuju bandara di antar oleh Jhon dan juga Luna.
Farel dan Sintia pun ikut serta mengantar mereka, karena Kaisar dan keluarga berniat berlibur untuk 3 bulan kedelapan berkeliling dunia.
Sungguh luar biasa! bikin si kere, seperti Author ini, menangis mendengarnya.
"Jaga dirimu baik-baik di sana, jangan lupa kabari aku jika kalian sudah sampai di negara-negara yang kalian tuju, dan semoga saja aku bisa menyusul kalian, aku juga ingin berkeliling dunia seperti mu."Ucap Sintia, pada Lisa tapi di bumbui sindiran untuk Farel.
Yang merasa tersindir pun buka suara.
"Kau tenang saja, aku akan mengajak mu dan Farelin pergi kelilingi dunia, bukan 3 bulan tapi 1 tahun lamanya, dan bukan hanya di dunia nyata tapi ke dunia lain pun akan kita kunjungi." Ucapnya, dengan lantang.
"Kau selesaikan dulu semua pekerjaan mu di kantor, setelah itu berkeliling lah di dunia nyata dan gaib, sembari melatih ke beranianmu itu." Cetus Kaisar.
"Kau mengejek ku!" Kesal Farel.
Kaisar mengedikan bahunya.
"Arga, lihatlah kelakuan jahat papah mu ini, dan kau jangan sampai mencontohnya."Ucap Farel.
"Farel, kau berani menghasut Arga!"
"Iya, Memangnya kenapa?"
"Kau....!"
"Cukup!" Seperti biasa Jhon akan menghentikan perdebatan kedua kakak beradik itu,"tuan, jika anda terus berdebat seperti ini, anda akan tertinggal pesawat, lihatlah tuan!"Jhon menunjukkan waktu yang melingkar di pergelangan tangannya tepat di wajah Kaisar.
"Ini semua gara-gara kau!" Umpatnya pada Farel.
Dan Farel tidak menggubrisnya.
"Sudahlah taun, mari saya antar sampai dalam."
Tiba-tiba Kaisar memeluk Jhon.
Yang membuat semua orang memandang aneh.
"Jhon, aku pasti akan sangat merindukanmu, kita tidak pernah berpisah selama ini kan? Jaga dirimu mu baik-baik."
"Jhon membalas pelukan Kaisar, saya juga pasti akan merindukan anda tuan, jagalah diri dan kesehatan anda di sana, semoga saja kita bisa bertemu kembali."
"Tentu saja kita akan bertemu kembali, kenapa kau bicara seperti itu!"
"Sudah-sudah, apa kalian tidak malu, di perhatikan banyak orang, kalian sudah seperti pasangan kekasih yang akan berpisah selama-lamanya."Ketus Farel.
Dan Kaisar pun melepaskan pelukannya.
Waktu keberangkatan pun tiba, Kaisar beserta keluarga kecilnya terbang untuk berkeliling dunia.
Menikmati waktu bersama keluarganya, yang selama ini jarang di lakukan, karna banyaknya masalah dan pekerjaan di keluarga Airlangga Wijaya, yang membuat waktu Kaisar tersita banyak.
Setelah memastikan Kaisar benar-benar berangkat.
Yang Lain pun kembali ke rumah masing-masing.
🍁🍁🍁
"Apa benar kau akan mengajak ku berkeliling dunia?" Tanya Sintia, yang kini mereka sudah berada di Rumah.
"Tentu saja, kau tidak percaya?"
"Aku percaya."
"Aku sudah sering pergi keluar negeri, jadi sekarang aku akan mengajak mu dan Cintaku untuk berkeliling dunia, aku akan cepat menyelesaikan semua pekerjaan ku di kantor agar kita bisa menyusul Kaisar dan Lisa di sana, bagaimana?"
Sintia mengangguk cepat.
"Aku setuju, dan kau jangan sering-sering bolos bekerja mas, agar pekerjaan mu cepat selesai."
"Baiklah!"
🍁🍁🍁🍁🍁
"Apa kak Jhon sedih?"
"Sedikit."
"Karena di tinggal kak Kaisar?"
Jhon mengangguk.
"Astaga! Kasihan sekali." Luna memeluk Jhon, yang tengah bersedih karena di tinggal Kaisar selama 3 bulan kedepan.
"Apa menurutmu tuan Kaisar juga bersedih?"
"Tentu saja, kak Kaisar pasti merasakan sedih yang luar biasa Sama seperti yang kak Jhon rasakan."
"Semoga Nona Lisa bisa menghibur tuan Kaisar."
"Bukan cuma kakak ipar yang akan menghibur kak Kaisar, tapi ada Arga dan juga Clara yang menghiburnya."
"Kau benar."
🍁🍁🍁🍁🍁
"Raka, apa kau yakin akan kembali ke negara xxx? apa kau tidak ingin menemani mamah dan ayah saja di sini?"
"Betul nak, kakak mu Sella sudah tidak ingin pulang ke tanah air, dan kakak mu Lisa tengah pergi juga untuk waktu yang lama, apa kau juga akan meninggalkan kami?" Sahut Mona, dengan raut wajah sedih karena putranya yang baru beberapa Minggu pulang kini berniat pergi kembali.
"Maafkan aku mah, yah, aku lebih nyaman tinggal di sana."
"Kenapa? Bukankah kau juga sudah mempunyai pekerjaan di sini, apa kau tidak merasa nyaman tinggal bersama mamah dan ayah."Cecar Mona.
"Mamah dengarkan aku dulu, aku memang akan kembali ke Nagara xxx tapi aku juga akan mengajak serta Ayah dan mamah, mamah dan Ayah bisa tinggal di sana untuk sementara waktu sampai kak Lisa kembali, bagaimana?"
Yusuf dan Mona pun setuju dengan usulan Raka.
Hari ini adalah hari keberangkatan mereka.
Sebelum pergi dan mungkin tidak akan kembali, Raka berniat menemui Luna untuk yang terakhir kalinya.
"Kau ingin kembali pergi? Padahal kau belum lama di sini?" Ucap Luna.
Saat ini Raka sedang berada di Restoran Luna.
__ADS_1
"Aku ingin melanjutkan pekerjaanku di sana."
Luna memasang wajah sedih.
"Berhati-hatilah, dan jika kau kembali jangan lupa untuk mengunjungi ku dan makan di restoran ku ini." Ujar Luna, yang di akhiri dengan tawa menghibur diri, agar tidak sedih karna akan di tinggal seorang teman.
Selama beberapa Minggu kedekatan mereka, Luna sudah menganggap Raka sebagai teman baiknya.
Raka membalas Dengan anggukan kepala.
"Jaga dirimu mu baik-baik, dan aku ingin mengucapkan selamat untuk kelahirkan bayi mu."
"Haha, kau sangat Lucu, aku belum melahirkan tapi kau sudah mengucapkan selamat!"
"Aku hanya ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat atas kelahiran bayi mu."
"Baiklah, aku terima ucapan selamat dari mu, Terimakasih!"
Mereka mengobrol dan bercanda dengan akrab, tanpa Luna tau dan sadari jika ternyata lelaki yang ada di hadapannya, sangat-sangat mencintainya.
Setelah menemui Luna, dan mungkin itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka.
Raka beserta kedua orangtuanya melakukan penerbangan, keluar negeri.
Raka akan menjauhi Luna, tapi dia tidak akan pernah melupakan dan berhenti mencintai Luna
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Beberapa bulan sudah berlalu.
Dan kini Luna sudah mendekati hari Persalinannya.
Sedangkan Kaisar memperpanjang waktu liburannya, karna ada Farel dan Sintia yang menyusul mereka di sana.
Sikap Jhon berubah drastis di beberapa bulan ini, ia lebih terbuka tentang perasaannya pada Luna, ia juga menjadi suami yang sangat Romantis dengan segudang kata-kata manis, dan ucapan Cinta yang selalu ia katakan pada Luna di siang dan malam.
Pernikahan mereka sepertinya sudah semakin harmonis dan bahagia.
Ia selalu menemani Luna kemanapun Luna pergi.
Dan selalu siap siaga untuk istrinya.
"Kak Jhon tidak ke kantor?" Tanya Luna, pada Jhon yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuk Luna.
"Tidak! Aku sudah mengambil cuti untuk beberapa Minggu kedepan, dan tuan Kaisar pun akan kembali dalam beberapa hari lagi."
"Benarkah! Aku sudah sangat merindukan ke 3 keponakanku itu."
"Tentu saja benar, mereka akan kembali, Karna sebentar lagi kau akan melahirkan."
Di hari-hari bahagia ini, Karna sebentar lagi, akan lahir anggota baru di keluarga Airlangga.
Tapi Jhon selalu merasa sedih di hatinya, entah apa penyebabnya sampai ia merasa sedih dan sesak di dadanya, Jhon hanya merasa jika ia tidak bisa lebih lama lagi bersama keluarganya.
Itu yang membuat hati Jhon tiba-tiba merasa sedih dan sakit, padahal tidak ada alasan untuk dia bersedih di saat bahagia seperti ini.
Tapi Jhon tidak pernah menceritakan, tentang kesedihan tanpa sebabnya itu, pada siapapun, termasuk Luna.
Jhon dan Luna menyantap sarapan di meja yang sama, Jhon selalu menyuapi Luna, dan membantu apapun aktivitas yang Luna lakukan, Karana wanita itu sudah kesulitan untuk bergerak dengan perut yang sudah membesar.
"Hari ini, jadwal kau melakukan pemeriksaan ke dokter, jam 9 kita berangkat, aku sudah membuat janji pada dokter kandunganmu." Ucap Jhon.
Pukul 9.
Jhon mengantarkan Luna ke dokter kandungan.
Beberapa menit berlalu.
Dan Luna sudah melakukan beberapa pemeriksaan di sana.
Hasil pemeriksaan seperti biasa, selalu memuaskan dengan kondisi bayi yang normal dan sehat serta kondisi ibu yang sangat stabil.
Dokter memperkirakan Luna akan melahirkan dalam Minggu ini.
Mendengar kabar itu, Jhon menjadi sibuk se sibuk-sibuknya.
Ia mempersiapkan semua yang menjadi kebutuhan Luna dan bayinya.
Dan Jhon pun sudah mempersiapkan kejutan untuk istrinya, setelah pulang dari rumah sakit pasca Luna melahirkan, Jhon akan memboyong Luna beserta bayi mereka pulang, tapi bukan ke Apartemen, melainkan ke Rumah yang sudah Jhon siapkan beberapa bulan yang lalu untuk mereka tinggali bersama.
Pemeriksaan sudah selesai, tapi Jhon tidak mengijinkan Luna pulang, ia meminta Tim dokter dan petugas Rumah sakit, mempersiapkan kamar khusus yang sangat nyaman untuk Luna.
Setelah mengetahui jika Luna akan melahirkan dalam Minggu ini, Jhon tidak mengijinkan Luna kembali ke Apartemennya. Ia meminta Dokter siaga selama 24 jam.
Karena dalam hitungan hari Luna akan melahirkan, jadi Jhon memilih Luna dan dirinya untuk tinggal di Rumah sakit, sampai Luna melahirkan.
Jhon pun menghubungi Kaisar yang masih berada di luar negeri.
Kaisar dan Farel mempercepat kepulangan mereka yang seharusnya di lakukan 3 hari kemudian.
🍁🍁🍁🍁
Kamar super nyaman dan mewah bagai hotel bintang 7 eh bintang 5,
sudah tersedia untuk Luna.
Jhon dengan sangat hati-hati menuntun Luna menuju kamarnya, untuk beristirahat.
"Kenapa kita tidak pulang ke apartemen saja ka?"
"Dokter bilang dalam Minggu ini kau akan melahirkan, jadi para dokter harus sudah siap siaga untuk membantu persalinan mu."
"Apa kak Jhon yang melakukan dan merubah kamar pasien menjadi seperti Hotel ini?"
"Aku hanya meminta mereka menyiapkan kamar yang sangat nyaman untuk mu."
"Tapi tidak seperti ini juga kak."
"Aku akan melakukan apapun agar kau merasa nyaman."
Luna tersenyum.
"Terimakasih kak."
"Iya."sahut Jhon, yang kini tengah mengusap-usap perut Luna.
__ADS_1
DREEEET....
DREEEET...
DREEEET...
Ponsel Jhon bergetar, sampai getaran ke tiga Jhon baru menyadarinya.
"Tunggu sebentar ya, aku akan mengangkat panggilan ini dulu!" Ucap Jhon pada Luna, sebelum menekan tombol Jawab dari ponsel itu.
"Iya kak."
Jhon keluar dari kamar Luna, agar tidak menggangu Luna, dengan suaranya.
"Halo!"
{"Halo! Tuan Jhon, ada berita buruk!" }
"Berita buruk!"
{"Iya tuan, ini mengenai tuan Toni."}
"Ada apa dengan nya?"
{"Tuan Toni, kabur dari penjara tuan!"}
"Apa.Kabur dari penjara?"
Kejut Jhon.
{"Benar tuan,dan polisi tengah memburu keberadaan tuan Toni"}
"Baiklah, kau kerahkan semua anggota yang ada untuk mencari Toni, dan kau hubungi semua penjaga di Mansion tuan Kaisar untuk memperketat penjagaan, dan kirim beberapa orang untuk menjaga tuan Yuda dan Nona Larasati, aku akan tetap di Rumah sakit dengan beberapa penjaga yang tersisa untuk menjaga nona Luna."Titah Jhon, dari sambungan telepon.
{"Baik tuan, perintah akan segera di laksanakan."}
Setelah percakapan itu, Jhon kembali menetralkan nafasnya.
Dan kembali masuk kedalam kamar Luna.
"Ada apa kak? Apa ada masalah?" Tanya Luna, yang mendadak cemas.
"Tidak ada apa-apa, hanya ada sedikit masalah di kantor, dan semua bisa di atasi." Sahut Jhon, yang tengah berbohong.
Ia terpaksa berbohong, takut jika Jhon mengatakan masalah besar ini, akan membuat Luna panik dan merasa khawatir sekaligus takut, dan itu akan berpengaruh pada kondisinya yang sebentar lagi akan melahirkan.
Beberapa anak buah Jhon, melakukan pencarian di seluruh tempat yang ada di kota itu.
Mereka berpencar untuk menemukan Toni, dan di bantu dengan para polisi.
Sudah seharian mereka mencari, namun Toni masih belum di temukan, bahkan mereka sudah mencari di pelosok kota dan perkampungan,tapi hasilnya tetap nihil.
Setelah mendapat tugas dari Jhon, untuk memperluas pencarian, para anak buahnya mulai di sebar ke kota lain, yang mungkin saja di kunjungi Toni.
Entah kemana Toni melarikan diri, dan entah bagaimana caranya Toni bisa kabur dari penjara.
🍁🍁
Hari sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Jhon masih belum tenang jika Toni tidak kunjung di temukan, ia tiba-tiba merasa takut jika Toni akan melakukan sesuatu yang pada keluarganya.
Jhon tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini.
Dalam menghadapi beberapa masalah yang datang, tapi entah kenapa hanya karena Toni kabur dari penjara, Jhon menjadi cemas dan khawatir seperti ini.
Sungguh di Luar kebiasaannya.
"Kak Jhon ada apa? Kenapa sejak tadi kau terlihat gelisah?"
"Aku...! Aku hanya mengkhawatirkan tuan Kaisar, yang malam ini tengah melakukan perjalanan pulang."
"Kak Jhon jangan khawatir, aku yakin mereka akan baik-baik saja, dan sampai dengan selamat!"
"Terimakasih sahut Jhon."
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk."
Seorang dokter wanita masuk kedalam kamar Luna untuk memeriksa kondisinya.
Ini juga Jhon yang memintanya, ia ingin dokter mengecek kondisi Luna terlebih dahulu sebelum Luna tidur.
"Permisi tuan Nona, saya ingin memeriksa keadaan Nona Luna."Ucap dokter itu dengan ramah.
"Silahkan Dok."Sahut Jhon.
Dan Dokter itu pun mulai memeriksa Luna.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain seseorang tengah mengendap-endap di sekitaran Mansion Kaisar.
Ketika ada kesempatan ia memukul punggung penjaga Mansion yang tengah berpatroli di sekitaran Mansion.
BRUG.
Penjaga itu ambruk, karena pukulan yang sangat keras dari orang itu.
Lalu pakaian dan atribut si penjaga di preteli dan beberapa detik kemudian sudah berpindah ke badan si orang asing.
Ia tersenyum senang, karna dirinya kini sudah mengcosplay menjadi penjaga Mansion Kaisar.
🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
Ini sudah memasuki Ending ya.
Jadi hanya tinggal beberapa Bab lagi akan Tamat.
__ADS_1
Jadi mohon bersabar, dan beri Author dukungan 💪💪🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️😘😘❤️