
Jhon kembali menghubungi seseorang lewat ponselnya.
Dan tak beberapa Lama tiga orang datang ke rumah itu.
"Siap melaksanakan tugas tuan." Ucap pria yang berpakaian serba hitam itu.
"Kalian jaga di sini, dan awasi sekeliling rumah jangan sampai ada yang mendekat apa lagi masuk kedalam rumah." Titah Jhon.
"Baik tuan, anda tidak perlu meragukan kami, nyawa Kamilah sebagai jaminannya." Ucap salah satu dari mereka dengan mantap.
"Bagus!"
Jhon terpaksa meninggalkan Lisa, karna saat ini Kaisar pasti sedang ada di fase kelakuan buruknya. Ia harus menyelamatkan Kaisar.
Tapi sebelum pergi, tentu saja ia harus menjamin keselamatan nonanya, Jhon sudah menyiapkan orang-orang terhebatnya dan sangat bisa di percaya dan bisa di andalkan.
Setelah berpamitan dengan Lisa, Jhon bergegas menuju lahan kosong, tempat di mana Kaisar berada.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Kau mau kemana?" Tanya Anggel pada Firman.
"Bukan urusanmu!" Ketus Firman.
"Jika kau ingin kembali ke desa kumuh itu, aku ikut."
"Kau bilang itu desa kumuh, tapi kau masih ingin kembali kesana? merepotkan saja!"
"Aku di sana untuk membantu mu, aku tau kau menyukai Lisa kan! dan tujuan kita sama-sama ingin memisahkan Kaisar dan Lisa."
"Aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan mu." Tegas Firman.
"Anggel akan tetep ikut bersama mu." Julia menyela perdebatan mereka.
"Ingat! dengan tugas kalian masing-masing, dan jangan menunjukkan pada Kaisar atau Lisa jika kalian saling mengenal, aku tidak ingin Kaisar mencurigai ku." Sambung Julia.
Selalu Kaisar yang kau pikirkan.
Firman muak dengan semua perintah yang di berikan Julia, kini ia hanya akan mengangguk saja, tapi dia tidak akan melaksanakan perintah itu. Karena Firman bermain dengan rencananya sendiri.
"Aku tunggu di luar." Ucapnya, seraya melangkahkan kakinya, dari ruangan yang selalu menjadi tempat pertemuan Firman dan Julia.
Julia dan Anggel menatap kepergian dokter itu.
"Tante, aku tidak yakin dengan dia?"
"Kau tenang saja, dia bisa di andalkan." Yakin Julia.
"Siapa dia Tante? dari mana tante mengenal dokter itu?"
Pertanyaannya Anggel membuat Julia gugup, ia berusaha tidak terpancing untuk mengatakan siapa Firman sebenarnya.
Karena ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenaran tentang dirinya dan Firman.
"Kau tidak perlu tau, Sekarang cepat katakan apa usul mu untuk rencana kita?" Ucap Julia, mengalihkan pembicaraan.
"Begini tante, aku ragu dengan kinerja dokter itu, dan aku yakin dia tidak akan menghabisi Lisa, karena dia menyukai Lisa."
"Maksud mu?"
"Tugas untuk menyingkirkan Lisa, serahkan saja pada ku."
Julia menatap Anggel.
"Kau yakin?"
"Tentu, dan aku sangat yakin."
Karena inilah tujuan ku, aku akan membuat Kaisar semakin gila dengan kehilangan wanita nya. Dan secara perlahan aku akan membuat laki-laki itu memohon ampunan pada ku. Aku akan membalas semua perlakuan mu Kaisar.
"Lakukan!"
Satu kata yang keluar dari Julia, membuat Anggel tersenyum lebar.
Tanpa Julia sadari bahwa Anggel memiliki rencana lain yang memanfaatkan dirinya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
"Ammmpuun tuan! Tolong ampuni saya."
Seorang pria penuh Luka di sekujur tubuh, bahkan wajahnya sudah tidak bisa di kenali lagi, karna Banyaknya Luka dan tetesan darah di wajah itu,
Dia adalah dua dari 3 orang yang menyekap Arga.
Pria itu tengah bersimpuh dan memohon ampun di kaki Kaisar.
"Apa yang akan kau berikan jika saya mengampuni mu?" tanya Kaisar
"Saya bersedia melakukan apapun yang anda minta Tuan. Sekalipun harus berhianat pada bos Firman.
Kaisar terkekeh, mendengar perkataan pria itu.
Beginilah.
Seseorang akan rela melakukan apapun agar bisa tetep hidup, seperti pria ini. Tubuhnya sudah di penuhi luka yang sangat parah, tapi ia masih mempunyai semangat agar tetep di beri kesempatan untuk hidup, sampai ia rela bersimpuh memohon ampunan di kaki Kaisar, dan bahkan berkhianat pada tuannya pun akan ia lakukan.
"Benarkah?"
Pria itu mengangguk mantap.
"Saya berjanji tuan."
"Kalau begitu ambil ini!" Kaisar menyerahkan belati yang baru beberapa menit lalu ia gunakan untuk mengukir luka yang ada di tubuh dan wajah pria itu.
Kaisar sudah seperti iblis yang menjelma sebagai lelaki tampan dan mempesona.
Tanpa rasa takut atau kasihan, Kaisar menggores dan menyayat tubuh pria itu secara perlahan, erangan yang keluar dari suara pilu si pria memicu Kaisar semakin bernafsu untuk menyiksanya.
Inilah Kaisar yang sebenarnya, sosok monster yang selama bertahun-tahun ia sembunyikan dengan susah payah, akan memberontak jika ada yang berani mengusiknya.
Pria itu meraih belati yang ada di tangan Kaisar dengan gemetar.
"Lakukan!" Titah Kaisar.
Pria itu bingung menerjemahkan satu kata yang keluar dari Kaisar.
"Lakukan, pada tubuh mu seperti apa yang saya lakukan."
Dan Kaisar menjabarkan maksud dari perkataannya.
Ia terkejut dengan permintaan gila dari Kaisar.
Mana mungkin pria itu sanggup melukai dirinya sendiri dengan belati tajam miliknya.
"Cepat lakukan!" Bentak Kaisar.
Yang membuat si pria semakin gemetar.
"Pertama-tama, lakukan di kedua tangan mu itu, karena dengan kedua tangan itu kau membawa putraku." Ucap Kaisar seraya menunjuk lengan pria itu.
Padahal sudah tidak ada lagi ruang untuk kembali melukis luka di kedua lengan berotot itu, karena sudah di penuhi dengan coretan belati yang Kaisar lakukan.
Pria itu semakin gemetar dan tentu enggan untuk melakukannya.
"Dasar pengecut!"
BUG .
Kaisar menendang pria itu hingga tersungkur dan merampas kembali belati di tangannya.
Kaisar sudah siap dengan fatalitinya, ia memposisikan belati itu tepat di kerongkongan si pria yang sudah terkulai tak berdaya.
"Tuan!" Suara Jhon menggagalkan fataliti Kaisar.
Kaisar meliriknya.
"Dasar b*doh, apa kau cari mati? Kenapa kau meninggalkan Lisa, bukankah aku memerintahkan mu untuk menjaganya." Maki Kaisar.
"Maafkan saya tuan!"
"Aku tidak menerima permintaan maaf mu brengsek!"
Kaisar sudah meraih kerah kemeja Jhon dan mencekramnya.
"Nona Lisa yang meminta saya untuk menjemput anda dan tuan kecil."
__ADS_1
"Kau jangan membohongi ku dengan alasan mu itu."
Wajah Kaisar semakin memerah dan memanas sudah bisa di samakan dengan bara api.
Mungkin jika di tempelkan sebuah jagung di sana, dalam hitungan detik jagung itu akan sempurna menjadi jagung bakar.
Begitulah Kaisar, jika kesenangan gilanya terganggu. Ia akan melampiaskan pada di pengganggu, ini yang menjadi alasan orang-orang suruhan Jhon hanya mengawasinya dari jauh tanpa berani mendekat. Karna mereka takut malah akan menjadi sasaran si monster serigala ini.
Hanya Jhon lah yang berani mendekat untuk menenangkannya.
"Jika anda tidak percaya, anda bisa bertanya secara langsung pada nona Lisa." Ucap Jhon, sambil merogoh ponsel di saku jaketnya.
Benar saja, tanpa menunggu persetujuan dari Kaisar, Jhon menekan Kontak Nona Lisa, dan berhasil tersambung.
"KAU!" Umpat Kaisar, seraya merebut ponsel itu.
Ia. Bermaksud memutuskan panggilan yang Jhon lakukan.
Tapi sepertinya Lisa tengah bersama ponselnya, hingga satu kali dering ia segera mengangkat panggilan itu.
{"Halo Jhon! Bagaimana! apa mas Kai dan Arga baik-baik saja?"}
Suara Lisa terdengar sangat nyaring dari sana, sepertinya ia sedang cemas menantikan kabar dari Jhon.
Kaisar yang ingin mematikan panggilan, menggantungkan tangannya.
"Bicaralah tuan, nona Lisa sangat mencemaskan anda. Bahkan dia sampai menangis tersedu-sedu memikirkan anda. Nona Lisa mengharapkan anda segera pulang." Ucap Jhon, dengan dramatis
Ia senaja menambah kata-kata yang bisa meluluhkan Kaisar.
Benar saja.
Si monster serigala yang ada di tubuh Kaisar mundur setelah mendengar suara Lisa.
{"Jhon!"}
"Ii .... Iya sayang, ini aku!" Jawab Kaisar terbata.
{" Mas! Itu kamu? Kau baik-baik saja kan mas? Bagaimana dengan Arga dia juga baik-baik saja kan? Jawab aku mas!"}
Cerocos Lisa dari sebrang sana.
"Aku baik-baik saja, aku akan segera membawa Arga pulang."
{"Syukurlah! Cepat pulang mas aku menunggu mu"}
"Baik."
Kaisar mematikan panggilan itu. Dan kini ia sudah melepaskan cengkeramannya pada Jhoh, ia sudah kembali melunak
Dan ia baru teringat dengan putranya.
"Arga ada di dalam, aku akan menjemputnya, kau bereskan orang ini." Ucap Kaisar, dan segera berlalu memasuki gubuk kosong tempat Arga di sekap.
Jhon tersenyum puas.
Akhirnya! aku menemukan cara ampuh untuk menjinakkan anda tuan.
"Aah .... Apa yang harus aku bereskan, dia sudah mati." Gumam Jhon seraya memeriksa denyut nadi pria yang tergeletak itu.
Kemudian Jhon memangil orang-orangnya yang tengah bersembunyi di balik pepohonan.
"Bereskan kedua mayat orang ini." Ucap Jhon.
"Baik tuan."
Setelah itu Jhon melangkahkan kakinya menyusul Kaisar.
🍁
Di gubuk.
Kaisar mematung tanpa bergerak dan mengeluarkan suara sedikit pun.
Ia terkejut melihat apa yang ada di hadapannya kini.
Kaisar terasa di cekal oleh kenyataan, hingga menusuk ulu hatinya.
__ADS_1
🍁🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🍁
Terimakasih atas kunjungannya dan dukungannya 🙏🙏🙏 🤗🤗🤗