
"Mau apa kalian berteriak-teriak di depan rumah saya?" Tanya ibu itu dengan nada yang sangat ketus.
Tapi tetep di balas dengan senyum 1000 WAT oleh kedua lelaki itu.
"Selamat siang Bu, maaf kami mengganggu istirahat Anda, kami....!"
"Katakan saja kalian mau apa?" Potong ibu itu, yang menghentikan perkataan anak buahnya Jhon.
"Bolehkah kami memetik mangga muda milik ibu?"
Mendengar maksud tujuan itu, si ibu memicingkan matanya.
"Memetik! Tidak boleh!" Tegasnya.
Sungguh di Luar dugaan.
Di kira si pemilik akan merelakan nya, tapi nyatanya dia malah melarangnya.
"Hanya satu saja Bu?"
"Mau 1 atau 2, kalau tidak boleh ya tetep tidak boleh! Kalian tau, saya dapat bibit pohon mangga itu dari mana?"
Anak buahnya Jhon menggeleng.
"Saya, mendapatkannya dari Afrika!"
"Jauh sekali!"
"Tentu saja, dan kalian dengan seenaknya ingin memetik mangga yang masih muda itu?"
"Bu kami....!"
"Cepat pergi dari sini!" Usir ibu itu, dengan mata yang terbuka lebar , karna sudah sangat emosi.
Karena terlalu membuang-buang waktu, dan hasilnya tidak mendapatkan ijin.
Jhon membisikkan sesuatu pada anak buahnya.
"Baik tuan."
Ia kembali beralih pada ibu si pemilik mangga muda.
"Bu, bagaimana jika kami membayar satu mangga muda yang tuan saya petik, berapapun yang anda minta, tuan saya pasti akan membayarnya."
Mendengar penuturan lelaki itu, si ibu menaikan kedua tangannya di pinggang.
"Kalian pikir saya ini kekurangan uang, hingga harus menjual mangga yang masih muda itu?" Si ibu semakin murka.
"Maaf Bu, maksud saya bukan seperti itu, saya....!"
Jhon menepuk bahu lelaki itu, dan menggelengkan kepalanya.
Jhon sudah tidak bisa sabar.
ia memicingkan matanya menatap lekat ibu bertubuh gempal yang ada di hadapannya.
Dan Jhon juga sudah memiringkan senyum jahatnya.
Yang di balas dengan tatapan tidak kalah sinis dari ibu itu.
Dua pasang bola mata dari dua generasi yang berbeda, sudah saling bertemu. Memercikkan api yang Sudah siap untuk membakar satu sama lain, jika tidak segera di cegah.
Anak buah Jhon, khawatir jika tuannya lepas kendali.
"Tuan, jangan! Kita bisa menggunakan cara lain untuk mendapatkannya,"bisik anak buahnya Jhon.
Iya tau apa yang hendak di lakukan tuannya itu, maka cepat-cepat ia menenangkan Jhon.
"Cara lain?"
"Iya tuan, serahkan semuanya pada saya, saya sudah sangat berpengalaman dalam hal ini." Yakinnya.
Jhon mengangguk, tanda setuju.
"Pergi kalian dari sini, dengan cara apapun kalian membujuk, saya tidak akan mengijinkan mangga muda itu di petik."
BRAK!.
Setelah memaki, si ibu langsung masuk dan membanting pintu rumahnya dengan sangat kuat.
"Berani sekali dia!" Gerutu Jhon.
"Yang sabar tuan, ini ujian untuk mendapatkan sesuatu yang sangat Nona Luna inginkan."
Dan
Kedua lelaki yang gagal mendapat ijin itu, menjauh dari rumah si pemilik mangga.
Jhon hendak menuju mobilnya kembali.
"Tuan, anda mau kemana?"
..."Tentu saja mencari pohon mangga lain, kau bilang ada cara lain untuk mendapatkannya bukan? Jadi! Cepatlah waktu kita tidak banyak, harus cepat menemukan pohon mangga yang lainnya jangan sampai membuat Nona Luna menunggu lama." ...
"Tapi tuan, jika kita mencari pohon yang lain akan membutuhkan waktu berjam-jam, dan hanya pohon ini satu-satunya yang ada di dekat sini."
"Lalu! Kenapa kau bilang ada cara lain untuk mendapatkannya? Sudah jelaskan ibu pemilik pohon ini tidak memberikannya?"
"Kita bisa mengambilnya dengan cara lain, tanpa sepengetahuan si pemilik tuan!"
"Kau tadi melarang saya, untuk mengambil secara langsung, malah membuang-buang waktu dengan berdebat dengan orang itu."Maki Jhon.
"Maaf tuan, tapi kali ini saya mendukungnya tuan, Karna tidak ada cara lain, dan anggap saja kita sudah mendapatkan ijin."
Jhon berpikir sejenak, sebenernya dia ragu, tapi tidak ada pilihan lain.
"Baiklah!"Sahutnya.
"Biar saya yang ambilkan untuk tuan, agar dosa ini saya yang menanggungnya."
"Lakukan!"
Titah Jhon.
__ADS_1
Dengan mengendap-endap lelaki itu, kembali mendekati pohon mangga, sambil celangak-celinguk mengamati sekitar, dengan gerakan cepat ia meraih buah yang bergelantungan itu.
Dan tak butuh waktu lama, 1 buah mangga yang sudah menjadi incaran mereka dari awal, sampai dengan sempurna di tangan sang tuan.
Jhon tersenyum puas menatap mangga yang kini ada di tangannya.
"Sekarang kita kembali ke Apartemen."
"Baik tuan."
Dengan wajah sumringah dan merasa bangga kedua lelaki itu berjalan menuju mobil.
Tapi!
Mereka melupakan sesuatu.
Jhon menghentikan langkahnya, sedangkan anak buahnya sudah membukakan pintu mobil untuknya.
"Ada apa tuan?"
"Apa kita melakukan kesalahan?"
"Memang benar tuan, tapi anda tidak perlu khawatir, saya sudah meletakan beberapa lembar uang di pohon mangga itu, anggap saja kita membelinya."
"Bukan itu yang saya maksud!"
"Lalu apa tuan?"
"Siapa yang memetik mangga ini?" Tanya Jhon, sambil menunjukan buah di hadapan lelaki yang sudah membantunya.
"Saya!" Jawab cepat!
"Bodoh! Kenapa kau yang memetiknya, seharusnya saya kan?" Maki Jhon.
"Astaga! Anda benar tuan, lalu apa yang harus Kita lakukan?"
"Apa lagi! Tentu saja harus memetiknya ulang, tapi kali ini biar saya yang melakukan."
Karna kesal, Jhon melempar buah mangga yang ada di tangannya tepat di wajah anak buahnya.
Untung saja berhasil ia tangkap, jika tidak, sudah bisa di pastikan wajahnya akan memar.
Dengan langkah cepat Jhon kembali lagi ke pohon itu di ikuti dengan anak buahnya.
Jhon memperhatikan buah mana yang akan ia petik.
Dalam hitungan 10 detik Jhon sudah menemukannya.
Ia segera mengulurkan tangannya siap untuk mengambil buah itu.
Baru kali ini, Jhon, si tangan kanan Kaisar, memetik mangga secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang pemilik atau lebih tepatnya mencuri.
Tapi naas, sebelum Jhon berhasil memisahkan buah dari pohonnya, si ibu pemilik tiba-tiba keluar dari rumah.
Dan berteriak, yang membuat Jhon terkejut!
"Hey apa yang kalian lakukan? Kalian mencuri? Dasar lelaki tidak punya malu sudah di larang sekarang malah mencuri."
"Kembalikan mangga itu, dasar kurang ajar!" Umpat di ibu.
Sambil meraih sapu ijuk yang tengah bersandar di tembok teras rumahnya.
Dan mengarahkan sapu itu pada Jhon.
Jhon mematung melihat kemarahan si ibu, ia seperti ingin meladeninya.
"Tuan, cepat lari tuan! Ayo cepat!" Ucap lelaki yang menemani Jhon sambil menggerakkan tangannya agar tuanya segera lari.
"Kenapa harus lari? Apa kau takut dengannya, kau payah sekali." Ejek Jhon.
"Masalahnya bukan itu tuan, tapi mau di taro di mana wajah terhormat anda, jika ada yang tau, anda berkelahi dengan ibu-ibu hanya karena sebutir mangga muda."
Akhirnya Jhon sadar.
"Kau benar!"
"Ayo tuan, cepat kita kabur!"
Dengan langkah 1000 dan kecepatan super, Jhon dan anak buahnya lari menghindari ibu itu.
Si ibu coba mengejar, namun tentu ia tidak sanggup mengimbangi larinya kedua lelaki yang sudah mencuri mangga nya.
"Dasar! Lelaki kurang ajar, awas saja jika nanti ketemu akan aku ulek-ulek bareng cabe dan terasi!"
Karna tidak sanggup untuk mengejar, ibu itu kembali ke rumahnya.
Tapi ai terkejut, melihat tumpukan uang di bawah pohon mangganya.
Si ibu meraih uang itu dan menghitungnya.
"Banyak sekali! Ini uang siapa?"
Ibu mengedarkan pandangannya, dan tidak ada siapa-siapa.
Si ibu tersenyum senang, karna mendapatkan Rizki nomplok, setelah buah mangga ada yang mencuri.
Ini bisa di sebut.
Hikmah di balik musibah.
Pikir si ibu.
🍁
Jhon dan anak buahnya, mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karna berlari tanpa henti dan hati merekapun tengah ketakutan.
"Sial!" Umpat Jhon, kesal di tengah-tengah nafasnya yang naik turun.
"Tidak apa-apa tuan, yang terpenting anda berhasil!"
"Kau benar, saya berhasil! Kalau begitu cepat antarkan aku kembali ke Apartemen."
"Baik tuan."
__ADS_1
Dan kedua orang itu pun berlalu.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di Apartemen.
Luna tengah memperhatikan jam dinding sambil menonton televisi.
"Kenapa kak Jhon lama sekali? Padahal dia, dengan percaya diri akan membawa pesanan ku itu dalam waktu 20 menit, tapi ini sudah lebih dari 2 jam dia pergi belum kembali juga." Gumam Luna.
"Apakah sulit untuk mendapatkan mangga muda langsung dari pohonnya?" Tanya Luna, pada dirinya sendiri.
Karna lama menunggu Jhon, Luna memilih pergi ke dapur dan membuka kulkas.
Matanya berbinar menatap buah Apel hijau yang ada di dalam sana.
"Aah... Sepertinya! Sekarang bayi ku menginginkan apel hijau itu."
Dengan cepat Luna meraihnya dan memotong-motong buah itu, lalu kembali ke sofa dan menonton film favoritnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Tak berapa lama Jhon tiba di Apartemen.
Dengan penampilan yang tidak rapi, tapi wajahnya menunjukkan kebahagiaan yang luar biasa, karna ia berhasil mendapatkan pesanan yang istrinya inginkan.
Dengan penuh rasa bangga.
Jhon masuk dengan cepat kedalam unit Apartemennya.
Tapi sebelum itu.
Jhon membalikkan badannya menatap ke arah lelaki yang ikut berjuang dengannya untuk mendapatkan mangga muda.
"Apa menurutmu saya ini hebat!" Tanya Jhon.
"Tentu saja tuan, kehebatan anda sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, bahkan saya sudah memastikan, jika andalah satu-satunya suami hebat di muka bumi ini."
Jhon tersenyum puas.
"Bagus!"
"Tapi Tuan."
"Ada apa?"
"Tidak tuan, saya hanya mengingatkan anda jika anda akan menaikkan gaji saya bulan depan."
"Kau tidak perlu khawatir, gaji mu akan saya naikkan 3 kali lipat dari bulan sebelumnya."
Mata lelaki itu langsung mengeluarkan cahaya bersinar ketika mendengar gajinya akan naik 3 kali lipat.
"Terimakasih tuan!" Berulang kali ia menundukkan kepalanya.
Dan Jhon pun masuk kedalam Apartemen.
Pengawal yang di tugaskan menjaga pintu, tercengang mendengar jika rekan kerjanya akan naik gaji bulan depan.
"Hei, apa yang kau lakukan, sehingga tuan Jhon menaikan gaji mu?"
"Saya sudah berjuang sangat keras sampai di titik tertinggi, untuk membantu tuan Jhon mendapatkan mangga muda pesanan Nona Luna."
"Mangga muda? Jadi kau naik gaji 3 kali lipat hanya karena mangga muda?"
Lelaki itu mengangguk.
"Sial, kenapa tidak aku saja yang menemani tuan Jhon, padahal aku tidak perlu bersusah payah, karna di halaman rumah ku ada beberapa pohon mangga dan semuanya sudah berbuah dengan lebat."Grutu satu pria.
"Kau tenang saja, jika besok-besok Nona Luna kembali menginginkan itu, kau yang langsung bertindak agar gaji mu juga naik."
Pria itu mengangguk.
Dan memanjatkan doa dalam hatinya.
Agar sang Nona setiap hari menginginkan mangga muda.
🍁🍁🍁
Di dalam.
"Luna!" Seru Jhon.
Dengan sedikit berlari karna girang, Jhon menghampiri Luna yang tengah menonton film.
"Kak, kau sudah kembali?"
Jhon tersenyum.
"Tentu saja, dan kau tau apa yang aku bawakan untuk mu?" Ujar Jhon, Sambil menyembunyikan sesuatu di belakang badannya.
"Apa yang kak Jhon bawa?" Tanya Luna.
"Tentu saja yang kau inginkan." Balas Jhon, dengan senyum 1000 Wat, dan yakin jika Luna akan bahagia dan langsung memeluknya.
Sambil mengucapkan!
(Kak Jhon memeng benar-benar suami idaman ku, dan calon ayah yang hebat dan luar biasa, aku sangat-sangat menyayangimu kak)
Kata-kata itulah yang menjadi ekspektasi Jhon.
"Apa?" Luna semakin penasaran.
TARAAAA!!!!
Terikat Jhon, sambil menunjukan sebiji buah mangga, yang ia sembunyikan di balik badan.
Jhon mengangkat tangannya tinggi-tinggi, agar Luna bisa lebih jelas melihat buah itu.
🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘
__ADS_1