
Jhon keluar dari Apartemennya ketika Luna sedang tidur pulas.
Ia menitipkan dan mengerahkan semua penjaga di sekitar Apartemen.
🍁🍁🍁🍁
Tak lama Jhon sampai di depan kediaman Yusuf karna Raka masih tinggal di sana.
Iya tidak mungkin mengetuk pintu rumah orang di tengah malam seperti ini.
Jhon mengirimkan pesan pada Raka lewat ponselnya.
Jangan ada yang bertanya Jhon mendapatkan Nomor ponsel Raka dari mana, karna itu bukanlah sesuatu yang sulit bagi seorang Jhonatan.
Raka yang memang saat ini belum tidur, karna tengah galau membuatnya Sulit untuk memejamkan mata.
Ting..!
Bunyi pesan masuk, dan dalam hitungan detik Raka sudah membaca pesan itu.
Tau siapa si pengirim pesan, Raka segera keluar dari Rumah.
Kini Raka sudah benar-benar berdiri di hadapan lelaki yang menjadi suami wanita yang ia cintai.
Saling berhadapan dan bertatapan.
"Selamat malam tuan Jhon!" Sapa Raka terlebih dahulu.
"Selamat malam."Sahut Jhon.
"Apa yang membawa anda tengah malam begini menemui saya, pasti ada sesuatu yang sangat penting bukan?"
"Tentu saja, jika ini tidak penting, tidak mungkin saya membuang-buang waktu untuk menemui anda."
Raka tersenyum kecil, mendengar penuturan Jhon.
"Apa anda ingin bicara di sini atau di dalam?"
"Tentu saja di sini, karna ini soal kita berdua, saja tidak ingin mengganggu Tuan dan Nyonya Yusuf yang tengah beristirahat."
"Baiklah."
Jhon memajukan langkahnya mendekati Raka.
Tanpa basa-basi, Jhon langsung pada inti dan maksud tujuannya datang menemui Raka.
"Luna istri saya."
Raka mengerutkan keningnya.
"Tanpa Anda beri tahupun saya sudah mengetahuinya tuan."
"Bagus! Jadi saya tidak perlu berpanjang lebar menjelaskan pada anda, dan saya yakin jika anda sudah tau maksud kedatangan saya ke sini."
Ya tanpa di beritahu pun, Raka sudah tau jika Jhon mengetahui ia menyukai Luna.
"Apa anda Takut tuan Jhon?"
"Hahaha....! Takut? Kata itu tentu tidak pernah berlaku bagi saya."
"Jika anda tidak takut, lalu untuk apa anda datang menemui saya, saya sangat paham dan tau tujuan anda datang kesini."
Jhon menajamkan matanya menatap dalam Raka.
"Saya hanya bermaksud memperingati Anda"
"Untuk apa? Untuk menjauhi Luna? Sepertinya anda takut sekali jika Luna juga akan mencintai saya."
"Jaga ucapan anda! Saya masih berbaik hati dengan memperingati anda dengan cara seperti ini, Karan anda adalah adik Nona Lisa, andai anda tidak memiliki hubungan apapun dengan Nona Lisa, tentu saya sudah memperingati anda dengan cara yang lain." Tegas Jhon.
"Apa taun Jhon tengah mengancam saya?"
"Saya tidak bermaksud mengancam, tapi jika anda merasa terancam, itu malah lebih bagus, agar anda tau apa yang harus anda Lakukan tuan Raka."
"Tuan Jhon, saya rasa ada keraguan dalam diri anda pada Luna."
"Apa maksud anda, anda jangan berbicara yang tidak anda ketahui tentang saya, Karana Sayalah orang yang paling mengerti dan tau seperti apa Luna."
"Jika anda tau seperti apa Luna, tentu anda tidak akan mungkin mendatangi saya seperti ini, agar saya menjauhi Luna, anda seperti ini karena anda takut jika Luna berpaling dari anda kan? Memeng saya belum lama mengenal Luna tapi saya sudah sangat tau dan mengerti seperti apa Luna, dia tidak akan pernah mengkhianati atau berpaling dari orang yang ia sayangi dan yang menyayanginya hanya karena lelaki seperti saya."
Raka memajukan langkahnya, hingga membuat mereka berdua sangat dekat sekali, lalu Raka melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Anda jangan khawatir tuan, saya tidak akan merebut ataupun memaksa Luna untuk membalas cinta saya, karena sebenarnya dia pun tidak mengetahui perasaan saya, tapi jika anda meminta saya untuk tidak mencintai Luna, maaf, saya tidak bisa melakukanya, saya akan tetap mencintai Luna meskipun saya tidak akan pernah bisa memilikinya sampai kapanpun."
"Kurang ajar!"
Jhon mencekram kerah kaos yang di kenakan Raka, dan tangan satunya lagi sudah mengepal dengan sempurna siap untuk memberi Sampel pada wajah Raka.
Tapi lagi-lagi Jhon harus menahannya, dengan alasan, Raka adalah adik Nona Lisa istri dari tuannya.
Raka menghempaskan tangan Jhon.
Lalu memasang senyum di bibirnya.
"Anda tidak perlu membuang-buang tenaga dengan melakukan kekerasan seperti ini tuan, saya menghormati anda karena anda adalah sahabat sekaligus keluarga dari Kaisar suami kak Lisa, dan anda pun tidak perlu khawatir karena saya tidak akan berbuat curang dan memaksa, atau merebut Luna dari anda karena saya tahu Luna bahagia bersama anda tuan Jhon."
Jhon mendengus kesal.
Lalu tiba-tiba ia bertanya hal yang tidak terduga.
"Seperti apa anda mencintai Luna?"
Raka cukup terkejut dengan pertanyaan dari Jhon, tapi ia langsung menjawabnya dengan yakin.
"Lebih dari saya mencintai diri saya sendiri."
Meskipun terdengar tidak masuk akal, karena Raka hanya baru beberapa Minggu mengenal Luna, tapi itulah kenyataannya Raka memang benar-benar sangat mencintai Luna lebih dari dirinya sendiri.
Itulah yang namanya Cinta, menyapa, membahagiakan dan melukai siapapun yang ia kehendaki.
Tanpa memilih siapa yang ia sapa dan buat bahagia, dan siapa juga yang ia lukai hatinya.
Karena Cinta sesungguhnya tidak pernah berpihak pada siapapun, Cinta mecari targetnya secara Random. Tanpa pilih-pilih, dan bisa menyakiti siapapun tanpa ia tau orang itu sanggup atau tidak.
🍁
Dan entah apa lagi yang mereka berdua bicarakan, karena itu menjadi rahasia.
Mereka menyudahi pembicaraan serius yang memakan waktu lebih dari 60 menit itu, dan beruntung sekali tidak ada baku hantam dan pertumpahan darah di sana, seperti yang Lisa khawatirkan.
🍁🍁🍁🍁
Jhon kembali ke Apartemennya.
Ia menatap lekat Luna yang masih tertidur.
"Aku berjanji, akan selalu membahagiakan mu, dan anak kita, tapi kenapa aku takut dan merasa jika aku tidak bisa melakukan itu." Gumam Jhon.
Lalu ia tertidur di samping Luna.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya.
Sebelum berangkat berlibur, Lisa meminta pada Kaisar untuk bertemu dengan Raka terlebih dahulu.
Setelah mendapatkan ijin dari sang suami, Raka datang ke Mansion untuk memenuhi keinginan kakaknya.
Lisa memasang wajah yang sangat serius di hadapan Raka, dan Raka sudah menduga jika pasti kakaknya itu sudah mengetahui masalahnya.
"Apa benar gadis itu Luna?" Tanya Lisa, pada Raka.
Saat ini mereka tengah berada di taman belakang Mansion, Lisa senaja mengajak Raka kesana agar pembicaraannya tidak di dengan Kaisar.
Padahal Kaisar sudah mengetahui sebelum ia bicara, tapi Kaisar berpura-pura tidak tahu apa-apa, dan sebab itu jugalah Kaisar menunda beberapa jam keberangkatan mereka dan mengijinkan Lisa untuk menemui Raka, agar istrinya itu tidak gelisah dan cemas lagi karena memikirkan adiknya.
Kaisar jugalah yang meminta Jhon, malam itu untuk tidak melakukan sesuatu, apa lagi sampai melukai Raka, karena jika itu terjadi sudah bisa di pastikan Lisa akan sedih dan terpukul.
Raka mengangguk.
"Iya kak."
Lisa menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan, lalu kembali berkata pada Raka.
"Raka, kakak tidak melarang mu untuk mencintai siapapun, tapi tolong jangan Luna."
"Kenapa? Apa kakak juga seperti Jhon, takut jika aku akan merebut Luna, atau Luna akan memilih ku."
"Apa Jhon! Jadi Jhon sudah mengetahuinya?" Panik Lisa.
"Iya, dan semalam ia menemui ku."
"Astaga Raka, inilah yang kakak takutkan."
__ADS_1
Lisa beranjak dari duduknya, dan menangkupkan tangan ke wajah Raka untuk memeriksa, apa ada Luka-luka atau memar-memar di wajah itu.
Tidak ada!
Lalu beralih pada tangan Raka, memastikan jika tangan itu dalam keadaan baik-baik saja tidak lecet, terluka atau mungkin patah.
Tidak juga!
Lalu Lisa memutar tubuh Raka, untuk kembali memastikan,tapi sebelum Lisa memutarnya seperti roda, Raka terlebih dahulu menghentikan aksi kakaknya.
"Sudah kak, aku tidak apa-apa, kenapa kakak seperti ini?"
"Raka, kau yakin tidak terluka? Jhon tidak memukul mu kan?"
"Tentu saja tidak, apa alasan dia memukul ku, dan Jika sampai ia memukulku akan aku masukkan dia di penjara, dengan begitu aku bisa mendekati Luna."
"Raka! Jangan bicara seperti itu!"bentak Lisa.
"Maaf, aku hanya bercanda kak."
"Raka tidak ada kata bercanda jika sudah menyangkut Jhon dan Luna, Kaka ingin bicara serius dengan mu."Tegas Lisa.
"Baik kak."
Dan Lisa pun bicara, dan meminta Raka untuk menjauhi, dan mengubur dalam-dalam rasa cintanya pada Luna.
Sama seperti jawabannya pada Jhon, jika ada yang memintanya untuk melupakan dan jangan mencintai Luna, dengan tegas Raka akan berkata, Tidak bisa!
Tidak ada yang bisa memaksa dan memintanya untuk tidak mencintai Luna, dan sampai kapanpun dia akan tetap mencintai Luna, meskipun tidak bisa memilikinya.
"Maaf kak, aku tidak bisa menuruti permintaan kakak, mintalah sesuatu yang lain, tapi Jangan pernah meminta ku untuk tidak mencintai Luna."
"Raka, jika itu tetep kau lakukan, itu hanya akan menyakiti hatimu."
"Tidak kak, aku akan bahagia jika Luna bahagia, dan aku juga berjanji tidak akan pernah merusak hubungan Jhon dan Luna, kakak bisa pegang janji ku untuk itu, tapi aku tidak akan pernah berhenti mencintai Luna, tolong biarkan aku mencintainya dalam diam."
Lisa memeluk Raka.
Ia sungguh kasihan pada nasib cinta adiknya itu.
🍁🍁🍁🍁
Raka berpamitan pada Lisa dan Kaisar.
Sebelum Raka masuk ke dalam mobilnya, Kaisar berbicara terlebih dahulu dangan Raka.
"Aku memaafkan mu yang telah berani memelukku istriku, karena saat ini kau sedang bersedih dan butuh perhatian."
Rupanya Kaisar memperhatikan Lisa dan Raka, di taman tadi, bahkan ia pun mendengar semua percakapan mereka berdua.
Tapi.
Raka bingung dengan perkataan Kaisar.
"Apa maksud kak Kaisar?"
"Aku tidak suka jika ada yang menyentuh apa lagi sampai memeluk istriku, sekali pun itu kau, adiknya."
Raka tersenyum.
"Sepertinya kak Kaisar, sangat mencintai kak Lisa."
"Tentu saja, dan begitupun dengan Jhon."
Raka terdiam, dan ia mulai paham arah pembicaraan Kaisar.
"Kak Kaisar tidak perlu khawatir, aku tau diri, jadi aku tidak akan menggangu hubungan mereka dan aku pun sudah berjanji untuk itu pada kak Lisa, jadi aku tidak akan pernah mengingkarinya."
"Raka, aku tidak akan memintamu untuk tidak mencintai Luna, karena itu sudah menjadi hak mu sepenuhnya, sama sepertiku, aku juga tidak akan pernah bersedia dan rela jika di minta untuk tidak mencintai Lisa, bahkan aku akan memotong lidah siapapun yang mengatakan dan memintaku untuk tidak mencintai Lisa,"Kaisar mendekat dan menepuk bahu Raka.
"Tapi, bersikaplah sebagai lelaki sejati, dan kuat, aku tau kau pasti mengerti maksudku kan?"
"Aku mengerti kak, Terimakasih, dan terimakasih juga karena kak Kaisar sangat menyayangi dan mencintai kak Lisa, tolong jaga kakak ku baik-baik, lusa aku akan kembali ke negara xxx."
"Tanpa kau minta pun aku sudah sangat baik dalam menjaga kakak mu."
Dan Raka pun benar-benar berlalu dari Mansion Kaisar.
🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🤗
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘