Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 90. Berita kematian Anggel


__ADS_3

"Mas, kau mau kemana?" Tanya Lisa.


"Aku keluar sebentar sayang." Sahut Kaisar.


"Bukankah hari ini aku sudah di perbolehkan pulang?"


"Iya, nanti sore kita kembali ke Mansion, sekarang mas pergi dulu sebentar karena ada beberapa urusan yang harus mas kerjakan."


Lisa mengangguk.


"Baik, tapi mas bukankah mas juga sedang dalam masa pemulihan kamu harus banyak istirahat mas."


"Mas sudah sehat,"ucap Kaisar sambil mendekati Lisa.


Cup .


Kaisar mencium istrinya itu.


"Mas pamit, Sintia, yang akan menemani mu sampai mas kembali."


"Iya mas!"


Dan Kaisar pun segera keluar dari kamar rawat Lisa.


🍁


"Ingat, jaga istri ku baik-baik jangan biarkan siapapun masuk kedalam kamarnya, terkecuali nama-nama yang sudah aku berikan daftarnya."


"Baik tuan."


Setelah menegaskan itu semua Kaisar berlalu ke mobilnya karena sudah ada Jhon yang menunggunya di sana.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Tuan Kaisar, dan tuan Jhon dalam perjalanan menuju kemari, cepat siapkan wanita itu."


"Baik."


Pria berbaju serba hitam itu memasuki kamar Anggel.


Ia melihat Anggel masih dengan posisi seperti sebelumnya, tengah berbaring.


Pria itu mendekat.


"Hey! Kenapa kau tidak memakan makanan mu!" Tanya pria itu, setelah mendapati piring yang ia bawa masih terisi penuh dengan makana bahkan belum tersentuh sama sekali.


Namun lagi-lagi Anggel tidak menjawabnya, membuat pria itu penasaran.


Ia mulai menggerakkan tangannya untuk membangunkan Anggel, dengan ragu-ragu pria itu mengguncang kecil tubuh Anggel.


.


Namun tidak ada respon sama sekali dari Anggel.


Pria itu mulai merasa ada yang tidak beres.


"Hei. Bangun!" Ia lebih keras mengguncang tubuh Anggel. Karena penasaran pria itu membalik badannya Anggel yang dalam posisi membelakanginya.


"Astaga!" Pria itu terkejut, melihat mata Anggel yang terbuka lebar, namun ia tidak bergerak.


Dengan panik pria itu segera keluar dari kamar.


"Gawat .... Ini gawat." Ucapannya dengan nafas yang memburu.


"Kau kenapa? Apanya yang gawat?"


"Wanita itu, tewas!"


"Apa! Kau Jangan main-main!"


"Tidak! Kau lihat saja sendiri."


Rekanya itu segera masuk ke dalam kamar Anggel.


Tak berapa lama ia pun keluar, dengan panik .


"Kau benar, wanita itu mati!"


"Lalu bagaimana ini, tuan Kaisar pasti akan marah besar pada kita."


Kaisar marah bukan karena peduli pada Anggel. Tapi justru ia ingin menghabisi Anggel dengan tangannya sendiri.


"Kita hubungi tuan Jhon saja, dia akan mendengarkan penjelasan kita, dari pada tuan Kaisar yang pasti akan langsung ngamuk pada kita."


Mereka menghubungi Jhon, namu tidak di jawab. Mungkin karena Jhon tengah mengendarai mobil.


Tak lama, mobil yang di kendarai Jhon untuk mengantarkan Kaisar, tiba di apartemen Anggel.


Dengan cepat Jhon dan Kaisar memasuki apartemen itu.


Setelah menaiki lift Kaisar dan Jhon sampai di lantai 7 tempat Anggel berada.


"Selamat datang tuan Kaisar, tuan Jhon!" Sapa mereka seraya menundukkan kepalanya, tapi dengan tangan dan badan yang bergetar.


Jhon menyadari itu.


"Katakan ada apa?" Tanya Jhon.


"Maafkan kami tuan! Tawanan kita terlah tewas."


"APA!" Jhon dan Kaisar sama-sama terkejut.


"Bagaimana bisa!"


"Kami tidak tau tuan, tiba-tiba wanita itu mati tapi sungguh tuan kita tidak melakukan apapun pada nya."


Jhon dan Kaisar segera memasuki kamar Anggel.


Anggel tengah tergeletak di sana, dengan mata terbuka.

__ADS_1


Setelah mengecek semua Jhon beranjak dari sana.


"Tuan, nona Anggel sudah meninggal dan kemungkinan besar ia di habisi atau melakukan bunuh diri."


"Sial! Aku keduluan." Umpat Kaisar.


Kaisar mendekati jasad Anggel, ia melihat ada bekas jeratan tali di leher Anggel.


"Dia tidak bunuh diri, tapi di bunuh." Gumam Kaisar, tapi terdengar sangat jelas di telinga Jhon.


"Din bunuh!"


Kaisar mengangguk.


"Cepat kau interogasi semua pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Anggel." Titah Kaisar.


"Baik tuan!"


Jhon segera keluar dari kamar itu dan mengumpulkan semua anak buahnya.


Jhon mengintrogasi semua anak buahnya, mereka semua mengaku tidak melakukan apapun pada Anggel apa lagi berani membunuhnya, Jhon dapat menyimpulkan bahwa yang melakukan ini adalah orang yang membenci Anggel. Tapi kenapa orang itu bisa masuk ke apartemen ini, bukankah Jhon sudah memberikan penjagaan super ketat di area ini.


"Sudah pasti ini kelalaian mereka, Jhon cepat hukum mereka karena gagal menjaga mangsa terbesar ku, dan cepat temukan siapa yang berani mendahului ku itu." Geram Kaisar.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Di mana Anggel, kenapa ponselnya tidak bisa di hubungi, dan mengapa Lisa malah ada di rumah sakit! Apakah anak itu gagal untuk membunuh Lisa." Gumam Julia, yang tengah menggenggam erat ponselnya.


"Benar-benar tidak bisa di andalkan! Apakah aku harus turun tangan sendiri!" Sambungnya.


Julia kehilangan komunikasi dengan Anggel, setelah Anggel memberi tahu lokasi eksekusi Lisa.


Tapi bukannya kabar kematian Lisa yang ia dengar. Malah Anggel menghilang, Lisa justru selamat dan sekarang baik-baik saja di rumah sakit.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kaisar nampak sangat kesal, karena ekspetasinya hancur begitu saja, siapa yang berani mendahuluinya.


"Tuan!"


"Bagaimana apa kau sudah menemukan orang yang membunuh Anggel?"


"Belum tuan."


"Dasar! Semuanya tidak berguna menjaga satu orang saja kalian tidak becus, kalian tahu bukan, jika aku gagal mengeksekusi mangsa ku harus ada pelampiasan untuk ku." Ucap Kaisar, dengan mata yang memerah dan rahang yang mengeras.


Semua menciut dan takut, karna ini bukan rahasia lagi, semua anggota mereka tau se bengis apa Kaisar, kata-katanya tidak main-main, jika dia gagal mengeksekusi target terbesarnya, Kaisar sudah pasti akan mencari pelampiasan pada anak buahnya.


"Maafkan kami tuan!" Mereka menunduk mohon ampun, ketika mata Kaisar mengarahkan pada mereka.


.


Jhon tidak bisa membiarkan ini terus-menerus terjadi.


"Tuan, nona Lisa, menghubungi saya ia ingin bicara pada anda." Keberuntungan besar bagi mereka karena di saat yang tepat Lisa mengirimkan pesan pada Jhon.


Jika sudah menyangkut Lisa, sudah pasti Kaisar tidak akan menunda-nunda lagi.


"Halo! Ada apa sayang!" Suara selembut sutra Kaisar keluarkan untuk wanitanya itu.


{"Mas! Kamu di mana? Arga menangis mas karna aku tidak pulang, bagaimana kalau aku pulang sekarang saja aku benar-benar sudah sehat mas, biar Sintia, yang akan mengantarkan aku pulang."}


"Tidak! Kau tunggu di situ, mas segera ke rumah sakit dan akan mengantarkan mu pulang." Sepertinya Kaisar trauma membiarkan Lisa kembali ke mansion tanpa pengawasan nya.


{"Baik, mas."}


Panggilan terputus.


Seperti mendapatkan air sejuk di tengah gurun pasir yang tandus.


Para pengawal Kaisar terlihat sangat lega, mendengar kata [ Mas, akan segera kesana] itu artinya si kejam ini akan benar-benar pergi dari hadapan mereka, semoga saja nona Lisa dapat selalu menahan tuannya untuk tidak keluar menemui mereka. Batin para anak buahnya Kaisar.


"Jhon, kau urus semuanya terutama jasad Anggel, dan kalian harus bisa secepatnya menemukan siapa pembunuh Anggel sebenarnya, aku harus ke rumah sakit sekarang." Titah Kaisar.


"Baik tuan."


Entah sudah se lega apa Jhon saat ini.


Pergilah tuan, dan jangan kembali dulu untuk sementara waktu.


Kaisar segera berlalu meninggalkan mereka, lupa sudah niatnya ingin melampiaskan kemarahannya pada para anak buahnya.


Jhon beralih pada para anak buahnya.


"Kalian beruntung sekali!"


Mereka hanya bisa tersenyum, dan mengangguk mendengar ucapan Jhon.


Ya mereka hari ini terselamatkan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya.


Kabar mengejutkan! menggegerkan kota itu.


Di mana sebuah media memberitakan, penemuan mayat wanita di dalam apartemennya sendiri.


Wanita tersebut bernama ANGGELINA. yang tinggal di sebuah apartemen mewah yang ada di kota itu, kemungkinan besar wanita itu tewas karena di bunuh.


Lisa yang menyaksikan berita itu. menjatuhkan diri di sofa, pikirannya melayang.


Anggel meninggal? di bunuh! mas Kaisar, tidak mungkin ini perbuatannya kan .


Lisa jadi teringat, ketika ia di rumah sakit, Kaisar berpamitan untuk pergi.


"Tidak! tidak mungkin mas Kaisar sekejam itu pada seorang wanita" Gumam Lisa.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Berita kematian Anggel pun sampai ke telinga Julia, ia benar-benar terkejut mendapati berita kematian Anggel.


Seketika tubuh Julia melemas bagai tidak bertulang.


"Bagaimana ini? bagaimana cara ku menjelaskan pada orangtuanya." Ketakutan mulai menjalar ke seluruh tubuh Julia, pikiran buruk dan kemungkinan buruk sudah tergambar jelas di bayang-bayang nya.


"Aku harus, ke rumah sakit, aku harus memastikan bahwa itu benar Anggel atau bukan."


Julia segera berlalu, menuju rumah sakit tempat jasad Anggel di semayamkan.


Dia sungguh berharap jika itu bukan Anggelina.


Tak lama Julia sampai di rumah sakit, ia di antara oleh seorang suster ke kamar jenazah.


.


Setelah suster membuka penutup kain putih yang menutupi seluruh tubuh Anggel.


Julia terkejut, dia benar sudah tidak tau harus berbuat apa.


Dia benar-benar Anggel.


Orangtua Anggel lah, yang sulit untuk di hadapi Julia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain, seorang lelaki tersenyum sangat puas dengan berita yang tengah ia tonton saat ini.


"Sekarang giliran mu Kaisar, dan aku sudah mempersiapkan semuanya." Gumam Firman.


Ya. Dia adalah Firman.


🍁🍁🍁🍁


"Tuan, berita kematian nona Anggel sudah tersebar ke seluruh kota." Ucap Jhon, yang kini tengah berada di ruangan Kaisar.


"Lalu!"


"Bagaimana jika nona Lisa, melihat berita itu?"


"Apa maksud mu Jhon?"


"Tuan, saya khawatir jika nona Lisa, mempunyai kesimpulan bahwa anda yang telah membunuh nona Anggel."


Kaisar terdiam.


Memang benar jika dia berniat menghabisi nyawa Anggel.


Tapi kali ini dia tidak melakukannya, dan bagaimana jika Lisa menuduh dan marah padanya.


Pikiran Kaisar mulai tidak tenang.


"Kau benar Jhon, lalu apa yang harus aku lakukan?"


"Segera memberi penjelasan pada nona Lisa!" Sahut Jhon.


"Penjelasan?"


"Betul, jika anda diam saja tidak mengatakan apapun, nona Lisa akan lebih marah dan mencurigai anda."


"Baiklah, aku akan segera pulang sekarang."


Kaisar segera bangkit dari kursi kerjanya, baru saja dia bekerja setelah lama absen kini baru juga beberapa menit dia bekerja sekarang sudah pergi lagi.


Untung saja ini perusahaan miliknya.


Grutu Jhon.


"Kau di sini saja Jhon, urus semua perkerjaan ku." Titah Kaisar sebelum keluar dari pintu ruangannya.


Jhon menganggukan kepalanya.


"Baik tuan."


Kaisar melajukan mobilnya, menuju mansion .


Lisa tidak boleh lagi salah paham padanya.


🍁🍁


Tak berapa lama Kaisar sampai di mansion.


Ia segera masuk kedalam.


"Tuan, anda sudah kembali." Sapa bi Lilis.


"Dimana Lisa?" Tanya Kaisar.


"Di kamar tuan, bersama den Arga." Sahut bi Lilis.


Kaisar dengan cepat menaiki anak tangga satu persatu.


CKLEK ....


Tanpa mengetuk, Kaisar membuka pintu kamar itu.


"Sayang!"


Lisa dan Arga yang tengah bermain-main, Terkejut dengan kedatangan Kaisar.


"Papah sudah pulang!" Seru Arga dengan girang.


"Mas, kau sudah pulang?"


Kaisar mengangguk.


"Iya sayang."


Dan segera menggendong putra kecilnya itu.

__ADS_1


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁


__ADS_2