
Pagi hari.
Ada dua raut wajah yang berbeda menghiasi kamar yang semalam menjadi saksi bisu pertempuran pasangan suami istri yang baru menunaikan tugas pertamanya.
Yang satu memasang wajah segar, dan berseri-seri, karna telah berhasil mencapai misinya.
Hingga membuat ia bersemangat menyambut pagi dan berangkat untuk bekerja.
Ia harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, agar ia bisa cepat pulang dan memeluk istrinya kembali.
Sedangkan sang istri, di matahari yang sudah tinggi seperti ini, ia masih setia dengan selimut tebalnya. Dan enggan untuk membuka matanya, mungkin dia terlalu lelah untuk pertama kalinya.
Jhon menyingkap selimut yang masih menutupi badannya Luna.
"Kau masih ingin tidur?" Tanyanya sambil mendekatkan wajahnya.
"Tidak! Aku harus segera bangun, karena jam 8 nanti akan ada pertemuan dengan teman ku." Luna yang masih memejamkan matanya.
"Tapi ini sudah jam 9."
"Apa! Jam 9!"
Luna bangun dan membuka matanya lebar-lebar, dan menatap jam dinding yang terpampang di tembok berwarna putih yang ada di kamar itu.
"Kenapa kak Jhon, tidak membangunkan ku?"
Bukannya menjawab, tapi Jhon malah memperhatikan Luna.
Luna yang mengerti arah pandang Jhon, segera menarik selimut dan menutup tubuhnya yang masih polos.
Dasar! ceroboh sekali kau Luna! lihatlah matanya sampai tidak berkedip sedikitpun menatap aset berharga mu ini, bukankan dia sudah puas menatap bahkan menyentuhnya semalaman.
"Kau terlihat lelah sekali, maka dari itu aku tidak membangunkan mu, apa kau se lelah itu?" Akhirnya Jhon menjawab.
Tapi pertanyaan Jhon kembali mengingatkan Luna dengan kejadian semalam, ia sudah memberikan segalanya untuk Jhon dan ia juga sudah sepenuhnya milik lelaki yang menikahinya secara mendadak.
Luna tersenyum, ketika mengingat kejadian semalam. Meskipun nyeri tapi Luna bahagia karena di sepanjang pertempuran mereka Jhon selalu mengatakan (Aku menyayangi mu dan aku mencintaimu mu) aaah... Rasanya Luna di bawah terbang ke angkasa raya oleh lelaki itu.
"Kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu?"
Luna menggeleng.
"Tidak apa-apa, aku harus segera ke Resto kak."
Kemudian ia segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Luna mandi, Jhon membuat sarapan untuk mereka berdua.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di Mansion.
"Mas, kau tidak bangun? Ini sudah siang mas kau tidak ke kantor?" Lisa tengah membangunkan Kaisar yang masih tertidur.
Lelaki itu tengah ngambek dan uring-uringan, karena semalam ia gagal melewati malam indah bersama Lisa, sungguh sangat berbeda dengan Jhon, kasihan sekali!
"Mas!" Lisa kembali membangunkan Kaisar.
Dia kalau sudah ngambek lebih-lebih dari Arga.
Semenjak Lisa hamil, Kaisar menjadi lebih sensitif dan suka ngambek tidak jelas. Mungkin itu bawaan bapak yang tengah ngidam.
Semalam tugas hebatnya di ganggu total oleh Arga. Karena anak Itu ingin tidur bersama mamahnya dan memeluk adik bayinya yang masih berada di dalam perut Lisa.
"Mas ayo bangun, Jhon pasti sudah menunggu mu di kantor, kau bilang akan ada pertemuan penting kan?"
Dengan malas akhirnya Kaisar pun membuka matanya.
__ADS_1
"Temani aku mandi!" Rengeknya.
Lisa menghembuskan nafasnya.
Ia harus benar-benar ekstrak sabar untuk menghadapi suaminya ini.
"Baiklah!"
Dan mereka berdua pun bersamaan memasuki kamar mandi, dan apakah mereka benar-benar hanya sekedar mandi atau ada kegiatan yang lainnya?
Entahlah! biarkan saja mereka melakukan apapun sesuka hatinya.
🍁🍁🍁🍁
Jhon sudah mengantarkan Luna ke Restorannya.
Dan seperti biasa ia akan menjemput istrinya itu di sore hari.
Baru masuk Resto Luna sudah di kejutkan dengan, wajah girang para karyawannya.
"Ada apa? Kenapa kalian terlihat sangat bahagia?" Tanya Luna, sambil berjalan menuju mejanya.
"Bu lihat ini!" Ucap seorang gadis, sambil menyerahkan sebuah buku yang biasanya berisi pesanan dari para pelanggan.
Luna meraih dan membaca buku itu.
Luna sangat terkejut dengan apa yang ia lihat!
"Apa ini benar?"
"Itu benar Bu, tadi orang itu menghubungi langsung, dan beliau juga ingin berbicara dengan Anda, karena ibu belum datang, jadi orang itu meninggal nomor ponselnya, dan meminta ibu Luna untuk menghubunginya secara langsung."
Menghubunginya secara langsung!
Sebenarnya Luna heran, kenapa orang itu memintanya untuk menghubungi.
Tapi karena rasa senangnya, Luna menampik semua keheranan yang ia rasakan.
Seseorang secara tiba-tiba meminta dan mempercayakan Restoran Luna, untuk menyiapkan semua hidangan di acara pesta besar-besaran yang akan di selenggarakan Minggu depan.
Bagi Resto yang baru saja tumbuh, tentu ini menjadi kejutan dan kebanggaan tersendiri bagi Luna dan para karyawannya.
Tanpa pikir panjang, Luna segera menghubungi nomor ponsel yang di tinggalkan si pemesan.
Setelah beberapa menit Luna melakukan panggilan, ia nampak sedikit bingung dan terdiam untuk berpikir sejenak.
Namun dengan yakin dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, akhirnya Luna pun mengatakan.
"Baik, saya akan datang ke sana! Terimakasih atas kepercayaan anda untuk memilih Restoran kami."
Luna menutup panggilannya.
Ternyata si pemesan ingin bertemu dengan Luna secara langsung!
Dan Luna memenuhi permintaan itu, tapi sebelum ia bertemu dengan pemesan, Luna terlebih dahulu menemui teman-temannya yang sudah ia janjikan akan bertemu di jam 8 pagi, tapi sudah sesiang ini Luna belum pergi menemui temannya.
Luna bergegas keluar dari Restoran, dan meminta para karyawannya untuk menghandle semua urusan yang ada di Resto.
Ia ingin bertemu dan melakukan beberapa pembicara dengan teman-temannya, sebelum bertemu dengan si pemesan.
🍁🍁
Menjelang sore, Luna baru selesai menemui temannya.
Dan saat ini ia menuju tempat yang di sebutkan si pemesan.
"Masih ada waktu 2 jam lagi sebelum kak Jhon datang menjemput ku." Gumam Luna, yang saat ini tengah berada di dalam taksi Online.
__ADS_1
Luna memang berasal dari keluarga yang kaya-raya, kekayaan orang tuan sudah tidak perlu di pertanyakan lagi.
Tapi Luna tidak pernah memanfaatkan kekayaan keluarganya, ia ingin menjalani kehidupan dengan usaha dan caranya sendiri.
Seperti saat ini, Luna tidak pernah menggunakan fasilitas yang Yuda berikan padanya.
Sama seperti Jhon.
Ia juga menolak semua pemberian sang Tuan, di luar dari gajinya sebagai sekretaris Kaisar.
Ia memiliki pendirian yang sama dengan Luna akan berjuang dan sukses dengan usaha dan kerja keras mereka sendiri!
🍁🍁🍁
Beberapa puluh menit berlalu Luna sampai di depan sebuah hotel yang cukup jauh dari Restonya.
Luna mengedarkan pandangannya memperhatikan sekeliling.
"Apa aku tidak salah datang ke sini!" Ragu Luna.
Sebelum melangkah kakinya memasuki hotel itu, Luna membuka Tasnya.
Ia bermaksud memberi tau Jhon jika dia ada di tempat itu, dan ingin bertemu dengan seseorang yang akan menjadi pelanggan Restonya.
Di sambungan pertama dan kedua Jhon tidak mengangkat panggilan dari Luna.
Sepertinya ponsel Jhon dalam mode Silent. Karna hari ini Kaisar akan melakukan pertemuan penting dengan rekan bisnisnya, dan sudah pasti Jhon pun ikut serta bersama Kaisar.
Akhirnya Luna hanya mengambil foto halaman depan Hotel sederhana itu lalu ia mengirimkannya pada Jhon, tanpa Caption apapun.
Karna ia terburu-buru harus segera menemui orang yang akan menjadi langganannya, dan segera kembali ke Resto sebelum Jhon datang menjemput!
Luna memasuki pintu utama Hotel
Sebelum Luna menuju meja Resepsionis.
Seseorang menghampirinya terlebih dahulu.
"Selamat siang Nona! Ada yang bisa saya bantu?" Ucap seseorang wanita yang berseragam hitam dan putih.
Yang Luna Pastika jika wanita itu salah satu petugas Hotel.
"Selamat siang! Saya ingin bertemu dengan ibu Sarah, beliau meminta saya untuk menemuinya di hotel ini." Balas Luna, dan mengutarakan maksud tujuan utamanya.
Wanita itu tersenyum.
"Apa anda yang bernama Nona Luna?"
"Iya benar, saya Luna, dari Restoran Cempaka."
"Kalau begitu, mari saya antar, Nyonya Sarah sudah menunggu anda!"
"Maaf, apa tidak sebaiknya jika saya bertemu dengan beliau di sini saja?" Totak Luna.
"Nyonya Sarah, sedang dalam kondisi kurang sehat, oleh karena itu beliau meminta saya untuk menunggu anda dan mengantar ke kamar beliau."
Sebenarnya Luna ragu, namun lagi-lagi ia menepis semua keraguan itu.
Tidak apa-apa Luna, toh aku bertemu dengan seorang wanita kan!
Luna pun mengikuti wanita itu, menuju lantai dua Hotel tersebut!
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️😘
__ADS_1