
"Sudah mas, biarkan saja dia di sini."
"Kau yakin?"
Lisa mengangguk.
"Aku yakin mas."
"Tapi kamu tetep di sini saja temani mas, tidur." Rengek Kaisar dengan manja.
"Iya,"ucap Lisa, di sertai ciuman di pipi Kaisar.
Sepertinya Lisa tengah memanasi Anggel yang tengah terduduk di sofa sana.
Dan ini kesempatan bagus bagi sang Kaisar.
"Aku mau ke kamar mandi dulu ya mas." Lisa beranjak dari ranjang itu dan bejalan melewati Anggel.
Lisa memberikan senyum miring pada Anggel seolah ingin menantang mantan kekasih suaminya itu dan di sambut tatap menusuk dari Anggel seolah menyambut tantangan itu.
Selepas kepergian Lisa ke kamar mandi, Anggel bangkit dari duduknya
Ia ingin berperan sebagai pengganti Lisa.
"Kai." Anggel dengan suara super manisnya mendekati Kaisar di ranjangnya.
"Apa?" Jawab Kaisar ketus.
"Kenapa kau bersikap begitu dingin pada ku Kai?"
"Lalu! Kau mau aku bersikap seperti apa? Apa kau mau aku bersikap panas seperti api!"
Anggel tertawa kecil.
"Kau ternyata pandai melucu juga Kai."
Sebenarnya Kaisar sudah sangat muak dengan keberadaan Anggel di situ.
Ini semua karena Jhon, yang melarang ku menghabisi wanita ini.
Tapi ini juga ke untungan baginya, karena jika ada Anggel Lisa akan selalu bermanja-manja padanya.
Istri dinginnya itu seketika berubah, jika ada Anggel yang datang menggoda suaminya.
"Kau sudah makan Kai? aku bawakan makanan kesukaan mu."
"Tentu saja sudah." Lisa yang baru keluar dari kamar mandi, langsung menyahut pertanyaan Anggel.
"Kau tidak lihat ini sudah jam berapa? Tentu saja suamiku sudah makan dan minum obat, sekarang saatnya dia beristirahat."
Anggel tidak memperdulikan ocehan Lisa, ia tetep fokus pada Kaisar yang selalu dia klaim sebagai kekasihnya itu.
Anggel mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag yang ia bawa.
Terlihat di sana ada beberapa makanan dalam kotak makan bersusun, termasuk makanan kesukaan Kaisar. Ikan balado.
"Aku tau dan masih sangat ingat betul, jika kau sangat menyukai ikan balado kan Kai?"ucap Anggel yang tengah menyusun, semua makanan itu di atas meja samping ranjang Kaisar.
"Kau ingat Kai, dulu aku sangat kesulitan ketika pertama kali membuat ikan balado yang kamu minta, tapi untung kau membantu dan menemani ku di dapur hingga aku berhasil membuatnya bahkan sekarang aku sangat pandai membuat ikan balado."
Sepertinya Anggel membalas Lisa dengan cara memanasinya dengan kisah dan cerita masa lalu mereka.
Yang pasti dengan tujuan, membuat Lisa cemburu.
Berhasil! Lisa benar cemburu dengan Anggel, bahkan ingin sekali rasanya ia mencakar-cakar wajah wanita itu. Namun Lisa harus menahannya, ia tidak mau menggunakan cara bar-bar untuk wanita licik itu. Ia mempunyai cara yang cantik untuk membuatnya pergi.
Lisa kembali berjalan menghampiri Kaisar.
"Mas, ayo kita tidur ini sudah larut, kau harus istirahat."
"Bagaimana dengan makanan nya?" Tanya Kaisar berpura-pura, padahal dia juga tidak perduli, tapi ia senang melihat wajah cemburu Lisa.
"Tidak baik, makan makanan berat di jam segini mas." Sahut Lisa. Dan langsung mendorong tubuh Kaisar, agar terbaring kembali di ranjangnya.
"Sayang!" Rengek Kaisar.
"Tidur mas, kau ingin ikan balado? Besok aku buatkan, aku juga bisa hanya sekedar membuat ikan balado,"ucap Lisa, seraya menutup paksa mata Kaisar.
Kaisar tersenyum lebar mendengarnya.
__ADS_1
"Janji!" Ucapnya.
"Iya." Balas Lisa.
"Baiklah, mas akan tidur, tapi! seperti biasa!"
Kaisar menunjuk bibirnya.
Dan Lisa paham itu.
"Aahh .... Kau manis sekali mas, kau memang tidak pernah bisa tidur jika belum aku cium dulu." Ucap Lisa, tapi matanya melirik ke arah Anggel. Yang tengah menggenggam erat tutup kotak makanan yang ia bawa.
CUP. Lisa mengecup bibir Kaisar.
"Lagi?"
CUp... Kali ini di kening..
"Lagi!"
Dia sudah seperti Teletubbies saja.
CUP....
CUP ....
CUP.....
Dan di semua bagian wajahnya.
Kaisar terbahak-bahak dalam hatinya. Jika sedang cemburu seperti ini istrinya.
Kali ini Kaisar yang menangkup wajah Lisa dengan kedua tangannya.
Ia memberikan ciuman pamungkas dan panas pada istrinya, tepat di depan mantan kekasihnya.
"Sungguh memuakkan!" Gumam Anggel yang tidak tahan dengan adegan mereka berubah.
Ia serasa nonton drama Korea secara live di rumah sakit itu.
Tapi seperti, tidak punya malu Anggel masih tetep bertahan di kamar itu.
Ia kembali duduk di sofanya, menyaksikan adegan berikutnya.
Lisa tengah mengusap-usap rambut Kaisar layaknya ia menidurkan Arga. Agar lelaki itu cepat terpejam.
10 menit.
Kaisar sudah tidak bereaksi, sepertinya ia sudah tidur. Menurut Lisa.
Lisa menyelimuti tubuh Kaisar.
Tiba-tiba Anggel menarik lengannya dengan kasar dan membawa Lisa keluar dari kamar rawat Kaisar.
"Lepas!" Lisa menepis tangan Anggel.
"Lisa! Apa-apaan kau menggunakan cara kampungan seperti itu?"
"Apa maksud mu?"
"KAU SENAJA MEMANAS- MANASIKU KAN?" Teriak Anggel.
"Suuutttt.... Bisa kau tenang sedikit? Ini rumah sakit bukan hutan, tidak perlu berteriak-teriak seperti itu."
"Kau!" Kesal Anggel.
"Apa?" Sahut Lisa.
"Kurang ajar!" Geram Anggel yang mengangkat tangannya, untuk menampar Lisa.
Tapi dengan cepat Lisa menangkap tangan itu.
Dan ...
PLAK ....
Tamparan itu berbalik ke wajah mulus Anggel.
Anggel menyentuh pipinya yang memerah, karna tamparan cukup keras dari Lisa.
__ADS_1
"Kau! berani menyentuh ku?" Mata Anggel memerah, ia benar-benar merasa di hina oleh Lisa.
"Memangnya kenapa? jika aku menyentuh mu!"
"Kau berani menantang ku Lisa?"
"Kenapa tidak! tentu saja aku sangat berani."
Anggel semakin murka, ia kembali mengangkat tangannya siap untuk membalas tamparan yang lebih dulu ia terima.
Tapi Lisa lebih cepat dalam bergerak, ia mendorong tubuh Anggel, hingga tersungkur di lantai.
Keributan itu. Mengundang perhatian orang-orang yang masih beraktivitas di rumah sakit.
"Ada apa ini?"
Tanya seorang suster yang berlari kecil menghampiri dua wanita itu.
"Tidak apa-apa suster, dia hanya tergelincir." Sahut Lisa.
"Anda tidak apa-apa nona?" Suster itu meneliti Wajah Anggel yang masih memerah.
Dia tergelincir tapi kenapa pipinya ikut memerah seperti itu.
Lisa membantu Anggel bangun, tapi Anggel menepisnya.
"Nona! nona ini berniat baik ingin membantu anda, tapi kenapa anda malah menepisnya." Ucap seorang ibu-ibu yang memperhatikan mereka.
Lisa tersenyum.
"Tidak apa-apa."
"Suster, tolong bawa dia, aku khawatir jika terjadi sesuatu di kakinya." Ucap Lisa pada Suster itu.
"Baik nona."
Suster itu membantu menuntun Anggel.
Entah sudah seperti apa hati Anggel saat ini, yang pasti ia sangat murka pada Lisa. Otaknya bekerja dengan cepat untuk menyusun rencana-rencana pembalasan pada Lisa.
Sepertinya aku memang harus menggunakan rencana itu untuk Lisa, karna wanita itu berani melawan ku. Tunggu kau Lisa, dalam hitungan jam kau akan merasakan akibat dari perbuatan mu ini.
Anggel terus saja memberi tatapan menusuk pada Lisa.
Sementara itu, Kaisar memperhatikan semua itu dari balik pintu kamarnya, ternyata tadi ia hanya pura-pura tidur, untuk melihat dan memastikan apa yang akan Lisa lakukan pada wanita itu.
Ia cukup bangga pada Lisa, karna sudah jauh lebih berani dari 4 tahun yang lalu. Lisa sudah banyak berubah ia tidak akan bisa di tindas lagi dengan orang lain.
Kaisar cepat-cepat kembali keranjang nya, karna Lisa berbalik hendak masuk kembali ke kamar rawatnya.
BUG .....
"Sial! siapa yang menaruh kursi di sini!" Gerutu Kaisar.
yang karna terburu-buru Takut ketauan Lisa kakinya membentur Kursi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat Lain.
Seseorang tengah terduduk di kursi rodanya.
"Anda sudah membaik tuan!" Tanya pria yang datang menghampirinya.
Ia adalah Firman.
Saat ini, ia pun tengah di rawat di rumah sakit dengan pengawasan yang ketat, hingga tidak ada yang bisa menemukannya, bahkan Jhon sekalipun.
"dokter wanita itu, menitipkan ini pada tuan,"ucap pria itu seraya menyerahkan sebuah amplop putih pada Firman.
Firman meraih amplop itu.
"Saya permisi tuan!"
Firman tak menjawab sedikit pun.
Ia melihat benda yang kini ada di tangannya.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏