Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 74. Fakta mengejutkan


__ADS_3

Malam hari, mereka sampai di mansion sudah ada bi Lilis dan beberapa pengawal menyambut kedatangan nona mereka yang telah lama pergi meninggalkan mansion.


Bi Lilis, dialah orang yang paling bahagia setelah mendapat kabar dari Jhon bahwa Nona Lisa sedang dalam perjalanan pulang ke mansion.


Senyum merekah terukir di wajah wanita paruh baya itu, ia sangat bersemangat dan bahagia menyambut Lisa kembali.


Mobil yang di kendarai Kaisar menepi di halaman mansion, seorang pengawal bergegas membuka pintu mobil itu, dan Kaisar turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk Lisa dan meraih Arga dari pangkuannya.


"Selamat datang tuan, nona."


Sapa mereka seraya menundukkan kepalanya, dan di balas senyuman ramah oleh Lisa.


Mereka melangkahkan kakinya menuju pintu masuk.


"Nona Lisa!" Sapa bi Lilis, dengan mata yang berkaca-kaca menatap wajah Lisa.


Lisa pun menatap wanita yang dulu selalu menemaninya ketika berada di mansion, dan segera ia memeluknya dengan hangat.


"Bagaimana kabar bi Lilis?" Lisa menguraikan pelukannya, dan beralih mencium punggung tangan bi Lilis yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.


"Bibi, baik non. Terimakasih sudah kembali ke Mansion non ." Ucapnya, dengan air mata yang mengalir begitu saja karena sudah tidak mampu lagi untuk di bendung.


"Sudah bi, tolong jangan menangis." Lisa mengusap-usap punggung bi Lilis.


Bi Lilis tersenyum, dan pandangan teralihkan pada Kaisar yang tengah menggendong Arga.


"Ini Arga, putraku." Ucap Lisa seraya mengelus rambut Arga yang masih berada di gendongan Kaisar.


"Putra!" Kejutan bi Lilis. "Jadi anda sudah memiliki seorang putra?" Raut bahagia makin terpancar di wajah Bi Lilis.


Dan di balas anggukan oleh Lisa.


"Dia juga putra ku." Sahut Kaisar, seraya berlalu masuk kedalam Mansion dan menaiki tangga menuju kamarnya.


Sementara Lisa masih dalam suasana temu kangen dengan bi Lilis.


Bi Lilis menceritakan semua tentang Kaisar pasca di tinggal Lisa pergi, membuat Lisa merasa semakin bersalah pada suaminya.


"Terimakasih nona Lisa, memilih kembali pada tuan Kaisar, dan membuat tuan Kaisar kembali bersemangat dan tersenyum di tambah lagi dengan kehadiran den Arga mansion ini pasti akan semakin hidup."


Lisa membalasnya dengan anggukan dan senyum hangat.


Entah benar atau tidak, keputusan untuk kembali pada Kaisar sedangkan ia masih selalu berpikir bagaimana dengan Firman lelaki yang selama ini selalu melindungi dan menjaganya dan Arga.


"Sayang, kenapa kau masih disini." Kaisar turun dari tangga. "Istirahatlah, kau pasti lelah seharian menempuh perjalanan jauh." Ucapnya seraya membelai rambut Lisa.


"Benar nona, istirahat lah biar nanti bibi bawakan makanan ke kamar." Sahut bi Lilis.


"Iya bi terimakasih." Lisa pun berlalu menuju tangga.


"Biar mas antar ke kamar." Kaisar menggandeng tangan Lisa menaiki tangga menuju kamarnya.


Bi Lilis tersenyum bahagia melihat tuannya kembali tersenyum bahkan terlihat sangat bahagia.


"Semoga Anda selalu baik-baik saja tuan." Gumamnya lirih.


🍁


CEKLEEK.....

__ADS_1


Kaisar membuka pintu kamarnya. Dan disusul Lisa yang melangkahkan kakinya memasuki kamar itu, kamar yang dulu ia tempati bersama Kaisar.


Pandangannya mengedar menatap sekeliling setiap sudut kamar itu, tidak ada yang berubah semuanya sama seperti dulu, bahkan sofa yang menjadi tempat tidurnya di awal menikah dengan Kaisar masih berada di sana tak tergeser sedikitpun.


Hanya satu yang berubah dari kamar ini, ruangan yang nampak begitu sangat terang dari berbagai cahaya lampu yang ada di kamar itu, saking terangnya semut melintas pun bisa terlihat dengan sangat jelas di sana.


Tidak seperti dulu yang remang-remang bahkan gelap karna hanya mengandalkan satu lampu kecil dari sudut ruangan. Nampaknya Kaisar sangat suka dengan kegelapan.


"Kenapa diam?" Tanya Kaisar. "Apa kau sedang mengenang masa-masa indah kita dulu di kamar ini, di mana dulu kau masih sangat polos dan penakut."


Lisa hanya tersenyum kecil pada suaminya itu, memang benar dulu ia sangat polos bahkan b*d*h. Dan sangat penakut, terutama pada Mona, dia akan selalu berkata ia pada istri dari ayahnya itu.


"Lihat, mas, sudah menambahkan banyak cahaya di kamar ini. Bi Lilis bilang kau tidak suka gelap, tapi kenapa kau tidak pernah mengatakannya dan tetep bertahan pada suasana gelap di kamar ini."


Bagaimana aku bicara padamu mas, sedangkan dulu kau sangat irit dalam berbicara.


"Sekarang istirahatlah." Kaisar menuntut Lisa untuk berbaring di atas ranjang bersebelahan dengan Arga.


"Iya mas."


Setelah memastikan Lisa berbaring, Kaisar beranjak menuju ruangan yang bersebelahan dengan ranjang itu.


Kaisar mengganti semua pakaian dengan pakaian yang biasa ia kenakan sebelum berada di desa.


"Mas, kau mau kemana?" Lisa beranjak dari baringnya, setelah melihat Kaisar keluar dari kamar ganti dengan setelah JAS nya.


"Mas, ada urusan sebentar. Tidak akan lama mas akan segera kembali." Sahutnya.


Dengan pakaian se formal itu.


"Kau istirahatlah." Kaisar mencium kening Lisa.


Lisa mengangguk.


"Iya mas."


Dan Kaisar keluar dari kamar itu, setelah menitipkan Lisa dan Arga pada bi Lilis dan beberapa pengawal hebat pilihan Jhon, Kaisar segera pergi bersama seorang supir.


Sebenarnya ia enggan untuk meninggalkan Lisa, apa lagi ia berencana melanjutkan kembali malam pertama pasca 4 tahunnya bersama Lisa.


Namu semenjak dalam perjalanan Jhon sudah beberapa kali mengirimnya pesan untuk menemui dua pria yang di temukan di hutan itu.


Mobil itu mulai melaju menjauh dari mansion.


Tempat tujuan Kaisar, tentu rumah sakit tempat kedua pria itu di rawat.


🍁🍁


Tak lama, Kaisar sampai di rumah sakit besar yang ada di kota itu.


"Silahkan tuan, mereka di rawat di kamar khusus yang ada di rumah sakit ini." Ucap seseorang yang menyambut kedatangan Kaisar di rumah sakit itu.


Beberapa menit kemudian Kaisar sudah berada di dalam kamar tempat ke dua pria itu di rawat.


Kaisar menatap kedua orang yang kondisinya memang sudah terlihat sangat membaik dari sebelumnya.


"Apa dia tuan kalian?" Tanya salah satu dari mereka.


"Betul, beliau tuan kami, tuan Kaisar Airlangga Wijaya." Sahut pengawal yang berada di samping Kaisar.

__ADS_1


"Terimakasih tuan Kaisar, anda telah mengeluarkan kami dari tempat terkutuk itu." Ucap mereka bersamaan dengan menundukkan kepalanya.


"Kami sungguh berhutang budi pad anda tuan." Sambungnya lagi.


"Katakan, siapa yang menyekap kalian di hutan itu, dan nenek yang ada di dalam rumah itu."


Tanpa basa-basi Kaisar, langsung mengutarakan maksudnya menemui ke dua orang ini.


"Saya tidak kenal tuan, tapi saya sangat mengingat wajahnya."


"Jelaskan!" Titah Kaisar.


"Beberapa tahun yang lalu, saya dalam perjalanan menjemput seorang dokter yang bersedia menjadi relawan di desa kami. Tapi setelah saya menjemput dokter dan kembali menuju desa, tiba-tiba kami di serang oleh beberapa orang yang tidak di kenal. dan kami tidak tau lagi apa yang terjadi karena saat itu kami tidak sadarkan diri. Setelah kami sadar ternyata kami sudah berada di tempat sempit dan gelap itu. Kami tidak tau sedang berada di mana karena selama bertahun-tahun mereka menyekap kami."


Jelaskan pria itu dengan panjang.


"Dan ada seorang pemuda yang selalu datang memberikan obat-obatan pada kami hingga kami menjadi seperti ini, lumpuh dan tidak bisa bicara." Sambungnya.


"Dan nenek yang ad di rumah itu, kami tidak tau tuan, tapi pemuda itu selalu menyebutnya dengan sebutan nenek."


Kaisar mendengarkan penjelasan itu dengan seksama, hingga ia menangkap satu kata yang membuatnya curiga


"Dokter?"


"Iy ... Iya tuan." Jawab pria itu gemetar.


Kaisar melirik orang yang ada di sebelahnya pria itu.


"Sa .... Saya . Saya dokter yang di maksud itu tuan, dia yang menjemput saya beberapa tahun yang lalu." Ucapnya terbata seraya menunjuk teman di sampingnya, karena takut pada Kaisar yang tiba-tiba raut wajahnya berubah.


Kaisar mulai mengerti semua ini.


"Baik, sekarang jelaskan siapa kalian." Titah Kaisar.


"Saya Feri, anak dari salah satu warga di desa itu tuan."


"Dan saya Firman, dokter yang di tunjuk untuk menjadi relawan di desa itu beberapa tahun yang lalu."


DEG ....


Sudah ku duga! Jika ini dokter Firman yang sebenarnya lalu siapa lelaki yang mengklaim dirinya sebagai dokter Firman di desa itu.


"Tuan, tolong kembalikan kami pada keluarga kami!" Pinta dua pria itu.


"Kalian jangan khawatir, setelah kondisi kalian benar-benar pulih saya akan mengantarkan kalian bertemu dengan keluarga kalian." Sahut Kaisar.


"Terimakasih tuan!"


Setelah mendapatkan informasi dan Fakta yang mengejutkan dan sangat penting dari kedua pria itu, Kaisar segera keluar dari kamar mereka.


Ia segera menghubungi Jhon untuk memberi tahu semua ini.


Jhon pun tidak kalah terkejutnya dengan Kaisar.


"Aku harus mencari tau siapa lelaki itu sebenarnya." Gumam Kaisar.


🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏

__ADS_1


__ADS_2