Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 151. Situasi Yang Sangat Menegangkan!


__ADS_3

Kaisar sampai di Mansion dan ia mendapati semua penjaga Mansion sudah tidak bernyawa lagi.


Dengan setengah berlari, Kaisar menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.


Kosong!


Tidak ada siapapun di dalam kamar itu.


"Lisa, sayang! Arga! Clara!" Ia mencari di setiap sudut kamar namun tidak di temukan nama-nama yang ia sebutkan tadi, Kaisar pun mencari di kamar yang lain dan tetap tidak di temukan.


"AAAKKKHHH SIAL!" Teriaknya, sambil mengusap kasar rambutnya.


Kaisar menuju ruang kerjanya, untuk mengecek Cctv yang ada di Mansion


Setelah ia memastikan semua rekaman yang ada di sana.


Kaisar menghubungi semua anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari Nur dan Toni, untuk kembali ke Mansion.


"Toni! Kau sudah berani dengan ku, liat saja apa yang akan aku lakukan, aku tidak akan perduli sekalipun kau adalah pamanku."


Kaisar keluar dari Mansion, dan mencari di area belakang, karna menurut rekaman yang ia lihat Lisa dan anak-anaknya pergi melewati pintu belakang, dan sudah pasti dia masuk di hutan kecil yang ada di belakang Mansion.


Sebelum Kaisar pergi, ia terlebih dahulu mengambil senjata api yang ada di ruang kerjanya, dan tentu ia harus cepat sebelum terjadi sesuatu pada istri dan anak-anaknya, Toni pasti masih memburu Lisa jangan sampai para pasukan dia yang menemukan Lisa dan anak-anaknya terlebih dahulu.


🍁🍁


"Mamah, kita mau kemana? Kenapa kita lewat sini!"


"Kita harus segera pergi jauh dari sini Sayang, karna ada beberapa orang jahat di Mansion."


"Orang jahat!"


Lisa mengangguk.


"Iya sayang."


Lisa dan anak-anaknya, berada di hutan kecil di tengah gelapnya malam yang hanya bercahaya rembulan, beruntung bayi yang berada di gendongannya nampak tenang dan tidak menangis.


Meskipun gelap, dan dengan tertatih ia harus cepat membawa anak-anaknya di tepi jalan untuk meminta pertolongan.


"Aku terlalu panik dan terburu-buru, hingga ponsel ku tertinggal."Gumam Lisa.


"Mamah, kenapa tidak bilang jika di Mansion papah ada orang jahat, mamah dan adik bayi tidak perlu berlari, Arga bisa mengalahkan mereka semua."


"Sayang, Arga masih kecil, sedangkan mereka orang dewasa dan berjumlah sangat banyak, para penjaga Mansion saja kualahan itu sebab nya mamah membawa kalian pergi dari sana, kita tidak bisa menghadapi mereka sayang."


"Lalu papah kemana mah?"


"Papah, sedang ke Rumah sakit, untuk menjenguk kakek Yuda."


"Tapi Arga bis...!"


Lisa segera menutup mulut Arga, ketika ia melihat lampu mobil dari balik pepohonan, rupanya ia hampir sampai di tepi jalan.


Tapi Lisa tidak berani meminta bantuan pada pengendara itu, ia merasa jika orang-orang yang menyerang Mansion masih mengejarnya. Di tambah lagi, di jalanan sini bukanlah jalanan umum jadi tidak mungkin jika mobil itu seseorang yang kebetulan lewat saja.


Buka cuma satu mobil tapi ada dua mobil di sana, dan benar saja isi dari mobil itu adalah orang-orangnya Toni, yang tengah mencarinya.


"Kesini sayang."


Lisa mengajak Arga bersembunyi di balik pohon besar dan menyuruhnya untuk tidak bersuara sedikitpun.


Sedangkan Kaisar, ia lebih memilih mencari Lisa melalui jalan yang Lisa lewat, Kaisar sudah sangat hapal dengan jalanan di hutan itu hingga ia tidak kesulitan sama sekali, yang Kaisar yakini jika Lisa tengah bersembunyi di hutan.


*


"Sembunyikan mobil ini, jangan sampai Kaisar melihatnya, dia pasti akan mencari kita di hutan jika melihat mobil kita terparkir di sini."Titah Toni.


"Tapi, tadi Kaisar sudah melewati jalan ini Tuan?"


"Dia pasti akan kembali lagi untuk mengejar kita."


"Tapi bagaimana jika ternyata Kaisar malah mencari istri dan anaknya di hutan ini juga tuan?"


"Tidak mungkin, saya sudah mengatur semuanya, Kaisar akan mengira jika kita sudah membawa anak dan istrinya, jadi dia pasti akan mengejar kita, karena saya akan mengirim pesan pada anak bodoh itu, dengan menggunakan ponsel milik istrinya, dengan begitu saya yakin dia pasti mempercayainya."


Toni pun segera melakukan apa yang menurutnya harus segera di lakukan, yang terpenting singkirkan dulu Kaisar dari area Mansion, agar ia dan pasukannya lebih leluasa mencari Lisa dan anak-anaknya.


Setelah mengirimkan pesan itu, Toni dan para anak buahnya mulai memasuki hutan untuk mencari anak-anak Kaisar.


🍁🍁🍁


Sementara di tempat lain, Jhon sudah sampai di Hotel pinggir kota yang menjadi tempat persembunyian Nur.


Tapi Jhon tidak menemukan gadis itu.


Memeng benar ada penyewa kamar Hotel yang bernama Nurul Sahara, tapi dia sudah Check out dari Hotel itu beberapa jam yang lalu.


Itulah penjelasan dari Resepsionis Hotel.


Dan membuat Jhon semakin geram saja.


Di saat yang bersamaan Jhon mendapatkan kabar jika Mansion Kaisar di serang oleh Toni dan pasukannya, yang lebih mengejutkan Jhon, dari kabar yang di berikan anak buahnya itu, jika Nona Lisa dan anak-anaknya menghilang dari Mansion.


"Kurang ajar!"


Jhon merasa kecolongan, akhirnya ia menyadari jika ini semua skenario yang di buat Toni untuk mengalihkan perhatiannya dan Kaisar dengan membuat masalah untuk Luna.


Dan tujuan utama Toni adalah harta Yuda dan anak-anak Kaisar, terutama Arga, Toni sangat menginginkan anak lelaki itu. Entah apa maksud dan tujuannya hingga ia menginginkan Arga.


Tanpa buang-buang waktu Jhon segera menuju Mansion Kaisar, tapi sebelum itu ia mengunjungi Luna terlebih dahulu meminta istrinya untuk bersabar sedikit, ia pasti akan membebaskannya.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Ternyata Nur sedang dalam perjalanan menuju Mansion Kaisar, setelah ia memberikan peringatan pada sahabatnya itu, Nur yakin jika Lisa tidak akan pergi dari sana, dan Nur mengira jika Lisa akan menganggapnya berbohong, karena Kaisar pasti sudah menceritakan semuanya pada Lisa jika dia adalah dalang dari permasalahan yang menimpa Luna.


Tapi Nur tidak tinggal diam, ia Tau Toni akan menyerang Mansion dan Kaisar pasti dalam posisi lengan saat itu, oleh karena itu ia nekad pergi ke Mansion untuk menyelamatkan Lisa dan anak-anaknya.


Posisi Nur sangat sulit untuk saat ini, dan sebenarnya ia tidak cukup berani pergi ke Mansion itu, Karna resikonya sangat besar, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain.


Jika Nur meminta bantuan pada Jhon atau Kaisar, pasti dua lelaki itu akan menganggapnya berbohong atau menuduhnya sebagai rencana jahat Nur, dan dia pasti akan di tangkap pula dengan Jhon, karena saat ini lelaki itu tengah memburunya.


🍁🍁🍁🍁


Kaisar menerima pesan dari ponsel Lisa, yang mengatakan jika ia berada bersama Toni dan meminta Kaisar untuk menjemputnya di sebuah tempat yang sudah tertulis di pesan itu.


"Kurang ajar, kau mau menipuku lagi, baiklah akan aku mengikuti permainan mu."


Kaisar mengirim pesan balasan jika ia akan segera datang ke tempat itu, tapi ia meminta Jhon untuk datang ketempat itu, karena Kaisar yakin jika di tempat itu pasti akan ada sesuatu.


Sedangkan ia tetap mencari Lisa dan anak-anaknya di dalam hutan itu, karena Kaisar tau jika Toni belum berhasil membawa Lisa dan anaknya.


Toni tersenyum puas.


"Akhirnya saya berhasil!" Gumamnya.


"Tuan, apa kita perlu berpencar untuk mencarinya?"


"Tidak perlu, hutan ini tidak Luas, istri dan anak Kaisar pasti masih ada di sekitar sini ia tentu tidak bisa bergerak dengan leluasa karena ia membawa dua orang anak, dan Kaisar pun tidak akan pernah mencarinya di sini Karena si gila itu tengah menuju tempat yang telah kita sediakan."


Dan mereka kembali melanjutkan pencariannya.


Lisa semakin ketakutan dan tegang, karena Toni beserta pasukannya berada tidak Jauh darinya.


Bahkan ia bisa mendengar dengan jelas apa yang tadi Toni katakan jika Kaisar tidak akan mencarinya karena lelaki itu tengah menujunya tempat yang telah ia sediakan.


Dia harus bisa pergi dari hutan, dan membawa anak-anaknya ke tempat yang aman, Karan Lisa mengira jika Kaisar tidak akan menolongnya di situ.


TAK!.


Tidak senaja Lisa menginjak ranting kayu, hingga suara itu mampu mengalihkan perhatian Toni dan pasukannya.


"Suara apa itu? Apa kalian mendengarnya?"


"Iya tuan, sepertinya suara ranting pohon yang patah, dan suara itu berasal dari pohon besar itu."


DEG.


Ya tuhan bagaiman ini! Jangan sampai mereka menemukan kami di sini, tolong bantu kami Tuhan. Lisa terus berdoa agar para penjahat itu tidak menemukannya.


Lisa semakin cemas, tapi ia harus tetep tenang.


Tolong selamatkan anak-anak ku tuhan.


Setelah Senter menyala mereka perlahan menuju balik pohon.


BRAK!


Arga melempar sesuatu ke arah lain yang jauh dari tempatnya.


Dan berhasil menghentikan mereka yang hendak mendekati pohon besar yang menjadi tempat perlindungannya dan Lisa.


"Suaranya di sebelah sana tuan?"


"Tidak! Tadi suaranya ada di balik pohon itu tuan?"


"Tapi saya mendengarnya dari arah sana!"


"Tidak! Suaranya dari situ!"


"Cukup!"


Toni menghentikan perdebatan mereka.


Situasi lengah dari Toni, Lisa manfaatkan untuk pergi menjauh dari tempat itu.


"Sebentar lagi, sebentar lagi kita akan sampai di tepi jalan nak, bersabarlah sebentar, semoga ada seseorang yang melintas di jalan itu."


Bayi Lisa sudah mulai menunjukkan jika dia tidak nyaman, dan sebelum bayi itu menangis Lisa harus sudah menjauh dari sana.


"Baiklah, kita berpencar, sebagain cari di sebelah sana, saya dan yang lainnya mencari di balik pohon itu." Ucap Toni.


Dan merekapun berpisah.


*


"Tuan sepertinya mereka di sana!"teriak anak buah Toni.


"Cepat kejar, kenapa kalian cuma menunjukkannya saja,"maki Toni.


"Baik tuan!"


Dua orang mengejar Lisa.


Dan di susul Toni di belakangnya.


Mereka mengetahui ku.


Lisa terus berlari sambil menggendong bayinya, dan juga menuntun Arga.


🍁


Kaisar yang sudah tidak berada jauh dari tempat itu mendengar suara teriakan anak buahnya Toni.

__ADS_1


Ia juga berlari menuju ke sumber suara, karena Kaisar yakin jika Lisa juga ada di sana.


Tapi Kaisar di hadang dengan beberapa anak buah Toni yang tadi berpencar.


"Ternyata dia juga ada di sini, bos Toni telah di bohongi!"


"Tutup mulut kalian,"ucap Kaisar, sambil mengeluarkan pistol di balik jaketnya.


🍁


Di tengah pelariannya Lisa sudah mulai merasa lelah, beruntung Arga mampu menghalau orang-orang itu dengan melemparkan beberapa batu.


Hingga membuat orang yang mengejarnya berada cukup jauh.


Lisa sampai di tepi jalan tapi di sudah tidak kuat jika harus berlari lagi untuk sampai kejalan utama, yang biasanya di lalui banyak orang.


Tapi beruntung.


Tuhan masih menyayanginya dan kedua buah hatinya.


Karena di saat yang bersamaan ada sebuah mobil yang melintas dan berhenti tepat di depan Lisa.


Si pengendara mobil turun yang ternyata adalah Nur.


"Lisa!"


Nur segera membantu Lisa.


"Nur! Syukurlah, terimakasih tuhan!" Lisa kembali mempunyai harapan dengan kehadiran sahabatnya di sana.


"Ayo cepat masuk kedalam mobil!" Nur menuntun Arga dan membantu Lisa yang sudah sangat kelelahan, tentu saja! karena Kondisi Lisa masih sangat Lemah karena baru beberapa hari yang lalu ia melahirkan.


Suara langkah kaki yang berlarian semakin jelas terdengar di telinga mereka.


Lisa sangat yakin jika orang-orang itu sudah semakin dekat.


Hingga Lisa mengambil keputusan.


"Nur! Dengarkan aku, mereka semua juga membawa mobil, jika kita pergi dari sini tentu mereka akan mengetahuinya dan dengan mudah mengejar kita."


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan Lis?"


"Kalian tetaplah berada di dalam mobil, jangan menghidupkan mesin dan menimbulkan suara apapun, aku akan memancing mereka untuk masuk kedalam hutan sana, setelah mereka mengejar ku cukup jauh, Tolong bawa segera anak-anak ku pergi dari sini,"pinta Lisa.


"Apa? Kau gila Lisa, itu sangat berbahaya kau tidak mungkin menghadapi orang sebanyak itu, kita akan pergi bersama."


"Tidak Nur, justru jika mereka mengejar kita itu yang akan jauh lebih berbahaya, aku mohon Nur, tolong bawa anak ku ke tempat yang aman, lebih baik satu orang yang tertangkap daripada empat orang kan?"Lisa meyakinkan Nur.


"Arga tidak mau mah!" Anak itu sudah mulai menangis, jika harus meninggalkan mamahnya di hutan itu.


"Sayang, mamah akan baik-baik saja, sekarang mamah minta Arga, untuk menjaga dan melindungi adik Clara!"


Dan Agar pun mengangguk meskipun ia menangis tanpa suara.


DOR..


DOR..


DOR..


Beberapa suara tembakan mengagetkan mereka.


"Ayo cepat Nur!"


Dan, tak ada pilihan lain, Nur menuruti semua yang di minta Lisa.


Lisa berasumsi jika suara tembakan itu berasal dari senjata Toni yang memberikan dia peringatan.


Lisa kembali berlari memasuki hutan, bahkan ia berniat memasukinya jauh lebih dalam lagi, tak apa jika ia harus tersesat bahkan mati sekalipun, yang terpenting adalah keselamatan anak-anaknya.


Lisa menerjang semua yang ada di depannya, bahkan kaki dan tangannya sampai terluka karna jatuh dan membentur pohon ia tidak perduli, kini lelahnya pun kembali hilang ia harus berada jauh dari sana agar Nur bisa pergi membawa anaknya dengan aman tanpa di ketahui Toni.


"Tolong!" Lisa kembali memancing Toni dengan teriakannya.


"Tolong!"


"Tolong!"


Dan berhasil!


Toni dan pasukannya membelokan arah, menuju teriakan Lisa.


Yang semakin menjauh karena Lisa terus berlari.


"Mereka di sana Bos!"


"Cepat kejar!"


Bukan hanya Toni, Kaisar pun mendengar suara teriakan minta tolong dari Lisa.


"Lisa!"


Ia yang baru saja menembaki anak buah Toni yang menghadangnya tadi.


Segera berlari menuju suara Lisa yang meminta tolong.


🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2