Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 79 Kaisar VS Firman


__ADS_3

Bersamaan dengan itu, Sintia dan Viona tengah berdiri di ambang pintu aula, menyaksikan semua kebenaran yang terungkap, tidak di sangka ternyata dokter teladan yang menjadi idaman mereka adalah pembohong besar bahkan tega melakukan kejahatan yang sangat kejam.


Apa motif dan siapa sebenarnya lelaki yang mengambil peran dokter Firman itu, tentu itu masih menjadi rahasia.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Apa! Dasar anak b*d*h! Kenapa kalian tidak mencegahnya mengakui semua."


Geram Julia, yang tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon. Saat ini ia sudah kembali ke kediaman Marwan.


{"Maaf, nyonya kami tidak bisa mencegahnya."}


"Ceroboh sekali, di mana dia sekarang?"


{" Tidak tau nyonya, kami kehilangan jejaknya ketika kami tengah menghalau para warga yang akan menghakiminya."}


Nafas Julia naik turun, ia sangat-sangat marah dengan kelakuan pria itu.


"Temukan dia, jangan sampai dia melakukan sesuatu di luar rencana kita."


{"Baik, nyonya."}


Julia segera menutup panggilan itu.


Ia harus kembali memutar otaknya untuk melangkah ke tahap selanjutnya.


Tanpa ia sadari, Farel sejak tadi menguping pembicaraannya, meskipun Farel hanya mendengarkan dari sisi Julia tapi ia sudah sangat paham apa maksud dari perkataan Julia lewat telepon tadi.


Farel masuk kedalam kamarnya, dan di sana ia menghubungi Jhon.


Tapi sepertinya Jhon tengah sibuk dengan kekacauan yang terjadi di desa hingga membuatnya tidak mendengar dan merasakan dering dan getaran dari ponsel yang ada di saku celananya.


{" Halo Farel, bagaimana dengan keadaan mu sekarang?"}


"Aku, baik."


Setelah tidak berhasil menghubungi Jhon, rupanya Farel menghubungi Lisa.


"Di mana Kaisar?"


{" Tumben sekali kau menanyakan kakak mu, dia pergi ke desa untuk menjemput Jhon dan ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan di sana."}


"Baiklah!"


Setelah mengatakan itu Farel segera memutuskan panggilannya begitu saja.


"Dasar tidak sopan. Tunggu! Kenapa tiba-tiba Farel, menanyakan mas Kaisar, ini tidak seperti biasanya dan dari nada bicara Farel sepertinya ia tengah mengkhawatirkan kakaknya." Gumam Lisa.


Lisa mulai tidak tenang takut terjadi sesuatu di sana, ia segera menghubungi Kaisar tapi ponselnya tidak aktif dan berpindah ke kontak Jhon, tapi lelaki itu tidak menjawab telepon dari Lisa.


"Ada apa ini!" Lisa semakin resah pasti terjadi sesuatu pada suaminya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di desa.


Huru-hara dan pertempuran sudah teratasi.


Orang-orang Firman berhasil di lumpuhkan dengan bantuan dari anggota Kaisar.


Tapi! Setelah semua keadaan sudah kembali kondusif, mereka kembali di cemaskan dengan menghilangnya dua sosok utama di situ.


Ya, Kaisar dan Firman tidak terlihat di sana lebih tepatnya, mereka berdua telah menghilang secara bersamaan.


Terlihat di sana Jhon tengah berkeliling dan mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan tuannya.

__ADS_1


"Di mana tuan Kai?" Gumam Jhon, yang masih menelesik setiap sudut dan sisi aula tapi sosok itu tetep tidak ia temukan.


Kaisar tidak pernah pergi tanpa berpamitan pada Jhon, apa lagi di situasi seperti ini. Jhon takut jika tuannya itu kembali lepas kendali jika di biarkan sendiri di suasana hati yang sedang buruk.


Jhon tau jika Kaisar tengah kesal, karena ini tidak seperti yang ia harapkan, semaunya di luar dugaan dan prediksi dirinya dan Kaisar.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Di sini! di tempat sepi yang jauh dari keramaian bahkan tidak ada satu orang pun yang terlihat dan melintasi tempat ini, tanah lapang tidak jauh dari hutan.


Dua sosok yang tengah di cari keberadaannya, tengah berhadapan dan saling pandang memandang menggunakan bola mata yang bagai mengeluarkan kobaran api.


Seperti yang telah mereka sepakati.


Hanya kita berdua tanpa siapapun!


Cukup Kaisar dan Firman.


Note: untuk peran Firman palsu. Sementara kita tetep panggil Firman dulu aja ya. Karena ntor juga belum tau nama sebenarnya siapa.


Firman tersenyum sinis menatap lelaki yang kini ada di hadapannya secara nyata bukan hanya khayalannya saja selama bertahun-tahun.


Inilah saatnya ia meluapkan semua kebencian dan kemarahannya pada Kaisar.


Entah apa sebabnya sehingga Firman begitu membenci Kaisar, bahkan sampai ke urat nadinya. Kebenciannya semakin bertambah ketika Kaisar menikahi Lisa.


Sebenarnya ini belum sesuai rencana Firman, Karena yang ingin dia lakukan terlebih dahulu, adalah mengambil semua yang di miliki Kaisar hingga lelaki itu menderita karena kehilangan sesuatu yang berharga baginya dan di saat itulah Firman datang sebagai malaikat maut untuknya.


Tapi tak apa, biar Kaisar dulu yang ia singkirkan baru ia akan mengambil semuanya terutama Lisa yang menjadi obsesi pertamanya.


Firman begitu sangat mendamba Lisa bahkan sebelum Lisa menikah dengan Kaisar.


"Haha .... Apa sekarang kau sudah puas Kai, atau justru kau kecewa karena aku tidak mati di tangan para warga."


"Tentu saja aku sangat senang, karena ini adalah kesempatan dan menjadi tujuan utama ku untuk mencabut nyawa mu dengan tanganku sendiri."


"Kau terlalu percaya diri Kai." Sahut Firman, mengejek. "Aku sudah tidak sabar ingin membawa Lisa pergi dari kota ini bahkan ke luar negeri, setelah kabar kematian mu yang mengenaskan itu."


Akun ku robek mulutnya, yang dengan berani menyebut nama Lisa di depan ku.


"Kau tau Kai, kalau akulah yang dengan senaja menahan Lisa di desa ini dan menutup semua aksesnya."


"Tentu aku tau itu semua, dan aku juga tau, kau lah yang membuat Arga menderita dan di kucilkan para warga. Sebab karena itulah aku ingin kau membayarnya dengan nyawa mu. Dengan tangan ku sendiri, dan dengan cara yang bahkan tidak pernah kau bayangkan sebelumnya."


"Hahaha... Itu sangat mengerikan Kai."


Keberaniannya memang tidak bisa di remehkan. Batin Kaisar.


"Apa kau tidak mau tau siapa aku sebenarnya?"


"Aku sudah tidak perduli siapa pun dirimu, yang aku pedulikan kau harus mati di tangan ku."


"Baiklah, padahal aku ingin memberi kejutan besar pada mu, tapi biar nanti saja aku katakan pada mu, di saat kau sedang sekarat menunggu kematian mu. Pasti itu aku jauh lebih menyenangkan."


"Keparat!" Kesal Kaisar.


"Kai, kita mulai pertempuran ini layaknya pria sejati, tanpa senjata apapun."


"Karena ini hari terakhir mu, apapun yang kau minta akan aku kabulkan." Sahut Kaisar.


Firman mulai melayangkan pukulan di wajah Kaisar, namun! Tentu dengan mudah Kaisar menepis pukulan itu.


Dan.

__ADS_1


BUG ...


Satu pukulan mendarat di wajah Firman dan berhasil membuatnya langsung tersungkur di tanah.


Firman tersenyum seraya mengusap cairan merah di sudut bibirnya, pukulan dari Kaisar semakin memicu hasratnya yang ingin mencabik-cabik tubuh Kaisar.


Kaisar memposisikan diri di atas tubuh Firman.


BAG ... BUG ....


BAG ....BUG....


Pukulan bertubi-tubi Kaisar hadiahi di wajah Firman.


"Kau, lemah sekali." Sinis Kaisar. Yang akan kembali melayangkan pukulan di wajah Firman, yang sudah babak belur dengan darah mengalir dari hidung dan sudut bibirnya.


Namun, sebelum pukulan itu mendarat.


Kaisar kehilangan pandangannya, karena Firman menyiramnya dengan serbuk tanah yang ia raup dari tempatnya tersungkur.


BUG.


Kesempatan bagi Firman.


Ia menendang perut Kaisar yang tengah bertumpu di atas tubuhnya.


Dan beberapa detik kemudian, posisi berbalik.


Kaisar yang tidak bisa melihat apapun, mudah di kuasai oleh Firman, ia meraih kerah kemeja Kaisar dan menghantam Kaisar secara membabi-buta. Lalu mendorongnya hingga tersungkur.


Dia melawanku dengan cara yang licik dan murahan.


"Ayo! Cepat bangun Kai, apa hanya segitu saja kemampuan mu, sungguh seperti seorang bocah. Cih." Sinis Firman.


Kaisar yang sudah dalam keadaan ripuh tak bisa menghindar atau melawan, karna matanya yang sangat perih akibat serbuk tanah yang menguasai bola mata hingga membuatnya sulit untuk melihat lawannya.


Tapi ia mencoba untuk kembali bangkit.


"Pukul aku Kai!" Tantang Firman.


Kaisar melayangkan pukulan pada Firman, namun karena ia tidak dapat melihat apapun, Firman dengan sangat mudah menghindarinya.


Dan berbalik menghajar Kaisar.


"Hahaha.... Bagaimana reaksi wanita itu jika tau cucu kesayangannya dalam keadaan seperti ini." Ucap Firman yang masih menghajar Kaisar dengan penuh nafsu.


BUG....


Tendangan sangat kuat menerjang perut Kaisar, hingga membuatnya kembali tersungkur.


"Uhuk .... Uhuk ....!" Kaisar memuntahkan cairan merah kental, akibat tendangan maut yang di berikan Firman.


Melihat Kaisar sudah tidak bereaksi, Firman menghentikan sejenak kebrutalannya.


"Apa kau sudah mati Kai!"


Firman membalikan tubuh Kaisar, menggunakan kakinya.


Ia tersenyum puas melihat Kaisar yang tergeletak tidak berdaya.


"Saatnya fataliti." Gumam Firman.


Firman mengangkat kakinya tinggi-tinggi dan akan ia daratkan di dada tepat bagian jantung Kaisar.


🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah berkunjung dan membaca cerita saya 🙏🙏🙏


__ADS_2