
Perkelahian terjadi. Antara dua pengawal Lisa dan Lima orang bertopeng itu.
Bag bug..
Bag bug ...
Bag bug ...
Kelima orang itu terlihat mengeluarkan senjatanya, begitu pun dengan pengawal Lisa. Pertarungan itu awalnya bisa di kuasai oleh dua orang. Tapi karena mereka berjumlah lima orang, lama-kelamaan membuat pengawal Lisa menjadi kualahan.
Lisa dengan hati super cemas memperhatikan perkelahian itu.
"Pak! Apakah mereka kawanan begal atau perampok?" Tanya Lisa pada supirnya.
"Sepertinya begitu nona." Jawab supir itu, membenarkan dugaan Lisa. Dia tidak mungkin bilang jika orang-orang itu menginginkan nonanya.
"Aku akan menghubungi polisi." Lisa segera menekan-nekan nomor yang ada di ponselnya, dengan tangan yang bergetar.
Sedangkan supir itu sudah lebih dulu, memberikan sinyal darurat pada anggotanya.
Melihat dua pengawal dalam kesulitan, tanpa pikir panjang. Seperti yang sudah mereka sepakati, supir itu dengan cepat memutar arah mobilnya, untuk mengamankan Lisa.
Sial! Mereka yang bertopeng menyadari itu.
"Capat! Kejar mobil itu, biar aku yang menghadapi dua orang ini."
Dengan cepat dua dari kelima penjahat itu, segera memasuki mobil hitam milik mereka untuk mengejar mobil Lisa yang sudah terlebih dahulu melaju dengan kecepatan tinggi.
"Cepat! Jangan sampai lolos!"
Kejar-kejaran pun terjadi di antara dua mobil berbeda warna itu.
Supir yang mengendarai mobil milik Lisa sangat pandai melajukan mobilnya hingga bisa menghindari kejaran.
DOR ...
DOR ...
Tapi sial! Ternyata mereka membawa senjata api.
Dan melesatkan beberapa tembakan yang mengarah ke ban mobil.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain.
Jhon yang tengah berada di rumah sakit untuk menjenguk Kaisar, tiba-tiba mendapat sinyal darurat yang di kirim oleh orang-orangnya.
Ia segera masuk kedalam kamar rawat Kaisar, tanpa mengetuk pintu ia masuk begitu saja dengan sedikit panik.
Kaisar cukup terkejut melihat Jhon.
"Ada apa?"
"Tuan, anggota kita mengirimkan sinyal darurat yang berlokasi di jalan menuju mansion."
"Mansion! Lisa."
Kaisar segera turun dari ranjangnya.
"Jhon, cepat kirim beberapa orang untuk menuju lokasi, dan amankan mansion. Tiga pengawal kita sedang mengantarkan Lisa pulang ke Mansion."
"Baik tuan." Jhon keluar dari kamar itu, dan menghubungi semua orang terbaiknya.
Kaisar panik! Inilah yang ia takutkan sejak kepergian Lisa.
Ia mencoba menghubungi ponsel Lisa, dan berhasil tersambung.
{" Halo Mas! Ada beberapa kawanan begal yang mengejar kita mas."} Suara Lisa terdengar sangat panik dan ketakutan di sebrang sana.
"Tenang sayang, berlindunglah pada pengawal, mas akan segera menolong mu. Dan jan ....!" Tut .... Tut ....
Sebelum Kaisar meyelesaikan ucapannya panggilan itu tiba-tiba terputus.
"Sayang! Halo! .. Lisa kau dengar mas? Lisa!"
"Sial!" Kaisar semakin panik, ia segera menyambar jaketnya yang tergantung. Dan segera keluar dari kamarnya.
"Tuan anda mau kemana?"
"Tentu saja menolong Lisa, memangnya mau kemana lagi ." Kesal Kaisar.
"Tapi tuan, kondisi and...!"
"Jhon cepat antarkan aku ke lokasi!" Potong Kaisar, dengan nada yang menekan.
"Cepat Jhon!" Teriaknya.
"Baik tuan."
Tidak perduli dengan kondisinya yang bahkan belum pulih, Kaisar tetep melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu, beberapa dokter yang mencegah ia tepis dengan berutal.
Sepertinya Kaisar kambuh.
Jika terjadi sesuatu pada Lisa, aku tidak akan memaafkan siapapun itu
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Kembali ke Lisa.
DOR ....
DOR....
Karena terkejut Lisa menjatuhkan ponselnya. Ia menutup kedua telinganya karena mendengar suara tembakan yang bertubi-tubi mengarah ke mobilnya.
Hingga satu tembakan berhasil menembus ban mobil itu, membuat sang supir kehilangan kendali, mobil itu oleng kehilangan keseimbangan.
Sebisa mungkin supir itu menghindari dan mengerem, agar tidak menimbulkan kecelakaan parah.
__ADS_1
Dan.
BRAK ....
Mobil itu menabrak pohon besar yang ada di sisi jalanan.
Beruntung Lisa hanya mengalami luka ringan di kening dan tangannya, Karna supir berhasil mengendalikan mobil itu hingga membentur tidak terlalu keras.
"Nona! Apa anda baik-baik saja?"
Lisa yang masih shock dengan kejadian yang baru saja menimpanya, diam tidak menjawab pertanyaan supirnya. Ia masih menetralkan nafasnya yang memburu.
"Nona!"
"Iya. Aku, aku baik-baik saja."
Dua orang yang berada di mobil hitam itu segera turun menghampiri mobil Lisa, dan menyeret keluar supir itu.
Lisa masih panik di dalam, ia tidak tau harus berbuat apa, mereka membawa senjata. Kabur ya aku harus kabur.
Kabur satu-satunya jalan yang Lisa pilih.
"Cepat keluarkan wanita itu!"
Lisa bersiap-siap ketika salah satu dari penjahat itu mendekati mobilnya.
Sebelum orang itu berhasil membuka paksa pintu mobil, Lisa lebih dulu mendorong pintu itu.
BUG.
Orang yang menutupi wajahnya dengan topeng itu, terjerembah karna benturan pintu mobil.
Kesempatan ini Lisa gunakan untuk lari, tak ada jalan lain! Hanya hutan iya harus berlari ke dalam hutan itu.
Tapi sebelum Lisa berhasil memasuki hutan itu.
DOR ...
Penjahat itu melepaskan tembakan ke udara.
Yang seketika membuat Lisa sadar, bahwa mereka memiliki senjata.
Lisa menghentikan langkahnya, berbalik menghadap dua orang bertopeng itu.
"Jika kau berani melangkahkan kaki mu, aku akan menembak mu!"
Lisa takut!
Tapi dengan segera supir itu merampas senjata api yang ada di tangan penjahat itu.
"Nona! Cepat lari, selamatkan diri anda."
Lisa yang mempunyai kesempatan kembali berlari.
Tapi.
DOR.
Ternyata mereka menembak kaki dari supir Lisa.
"Apa yang kalian lakukan?" Bentak Lisa.
"Jika kau berani melangkah satu kali lagi, bukan hanya kakinya yang terluka, tapi satu tembakan akan bersarang di kepalanya." Ancam. Pria bertopeng itu.
"Kenapa kita tidak langsung menembak wanita itu saja? Bukankah bos hanya menginginkannya mati." Ucap teman yang tengah mencekal tangan supir Lisa.
"Tidak! Bos berubah pikiran, dia ingin kita membawa wanita ini hidup-hidup." Sahutnya.
Lisa mulai bimbang, bagaimana mungkin ia membiarkan orang meregang nyawa di hadapannya. Dia seorang perawat tentu tidak akan membiarkan itu terjadi, karna selama bertahun-tahun ia berjuang membantu kesembuhan pasien apa ia Setega itu melihat orang tertembak di hadapannya.
"Tidak! Nona, cepat lari! pergi dari sini, jangan pedulikan saya, keselamatan nona jauh lebih penting dari nyawa saya." Supir itu kembali berteriak, agar Lisa pergi. Sambil menahan sakit di kakinya.
"Silahkan saja kau pergi, jika kau ingin pria ini mati di depan mu, bahkan kau tega membiarkan orang yang melindungi mu mati mengenaskan di hadapan mu!"
"Jangan dengarkan dia nona!"
BUG.
Pria jahat itu memukul supir Lisa hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
Yang membuat Lisa semakin panik.
"Tenang saja, dia hanya pingsan, tapi jika kau tidak bisa bekerjasama tentu saja dia tidak akan pernah bangun dari pingsannya."
Penjahat itu sudah menodongkan pistolnya di kepala supir Lisa.
"Apa kalian bisa berjanji, akan melepaskannya jika aku menyerah?"
"Tentu saja, saya bisa berjanji dan pantang bagi saya untuk mengingkari janji."
"Baiklah aku menyerah." Akhirnya Lisa lebih memilih menyelamatkan supirnya.
"Cepat, bawa wanita itu kedalam mobil "
Dengan segera Lisa di seret untuk memasuki mobil mereka.
"Cepat lajukan dengan kencang mobil ini, kita harus segera membawa wanita ini pada Bos."
Sepanjang perjalanan menuju bos mereka, dua orang bertopeng itu tertawa bahagia.
"Hahaha... Bos pasti sangat puas dengan hasil kerja kita!"
"Kau benar, dan pasti bos akan memberikan kita bonus yang sangat besar."
"Itu sudah pasti Haha.."
Lisa baru menyadari, orang-orang bertopeng itu bukanlah kawanan begal atau perampok, mereka senaja ingin menculiknya.
Tapi Lisa tidak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti semua yang di katakan dua pria jahat ini, karna salah satu dari mereka selalu menodongkan senjata pada Lisa.
__ADS_1
Bagaimana dengan Arga, jika orang-orang ini benar-benar membunuh ku.
🍁🍁🍁🍁🍁
Beberapa orang suruhan Jhon sudah sampai terlebih dahulu ke lokasi kejadian pertama.
Mereka tidak menemukan Lisa di sana, hanya ada tiga orang yang di tugaskan untuk menjaga Lisa, tengah tergeletak sudah tidak bernyawa.
"Sepertinya, supir sudah berhasil membawa nona Lisa dari tempat ini."
"Kau benar, cepat lacak di mana mobil itu berada."
Tak lama, mobil yang di kendarai Jhon tiba.
Kaisar dengan tergesa-gesa turun dari mobil itu.
"Bagaimana? Di mana Lisa?"
Semua menunduk tidak berani menatap Kaisar.
"Maat tuan, kami kehilangan jejaknya, tapi kami sudah melacak keberadaan mobil nona Lisa, tidak jauh dari sini."
"Sial!" Karena tidak puas dengan hasil laporan anak buahnya, Kaisar meraih kerah baju pria itu ingin menghajarnya.
"Tuan!" Cegah Jhon. "lebih baik kita ke lokasi dimana mobil nona Lisa berada."
Kaisar melepaskan pria itu, dan segera masuk kembali kedalam mobilnya.
"Kalian berpencar lah!" Titah Jhon pada anak buahnya.
"Baik tuan."
Tidak butuh waktu lama, Kaisar dan Jhon sampai di tempat, Lisa di culik.
Kaisar berfokus pada mobil yang menabrak pohon besar itu, ia segera berlari menghampiri mobil itu.
"Lisa!" Tidak ada siapa-siapa dia sana, Kaisar hanya menemukan ponsel dan tas milik Lisa.
"Sial! Ternyata tujuan mereka Lisa." Gumam Kaisar.
"Tuan Jhon, supir ini masih hidup dia hanya mengalami luka tembak di kakinya!"
"Bawa dia ke rumah sakit, dan pastikan dia bisa memberikan semua keterangan."
"Baik tuan."
"Jadi mereka bersenjata?" Sahut Kaisar.
"Benar tuan." Jawab Jhon.
"Jhon, apa kau sudah memastikan ke amanan di mansion?"
"Tentu saja tuan." Sahut Jhon.
"Ini pasti ulah dokter palsu itu." Ucap Kaisar.
" Maksud anda Firman?"
"Tentu saja, memang siapa lagi dokter yang palsu." Kesal Kaisar.
Dan ia segera bergegas memasuki mobilnya.
"Tuan anda mau kemana?"
"Kau masih bertanya Jhon?"
"Maaf tuan, tapi sepertinya ini bukan ulah Firman."
Kaisar mengerutkan keningnya.
Tapi ia tak perduli dengan omongan Jhon.
Dan melajukan mobil itu seorang diri.
"Tuan anda..!"
"Kau tidak perlu ikut Jhon biar aku yang membereskannya sendiri." Teriak Kaisar.
🍁🍁🍁🍁
"Bos meminta kita untuk membawa wanita ini ke gudang."
"Ok!"
Mereka kembali melajukan mobil itu, setelah mendapatkan tempat yang sudah di sediakan bos mereka.
🍁
Sampai di gudang yang di tujuan.
Lisa di seret dari mobil untuk memasuki gudang itu.
Ia mendudukkan Lisa di sebuah bangku dengan kedua kaki dan tangan terikat.
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Lisa.
"Kami hanya menginginkan uang." Jawab pria itu. Dan segera pergi meninggalkan Lisa seorang diri di gudang itu.
Tak lama setelah kepergian pria bertopeng yang membawanya.
Tap.
Tap.
Tap.
Suara langkah sepatu terdengar sangat nyaring di ruangan itu.
Seorang wanita, yang berpenampilan bak menghadiri sebuah pesta dengan bergaun merah cerah, lengkap dengan sepatu berwarna senada, berdiri anggun tepat di hadapan Lisa.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁😁🍁
Trimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏🤗😘