Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 91 Memahami.


__ADS_3

"Mas, kau sudah pulang, bukankah baru berangkat?" Tanya Lisa bingung.


"Emm.. Mas, ingin bicara dengan mu."


Lisa melihat raut wajah yang serius dari Kaisar.


"Baik, aku akan meminta bi Lilis untuk menemani Arga dulu."


Tidak lama bi Lilis datang.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


"Bi, tolong temani Arga bermain dulu ya."


"Baik non!"


"Tapi Alga mau sama papah aja,"ucap anak itu yang masih berada di gendongan Kaisar. "Kan papah sudah janji mau ajak Alga jalan-jalan." Sambungnya.


Astaga! Karena begitu banyaknya masalah yang datang, membuat Kaisar lupa dengan janjinya pada Arga.


"Maafkan papah sayang, setelah ini papah janji akan ajak Arga jalan-jalan."


"Janji?"


"Iya papah janji,"ucap Kaisar, seraya menautkan jarinya pada jari kecil Arga yang tengah membuat simbol sebuah janji.


"Holeee..!" Girang anak itu.


"Sekarang Arga, sama nenek dulu ya?" Sahut Lisa.


"Baik mah!" Dan anak itu segera turun dari gendongan papahnya, beralih pada bi Lilis.


Bi Lilis segera membawa Arga keluar dari kamar itu.


Tinggallah mereka berdua.


"Ada apa mas?" Lisa membuka pembicaraan, karna sepertinya Kaisar ragu untuk berbicara.


"Mas!"


"Iya."


"Apa yang ingin mas, bicarakan?" Lisa mengulangi pertanyaannya.


Setelah mengumpulkan semua keberaniannya.


"Apa kau sudah melihat berita tentang Anggel?" Tanya Kaisar, dengan ragu-ragu.


Lisa mengangguk.


"Sudah."


Hanya itu kata yang Lisa keluarkan, tapi ia masih menanti pernyataan dari Kaisar.

__ADS_1


"Apa kam....!"


"Katakan, jika bukan kamu yang melakukannya mas!" Potong Lisa.


Kaisar sedikit terkejut, tapi ia paham arti perkataan Lisa.


"Tentu saja, mas tidak melakukan apapun pada Anggel."


Lisa menatap Kaisar dengan intens, membuat yang di tatap menjadi gugup dan canggung.


"Kau tidak percaya pada mas?"


"Bukannya aku tidak percaya pada mu mas, tapi ak ....!"


"Mas, akan membuktikan jika bukan mas yang melakukan itu pada Anggel." Kaisar memotong perkataan Lisa.


"Mas, harus ingat kita mempunyai seorang anak, dan kita sebagai orangtua harus memberikan contoh yang baik pada anak kita, mas tau tidak! Jika banyak anak-anak yang mencontoh, mengikuti, perlakuan dan perbuatan orang tuanya, tanpa mereka sadari. Dan aku juga tidak mau mas, jika Arga, mendapatkan sangsi sosial atas perbuatan orangtuanya." Jelas Lisa.


Ini bagai tamparan keras untuk Kaisar.


[Mencontoh dan mengikuti, perbuatan yang orangtuanya]


Apa kejadian waktu di desa, yang Arga lakukan, adalah contoh dari gambaran ku.


"Mas!" Lisa menyadarkan Kaisar, yang tiba-tiba melamun.


"Iya!"


"Mas, mengartikan maksud ku?"


Tiba-tiba Lisa mendekat dan menggenggam tangan Kaisar.


"Mas, aku tau sesulit apa masa lalu mu dulu, karna aku juga pernah merasa sakitnya kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi dan berarti dalam hidup kita. Ibu, aku pernah kehilangan ibuku mas, tapi kita tidak boleh marah apalagi melampiaskan kesedihan kita pada orang lain, karena itu semua sudah takdir mas, ikhlaskan semuanya dengan begitu kita akan bisa hidup bahagia, meskipun sulit tapi kita harus melakukannya." Lisa menasehati Kaisar dengan penuh kelembutan, agar hati keras suaminya itu bisa melunak.


"Aku yakin, mas bisa menyelesaikan semua tanpa harus emosi." Sambungnya.


Kaisar bingung, kenapa tiba-tiba Lisa berbicara seperti ini, nampaknya Lisa sudah mengetahui semua masa lalunya.


Kaisar menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa kau sudah tau semuanya?"


Lisa mengangguk.


"Apa! Kau juga tau jika aku memiliki riwayat penyakit mental yang buruk, bahkan semua orang menganggap kalau aku ini gila!" Ucap Kaisar dengan lirih.


Sekali lagi Lisa mengangguk.


"Aku sudah tau semuanya mas."


"Lalu, apa kau juga akan menjauhi ku dan meninggalkan ku?"


Lisa diam sejenak, memandangi lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu.

__ADS_1


Lalu ia memeluk Kaisar dengan hangat.


"Aku tidak akan menjauhi mu mas, aku juga tidak akan meninggalkan mu, aku akan selalu bersama mu, aku dan Arga akan selalu menemani mu,"ucap Lisa yang berada di pelukan Kaisar.


Entah sudah sebahagia apa Kaisar saat mendengar kata-kata Lisa, ketakutannya selama ini menguar begitu saja ketika mendengar penuturan Lisa, dia takut jika Lisa akan pergi meninggalkannya, ketika Lisa mengetahui masalalu dan siapa dirinya.


Kaisar membalas pelukan hangat dari istrinya itu.


"Terimakasih sayang, mas berjanji akan berusaha menjalani kehidupan yang normal demi Arga dan kamu."


"Kenapa kau tidak pernah menceritakan semuanya pada ku mas?"


"Mas takut jika kau tau siapa mas sebenarnya, kau akan pergi meninggalkan mas, karena mas sudah tidak bisa lagi jika harus kehilangan wanita yang paling berharga dalam hidup mas, kepergian mamah Melissa adalah pukulan terberat bagi mas, karena dialah satu-satunya yang selalu mendengar dan menemani mas ketika semua orang menjauhi mas."


"Mas, kamu jangan pernah merasa sendiri, kita selalu ada untukmu mas."


Dalam posisi berpelukan, mereka saling bercerita tentang masa lalu dengan penuh haru, dan saling menguatkan.


Lisa sendiri mengetahui semuanya dari bi Lilis. Sebenarnya Anggel sudah mengatakan padanya, tapi wanita itu hanya menceritakan keburukan dan kekejaman Kaisar di masa lalu nya. Dan Julia lah yang berperan penting dalam pembentukan karakter Kaisar.


Tapi setelah ia bercerita dengan bi Lilis, dan bi Lilis menceritakan semua masa lalu Kaisar.


Lisa memahami apa yang membuat Kaisar menjadi sekejam itu, bahkan pada Larasati wanita yang saat ini berstatus sebagai ibunya.


Dari kecil Kaisar sudah memiliki tempramental yang melebihi anak-anak seusianya ia sering marah karena hal kecil bahkan sampai memukul dan menghajar teman-teman nya tanpa ampun.


Itu yang membuat ia di jauhi oleh teman-temannya, karena mereka menganggapnya sebagai monster, bahkan Kaisar tidak memiliki teman sama sekali, hanya Jhon lah satu-satunya teman untuknya, bahkan sampai saat ini.


Tapi! Melissa, wanita dengan sejuta kelembutan selalu mendampingi putranya, dan menuntun Kaisar agar bisa berprilaku normal seperti anak-anak seusianya.


Kekecewaan dan sakit hati mulai merasuki Kaisar.


Karena Yuda yang tiba-tiba membawa Larasati di rumah mereka dan mengklaim bahwa wanita itu adalah istrinya dan meminta Kaisar untuk memanggilnya ibu, hingga membuat Melissa sedih dan sering sakit-sakitan


Membuat Kaisar sangat membenci Yuda beserta Larasati, bahkan mereka datang ke rumah itu dengan membawa seorang anak laki-laki yang usianya di bawah Kaisar, ya itu Farel.


Belum hilang rasa sakit hati dan bencinya, Kaisar sudah di terjang dengan kesediaan yang mendalam, ketika Melissa di nyatakan meningal dunia. Hingga membuatnya depresi berat.


Di tengah kekacauan hati dan mental ini lah Julia masuk kedalam hidup Kaisar yang mengcosplay diri menjadi sosok Melissa, Kaisar yang saat itu sangat mendamba sosok ibu mulai terikat dengan Julia, tapi bukannya menuntun Kaisar untuk hidup normal, Julia justru memperkuat karakter bengis Kaisar.


Julia melakukan itu tentu ada maksud tertentu.


Tapi di balik sifat bengisnya, Kaisar selalu merasa takut, takut akan di tinggalkan dan takut akan kehilangan.


Hingga Lisa harus bisa memahami sifat suaminya itu. Dengan ini Lisa juga bertujuan untuk membuka mata Kaisar tentang siapa Julia sebenarnya.


Tapi ada yang mengganjal di hati Lisa, di akhir cerita bi Lilis, ia menegaskan bahwa tidak ada yang namanya perselingkuhan di antara Larasati dan Yuda seperti yang di katakan Julia.


Lalu mengapa tiba-tiba ia membawa Larasati ke rumah hingga membuat putranya terluka.


[Nyonya Larasati adalah wanita hebat, dan penyayang dia rela berkorban apapun demi orang-orang yang ia sayangi] Ini lah kata-kata yang selalu terngiang-ngiang di benak Lisa.


Ia harus mencari tau semua kebenaran yang tertutup rapat di keluarga suaminya itu.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2