
Jhon menatap tajam dan lekat penuh amarah lelaki yang terikat tangannya.
Jhon belum melakukan apapun lelaki itu sudah ketakutan setengah mati.
"Maafkan saya tuan, sungguh saya tidak tau apa-apa, saya hanya menerima perintah dan upah dari Linda, tuan,"lelaki itu berbicara dengan gemetar.
Jhon mengambil kayu panjang, yang ia gunakan untuk mengangkat wajah lelaki itu.
"Lalu siapa yang menyuruh mu dan Linda?" Tanya Jhon, dengan nada suara yang sangat mengerikan terdengar di telinga lelaki itu.
Namun lelaki itu masih menggelengkan kepalanya.
"Sungguh saya tidak tau tuan, karna pekerjaan itu saya dapat hanya dari Linda."
"Cepat lakukan Jhon, kau hanya membuang-buang waktu saja,"kesal Kaisar, yang saat ini tengah duduk di kursi.
Ia Seolah tidak sabar untuk melihat tayangan favoritnya.
"Maafkan saya tuan, tapi kita juga harus menemukan siapa di balik ini semua,"sahut Jhon.
Kaisar berfikir, ada benarnya juga yang Jhon katakan, tapi dia juga sudah tidak sabar melihat dan mendengar lelaki yang sudah berani menjebak adiknya itu, meringis dan merintih kesakitan, dan memohon untuk segera di ambil nyawanya.
Tapi, bukankah mereka mempunyai anak buah yang berjumlah sangat banyak, dan memiliki kemampuan yang beragam dan tentunya sangat hebat, tentu akan sangat mudah bukan, hanya untuk menemukan siapa dalang di balik ini semua.
Kaisar bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekat pada Jhon yang masih melakukan tanya jawab dengan lelaki yang menjadi tawanan mereka.
Tapi sebelum Kaisar sampai pada Jhon, ia terlebih dahulu mengambil kayu seukuran dengan lengannya.
Jhon melirik, dan melihat benda yang di tangan Kaisar, tentu ia sangat tau untuk apa kayu itu.
"Kau terlalu murah hati dengan bajingan ini Jhon!" Kesal Kaisar.
BUG...!
AAAKKKHHH.....
Teriak lelaki itu, karna Kaisar baru saja memukul punggungnya dengan sebuah balok.
"Seperti ini kan kau memukul adik ku?"ujarnya.
Dan ia kembali melayang beberapa pukulan di punggung lelaki itu.
🍁🍁🍁
"Pak polisi, saya berkata benar, bukan saya yang membunuh pengusaha itu, tapi Luna yang membunuhnya!"
Perkataan yang terlontar dari mulut Linda menarik perhatian para Polisi di sana.
"Luna?"
"Benar pak, Luna, putri Yuda Wijaya,"yakin Linda, berharap para Polisi mempercayai ucapannya.
"Hey kau jangan macam-macam, kau tidak tau siapa itu keluarga Airlangga Wijaya!" Tukas satu Polisi yang malas dan enggan mendengarkan Linda, yang ia anggap hanya bualan.
"Saya tidak berbohong pak, saya berani bersumpah jika yang saya katakan ini benar,"Linda terus saja meyakinkan para Polisi yang sedang melakukan pemeriksaan padanya.
Hingga ada satu Polisi yang tertarik dengan cerita yang Linda utarakan, dan sepertinya ia sedikit mempercayai ucapan Linda.
Ia mulai bertanya kronologi awal bagaimana ia bertemu dengan Luna.
Dan Linda pun menceritakan semuanya termasuk seseorang yang menyuruhnya menjebak Luna, orang itu bernama Sarah!
Polisi, mulai mengambil tindakan dengan menyelidiki Luna.
🍁🍁🍁
Kita kembali pada Kaisar dan Jhon.
"Ampun tuan.. Tolong ampuni saya!" Rengekan lelaki tadi terus saja menggema di ruangan tertutup itu.
"Kau bilang apa? Ampun?" Jhon tersenyum miring.
SET....
AAAKKKHHH....
Lelaki itu kembali berteriak karena Jhon kembali menyayat kulitnya.
Seperti yang ia katakan, ia akan menguliti lelaki itu secara hidup-hidup.
Perlahan-lahan Jhon kembali mengambil kulit lelaki itu, dengan menggunakan belati tajam.
AAAKKKHHH...
SAKIIIT..
AMPUN TUAN...
TOLONG AMPUNI SAYA...
__ADS_1
Sudah ratusan kali lelaki itu memohon ampun pada Jhon. Tapi Jhon malah mendengar itu seperti sorakan semangat untuknya agar lebih banyak lagi mengumpulkan kulit lelaki yang sudah mengganggu istrinya itu.
Kaisar yang tengah duduk, tersenyum puas melihat kerja bagus yang Jhon lakukan.
Aku bangga padamu Jhon. Gumamnya.
Cukup!
Jhon meletakkan belati di atas meja, sudah cukup untuk hari ini dan ia akan melanjutkannya di esok hari.
Tapi protes Kaisar lontarkan pada Jhon!
"Kenapa kau berhenti Jhon, dia bahkan belum menangis darah."
Jhon mendekati Kaisar yang masih duduk di kursinya.
"Tuan, sungguh tidak adil baginya jika kita langsung membuat mati hari ini juga, bukankah akan lebih menyenangkan lagi jika kita menunda-nunda kematiannya agar kita bisa terus mendengarkan rintihan dan terikaan nya,"sahut Jhon, dengan memiringkan senyum jahatnya.
Kaisar mengangguk, dan ikut tersenyum Devil.
"Aku benar-benar bangga padamu Jhon, ternyata kau jauh lebih sadis dari ku."
Dan mereka berdua sama-sama tertawa untuk kehebatan mereka.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah cukup merasa puas.
Kaisar kembali pulang ke Mansionnya, karna ia mempunyai janji akan mengantar Lisa ke dokter kandungan.
🍁
Hari ini ia cukup senang karena sudah lama sekali dia tidak melakukan kegiatan gila seperti yang baru ia lakukan beberapa jam yang lebih bersama Jhon.
"Mas, kau sudah pulang,"Lisa menyambut kedatangan suaminya itu.
"Iya sayang,"Kaisar membelai rambut Lisa, dan mencium keningnya. "Bagaimana, kita jadi ke dokter kandungankan?" Tanya Kaisar, sambil mengelus perut Lisa yang sudah mulai m membuncit.
"Jadi Mas, tapi kita tunggu Arga bangun dulu ya, dia sedang tidur."
"Baiklah, kalau begitu Mas mandi dulu,"Kaisar kembali membelai rambut Lisa, dan berlalu menuju kamar mandi, dengan wajah yang sumringah.
"Ada apa dengannya, kenapa mas Kaisar terlihat segar dan berseri-seri seperti itu, beberapa jam yang lalu ia terlihat pucat karena selalu saja muntah-muntah dan tidak mau makan, apa masa ngidam Mas Kaisar sudah selesai,"gumam Lisa, "syukurlah kalau begitu, mudahan-mudahan dia juga sudah tidak meminta yang aneh-aneh lagi."
Setelah selesai membersihkan diri dan Arga pun sudah bangun dari tidurnya.
Kaisar mengantarkan Lisa ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan istrinya.
🍁
"Lima bulanan lagi Mas."
"Kenapa lama sekali,"keluh Kaisar.
"Ya memang seperti itu mas, masa kehamilan kan sembilan bulan."
"Apa, Arga juga sama, selama sembilan bulan berada di perut mu?"
"Tentu saja," sahut Lisa.
"Apa tidak bisa di percepat!"Kaisar kembali menawar.
Lisa menggelengkan kepalanya.
Kau harus sabar Lisa.
"Tidak bisa mas."
🍁
Akhirnya pertanyaan aneh Kaisar pun berakhir karena saat ini mereka telah sampai di rumah sakit.
Kaisar membuka pintu mobil untuk Lisa dan Arga.
Dengan bangga dan senyum yang lebar Kaisar menggandeng tangan Kanan Lisa, dan Arga menggandeng tangan kiri Lisa, anak itu tidak mau kalah dengan papahnya, ia akan selalu ada dan siaga untuk mamahnya.
Sudah tidak perlu melakukan pendaftaran apalagi mengantri.
Mereka langsung di sambut seorang dokter wanita, dan mengantar Lisa keruang pemeriksaan yang khusus dan sepesial untuk Lisa.
"Saya juga ingin Ikut masuk,"pinta Kaisar.
"Arga juga mau masuk,"sahut Anak itu.
"Tentu tuan, silahkan,"dokter membuka pintu untuk Kaisar.
Tentu saja dokter itu harus mengijinkan Kaisar ikut masuk kedalam, jika tidak! Sudah bisa di pastikan karir kedokterannya akan berakhir sampai sini.
Dokter dengan teliti dan sangat hati-hati melakukan pemeriksaan pada kandungan Lisa.
__ADS_1
Dokter mengoleskan sesuatu berbentuk Jel pada perut Lisa, dan mulai menggerakkan sebuah benda di sana dan terhubung dengan layar yang menunjukkan posisi dan keadaan janin di dalam perut Lisa.
"Lihat Tuan, Nona, bayi anda sangat sehat dan aktif,"ujar dokter , dengan senang, karena menyampaikan kabar baik untuk pasangan itu.
"Tentu saja harus seperti itu, jika bayi ku tidak baik-baik saja kau sebagai dokter harus bertanggung jawab,"sahut Kaisar, yang seketika membuat senyum sang dokter memudar.
"Papah, apa itu adik Arga?" Tanya Arga dengan antusias.
"Benar, dia adik Arga, dan nanti setelah adik bayi itu terlahir Arga harus menjaganya dengan baik,"kata Kaisar.
"Siap pah, Arga akan menjaga adik bayi dengan baik,"semangat dan bahagia terlukis jelas di wajah anak itu.
🍁🍁🍁🍁
Setelah melakukan pemeriksaan yang menegang bagi dokter, Kaisar dan Lisa pun memutuskan untuk segera kembali ke Mansion.
Dokter mengantarkan mereka sampai area parkir mobil.
"Terimakasih, tuan Kaisar sudah mengunjungi rumah sakit kami,"ia menundukkan kepalanya.
Kaisar tidak menjawab, hanya Lisa yang menjawab dan juga mengucapkan terimakasih pada dokter wanita itu.
Kaisar membuka pintu mobil untuk Lisa.
Tapi sebelum Lisa memasuki mobil itu.
Tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Lisa!"
Lisa dan Kaisar sama-sama menengok ke sumber suara.
"Nur!" Lisa nampak sangat bahagia melihat sahabatnya itu.
Nur sedikit berlari menghampiri Lisa dan memeluknya.
"Aku sangat merindukan mu Lisa."
"Aku juga sangat merindukan mu Nur."
Kaisar yang merasa cemburu segera memisahkan pelukan antara dua sahabat itu.
"Sayang, sudah mas bilang jangan membuat Mas cemburu, dengan membiarkan orang lain menyentuh apa lagi memeluk mu, selain suami mu ini,"bisik Kaisar.
"Tapi Mas, Nur kan wanita, masa mas cemburu Juga,"protes Lisa.
"Kau tidak tau kan, kalau-kalau teman mu ini penyuka sesama jenis."
"Astaga mas, kau bicara apa? Nur wanita normal, Mas,"Lisa benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu.
Kaisar meneliti Nur dari bawah sampai atas, ia seperti sedang menerawang jiwa yang tersembunyi di tubuh Nur, lalu ia kembali berbisik pada Lisa.
"Sayang, siapa yang bisa membuktikan jika dia normal, buktinya sampai sekarang dia belum menikah."
Apa-apaan ini.
Apa bisa seseorang di sebut tidak normal hanya karena belum kunjung menikah di usia yang sudah matang. Gumam Lisa.
"Ehem.., apa aku mengganggu kalian?" Nur yang mulai tidak nyaman, dengan Kaisar yang selalu berbisik pada Lisa dan menatapnya dengan tatapan tidak suka, seperti sedang bertemu dengan saingan cintanya saja.
"Tidak Nur, aku tidak merasa terganggu samasekali, bagaimana dengan kabar mu?"
"Aku baik."
Den akhirnya obrolan kedua sahabat itu berlanjut di sebuah Kafe yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Dan dengan terpaksa Kaisar pun mengijinkannya.
Tapi ia tetap mengawasi gerak-gerik Nur, kalau-kalau wanita itu benar menyukai istrinya.
🍁
"Bagaimana dengan usaha Catering mu Nur?"
"Usaha ku mengalami sedikit penurunan Lis,"wajah sedih Nur tunjukkan pada sahabatnya.
Lisa menggenggam tangan Nur.
"Sabar Nur, yang namanya usaha pasti ada kalanya naik turun."
"Kau benar Lis, tapi tidak dengan usaha adik ipar mu itu, yang Restorannya semakin berkembang dan semakin populer dan banyak pelanggan,"keluh Nur, yang menggenggam erat tangan Lisa.
"Sakit, Nur!" Pekik Lisa, Karna Nur menggenggam tangannya terlalu kuat.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏
Semoga tetap suka dengan musim kedua ini 🤗
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️