
Setelah Lisa berpamitan pada bi Lilis ia segera masuk ke dalam mobil.
"Pak kita ke supermarket yang ada di jalan xxx ya."
"Tapi non bukankah supermarket yang di jalan xxx lebih jauh, ada supermarket yang lebih dekat dari sini non." Usul pak supir yang heran kenapa Lisa lebih memilih supermarket yang lebih jauh.
"Di sana lebih lengkap pak." Elak Lisa.
"Baik non."
60 menit menempuh perjalanan akhirnya Lisa sampai di supermarket yang dia inginkan.
"Bapak tunggu di parkiran saja ya?" Cegah Lisa yang melihat pak supir hendak mengikutinya.
"Tidak non, bapak harus mengawal non Lisa kemanapun pergi."
"Huuf baiklah." Lisa pun membiarkan pak supir mengikutinya.
Sudah 30 menit Lisa hanya berkeliling saja tanpa membeli sesuatu, membuat pak supir menjadi bingung. Sebenarnya apa yang di cari istri dari tuannya itu.
"Pak saya mau ke toilet dulu."
"Baik non." Pak supir masih mengikuti Lisa dari belakang.
"Apa bapak mau ikut masuk ke toilet juga? Ini toilet wanita lho pak?" Geram Lisa.
"Maaf kan saya non. Tapi saya mendapat pesan dari bi Lilis harus tetap mengikuti nona."
"Tapi tidak ke toilet juga kan?"
"Maaf non. Maaf kan saya."
"Ya sudah bapak tunggu di sana, saya tidak akan lama." Ujar Lisa sambil menunjuk tempat yang sedikit jauh dari toilet, dan segera masuk ke dalam toilet.
Tidak ada pilihan lain dari pada di amuk masa karena masuk kedalam toilet wanita. Pak supir pun menunggu Lisa di tempat yang di rekomendasikan oleh nonanya.
15 menit. 30 menit. Hingga 60 menit.
Lisa tak kunjung kembali juga.
"Ini sudah 60 menit. Kenapa non Lisa lama sekali, apa terjadi sesuatu padanya." Gumam pak supir.
Pak supir mundar-mandir di depan toilet. Ia mulai gelisa. Beberapa wanita yang masuk dan keluar memperhatikannya.
"Bahkan wanita itu hanya butuh waktu 10 menit. Tapi kenapa nona Lisa lama sekali." Gumam pak supir sambil memperhatikan wanita yang keluar masuk ke dalam toilet.
"Ini tidak bisa di biarkan."
Pak supir menerobos masuk kedalam toilet wanita yang sedang di penuhi ibu-ibu dan para gadis muda yang sedang mengantri.
"NON! NON LISA ANDA Di MANA?" Teriak pak supir yang menggema di dalam.
"KURANG AJAR! Dasar pria tua mesum." BUG ...
Seorang ibu-ibu memukuli pak supir dengan tas yang ia bawa.
"Maaf Bu. Saya sedang mencari nona saya."
"Alasan saja! Dasar mesum." Bug ... Bug ...Bug.... Dan beberapa wanita yang ada di sana pun ikut menghajar pak supir.
Suara keributan membuat petugas berhambur masuk ke dalam toilet.
"Ada apa ini?"
"Ini pak! Ada pria tua cabul yang menerobos masuk ke dalam toilet wanita."
"Tidak pak! Tidak seperti itu. Saya sedang mencari nona saya pak." Dan pak supir pun menjelaskan kejadian awal hingga membuat ia menerobos masuk ke toilet wanita. Dan untung saja penjelasannya di terima dengan para petugas.
Pak supir di bawa ke ruang informasi.
"Bapak bisa jelaskan ciri-ciri nona yang bapak maksud, biar kami membantu mencarinya."
" Nona saya bernama Lisa dia sangat cantik Tingginya sekitar 165 kulitnya putih rambutnya sebahu, nona Lisa menggunakan Kemeja kotak-kotak berwarna biru muda dan celana hitam pak." Jelas pak supir.
"Baik pak. Kami akan membantu mencarinya."
__ADS_1
"Terimakasih pak."
Namu sudah 2 jam pencarian Lisa masih tidak di temukan. Pak supir mulai panik keringat sebesar biji jagung mulai membanjiri wajahnya. Panik, takut, itulah yang sedang di rasakanya.
"Apa mungkin nona Lisa sudah kembali ke Mansion? Aku harus menghubungi bi Lilis.
Pak supir menekan tombol-tombol di ponselnya.
"Halo bi Lilis!"
{"Halo! Pak ini sudah jam berapa? Kenapa lama sekali apa non Lisa belum selesai berbelanja?"}
Duaaarrrr ....
Perkataan bi Lilis seolah bom yang menghantam nya.
"Ja ... Di nona Lisa tidak ada di mansion?" Tanya pak supir gemetar.
{"Apa maksud mu pak. Tentu saja tidak. Nona Lisa kan sedang keluar dan bapak yang mengantarnya." }
"Nona Lisa menghilang bi!"
{"Apa menghilang? Jangan bercanda pak. Cepat antarkan nona Lisa kembali sebentar lagi tuan Kaisar pulang." }
"Saya tidak bercanda bi. Nona Lisa benar-benar menghilang,"
{"Kamu sudah mencarinya?" }
"Sudah seluruh supermarket saya telusuri di bantu dengan para petugas di sini, tapi tetap nona Lisa tidak di temukan."
{"Coba kamu cari sekali lagi."}
Panggilan terputus. Pak supir masih terus mencari nonanya.
Berjam-jam hingga matahari mulai meredup menandakan hari sudah berganti sore.
Dengan pasrah pak supir kembali ke Mansion tanpa Nonanya. Dia benar-benar sudah pasrah jika nanti tuannya marah besar bahkan mungkin sampai mencincang tubuhnya, karena lalai menjaga istri tuannya.
"Bagaimana pak? Di mana nona Lisa?" Tanya bi Lilis.
"Jadi nona Lisa tidak di temukan?"
"Iya bi."
"Astaga! Bagaimana ini pak. Tuan Kaisar pasti marah besar pada kita."
"Tuan Kaisar bukan hanya akan marah bi, bahkan mungkin tuan Kaisar akan membuat saya tinggal nama saja."
"Non Lisa anda di mana. Saya takut terjadi sesuatu pada nona Lisa pak, saya harus menghubungi tuan Kai "
Pak supir hanya bisa mengangguk.
**
Di rumah sakit Kaisar sedang menemani Kakeknya yang terbaring lemas dengan beberapa selang medis yang terpasang di tubuhnya. Terlihat sekali Kaisar sangat sedih melihat orang yang selama ini dia sayangi terbaring lemah.
"Tuan." Jhon datang.
"Ada apa Jhon?" Tanya Kaisar Tanpa melihatnya, karena matanya hanya tertuju pada Kakeknya yang sangat ia sayangi.
Jhon diam. Dan Kaisar segera berbalik melihatnya. Raut tegang yang nampak sekali di wajah Jhon membuat Kaisar paham kalau ada sesuatu yang sangat penting. Ia pun beranjak keluar dan di ikuti Jhon di belakangnya.
"Katakan ada apa?" Tanya Kaisar setelah menutup pintu.
"Ada masalah di mansion tuan."
"Masalah? Apa Anggel membuat ulah?" Tanya Kaisar.
"Nona Lisa menghilang tuan."
"APA! LISA MENGHILANG?" Suara Kaisar benar-benar menggema bagai petir.
"Benar tuan saya mendapat kabar dari bi Lilis bahwa nona Lisa menghilang."
Tanpa, a i u e o Kaisar langsung melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Kita ke Mansion sekarang."
"Baik tuan."
"Beri tau pak Sanusi, untuk menjaga Kakek."
"Baik tuan."
Setelah itu mereka langsung menuju Mansion.
*****
Sampai di mansion.
Terlihat sekali wajah-wajah tegangan dari para penjaga dan bi Lilis yang sedang berbaris.
"Selamat datang tuan Kaisar" sapa bi Lilis seraya mengangguk.
Dengan wajah yang teramat menakutkan Kaisar menatap para penjaga.
"Cepat jelaskan kenapa Lisa bisa menghilang?"
Semuanya tidak ada yang menjawab pertanyaan Kaisar. Mereka hanya bisa bergetar dan berkomat-kamit dalam hati. Hingga pada akhirnya pak supir maju menghadap Kaisar. Ia langsung menjatuhkan diri di depan Kaisar tertunduk layaknya seseorang yang sedang memohon ampunaan.
"Maafkan saya tuan. Saya sudah lalai menjaga nona Lisa. Saya mohon ampun tuan." Ucap pak supir sambil menangkupkan kedua tangannya.
Air muka Kaisar berubah menjadi semakin panas layaknya air yang mendidih, mendengar kata ( lalai dalam menjaga ) tangannya sudah terkepal sempurna siap untuk menghantam seseorang yang kini tengah memohon di hadapannya.
"Tuan tahan emosi anda. Kita dengarkan dulu penjelasan dari mereka." Untung saja Jhon segera mehan Kaisar, jika tidak sudah bisa dipastikan Kaisar akan menghajar habis-habisan supirnya itu.
"Cepat jelaskan secara rinci kenapa nona Lisa bisa pergi dari Mansion.?" Kini Jhon yang mengambil alih pertanyaan itu.
"Maaf tuan, tapi nona Lisa bukan pergi dari Mansion. Nona Lisa menghilang ketika sedang berbelanja di supermarket." Jawab bi Lilis sambil menahan tangisnya, karna saat ini ia lebih menghawatirkan ke adaan Nonanya.
"Apa supermarket? KALIAN MEMBIARKAN LISA KELUAR DARI MANSION INI?" Murka. Saat ini Kaisar benar-benar murka.
"Maaf tuan. Nona Lisa bilang pada bibi jika tuan sudah memberi ijin."
"Aaggrrr" Kaisar mengacak rambutnya.
Lalu beralih pada pak supir.
"Jadi kau yang mengantarkan Lisa?"
"Be .... Be.. benar tuan."
Sekuatnya Kaisar menahan amarahnya.
"Jelaskan kenapa Lisa bisa menghilang."
Dan pak supir pun menjelaskan secara detail, dari awal mereka berangkat sampai dia kehilangan nonanya itu tanpa di tambah-tambahi atau di kurang-kurangi.
Dan.
BUG ..... BUG... BUG... BUG .... BUG .....
Sekuat-kuatnya Kaisar menahan amarahnya tapi akhirnya lolos juga. Dia menghajar habis-habisan pak supir yang mengantarkan Lisa.
Yang lain hanya bisa memejamkan matanya tidak bisa berbuat apa-apa. Mau menolong tentu tidak mungkin bisa-bisa mereka juga kena amukan dari si serigala ini. Terkecuali Jhon dia nampak sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Ya inilah sifat asli Kaisar. Lelaki yang tampan banyak di puja-puji oleh kaum hawa. Selain sombong dia juga memiliki sisi lain yang sangat mengerikan jika sudah marah.
Setelah puas melampiaskan amarahnya, Kaisar melepaskan tubuh yang kini sudah babak belur itu.
"Kalian tidak perlu khawatir dia tidak mati." Ucapnya dengan enteng sambil menahan nafasnya yang masih memburu seolah masih ingin mencari mangsa lain untuk dia hajar habis-habisan.
"Jhon cepat kerahkan semu anggota, cari Lisa. Malam ini Lisa harus sudah di temukan."
"Baik tuan."
Dengan cepat Jhon pun mengerahkan semua anggotanya.
Sementara itu di atas sana, maksudnya di lantai atas. Seorang wanita tengah tersenyum lebar sambil menonton keributan yang terjadi. Dia adalah Anggelina, di antara wajah-wajah yang tegang bercampur rasa takut yang menusuk sampai ke ulu hati dialah satu-satunya wajah yang terlihat sangat bahagia.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terimakasih sudah mau membaca 🙏🙏
__ADS_1