
Kaisar akan selalu merasa nyaman jika di peluk seperti ini oleh Lisa.
Tapi kenyamanan itu lama-lama berubah menjadi sesuatu yang panas.
Tangannya mulai menggerayangi lekuk tubuh istrinya.
Dan beberapa detik kemudian sudah berhasil menyusup di balik gaun yang Lisa kenakan.
Lisa menghentikan pergerakan tangan Kaisar.
"Mas, hentikan!"
Bukan Kaisar jika dia menghentikan tangannya.
Semakin di cegah semakin menggila, itulah kata-kata yang sangat cocok untuk Kaisar.
Lisa menguraikan pelukannya.
"Mas, jangan seperti ini, kita harus keluar masih banyak tamu yang harus kau temui bukan?"
"Itu tidak penting!" Jawabnya dengan enteng.
Kaisar menghentikan tangannya yang tengah menggerayangi Tubuh Lisa.
Bukan untuk menyudahi, tapi justru untuk memulainya.
Kaisar membuka JAS yang melekat di tubuhnya, dan di susul dengan mengendurkan dasi yang melingkar di lehernya, ia melempar Dasi dan JAS itu ke segala arah.
Lisa memperhatikan aksi suaminya itu.
"Mas, apa yang kau lakukan, kenapa di buka? Ayo cepat pakai lagi mas, kita harus ke Aula,"ucap Lisa, dan hendak beranjak memungut JAS yang Kaisar lemparkan.
Dengan cepat Kaisar menarik pinggang ramping Lisa hingga terjatuh di pangkuannya.
"Kau mau kemana, tetep di sini, kita baru akan memulai nya jadi Mas tidak memerlukan JAS itu." Ucapannya dengan suara yang parau.
Lisa tentu mengerti apa yang di maksud Kaisar.
Tapi, apa mungkin di lakukan di tempat dan di waktu yang tidak tepat seperti ini, di luar sana orang-orang tengah mengadakan pesta pernikahan.
Apa mereka harus mendahului si pengantin.
"Mas, jangan sekarang, kita bisa melakukannya di rumah!" Lisa mencoba membujuk suaminya, yang sudah sangat ON itu.
"Di rumah kita akan mengulanginya lagi, di sini kita hanya melakukan pemanasan saja."
"Tapi mas, di luar sana Farel dan Sintia sedang melakukan resepsi pernikahan."
"Memangnya kenapa?"
"Setidaknya kita harus menghargai mereka sebagai penggantinya di sini."
"Mereka berdua tidak perlu di hargai, nanti malam juga mereka akan melakukan hal yang sama seperti kita."
SREEEET...
Kaisar sudah berhasil membuka resleting Gaun yang Lisa pakai.
Lalu ia menurunkan Gaun yang sejak tadi menghalangi pandangannya pada si kembar kesayangannya.
Lisa masih mencoba mempertahankan Gaun yang ada di tubuhnya.
Tapi tentu tenaganya kalah kuat dari Kaisar.
Dalam sekejap, Gaun berwarna Salem itu, lolos dari tubuh ramping Lisa.
Tanpa membuang-buang waktu, Kaisar segera menenggelamkan wajahnya pada si kembar yang sejak tadi menjadi incarannya.
Dan berlanjut ke segala sudut area tubuh istrinya.
"Mas." Lenguhan Lisa lolos begitu saja, ketika Kaisar berhasil menaklukkan pertahanannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Kita Tinggalkan Dulu pasangan yang tengah berproses itu.
Di tempat Lain.
Rasa lelah dan letih sudah terlihat di wajah Sintia, Karna sejak tadi ia harus memasang senyum sejuta WAT dan mengulurkan tangannya pada para tamunya.
"Aah.. aku lelah sekali, bahkan gigi ku sampai kering karena sejak tadi selalu memasang senyum."
Lenguh Sintia.
Yang kini bersandar di kursi pengantin.
"Kau lelah?" Tanya Farel yang tengah memperhatikannya.
"Tentu saja, apa kau tidak merasa lelah?"
"Tentu saja aku lelah, dan ini hanya membuang-buang waktu ku saja."Sahut Farel.
"Kalau begitu, cepat minta sudahi saja pesta ini." Pinta Sintia.
Farel menatap Sintia.
__ADS_1
"Apa kau sudah tidak sabar ingin melakukan malam pertama?"
Uhuk.... Uhuk....
Pertanyaan Farel sontak membuat Sintia terbatuk-batuk.
"Malam pertama? Aku sama sekali tidak pernah memikirkannya, dan kau jangan pernah mengharapkan malam itu,"ucap Sinta, yang memicingkan matanya pada Farel.
Farel menanggapinya dengan senyum nakal di bibirnya.
"Aku tidak bisa menjamin untuk itu."
Lalu ia beranjak menghampiri seorang.
"Apa maksudnya?" Gumam Sintia.
🍁🍁🍁
Farel meminta pesta ini di percepat.
Dan satu jam kemudian pesta pernikahan berakhir.
Dan para tamu perlahan meninggalkan gedung itu.
🍁
"Dimana Kaisar, dari tadi papah tidak melihatnya, dia sampai tidak menyambut beberapa tamu penting kita?" Tanya Yuda.
"Kakak ipar pun tidak ada di sini, sudah pasti anak papah itu tengah bersama istrinya." Sahut Farel.
"Iya, tapi kemana?"
"Mungkin mereka tengah berada di kamar pengantin!" Cetus Farel.
Yang langsung mendapat tatapan tajam dari Larasati.
"Aku hanya menebaknya saja mah."
"Ka Kaisar dan kakak ipar, sedang berada di ruangan istirahatnya." Sahut Luna, yang tengah asik berfoto bersama Arga dan pengantin wanita.
Saat ini mereka sedang berada di satu ruang istirahat Keluarga.
🍁🍁🍁
Kembali pada Kaisar dan Lisa.
Sepertinya mereka sudah selesai dalam bertugas.
Tapi mereka masih enggan untuk beranjak dari sofa itu.
"Sayang." Panggil Kaisar dengan lembut.
"Iya Mas."
"Apa dulu kau pernah mengharapkan sebuah pernikahan meriah, seperti yang di lakukan Farel dan temanmu itu?"
"Kenapa kau menanyakan soal itu mas?"
"Mas, hanya ingin tau, seperti apa pernikahan impian mu dulu?"
"Aku memang pernah bermimpi untuk menjadi seorang putri di hari pernikahan ku, itu jika aku menikah dengan seorang pangeran, tapikan aku menikah dengan seorang Kaisar, jadi impian itu tidak berlaku, dan seperti apapun pernikahan kita dulu, yang terpenting saat ini kita sudah bahagia dengan pernikahan kita mas."
"Lalu seperti apa pernikahan impian mu mas?" Lisa balik bertanya pada suaminya.
Terlihat Kaisar tengah mengingat-ingat.
"Mas, tidak mempunyai impian seperti apa acara pernikahannya, tapi mas mempunyai impian yang lain seusai pernikahan."
"Apa?" Tanya Lisa, yang di liputi rasa penasaran.
"Bulan madu!"
"Astaga!" Gumam Lisa.
Lisa diam, memudar sudah rasa penasarannya.
"Kenapa kau diam? Apa kau tidak ingin tau Bulan madu seperti apa yang mas impikan?"
"Tidak!" Sahut Lisa cepat.
"Kenapa tidak sayang, ini bisa jadi referensi kita."
"Referensi! Kita sudah lama menikah mas, jadi sudah tidak di perlukan yang namanya berbulan madu."
"Tapi mas ingin kita pergi berbulan madu, waktu kita menikah tidak pernah berbulan madu kan?"
"Mas, yang seharusnya berbulan madu itu Sintia dan Farel, bukan kita, kita bukan pengganti baru, bahkan kita sudah mempunyai seorang anak."
Seperti biasa, Kaisar harus bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Perdebatan pun terjadi, dengan Lisa yang enggan untuk berbulan madu, tidak di pungkiri sebenarnya Lisa pun ingin tahu seperti apa rasanya pergi berbulan madu.
Tapi ia tentu malu, jika harus pergi berbulan madu, di usia pernikahan yang sudah bertahun-tahun lamanya bahkan sudah memiliki anak.
Dan Kaisar tetep kekeuh ingin pergi berbulan madu.
__ADS_1
TING..
Kaisar menyudahi debatnya.
Ia meraih ponselnya yang mendapat notifikasi pesan.
[Dimana kau? Menghilang begitu saja di tengah-tengah acara, Arga mencari ibunya, di mana kau sembunyikan kakak ipar.]
Satu pesan menolak dari Farel.
Kaisar tersenyum miring, membaca pesan itu.
Dengan cepat ia membalas pesan menohok dari adiknya yang baru saja melangsungkan pernikahan.
[Aku dan kakak ipar mu, sedang melakukan kegiatan yang akan menghasilkan adik untuk Arga.]
[Dasar brengsek! Kau mendahului malam pertama ku dan Sintia.]
Farel sangat kesal dengan melakukan kakaknya itu.
Aku dan Sintia yang menikah dia yang melakukan itu bersama istrinya
Grutu Farel.
🍁🍁🍁🍁
Mereka semua kembali ke kediaman Yuda, begitu Farel dan Sintia.
Kaisar menyampaikan niatnya ingin pergi berbulan madu bersama Lisa, dan membawa serta Arga juga Jhon.
"Kakak, jika kau membawa serta Arga dan Jhon, itu namanya bukan bulan Madu, lagi pula kasihan Ka Jhon, jika harus menyaksikan kalian berbulan madu sedangkan dia hanya menjaga Arga." Celetuk Luna.
Yang membuat semua orang menatapnya.
Sedangkan Jhon, yang tadi namanya di sebut hanya mengalihkan pandangan, pura-pura tidak tau apa-apa.
"Jika ingin berbulan madu, pergilah berdua saja dengan kakak ipar, biar Arga aku dan mamah yang menjaganya." Sambung Luna.
"Tidak! Aku tidak setuju jika dia pergi berbulan madu." Sahut Farel.
"Kenapa tidak setuju nak, kakak mu belum pernah pergi berdua saja bersama kakak ipar mu, jadi biarkan mereka melakukan perjalanan itu." Ucap Larasati.
"Tapi mah, yang menikah itu aku, kenapa dia yang pergi berbulan madu!" Farel masih tidak terima.
"Jika kau ingin berbulan madu pergilah, tapi selesaikan dulu semuanya pekerjaan mu yang menumpu di kantor!" Timpal Kaisar.
"Sial!" Umpat Farel, dengan kesal.
"Farel, kakak mu benar, selesaikan dulu tanggung jawab mu di kantor, lalu pergilah kemanapun yang kau mau bersama istri mu, papah yakin Sintia tidak akan keberatan jika harus menunggu beberapa hari kedepan,"ucap Yuda lalu bertanya pada Sintia.
"Benar kan nak?"
"Benar om ... Eh pah, aku tidak apa jika harus menunggu." Sahut Sintia, dengan cepat.
Bahkan aku berharap, jika tidak akan pernah pergi berbulan madu bersamanya.
Dan akhirnya Farel pun mengalah.
"Jhon!"
Tiba-tiba Yuda memanggil, lelaki yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Iya tuan."
"Kaisar, sudah menikah bahkan sudah mempunyai anak, begitupun dengan Farel, ia baru saja melangsungkan pernikahannya, lalu bagaimana dengan mu?"
"Maaf tuan, saya tidak mengerti dengan maksud pertanyaan tuan."
"Apa kau sudah mempunyai seorang kekasih untuk kau nikahi?"
Pertanyaan Yuda bagai ejekan telak, untuk Jhon yang bertahun-tahun menjomblo itu.
"Astaga! Papah, kak Jhon itu selalu sibuk dengan semua urusan kak Kaisar, jadi mana sempat ia mempunyai kekasih." Sahut Luna, yang makin membuat Jhon telak.
"Maafkan saya tuan, tapi saya belum memikirkan itu, saya masih ingat fokus berkerja tuan." Sahut Jhon.
Jhon memang tidak pernah memiliki seorang kekasih dan berpacaran, itu semua ia lakukan semenjak menjadi Sekertaris Kaisar.
Ia menganggap berpacaran hanya akan membuang-buang waktu dan uang saja.
Dan saat itu ia juga, ingin Fokus untuk menjaga Kaisar, yang memiliki Masalah dalam kesehatan mentalnya, Jhon mengorbankan segala waktunya dan tenaganya untuk Kaisar.
"Jhon, mulai sekarang pikirkanlah hidup dan masa depan mu, aku sudah sangat baik dan bahagia saat ini, dan seterusnya aku akan tetap baik-baik saja, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi." Sahut Kaisar.
"Terimakasih tuan Kaisar, tapi saya sudah cukup tenang dengan hidup saya yang seperti ini."
"Jhon, tapi tidak selamanya kau bisa sendiri, kau pasti membutuhkan pendamping hidup!" Ucap Larasati.
"Apa, perlu papah Carikan jodoh untuk Jhon!"
🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏
❤️❤️❤️❤️ Love banyak-banyak untuk semuanya..
__ADS_1