
"Nona apa anda baik-baik saja?" Bi Lilis segera menyusul Lisa dan langsung memijat punggung Lisa yang sedang muntah-muntah.
"Saya tidak tau bi, tiba-tiba perut terasa mual, mungkin saya masuk angin."
"Apa perlu bibi menghubungi tuan Kaisar non?"
"Tidak bi, jangan." Dengan cepat Lisa menahan bi Lilis yang hendak menghubungi Kaisar lewat ponselnya.
"Kenapa non? Non Lisa sedang sakit tuan Kai harus tau."
"Dia pasti sedang sangat sibuk bi. Saya tidak apa-apa hanya sekedar masuk angin, nanti juga sembuh sendiri setelah istirahat."
"Tapi non Lisa sangat pucat."
"Saya tidak apa-apa bi, jangan khawatir."
"Non Lisa makan dulu ya. Bibi akan buatkan air jahe hangat untuk non Lisa."
"Terimakasih bi."
Lisa kembali duduk di meja makan, tapi selera makannya sudah hilang malah yang ada rasa mulanya kembali muncul ketika ia mencium aramo bumbu-bumbu dari masakan yang tersusun rapih di meja makan, padahal dari dulu Lisa sangat menyukainya.
"Ada apa dengan ku, kenapa tiba-tiba mual begini, badan ku juga terasa sangat Lelah." Gumam Lisa.
***************
"APA! Membawa Anggel ke Mansion?" Kaget Kaisar dengan usulan Julia.
"Benar Kai. Cuma mansion mu tempat yang cocok untuk Anggel saat ini."
"Nek. Mansion ku bukan tempat penampungan." Kesal Kaisar.
"Kenapa Kai? Hanya beberapa hari saja Anggel di sana, setelah dia pulih akan kembali ke apartemennya."
"Tidak bisa. Terserah nenek mau membawa Anggel kemana saja, tapi jangan menyuruh ku untuk membawa Anggel ke Mansion."
"Apa karena Lisa? Dengar Kai Lisa itu orang baru sedangkan Anggel sudah bertahun-tahun mengenal keluarga kita, nenek juga yakin Lisa tidak akan keberatan jika hanya beberapa hari saja Anggel tinggal di Mansion, nenek juga mendengar cerita dari Anggel kalau dia sudah bertemu Lisa, dan mereka sudah berteman Kai."
"Kenapa tidak nenek bawa saja ke rumah kakek?"
"Kai. Kamu taukan kalau kakek tidak menyukai Anggel, nenek takut jika memaksa membawa Anggel k rumah, penyakit kakekmu akan makin parah. Sedangkan nenek juga tidak bisa mengabaikan Anggel karna nenek sudah berjanji pada maminya kalau nenek akan menjaga Anggel selama di sini." Ujar Julia dengan wajah yang teramat sedih.
"Tapi aku juga tidak bisa membawa Anggel ke Mansion nek."
"Ya sudah jika kamu tidak mengijinkan, biar Anggel nenek bawa ke rumah kakek mu. Mungkin kamu lebih senang melihat kakek mu tambah sakit dari pada Lisa marah." Kesal Julia.
Kaisar bingung. Dia takut jika Lisa akan marah padanya jika membawa Anggel ke Mansion, karna sepertinya Lisa tidak akan suka jika ia membawa wanita lain di mansion, tapi Kaisar juga tidak bisa membiarkan Julia membawa Anggel ke rumah, bagaimana nanti dengan kakek Marwan, Kakek tidak menyukai Anggel apalagi setelah Anggel pergi meninggalkan Kaisar yang membuat Kaisar menjadi seperti orang tidak waras dan selalu melampiaskannya pada Larasati dan Farel. Pasti Kakek akan sangat marah jika tau ada Anggel di rumahnya itu akan membuat kondisi kakek Marwan semakin buruk.
Dan dengan terpaksa akhirnya Kaisar pun berkata!
"Baiklah. Aku akan mengijinkan Anggel tinggal di mansion."
"Benarkah! Kamu Memeng cucu nenek yang paling baik Kai, Terimakasih sayang." Wajah Julia berbinar seperti mendapat lotre dengan nilai tinggi.
"Tapi aku harus meminta ijin dulu pada Lisa." Ya biar bagaimanapun Kaisar harus tetep meminta ijin pada istrinya dan menjelaskan semua yang terjadi sehingga mengharuskan Anggel tinggal di mansion mereka. hidup berumahtangga harus saling terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman.
__ADS_1
Tapi sudah ber kali-kali Kaisar menghubungi Lisa ponselnya masih tidak aktif, terpaksa Kaisar menghubungi bi Lilis. Tapi bi Lilis berkata Lisa sedang istirahat di kamarnya dan ponselnya mati karena dia lupa mengisi daya, padahal Lisa senaja menonaktifkan ponselnya, bukan hanya Kaisar yang puluhan kali menghubungi Lisa, tapi Mona pun menghubungi Lisa untuk memberi kabar tentang Ayahnya, sepertinya Lisa ingin menghindari orang-orang yang sudah membuat luka di hatinya. Bi Lilis tidak mengatakan pada Kaisar bahwa Lisa sedang tidak sehat semua ini atas permintaan Lisa sendiri.
"Kai!" Panggil Julia yang melihat Kaisar masih sibuk mengotak-atik ponselnya.
"Aku belum bisa menghubungi Lisa nek, aku harus meminta ijin dulu padanya."
"Kai. Kamu ini suaminya kepala rumah tangga dan juga mansion itu milikmu jadi kamu berhak membawa siapapun tanpa harus meminta ijin pada Lisa." Julia nampaknya benar-benar sudah sangat kesal karena Kaisar mulai membantahnya, berbeda sekali ketika saat Kaisar masih bersama Anggel. Kaisar akan mendengarkan apapun yang di katakan Julia dan selalu menurutinya.
"Tap ...."
"TIDAK SAYA TIDAK MAU DOK." Teriakan Anggel membuat Kaisar dan Julia terkejut dan mereka segera masuk kedalam kamar rawat Anggel.
"Ada apa ini dok?" Tanya Julia.
"Nenek Julia tolong aku nek. Aku tidak mau di rawat di rumah sakit aku mau di rawat di apartemen ku saja, tiba-tiba aku teringat kejadian itu nek aku takut, aku sangat takut nek." Tangis Anggel pecah sambil memeluk Julia. Julia mengusap punggung Anggel mencoba menenangkannya.
"Kai cepat! tunggu apalagi?" Julia beralih menatap Kaisar.
Tidak ada pilihan Lain akhirnya Kaisar pun membawa Anggel ke Mansion nya.
Setelah mempersiapkan semua yang di butuhkan akhirnya mereka keluar dari rumah sakit.
"Anggel kamu satu mobil saja dengan Kaisar, biar nenek di mobil satunya bersama supir."
"Tapi nek. Nenek bisa satu mobil dengan Anggel kan tolak Kaisar."
"Kai. Nenek harus pulang dulu kerumah nenek harus melihat keadaan kakek mu Kai." Lagi-lagi Julia menjadikan Kakek Marwan untuk mengunci semua penolakan Kaisar.
"Baiklah." Dan Kaisar pun akan luluh.
50 menit mobil sampai di mansion.
Disana ada Jhon yang berdiri di depan pintu masuk. Sepertinya Jhon bermaksud menjemput Kaisar untuk berangkat ke kantor.
Kaisar turun dari Mobilnya dan segera memanggil Bi Lilis yang berdiri di samping Jhon.
"Iya tuan."
"Bi tolong bantu Anggel keluar dari mobil."
"APA ANGGEL!"
Bi Lilis dan Jhon sama-sama terkejut.
"Iya. Kenapa kalian terlihat sangat terkejut? Ah kalian jangan berfikir macam-macam Anggel hanya beberapa hari di sini, dia sedang dalam masa pemulihan dari pengobatannya dia tidak mau di rawat di rumah sakit, nenek menyuruhku membawa Anggel ke sini." Penjelasan panjang yang Kaisar ucapkan pada bi Lilis dan Jhon.
Dan anda percaya itu tuan. batin Jhon
Jhon hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir semalam Kaisar tidak pulang, dan kembali malah membawa wanita lain. Bukan sembarang wanita dia wanita yang pernah mengisi hatinya selama ber tahun-tahun bagaimana reaksi istrinya nanti, entah apa yang di pikiran Kaisar.
"Bi di mana Lisa?" Tanya Kaisar.
"Non Lisa sedang di kamarnya tuan."
Kaisar bergegas masuk kedalam. Bi Lilis dan Jhon hanya bisa memandang punggung Kaisar yang menghilang di balik pintu.
__ADS_1
"Tuan, bagaimana ini?" Tanya bi Lilis pada Jhon.
"Biarkan saja bi tuan Kaisar yang akan menanggungnya sendiri, sebaiknya bibi cepat membantu wanita yang sedang di dalam mobil itu."
"Baik tuan." Bi Lilis segera menghampiri dan membuka pintu mobil itu.
Di kamar.
Tok... Tok .... Tok ....
"Lisa buka pintunya? Kenapa di kunci?" Kaisar kesal tidak bisa langsung masuk karena tidak biasanya Lisa mengunci pintu kamar mereka.
"Lisa?"
Lisa yang tengah berbaring karna pusing dan mual yang ia rasakan membuatnya menjadi lelah.
"Apa itu mas Kaisar? " Gumam Lisa, dengan malas ia bangun dan membuka pintu itu.
Cklek....
"Kenapa pintunya di kunci?" Tanya Kaisar setelah pintu terbuka.
"Maaf mas aku lupa."
"Kenapa ponsel mu tidak aktif dari semalam?"
"Aku lupa mengisi daya mas." Jawab singkat Lisa.
"Lisa mas ing...." Kaisar menghentikan ucapannya ketika melihat wajah Lisa yang sangat pucat. Ia meraih wajah ayu yang kini terlihat sangat lesu.
"Kau kenapa? Apa kau sakiti, kenapa wajah mu pucat sekali?" Tanya kaisar dengan panik sambil menempelkan punggung tangannya di kening Lisa.Tapi Lisa menepis tangan itu.
"Aku tidak apa-apa Mas."
"Mas panggilkan dokter ya?"
" Aku bilang, aku tidak apa-apa mas." kesal Lisa.
"Lisa kau marah?" Tanya Kaisar
"Tidak!"
"Mas ingin bicara padamu."
"Bicara saja mas aku mendengarkannya."
"Lisa. Sebenarnya mas ...."
Tok .... Tok... Tok ...
"Tuan, tuan Kaisar!" Bi Lilis mengetuk pintu yang membuat ucapan Kaisar kembali terhenti.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
terimakasih sudah mau membaca 🤗🤗 tolong tinggalkan jejak ya 😘😘
__ADS_1