
"Apa alasan mereka membatalkan kerjasama dengan kita?"
Karyawan Luna mengeluarkan Ponselnya.
"Mungkin karena berita ini bu."
Luna meraih ponsel itu dan melihat beberapa foto-fotonya dan foto Farida Detektif yang mengunjunginya.
Di lengkapi dengan Caption
>Luna, putri Yuda Wijaya, di duga terlibat dalam kasus pembunuhan pengusaha kaya-raya yang menggemparkan kota xxx beberapa waktu yang lalu, dugaan itu di perkuat dengan Detektif dan beberapa anggota dari kepolisian yang mendatangi Luna di Restorannya yang berada di jalan xxx. Apa benar Luna terlibat!<
"Apa maksud semua ini, kenapa ada pemberitaan seperti ini?"
"Maaf Bu kami tidak tau."
"Berapa banyak yang membatalkan kerjasama dengan Resto kita?"
"Lebih dari setengahnya Bu."
Luna memijit pelipisnya, ia tidak menyangka jika kejadiannya akan berdampak pada Restorannya.
"Baiklah, jika mereka ingin membatalkan biarkan saja, kalian urus saja Resto ini seperti biasa, aku akan menyelesaikan semua masalah ini."
"Baik Bu, kalau begitu kami Permisi ke belakang."
ππππ
Sama seperti Luna, Jhon pun sudah melihat berita itu, ia sudah mengerahkan semua anggotanya untuk mengurus masalah ini.
Begitupun dengan Farida dan Linda, dua wanita itu harus cepat-cepat di bungkam.
Sarah! tinggal sosok wanita itu yang masih Jhon buru.
πππ
Beberapa bulan berlalu, perlahan berita itu benar-benar hilang dan tidak pernah muncul dan menjadi pembicaraan lagi, dengan polisi menetapkan Linda sebagai tersangka utamanya, dan akhirnya Linda melakukan bunuh diri di dalam Sel penjara, dan akhirnya Farida pun tidak meneruskan penyelidikannya pada Luna.
Sedangkan lelaki yang menjadi tawanan Jhon dan Kaisar, sudah bisa di pastikan dia tewas dengan semua luka-luka di sekujur tubuhnya, dan mayatnya pun sudah di urus dengan rapih oleh anak buah Jhon, agar tidak bisa di temukan.
Luna sudah bisa melupakan itu semua, Jhon benar, pria itu memang sudah seharusnya mati, dan Linda, dialah yang bersalah telah menjebaknya, tapi Luna tidak tau jika Linda melakukan bunuh diri di penjara.
Tapi Luna masih terus mencari tau siapa itu Sarah, biarpun masalah itu sudah selesai tapi wanita yang bernama Sarah itu terus saja meneror dan menganggu ketenangan Luna.
Bahkan, Sarah sampai nekat mencelakai beberapa karyawan Luna yang tengah dalam perjalanan pulang ke rumah masing-masing.
Hal itu membuat Luna semakin tertekan dan sedih.
ππππ
"Apa aku harus menutup saja Resto ku,"Luna yang sepertinya sudah sangat lelah dan menyerah.
"Kenapa, bukankah kau menginginkan Resto itu sejak dulu bahkan kau sampai melakukan apapun demi membangun Resto itu dn menjadi Koki, tapi kenapa tiba-tiba kau ingin menutupnya?" Tanya Lisa yang tidak bisa percaya jika Luna menyerah begitu saja.
Saat ini Luna tengah berada di Mansion untuk menemani kakak iparnya yang sebentar lagi akan melahirkan.
"Aku, merasa bersalah pada karyawan ku kak, mereka yang tidak tau apa-apa tapi menjadi korban dari wanita yang bernama Sarah itu."
"Apa Jhon masih belum bisa menemukan siapa itu Sarah?"
Bukankah dia sangat hebat, mampu mencari informasi tentang siapapun.
"Belum Ka."
Lisa mengusap punggung Luna.
"Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan, aku yakin semua akan baik-baik saja dan Jhon pasti akan segera menemukan siapa itu Sarah."
"Astaga! Kenapa aku malah jadi curhat, aku kan di sini untuk menemani kakak ipar,"Luna kembali pada tujuannya ke Mansion, dan mencoba melupakan semua masalahnya."bagaimana dengan keadaan kakak ipar?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, ini bukan kehamilan pertama ku, jadi jangan terlalu khawatir."
"Tapi, aku tetep menghawatirkan kakak ipar."
"Terimakasih Luna, Oya bagaimana dengan mu?"
"Apa maksud kakak?"
"Sintia tengah Hamil 3 bulan, dan kakak iparmu ini sebentar lagi melahirkan adik untuk Arga, lalu kau?"
Luna paham arah pembicaraan yang di maksud Lisa.
"Aku tidak tau kak,"ucap Luna dengan canggung.
"Kau dan Jhon, selama menikah ini sudah melakukan sesuatu kan?"
Luna membuka matanya lebar-lebar.
"Melakukan sesuatu! maksud kakak?"
Tidak mungkin jika Luna tidak mengerti apa yang aku katakan. Batin Lisa.
"Luna..!"
CKLEEEK....
Kaisar membuka pintu kamar Lisa, yang juga sekaligus menutup mulut Lisa yang ingin memperjelas apa yang ingin ia tanyakan pada Luna.
"Sayang, bagaimana? apa perut mu mulai terasa sakit lagi?" Kaisar duduk di samping Lisa, dan mengusap-usap perut istrinya.
"Tidak Mas."
"Jika sakit, katakan pada Mas."
"Iya Mas."
Jhon sangat menyayangi Luna dia rela melakukan apapun demi istrinya itu, begitupun sebaliknya Luna juga sangat menyayanginya Jhon, tapi mereka tidak pernah mengekspresikan perasaan yang mereka miliki. Bukankah keromantisan Sangat di perlukan dalam pernikahan!
"Kalau begitu aku keluar saja, dari pada harus menonton kemesraan kalian berdua,"ketus Luna.
"Kau bermanja-manjalah dengan Jhon, dia sudah menunggumu di kamarnya, dia itu seperti patung jadi kau yang harus memulai lebih dulu." Sahut Kaisar, tapi, tetap tidak mengalihkan pandangan pada Lisa.
Apa maksudnya akun harus memulai terlebih dahulu.
Luna keluar dari kamar pasangan yang bucin itu, dan menuju kamar yang akan di tinggalinya selama beberapa hari kedepan sampai kakak iparnya itu melahirkan.
"Apa benar kak Jhon menungguku di kamar!" Gumam Luna, sambil cengengesan membayangkan sesuatu,"dia Romantis ketika sedang itu saja, tapi jika tidak di tempat tidur dia seperti robot, yang hanya mengatakan baik, iya, dan kenapa." Sambung Luna.
Luna memasuki kamar dan benar saja ada Jhon di sana, tapi langkah Luna terhenti di ambang pintu karna rupanya Jhon sedang melakukan panggilan.
Lelaki itu terlihat sangat serius dengan obrolannya hingga tidak menyadari jika ada Luna memasuki kamar mereka.
Luna menutup pintu dengan pelan tanpa menimbulkan suara sedikitpun dan berlalu ke dalam kamar mandi.
Tapi langkah Luna kembali terhenti Ketika mendengar Jhon menyebutkan sebuah nama seorang wanita.
"Kak, Jhon melakukan panggilan dengan wanita, semalam ini!"gumam Luna dengan pelan.
Akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan langkahnya, ia malah memperhatikan Jhon yang masih sibuk dengan obrolan seriusnya.
Beberapa menit panggilan itu selesai, dan akhirnya Jhon menyadari jika Luna tengah memperhatikannya.
"Kau sudah kembali?"
"Serli, siapa itu Serli?" tanya Luna, tapi dengan nada yang biasa-biasa saja agar Jhon tidak salah paham.
"Dia asisten ku di kantor."
"Untuk apa kak Jhon menelponnya semalam ini?"
__ADS_1
Jhon menatap Luna! ada apa dengannya tidak biasanya ia bertanya seperti ini.
"Dia yang menghubungi ku terlebih dahulu, untuk membahas masalah yang terjadi di kantor."
Luna mengangguk, tapi terlihat dari raut wajahnya jika dia belum puas mendengar jawaban dari Jhon.
"Aku mau tidur dulu,"ucap Luna dengan ketus.
"Mau langsung tidur?" tanya Jhon.
"Tentu saja, memangnya mau apa lagi."
Luna langsung berbaring dan menarik selimut menutupi semua badannya bahkan wajahnya.
Jhon langsung diam, tak bertanya lagi.
Ada apa dengannya, kenapa jadi aneh seperti ini.
Melihat Luna yang sepertinya sedang kesal, Jhon tidak berani untuk tidur satu ranjang dengannya, lelaki itu lebih memilih tidur di sofa dekat jendela kaca.
Hal itu justru membuat Luna semakin kesal dengan Jhon.
ππππ
Pagi hari.
Luna terlihat tengah terburu-buru, bahkan ia sampai berlari menuruni tangga.
"Ada apa, kenapa kau panik seperti ini?" tanya Lisa yang sudah ada di lantai bawah terlebih dahulu.
"Aku harus segera ke Resto kak."
"Apa ada masalah?"
"Iya, baru saja salah satu Karyawan ku mengirim pesan jika Farhat salah satu Karyawan yang tinggal di Restoran di temukan meninggal dunia di dalam kamarnya."
"Astaga, kenapa bisa seperti itu?"
"Aku tidak tau kak, aku pamit ya Kak aku harus segera kesana." Luna langsung berlalu keluar dari Mansion.
"Luna tunggu!" cegah Lisa, "kau bisa pergi bersama Jhon kan?"
"Tidak kak, kak Jhon masih berada di ruangan kerja kak Kaisar, tidak perlu mengganggunya."
"Tapi Luna..!"
"Tidak apa-apa kak."
Setelah mengatakan itu Luna pun benar-benar pergi dari mansion dengan menggunakan mobil yang biasa Jhon bawa.
Lisa hanya bisa menatap kepergian Luna.
Bahkan dia pergi tidak di antar supir, membuat Lisa menjadi khawatir.
πππ
Kekhawatir Lisa Benar-benar terjadi.
Di tengah perjalanan ada dua mobil berwarna hitam yang mengikuti Luna.
Luna mencoba mengabaikannya, tapi kedua mobil itu memepet mobil Luna, hingga ia harus menghentikan laju mobilnya.
πππππΉπΉπΉπΉππππ
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya π
Semoga tetap suka dengan musim kedua iniπ€π€
Love banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈππ€π
__ADS_1