
Kaisar sudah sampai di Rumah sakit tempat Yuda di rawat.
Terlihat di sana Larasati tengah menangis di pelukan Farel.
"Mamah!"panggil Kaisar.
"Kai, papah mu nak, papah terkena serangan jantung,"tangis Larasati semakin pecah ketika menyampaikan kondisi Yuda.
Kaisar memeluk Larasati.
"Papah pasti akan baik-baik saja mah, aku yakin itu."
"Kai, di mana Lisa?"tanya Farel.
"Di Mansion, dia baru melahirkan tentu ia tidak boleh berpergian bukan." sahut Kaisar.
Farel pun tidak bersama Sintia, karena Sinta juga tengah hamil besar dan akan segera melahirkan, tapi Farel telah menitipkan Sintia pada Meri mamahnya.
"Kai, perusahaan papah semuanya menjadi milik Toni," ucap Farel.
"Aku tau, kau tidak perlu khawatir kita akan kembali merebutnya."
"Lalu bagaimana, apa sudah ada titik terang soal keberadaan Nur?"
Kaisar menggeleng.
"Mereka masih belum berhasil menemukan wanita itu!"
Perkataan yang keluar dari Kaisar semakin membuat Larasati sedih.
Bagaimana tidak!
Dalam waktu singkat wanita itu harus menerima beberapa musibah yang melanda keluarganya.
Anak perempuannya tengah berada di dalam penjara.
Suaminya kritis.
Dan perusahaan beserta semua asetnya berpindah tangan.
🍁🍁
Rombongan Toni tengah menuju Mansion Kaisar.
Begitu banyak orang -orang yang ia bawa untuk menyatroni Mansion Kaisar, karena ini sungguh kesempatan yang sangat baik untuk Toni.
Tujuan Toni ke Mansion Kaisar bukan untuk mengambil aset Kaisar berupa materi tapi Toni ingin membawa aset yang paling berharga bagi Kaisar, ya itu keluarga kecilnya terutama ke dua anaknya, Toni ingin ingin membawa Arga dan Clara pergi bersamanya sejauh mungkin.
Setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan dari Yuda kini ia ingin mendapatkan apa yang Kaisar miliki.
Sebenarnya Toni sudah menyuruh Nur untuk menculik bayi Kaisar, tapi gadis itu tidak mau melakukannya. Malah ia memberontak dan kabur dari Toni.
Entah apa sebabnya Nur bisa menjadi boneka Toni.
*
Mobil semakin melaju dengan kencang. Hingga beberapa menit Kemudian
4 mobil sudah memasuki halaman Mansion Kaisar.
Beberapa penjaga yang tersisa di Mansion sudah siap siaga ketika 4 mobil hitam itu memasuki halaman Mansion.
Toni tidak perlu turun tangan hanya untuk menghadapi beberapa penjaga di sana, karena jumblah pasukan yang ia bawa 3 kali lipat jumblah penjaga Mansion.
"Ada perlu apa kalian datang ke sini?"tanya penjaga yang lebih dulu menghadang mobil-mobil itu.
"Kami hanya ingin, berkunjung dan bermain dengan anak-anak Kaisar." sahut pasukan Toni di iringi dengan tawa yang menggelegar.
Dalam hitungan detik, pertanyaan singkat itu berubah menjadi sebuah perdebatan karena pasukan Toni memukul penjaga Mansion yang hendak menghubungi Kaisar.
Pertikaian pun tidak bisa di hindari, hingga dua pasukan yang berbeda jumblah itu kini mulai saling serang.
Bi Lilis yang mendengar keributan di luar segera menghampiri sumber suara.
Ia terkejut dengan banyaknya orang yang tengah bertempur melawan penjaga Mansion.
Bi Lili segera masuk dan ingin malaporkan pada Kaisar, tapi sayang, anak buah Toni mencegat bi Lilis yang hendak kembali kedalam Mansion.
__ADS_1
Hingga bi Lilis di tahan orang-orang itu.
Lisa yang mendengar sayup-sayup suara gaduh di luar melihat dari balkon yang ada di Kamarnya.
"Astaga! Apa yang terjadi!" Lisa panik, ia kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu.
Di lihat dari jumlah banyaknya orang-orang yang ada di bawah sana, tidak mungkin jika para pengawal Mansion mampu mengalahkannya.
Lisa cepat-cepat meraih ponselnya dan menghubungi Kaisar.
Tapi Kaisar tidak kunjung mengangkat panggilan itu.
Membuat Lisa semakin panik!
"Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini, aku harus melakukan sesuatu."
Lisa membangunkan Arga.
"Ada apa Mah?"
"Suuuuttt.. Arga jangan berisik ya sayang."
Arga yang masih mengantuk hanya bisa mengangguk.
"Sekarang Arga bangun dan ikut mamah."
"Kemana Mah?"
"Kita harus segera pergi dari sini sayang."
Aku tidak mungkin menghadapi mereka kan, jadi lebih baik aku membawa anak-anak pergi jauh dari sini, sebelum mereka mengetahui keberadaan kami.
Arga yang masih belum mengerti dan mengetahui situasi yang ada di bawah sana, hanya bisa mengangguk dan pasrah dengan perintah mamahnya.
Setelah itu Lisa segera menggendong Clara, dengan membungkus bayi itu agar tidak merasa keinginan, Lisa dan Arga segera turun menapaki anak tangga secara perlahan.
Beruntung belum ada siapapun dari para penjahat itu yang berhasil memasuki ruang keluarga, hingga Lisa dan Arga tidak di ketahui keberadaannya.
Melewati pintu belakang Mansion, Lisa membawa kedua anaknya keluar dari Mansion itu, secara diam-diam tanpa meninggalkan suara sedikitpun.
Kini Lisa sudah berada Jauh dari halaman belakang Mansion.
Tapi keadaan di sana sudah sangat gelap, karna tidak ada penerangan apapun di malam hari seperti itu.
🍁
Setelah semua pengawal yang memiliki kemampuan yang cukup baik itu tumbang, akhirnya pasukan Toni memenangkan pertarungan itu.
"Kuat juga mereka, membuat kita cukup menyita waktu di sini." Keluh penjahat itu.
Setelah semua aman, Toni keluar dari mobilnya.
Iya berjalan dengan santai memasuki Mansion Kaisar.
"Sangat luas, anak bodoh itu cukup pintar memilih tempat tinggal, tapi ia tidak cukup pandai untuk menjaga yang ada di dalamnya, hingga aku bisa memasuki Mansion ini dengan mudah."Gumam Toni.
Tap.
Tap.
Tap.
Toni sudah sampai di ruang depan Mansion itu, kemudian ia berlanjut melangkahkan kakinya menuju ruangan keluarga dan ternyata ada tangga yang menuju lantai atas di sana.
"Pasti mereka ada di atas!"
Tanpa buang-buang waktu karna ia sudah tidak sabar, Toni segera menaki tangga dan mulai membuka pintu kamar yang ada di lantai dua itu.
Di pintu ke 2 dan ke 3 Toni masih belum bisa menemukan Kebenaran Lisa dan anak-anaknya.
"Di mana mereka?"
Toni kembali membuka setiap pintu di sana, namun nihil tidak ada siapapun di sana.
"Sial! Apa mereka melarikan diri!"
Toni kembali turun ke lantai bawah, dan berteriak memanggil pasukannya.
__ADS_1
"Ada apa tuan?"
"Buruan kita tidak ada di sini, mungkin mereka telah melahirkan diri, cepat cari mereka di setiap sudut Mansion ini, dan sebagai dari kalian mencari di area luar Mansion, saya yakin mereka belum jauh dari sini." Titah Toni.
"Baik tuan."
Dan mereka pun segera berpencar untuk mencari Lisa dan anak-anaknya.
🍁🍁🍁🍁
Di Rumah sakit.
Kaisar baru saja keluar dari ruangan ICU.
Ini penyebab ia tidak mengangkat panggilan dari Lisa, karna Ia mengaktifkan mode Silent di ponselnya.
"Mamah, jangan terus-terusan menangis seperti ini, nanti mamah bisa sakit, aku yakin jika papah akan baik-baik saja."
Setelah berhasil memenangkan Larasati, dan kini wanita itu tengah tertidur.
Mungkin ia merasa lelah karena seharian menangisi suaminya dana anaknya.
"Farel, aku titip mamah, aku harus segera kembali ke Mansion,"pamit Kaisar.
"Iya, pergilah."
Sedangkan Farel harus tetep tinggal untuk menemani Larasati dan Yuda.
"Jika terjadi sesuatu, cepat hubungi aku."
"Iya, aku tau." Sahut Farel.
Kaisar sudah berada di luar Rumah sakit.
Ia merogoh sakunya, mencari benda pipih itu.
Kaisar terkejut karena ada beberapa panggilan tidak terjawab di sana.
"Lisa menghubungi ku!"
Kaisar menghubungi Lisa.
Tapi tidak ada yang menjawab panggilan itu, karena merasa khawatir Kaisar menghubungi bi Lilis dan beberapa penjaga di Mansionnya, hasilnya sama tidak ada yang menjawab panggilan darinya.
Kaisar sadar jika ada sesuatu yang tidak beres di Mansion.
Kaisar Segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Di dalam perjalanan Kaisar terus saja melakukan panggilan pada Lisa, yang terhubung namun tidak kunjung di jawab.
🍁
Di Mansion.
Toni tengah tertawa terbahak-bahak melihat benda yang ada di tangannya.
Ponsel!
Ponsel Lisa ternyata tertinggal, dan kini berada di tangan Toni.
"Si bodoh itu pasti, tengah memasang wajah cemas, haha..!"
Toni membiarkan saja ponsel itu terus berdering, agar Kaisar semakin khawatir dan panik.
"Tuan, kita sudah mencari di setiap sudut Mansion, tapi kami tidak menemukan buruan kita!"
"Mereka pasti sudah tidak ada di Mansion ini, fokuskan pencarian di kawasan Mansion, dan kita semua cepat tinggalkan tempat ini, karna sebentar lagi Kaisar akan datang."
"Baik tuan."
Dan dalam tempo singkat mereka sudah meninggal Mansion, tapi hanya menyingkirkan mobilnya saja, karena lebih dari sebagai dari mereka, tengah menyusuri jalan dan hutan kecil sekitaran Mansion.
🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1