Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Pengumuman


__ADS_3

Assalamualaikum 🙏🙏🙏.


Apa kabar para keluarga Kaisar dan Lisa.


🤗🤗🤗🤗


Selamat! Tahun Baru 2023


Semoga di Tahun 2023 ini. Kita menjadi lebih baik lagi dan apa yang kita cita-citakan segera tercapai di tahun ini 🤲🤲🤲


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Maaf ya jika tiba-tiba Mak Ntor nongol 🤭🤭


Di kesempatan ini, Mak Ntor ingin menyampaikan.


Akan ada lanjutan dari Novel Mengejar Cinta Istri Yang Kabur.


Yang Insyaallah akan di Update pada bulan ini.


Tapi ceritanya lebih fokus ke Kehidupan Arga yang sudah dewasa bersama Jason musuh besar Kaisar dan Jhon.


Dengan semua dendam yang menumpuk di hatinya, serta hadirnya Cinta yang rumit dan menyulitkan Arga.


Kira-kira kenapa ya?


Mohon doanya agar Mak Ntor bisa menyelesaikan naskah itu dalam bulan ini. Dan semoga para keluarga Kaisar dan Lisa, masih berkenan mampir dan menemani Arga 🤗🤗🤗


Ada satu Info lagi yang ingin Mak Ntor sampaikan 🤗🤗


Kalau Mak Ntor yang Remahan ini publis Novel ke 4, Yang Berjudul ( Istriku Boros)


👇


Cuplikan Bab 1


"Via.. Mana sarapan ku! Kau taukan ini sudah jam berapa?"


Teriakku pada Via yang berstatus sebagai istriku yang sejak subuh tadi berada didalam kamar. Entah apa yang dia lakukan di sana. Karena jika aku tanya dia selalu beralasan sedang mengurus Satria yang sedang sakit.

__ADS_1


"Itu Mas, di meja sudah aku siapkan."


Akhirnya dia menyahut juga, tapi itulah kebiasaannya. Dia hanya akan menjawab pertanyaanku dengan cara berteriak seperti Tarzan.


karena dia malas untuk keluar dari kamar.


Karena ini sudah pukul 07:00. Aku segera menuju meja makan untuk mengisi perutku.


Dengan semangat aku membuka tudung saji yang berwarna pink. Tudung saji kesayangannya Via. Yang ia beli di pasar malam Beberapa bulan yang lalu.


Aku sangat terkejut!


Tapi keterkejutan ku ini sudah sering aku stel di pagi hari seperti ini.


"Viaa... Apa tidak ada sarapan lain untukku, kenapa kau selalu menyajikan aku Tahu dan Tempat goreng seperti ini?"kesal ku karena sudah berhari-hari Via memberi ku asupan seperti ini di pagi hari.


"Sudah! Makan saja apa yang ada Mas!"


Sahutan Via yang masih berada di dalam kamar semakin membuatku kesal.


BRAK!


Aku berjalan dengan hentakan cukup keras menuju kamarku dan Via.


CKLEK!


BRAK!


Aku membuka pintu dengan sangat kuat, sampai membuat Satria menangis. Sungguh aku tidak sadar akan hal ini.


"Mas! Bisa tidak jika membuka pintu tidak di banting seperti itu? Kau membuat Satria ketakutan Mas!"


Via yang marah segera menggendong Satria yang menangis kencang.


Tapi bukankah ini salah dia! kenapa Via malah marah padaku


Aku tidak perduli dengan tangisan Satria malah kepalaku terasa mau pecah ketika mendengar Satria menangis seperti itu.


"Cup! Cup! Sayang! Sudah tidak apa-apa!"

__ADS_1


Aku semakin kesal melihat Via memilih menenangkan Satria yang menangis, dari pada meladeni ku.


"Via aku ingin bertanya padamu?"


Kataku yang tak memperdulikan tangisan Satria.


"Kau ingin bertanya atau protes Mas? Jika kau ingin melayangkan protes kenapa aku memberi mu menu yang sama setiap pagi, jawabannya masih sama seperti kemarin Mas."


Aku terbelalak, hebat sekali dia, tau apa yang ingin aku protes kan padanya.


"Lalu kenapa kau masih memberiku sarapan seperti itu?"


"Mas, aku sudah bilang jika uang belanja bulan ini tidak akan cukup sampai akhir bulan nanti, jadi kita harus berhemat."


Lagi-lagi itu alasan yang Via lontarkan kepadaku.


Aku mengacak rambutku yang baru beberapa menit lalu aku rapihkan. Aku kesal! Tentu saja aku kesal di tambah lagi dengan kelakuan Via yang seolah tak perduli denganku ia masih saja sibuk menimang-nimang Satria.


Dirasa protes ku tak diterima oleh Via, aku memutuskan keluar dari kamar.


Aku kembali membuka tudung saji dan memandang masakan Via yang ia masak sebelum Adzan subuh tadi.


Tanganku sudah terangkat ingin menyantap makanan itu tapi gengsiku lebih besar, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melayangkan protes pada Via agar dia tidak terus-terusan memberiku sarapan seperti ini.


Aku beralih meraih jaket dan kunci motor lalu keluar menuju teras rumah.


Aku duduk di kursi sambil memakai sepatu.


Hari ini aku sangat kesal pada Via, bukan cuma hari ini bahkan sudah berhari-hari dan berbulan-bulan aku sangat kesal dengan kelakuan Istriku itu.


Daripada aku terus-terusan kesal dengan kelakuan Istriku dan membuatku semakin naik pitam lalu mengacak-acak rumah, lebih baik aku memperkenalkan diriku dulu.


Penampakannya seperti ini.


👇



Jika berkenan silahkan mampir, dan tolong beri ulasan serta Koreksinya 🤗🤗

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2