Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 12, Anggel kembali


__ADS_3

Berbulan-bulan berlalu, hubungan Lisa dan Kaisar semakin baik dan terlihat harmonis.


"Mas berangkat dulu ya."


"Iya Mas, hati -hati ya." Lisa mencium punggung tangan Kaisar.


Kaisar membalas dengan kecupan di kening, ini lah rutinitas mereka di pagi hari.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang sampai tak terlihat lagi dari pandangan Lisa.


Lisa masuk kedalam dan langsung menuju kamarnya, setiap hari Lisa menghabiskan waktunya di Mansion sambil menunggu suaminya pulang, Lisa pun kadang merasa jenuh dan bosan, setiap hari hanya berdiam diri di Mansion ini, yang jauh dari keramaian.


Tapi Kaisar selalu melarang nya untuk Keluar mansion jika tidak bersamanya.


****


Di bandara S, terlihat seorang gadis cantik sedang menyeret kopernya, ia membuka kacamata hitam yang menutupi matanya dan mengedarkan pandangan seperti sedang mencari seseorang.


"Selamat siang Nona." Seseorang datang dan langsung menundukan kepala nya penuh hormat.


"Kenapa Lama sekali?" Kesal gadis itu dan langsung menyerah kan kopernya.


"Maaf kan saya Nona."


"Ya sudah, cepat!"


"Baik,Nona. Silahkan!"


Gadis ini adalah Anggelina, mantan kekasih dari Kaisar, ya! Anggel telah kembali.


****


Di kantor, Kaisar sedang fokus berkutat dengan semua pekerjaannya.


Dreettt...dreeet...


Suara getaran Handphone terdengar cukup nyaring di ruangan tertutup seperti ini, Kaisar meraih benda itu, dan setelah tau siapa si penelpon dia meletakannya kembali di meja enggan untuk menerimanya.


Dreeet... dreeet...


Untuk kedua kalinya benda pipih itu bergetar minta di Sentuh, dan akhirnya kaisar pun menyerah, ia menerima panggilan tersebut.


"Halo, ada apa Nek? aku sedang sibuk."


(" Halo Kai, Nenek ingin menyampaikan kabar bahagia untuk mu!") yang bicara di sebrang sana adalah Julia.


"Apa?" Jawab Kaisar dengan enggan.


("Anggel kembali Kai!")


Deg, seketika detak jantung Kaisar seolah terhenti mendengar kabar dari Julia.


"Sudah ku bilang jangan pernah menyebut nama wanita itu lagi!"


(" Kai, Nenek tau kamu hanya sedang emosi, dan sebenarnya kamu menunggu kedatangan Anggel kan? dan sekarang Anggel kembali dia pasti kembali untuk mu.")

__ADS_1


"Aku tidak peduli."


Kaisar langsung mematikan panggilan itu. dan melemparkan benda pipih itu di tumpukan berkas -berkas yang ada di meja kerjanya.


Kaisar mengusap kasar wajahnya, seperti nya ia sedang gelisah, Kaisar bangkit dari kursi kebesaran nya meraih Jas dan segera keluar dari Ruangan itu.


"Tuan mau kemana?" Tanya Jhon yang melihat Kaisar keluar dari ruangannya, padahal biasanya Kaisar tidak pernah meninggalkan ruangannya ketika masih jam kerja.


"Pulang!"


"Pulang! ini masih jam kerja tuan."


"Memangnya kenapa? Aku ini bos nya terserah mau pulang jam berapa pun." Kaisar begitu nampak kesal, tidak biasanya dia seperti ini.


"Baik tuan, mari saya antar."


"Tidak, kau di sini saja, aku pulang sendiri."


Tanpa berlama-lama Kaisar segera pergi meninggalkan Jhon yang terlihat kebingungan dengan sikap tuannya yang tiba-tiba berubah.


"Ada apa dengan tuan Kai? kenapa dia seperti orang yang sedang sangat kesal, padahal tadi baik-baik saja." Gumam Jhon.


Di mobil Kaisar terlihat tidak fokus, fikiran nya berkecamuk, alih-alih pulang Kaisar malah membelokkan mobilnya menuju apartemen miliknya.


Sesampai nya di apartemen Kaisar Langsung masuk ke dalam kamarnya merebahkan diri di Ranjang, ia menatap langit-langit apartemen itu.


Bayangan -bayangan masa lalu nya bermunculan di sana.


FLASH BACK.


Di sebuah restoran ternama di kota tersebut, nampak sepasang kekasih yang sedang menikmati makan malam yang romantis, mereka adalah Kaisar dan Anggel, Kaisar menyiapkan semua ini untuk gadis yang sangat ia cintai, makan malam romantis! hal yang sangat di sukai Anggel.


Kaisar bukan hanya menyiapkan makan malam nan romantis tapi ia juga menyiapkan sebuah kejutan untuk Anggel yang Kaisar pikir akan membuat Anggel sangat bahagia.


Suara alunan musik menambah kesan romantis makan malam sepasang anak manusia ini, Kaisar menatap penuh cinta gadis yang duduk di hadapannya, tapi tidak dengan Anggel ia hanya diam saja.


Kaisar menggenggam tangan Anggel, ia menarik nafas dalam-dalam mengumpulkan semua keberanian nya, sudah sekian lama ia menantikan momen ini, Kaisar sudah menyusun kata-kata manis dan indah untuk ia utarakan pada pujaan hatinya, ia sangat yakin kalau Anggel akan sangat bahagia dengan niat nya kali ini, Kaisar bukanlah tipe lelaki yang mudah mengungkapkan cinta dengan kata-kata manis dan rayu- rayuan yang membuat kaum hawa meleleh, bagi dia lebih baik membuktikan dari pada terlalu banyak bicara dan merayu.


Tapi untuk malam ini Kaisar ingin memanjakan Anggel dengan Rayuan manis pada kekasih nya.


"An, aku ingin mengatakan sesuatu, aku ing...."


"Kai."


Sebelum Kaisar mengutarakan niatnya Anggel sudah lebih dulu memotongnya.


Anggel menggenggam erat pegangan tangan Kaisar, ia menatap mata Kaisar lekat, tapi tatapannya berbeda dengan Kaisar, jika Kaisar menatap penuh cinta dan rasa bahagia, Anggel justru menatap nya dengan tatapan sedih cenderung iba.


"Aku harus pergi!" tiga kata terucap dari bibir Anggel.


"Pergi?"


"Maafkan aku Kai, aku harus pergi."


" Apa maksud mu an? Kau mau pergi kemana? Bukankah kita baru datang, ayo habiskan makanan mu," Kaisar nampak cemas, dengan kata pergi dari Anggel, di tambah dengan sikap Anggel yang sedari tadi diam tidak seperti biasanya yang selalu manja ketika bersama dengannya, tapi Kaisar tidak ingin berfikir buruk, ia anggap Anggel hanya ingin pergi dari restoran itu.

__ADS_1


"Besok aku akan pergi ke luar negeri."


Kaisar melepaskan genggaman tangannya, ia mulai paham apa Maksud perkataan Anggel.


"Kenapa?"


"Kamu tidak perlu tau alasannya Kai."


"Jika aku mencegah mu apa kau tidak akan pergi?"


"Tidak! aku tetep akan pergi Kai."


Kaisar Hanya diam, ia tidak ingin bertanya lagi karena ia sudah tau jawabannya.


"Maafkan aku Kai, kita harus mengakhiri semuanya cukup sampai di sini saja, aku tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh, tapi! satu hal yang harus kamu tau, aku tetep akan selalu mencintaimu Kai."


Anggel Langsung beranjak dari duduknya, tanpa peduli perasaan Kaisar Anggel mencium pipi kaisar dan berlalu pergi meninggalkan nya begitu saja.


Kaisar membisu tanpa bicara apa lagi mencegah, ia hanya bisa menatap punggung gadis itu yang berlalu sampai tak terlihat lagi.


Kaisar mengeluarkan Kotak mungil berwarna merah terang dari dalam saku jas nya, ia membuka dan menatap benda yang ada di dalamnya, Rupanya kejutan yang ingin Kaisar berikan adalah.


Ia ingin melamar gadis itu, tapi seketika hatinya hancur lebur karena gadis itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.


Mungkin Kaisar terlalu percaya diri kalau Anggel akan sangat bahagia dan dengan senang hati menerima pinangan nya, hingga susunan-susunan kebahagiaan yang ia rancang runtuh begitu saja.


Rasa sedih dan Luka di hatinya membawa Kaisar menjadi lelaki yang dingin dan menutup rapat hatinya untuk siapapun, ia sangat membenci gadis itu hingga larangan untuk menyebut namanya pun ia buat.


Tapi apa mungkin Kaisar membenci Anggel? Atau justru dia masih belum Move on dari Anggel.


karena Anggel adalah cinta pertama Kaisar, banyak orang bilang cinta pertama sulit untuk di lupakan.


FLASH BACK OF.


Di Mansion Lisa nampak cemas karena suaminya sudah selarut ini belum kembali, biasanya Kaisar pulang tidak lebih dari jam delapan malam, tapi ini sudah jm satu dini hari, kecemasannya semakin bertambah ketika Lisa mendapat kabar dari Jhon kalau Kaisar sudah pulang sejak siang tadi.


Lisa meraih Handphon nya. Ia menghubungi Larasati.


"Halo mah."


(" Halo sayang.")


"Mah, apa Mas Kaisar ada di sana? dia belum pulang mah, padahal Jhon bilang Mas Kaisar sudah ijin pulang sejak siang tadi, tapi sampai sekarang masih belum pulang Mah, dan Handphone nya tidak bisa di hubungi." Suara Lisa nampak begitu cemas di iringi dengan sedikit Isak tangis.


("Tenang sayang, jangan cemas, Kai tidak ada di sini, tapi kamu tenang ya Mamah akan meminta Papah untuk mencari Kai.")


"Iya Mah, Trimakasih." Lisa memutuskan panggilannya pada Larasati, ia duduk di tepi Ranjang, mencoba menenangkan diri.


"Nona jangan khawatir Tuan Kai pasti baik-baik saja." Bi Lilis yang sedari tadi menemani Lisa mencoba menenangkan nya.


"Tapi Jhon bilang Mas Kaisar sudah pulang sejak siang tadi Bi, tapi kenapa Mas Kaisar belum sampai juga? aku khawatir bi."


"Tenang Non, berfikirlah fositip mungkin Tuan Kai sedang ada urusan penting, tidak sempat mengabari Nona atau Tuan Jhon, Tuan Jhon sedang mencari Tuan Kai, jadi anda jangan Khawatir"


Sementara Jhon yang mendapat kabar dari Lisa bahwa Kaisar belum pulang, bergegas mencari Kaisar.

__ADS_1


"Ada apa dengan anda Tuan?" gumam Jhon.


__ADS_2