Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 157. Datangnya Saingan Cinta.


__ADS_3

Jhon dan Luna sudah tiba di acara pembukaan toko kue tersebut.


Ternyata acaranya cukup meriah dengan banyaknya tamu undangan yang hadir hampir memadati toko kue itu.


Luna di sambut hangat oleh Diki yang memang sejak tadi sudah menunggunya.


Tapi Jhon membisikan sesuatu di telinga Luna.


"Jaga jarak dengan siapapun, ingat! Kau sudah menikah."


"Iya, tanpa kak Jhon ingatkan pun aku tidak akan lupa,"balas Luna.


Bagaimana bisa lupa kalau aku sudah menikah, sedangkan suamiku ikut serta di sini. Batin Luna.


"Luna, aku senang akhirnya kau datang, aku sempat khawatir jika kau tidak datang,"kata Diki.


"Tentu aku akan menyempatkan diri untuk datang di acara bahagia mu Dik."


"Terimakasih Luna."


Diki tersenyum dan menyapa Luna dengan hangat dan ramah.


Tapi tidak dengan Jhon, lelaki itu nampak kesal dan tidak suka dengan kehadiran Jhon yang ikut bersama Luna, mungkin Diki masih kesal dengan Jhon karena peristiwa di kantin satu Minggu yang lalu.


Ia menatap Jhon dengan tatapan menantang.


Aah... rupanya dia belum tau siapa Jhon, berani sekali ia memberi tatapan sinis pada si monster titisan Kaisar ini.


Ada beberapa teman kuliah dan SMA Luna di sana, hingga mengalihkan perhatiannya.


"Kak, aku ingin menyapa teman-teman ku dulu."


"Pergilah, tapi ingin pesan ku tadi"


"Baik aku akan mengingatnya dengan sangat baik, kak Jhon tidak perlu khawatir."


Dan Luna pun berlalu dari kedua lelaki yang saling bertatapan ini.


"Anda, suami dari Luna, atau pengawalnya?" Diki memulai pembicaraan dengan pertanyaan mencela.


Jhon tersenyum miring, dan membalas pertanyaan itu.


"Saya, Suami sekaligus pengawal pribadinya, yang akan selalu menjaga dan melindungi Luna dari lelaki yang coba-coba mendekatinya, bahkan saya tidak akan segan-segan untuk mematahkan dan meremuk kan setiap tulang pada lelaki itu."


Jawab Jhon membuat Diki menegang, tapi ia berfikir jika itu hanya sebuah gertak sambal, yang digunakan Jhon untuk menakut-nakuti nya.


"Hahaha.... Anda serius sekali tuan, santai saja, saya hanya bercanda, lagipula saya dan Luna sudah berteman sejak kami kuliah dulu, jadi wajar saja jika kami terlihat dekat."


"Dan itu tidak wajar bagi saya, setiap kata yang keluar dari mulut anda itu Saya anggap serius, karena saya tidak punya waktu untuk meladeni candaan lelaki lemah seperti Anda."


Dai mengatai ku lemah! kurang ajar.

__ADS_1


"Anda menghina saya?" Diki sudah terpancing.


Jhon mengedikan bahunya.


"Tidak! Tapi jika anda merasa terhina, silahkan saja,"sahut Jhon, dan berlalu dari hadapan Diki sambil menepuk pundak Diki, dan senyum miring yang ia tunjukkan pada lelaki itu.


"Kurang ajar! Jika ini bukan di acara penting ku, aku pasti akan menghajar habis-habisan lelaki sombong itu, dia sudah berani mengambil Luna dari ku, dan sekarang berani menghina ku, aku tidak terima." Gumam Diki, dengan amarah yang sudah menumpuk di ubun-ubunnya


🍁🍁🍁🍁


Acara pun selesai dengan aman meskipun sang pemilik acara merasa tidak puas dengan hasil yang ia dapatkan, karena ekspresi Diki, bukan hanya sekedar pembukaan toko kue barunya saja, tapi ia juga berharap ini jadi jembatan awal dia mendekati Luna, tapi semua gagal karena ternyata Luna datang bersama Jhon.


Diki mengira dan beranggapan, jika Jhon dan Luna tidak saling mencintai satu sama Lain, karna yang Diki tau mereka menikah karna sebuah kesalahpahaman yang memaksa mereka berdua untuk menikah.


Dan Diki berencana untuk merebut kembali hati Luna.


Diki menyukai Luna sudah sejak dulu, tapi Diki tidak berani mengatakannya karna ia tau Luna di larang keras oleh keluarganya untuk dekat dengan lelaki apa lagi sampai berpacaran.


Diki tidak mau mengungkapkan perasaannya karena ia takut di tolak.


Tapi sekarang ia bertekad untuk merebut kembali Luna, apapun resikonya.


Hanya lelaki seperti Jhon tentu tidak akan menghalangi Diki untuk mendapatkan Luna, itulah yang Diki pikirkan.


🍁🍁🍁🍁


Kita mengintip sedikit Keluarga Farel, yang tengah berbahagia dengan kehadiran putri pertama mereka.


"Mas, kau tidak ke kantor? Sudah satu Minggu kau tidak pergi ke kantor, kasihan papah Yuda yang harus mengurus semua urusan dan pekerjaan di kantor."


Sudah satu Minggu Farel tidak keluar dari rumahnya, ia selalu berada di sebelah bayinya hampir 24 jam.


"Tidak seperti itu mas, kau harus tetep bekerja, jika kau tidak bekerja kita mau makan apa?"


"Ya makan nasi, memangnya makan apa lagi."


Sintia sudah mulai kesal.


Ia menghampiri Farel.


"Ayo cepat bangun kau harus bekerja, nasi dan segalanya perlu di beli menggunakan uang mas."


"Kau tenang saja, uang ku masih banyak, tidak akan kehabisan."


Sintia menggelengkan kepalanya.


Ia tidak tau harus bicara apa lagi pada suaminya itu.


Oe.. Oe... Oe...


"Sintia, Farelin menangis, dia pasti ingin menyusu!"

__ADS_1


"Bahkan Farelin tetep menangis, sekalipun kau tidak meninggalkannya." Ketus Sintia. Dan langsung meraih bayinya.


"Dia hanya haus, setelah itu pasti dai akan diam berada di dekat ku."


🍁🍁🍁🍁


Karna Farel tak kunjung bekerja, urusan kantor menjadi terbengkalai karena lelaki itu tengah bucin dengan bayinya, sampai-sampai namanya pun di satukan dengan nama bayinya.


Hingga Jhon lah yang turun tangan untuk mengatasi semua pekerjaan yang ada di Kantor Yuda.


Meskipun mendapat protes keras dari Kaisar, yang juga di kantornya sedang banyak pekerjaan dan proyek yang harus segera di tangani, tapi mau tidak mau, ia harus merelakan Jhon untuk Yuda.


"Apa sekarang kak Jhon ke kantor papah?" Tanya Luna yang tengah mempersiapkan sarapan untuk Jhon.


"Iya, kakak mu itu, sepertinya sudah tidak membutuhkan uang lagi sehingga dia sudah tidak mau untuk pergi ke kantor dan bekerja." Sahut Jhon.


"Dia seperti itu karna sedang dalam masa bahagia dengan bayinya kak, kau harus mengerti itu."


Setelah serapan selesai, Jhon mengantarkan Luna ke Restorannya dan ia pergi menuju kantor Yuda.


Di kantor, Jhon harus di hadapkan dengan semua pekerjaannya yang menumpuk dan seharusnya menjadi tugas Farel sebagai Manager di kantor itu.


Tapi si Manager tidak kunjung bekerja sehingga adik iparnya yang harus menyelesaikan semuanya.


"Merepotkan sekali."gumam Jhon.


CKLEEEK....


"Selamat pagi tuan Jhon!" Seorang wanita cantik dengan Rok span mini masuk tanpa mengetuk pintu ke ruangan Farel yang sementara ini di tempati Jhon.


Jhon melirik wanita itu dengan tatapan tidak suka.


"Apa seperti ini cara karyawan Farel, memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,"kesal Jhon.


"Maaf tuan Jhon, saya terlalu senang dan terburu-buru karena mendapat kabar dari tuan besar Yuda jika anda yang menggantikan tuan Farel, saya hanya ingin menyapa dan mengucapkan selamat datang untuk anda."


Jhon mendengus.


"Jika sudah selesai, cepat keluar!"


"Tentu saja belum tuan,"gadis itu memajukan langkahnya,"perkenalkan nama saya, Tania, asisten tuan Farel dan sekarang saya akan menjadi asisten anda tuan,"ucap gadis yang bernama Tania itu.


"Saya biasa bekerja sendiri, tidak butuh asisten, sekarang cepat kau keluar!" Usir Jhon.


"Maaf tuan, tapi tuan Yuda yang meminta saya untuk membantu semua pekerjaan anda."


"Terserah!" Sahut Jhon ketus.


Sedangkan Tania menyunggingkan senyum bahagianya.


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁

__ADS_1


Trimakasih sudah membaca cerita saya 🙏🙏


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘


__ADS_2