Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 43. Teror.


__ADS_3

Dan ....


PRANG ......


Mamah .....


Suara pecahan kaca, di susul dengan suara teriakan Arga.


Seketika menghentikan aktivitas panas Kaisar dan Lisa yang hampir saja finis.


Lisa medorong Kaisar, dan segera beranjak memeluk Arga yang menangis karena terkejut dengan suara pecahan kaca yang memekik di telinga.


Di tengah keterkejutannya Kaisar segera beranjak menyalakan lampu.


"Sial, siapa itu." Pekiknya.


Kaisar menuju jendela kamar. Dan melihat ada batu cukup besar, beserta pecahan kaca yang berserakan di lantai.


"Batu! Siapa yang melakukan ini." Gumam Kaisar. Ia membuka gorden jendela kaca yang kini sudah hancur itu. Tak melihat ada siapapun di sana.


"Ada apa mas?" Tanya Lisa yang masih memeluk Arga.


"Ada yang ingin bermain-main dengan ku."


"Apa maksud mu mas?" Lisa nampak sangat cemas, ketika melihat pecahan kaca berserakan di lantai.


" Kamu tenang, tetep di sini temani Arga, mas mau keluar sebentar."


Akan ku cincang orang yang sudah membuat ku gagal mendapatkan Lisa kembali.


"Jangan mas!" Cegah Lisa.


"Kenapa? Aku harus memberi pelajaran pada orang yang berani-beraninya mengganggu kita."


CKLEK...


Suara pintuintu kamar terbuka.


Rupanya suara nyaring dari pecahan kaca jendela itu. Membangunkan Bude Darmi dan Sintia, hingga dengan cepat mereka menuju sumber suara yang berasal dari kamar Lisa.


"Ada apa ini?"


Panik. Bude Darmi dan Sintia.


"Astaga." Bude Darmi terkejut melihat pecahan kaca di sertai batu yang berserakan.


"Yuna, Arga kalian tidak apa-apa?" Sintia segera menghampiri Lisa dan Arga.


"Aku tidak apa-apa."


Tapi tiba-tiba fokus Sintia teralihkan, dengan penampilan Lisa yang teramat berantakan dan beralih menatap Kaisar, yang juga sama berantakannya.


Ada apa dengan mereka? Astaga itu kancing baju Yuna kenapa terbuka! dan kenapa Yuna ada di sini bukankah dia harusnya tidur di kamar ku. Aku yakin telah terjadi sesuatu di antara mereka berdua. Aah ... kasihan sekali dokter Firman.


Sintia terhanyut dalam fikirannya sendiri, tanpa menghiraukan wajah-wajah yang panik dan cemas dari yang lainnya.


"Mamih .... Alga takut." Rengekan Arga pada Sintia memecahkan lamunannya. Dan ia segera memeluk dan menggendong Arga.


"Jangan takut sayang, mamih di sini temani Arga." ucap Sintia, yang matanya masih menatap Lisa.


Sadar Sintia kini tengah memperhatikannya, Lisa segera merapihkan rambut dan pakaiannya.


Astaga! kenapa kancing baju ku terbuka? mas Kaisar! ya ini perbuatannya. Dasar bodoh kau Lisa, kenapa sampai tak sadar jika Lelaki itu mempreteli kancing baju mu. bagus tidak sampai terjadi sesuatu. Lisa.


Tak tinggal diam, Kaisar yang mempunyai jiwa bertanggung jawab, Menghampiri Lisa dan memasang kan kembali kancing piyama yang sudah susah payah ia buka beberapa menit lalu.


Sial! dengan susah payah aku membukanya. kini harus menutupnya kembali. Kaisar


Pemandangan macam apa ini!? di situasi genting seperti ini masih sempat-sempatnya mereka bermesraan. Sintia


Kaisar kemudian beralih ke putranya, dan mencium puncak kepala Arga.


"Arga jangan takut, anak laki-laki tidak boleh jadi penakut." Ucapnya seraya mengusap rambut Arga.


"Kalian tetep di sini saya keluar sebentar ucapan Kaisar." Seraya meraih ponselnya dari atas meja.


"Tunggu nak!" Bude Darmi menghentikan langkahnya Kaisar.


"Jangan keluar, ini bertanda buruk!"


Ucapan bude Darmi membuat Kaisar bingung.

__ADS_1


Namun, sebagai lelaki yang bertanggung jawab atas keluarganya, Kaisar harus memastikan semuanya, ia sama sekali tak punya rasa takut, dengan apa yang bude Darmi katakan.


"Jangan khawatir, saya hanya ingin memastikannya saja di luar."


Dengan yakin Kaisar melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.


Sampai di ruangan depan Kaisar Hendak membuka pintu rumah, tapi ia mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang mengendap-endap dari luar.


Kaisar mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, ia hanya menyingkap gorden yang menutupi kaca, hanya menyingkapnya sedikit saja untuk mengetahui siapa orang yang berani-berani meneror keluarganya.


Mata Kaisar menangkap, seseorang yang berbaju serba hitam, sedang menuliskan sesuatu di kertas putih menggunakan cairan berwarna merah seperti darah.


Ternyata orang itu tidak sendiri. Kaisar kembali menangkap seseorang dengan berpakaian yang sama. Tengah mengendap-endap mengitari rumah bude Darmi.


Kaisar tak langsung keluar, ia ingin memperhatikan dulu siapa dua orang itu. Karna Kaisar sudah menyiapkan pembalasan yang istimewa untuk orang yang sudah menggangu misinya untuk memiliki Lisa kembali. Dan sudah membuat putranya menangis karena ketakutan.


"Wanita! Tidak salah lagi salah satu dari mereka ada seorang wanita."


Tangkapan mata Kaisar begitu jeli. Bahkan dengan pakaian tertutup dan wajah tertutup seperti itu pun Kaisar sudah bisa memastikan salah satu di antara mereka adalah seorang wanita. Kaisar menangkap gambar kedua orang itu dengan ponselnya.


Beberapa menit berlalu, kedua orang itu pergi dari rumah bude Darmi.


Setelah kepergian si peneror itu, Kaisar membuka pintu.


Ceceran cairan berwarna merah berserakan di lantai teras rumah bude Darmi. Kaisar meraih Kertas putih yang senaja di tempelkan di pintu.


(PERGI! ATAU MATI!) Tulisan yang begitu jelas, karena menggunakan cairan berwarna merah di kertas putih yang polos.


Kaisar meremas kertas itu.


"Berani sekali mereka mengancam ku dengan cara murahan seperti ini. Sepertinya mereka harus aku ajarkan bagaimana cara mengancam orang dengan benar." Gumam Kaisar.


Kaisar mengirimkan pesan lewat ponsel pada Jhon.


"Ada apa mas?" Lisa datang datang bersama bude Darmi.


"Aaaaaah ....!" Pekik Lisa dan bude Darmi secera bersama. Setelah melihat ceceran cairan berwarna merah.


"Aa .. apa itu darah?" Tanya Lisa dengan bergetar.


"Iya."


"Kenapa kau keluar." Kaisar menyembunyikan Kertas ancaman itu.


"Aku ...!"


Kaisar memeluk Lisa. "Jangan takut. Ini hanya teror dari orang-orang yang ingin mendapatkan perhatian dari ku."


Bude Darmi menatap ceceran darah itu.


Aku sudah menduga ini akan terjadi.


********


Esok harinya.


Keributan terjadi di desa.


Keributan di picu dengan teror yang terjadi di rumah bude Darmi.


Firman datang dengan tergesa-gesa dan wajah yang sangat cemas, penuh dengan kekhawatir, setelah mendapat kabar bahwa rumah bude Darmi di teror orang tak di kenal.


.


"Yuna... Yuna .... Kau di mana Yuna!" Teriaknya Firman menggema setelah sampai di rumah bude Darmi.


"Dokter Firman!"


"Sintia. Di mana Yuna? Dia baik-baik saja kan? Janga bilang terjadi sesuatu padanya." Cerocos Firman yang.


"Tenang dok. Yuna baik-baik saja. Dia ada di kamar ku."


Firman segera berlari menuju kamar Sintia. Dan segera membuka pintu itu.


"Yuna! Kau baik-baik saja? Firman segera merhambur memeluk Lisa.


"Aku sangat mencemaskan mu." Sambungnya. Tanpa melepaskan pelukannya.


Untung saja tidak ada Kaisar di situ, bisa di pastikan jika Kaisar ada di situ, dan melihat Lisa di peluk Firman bisa terjadi perang ke 3.


"Aku dan Arga baik-baik saja." Balas Lisa dan segera menguraikan pelukan Firman.

__ADS_1




"Pak. Ini bukan darah manusia, tapi ini seperti darah hewan, sejenis ayam atau bebek." Ucapan salah satu warga, yang sedang memeriksa rumah bude Darmi.



"Siapa kira-kira yang melakukan perbuatan seperti ini." Ucapa kepala desa.



"Teror seperti ini akan terjadi, ketika desa kita akan ada yang merusakkannya pak." Ucap salah satu warga.



"iya itu benar, teror ini akan merambah ke warga lainnya jika kita masih membiarkan orang-orang yang ingin merusak desa kita di biarkan berasa di desa kita pak." Sambung salah satu warga.



"Ini semu gara-gara orang ini." Tunjuk warga lainnya pada Kaisar.



"Saya!"



"Iya. Jika kamu tidak melakukan membangun pabrik itu, pasti leluhur kita tidak akan marah, dan menebarkan teror seperti ini."



"Leluhur?"



"Sudah-sudah. Jangan ribut. Kita akan bicarakan ini baik-baik," ucap kepala desa.



"Kalian jangan khawatir, pembangunan pabrik itu tidak akan di lakukan di desa kalian." Ucapa Kaisar yakin.



Secara bersamaan Jhon datang.



"Jhon! kenapa kau menggunakan sepeda, di mana mobil mu?" Tanya Kaisar.



"Tuan, Saya ingin bicara dengan anda."



Kaisar paham maksud Jhon. Ia berpamitan pada kepala desa, dan mengajak Jhon ke tempat yang aman dari telinga orang-orang yang ingin menguping.



"Ada apa?"



"Tuan. ada seseorang yang dengan senaja merusak mobil kita, dan tuan bilang mobil yang tuan bawa pun ada yang merusakkannya. Sepertinya kita tidak bisa membawa nona Lisa dan tuan kecil dari desa ini. Karna ada seseorang yang ingin menahan kita di desa ini. Sepertinya mereka ingin ber main-main dengan kita tuan." Ucap Jhon.



"Benarkah! Baiklah aku akan meladeninya, siapkan permainan yang spektakuler untuk membalas mereka yang berani mengusik Kaisar Airlangga Wijaya. Dan pastikan keselamatan Lisa dan Arga nomer satu."



"Baik tuan."



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹



**Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏 minta dukungannya ya 🤗🤗**

__ADS_1


__ADS_2