Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 71. Mengulang malam pertama.


__ADS_3

Lisa terdiam mencerna ucapan dari Kaisar.


"Apa kau masih ingin terus menolak suamimu ini?"


Lisa masih tetep diam tidak menjawab pertanyaan Kaisar, iya tidak tau harus menjawab apa.


Kaisar mengecup kening Lisa di susul dengan kecupan di pipi mata dan hidung istrinya itu.


Melihat Lisa yang diam tidak menolak seperti biasanya. Kaisar melanjutkan kecupannya.


Ia menempel bibirnya untuk bersatu dengan bibir ranum Lisa, ia mencium lembut bibir manis itu.


Lisa memejamkan matanya seolah memberi sinyal pada Kaisar kalau ia menikmati ciuman lembut yang di berikan Kaisar.


Ciuman lembut menjelma menjadi ciuman mesra, Kaisar semakin mendominasi ia ingin menerobos bibir Lisa dengan lidahnya, ingin menelusuri setiap rongga yang ada di dalam sana.


Tapi sebelum ia menerobosnya, Lisa justru memberinya jalan hingga membuat Kaisar semakin bersemangat, ciuman mesra berubah menjadi ciuman ganas, terjadi saling Belit membelit di antara keduanya, karna Lisa membalas dan mengimbangi ciuman mesra yang Kaisar berikan. Sehingga membuat suhu tubuh mereka meningkat.


Kaisar yang masih bertelanjang dada, semakin mengeratkan pelukannya, menciptakan gesekan-gesekan di tubuh Lisa, yang berhasil membuat keduanya seperti cacing kepanasan.


Kaisar melepaskan sejenak ciuman panas itu, agar mereka bisa kembali menghirup oksigen, tak butuh waktu lama kini Kaisar melanjutkan petualangan bibirnya, kali ini bibirnya Kaisar menelusuri lekuk leher jenjang Lisa.


Kecupan dan gigitan kecil Kaisar tinggalkan di Leher putih itu, hingga membuat Lisa mengerang.


Entah apa maksud dari erangan itu.


Mereka kembali saling bertatapan di iringi dengan nada naik turun dari deru nafas mereka yang memburu.


Tak perduli dengan lengannya yang terluka, Kaisar kembali meneruskan aksi kelana bibirnya tapi kini di bantu dengan tangannya yang mulai bergerilya di setiap lekuk tubuh Lisa.


Tak ada penolakan.


Semua aksi pemanasan ini di luar rencana Kaisar, tapi sepertinya malah berjalan dengan mulus. Dari pada aksi terencana Kaisar sebelumnya.


.


Bibir mereka masih saling bertautan, dan kini tangan Kaisar sudah menyusup di balik kaos longgar yang Lisa kenakan, Kaisar menyapa si kembar yang masih terbungkus kain di balik Kaos itu.


Kaisar memberikan sentuhan-sentuhan sensitif di dalam sana, dan di akhiri dengan remasan lembut pada si kembar, Lisa semakin menegang dengan nafas yang memburu, entah reflek atau senaja Lisa melingkar tangannya di leher Kaisar, dan membuat Kaisar semakin bersemangat meneruskannya.


Ini ciuman terpanas mereka berdua, karna dulu Kaisar mencium Lisa tidak dengan cara seperti ini, dulu Kaisar melakukannya dengan lembut bahkan teramat lembut dan sangat hati-hati. Berbeda dengan saat ini, Kaisar seperti sedang berpacu mencari sesuatu dari ciuman itu, ia menggigit bibir dan membelit lidah Lisa di dalam sana, dan Kecupan-kecupan bertanda merah ia sebarkan di Leher Lisa.


Sepertinya Kaisar ingin menuangkan semua kerinduannya selama ini.


Perlahan tapi pasti.


Entah bagaimana caranya, Kaisar berhasil melepaskan kaos yang Lisa kenakan, hingga tersisa Bra saja.


Nafas Kaisar naik turun menatap si kembar yang masih terbungkus itu.


"Dia semakin tumbuh besar." Bisik Kaisar dengan nada menggoda tepat di telinga Lisa.


Lisa terbelalak dan segera menggerakkan tangannya untuk menutupi siapa yang di maksud Kaisar.


Kaisar menahan tangan itu.


Dan kembali berbisik.


"Mas ingin menyapanya."


Tanpa basa-basi lagi, Kaisar menenggelamkan wajahnya di antara si kembar. Yang membuat Lisa semakin menegang.


Perlahan-lahan Kaisar menurunkan Lisa dari pangkuannya dan merebahkan tubuh ramping itu di atas sofa yang biasa Kaisar gunakan untuk tidur.


Kini badan besar itu berhasil menguasai tubuh Lisa di bawah Kukungan nya.

__ADS_1


Dengan nafas yang begitu memburu dan keringat sebesar biji jagung memenuhi kening dan dadanya yang tanpa sehelai kain,


Kaisar kembali menatap wajah istrinya dan membelai lembut wajah itu.


Kecupan-kecupan kembali ia daratkan di wajah manis itu.


"Mas sangat mencintai mu!"


Hingga kata yang selama ini ingin Lisa dengar secara langsung, keluar dari bibir Kaisar.


"Mas sangat mencintai mu!"


"Aku sangat mencintaimu!"


"Kaisar sangat mencintai mu!"


Dan Kaisar berulang-ulang mengatakan nya.


Setelah puas dengan Ciuman di wajah Lisa, Kaisar kembali menatap mata Lisa.


"Apa boleh mas melakukannya?"


Lisa yang tak langsung menjawab Karna masih mengatur nafasnya yang tersengal akibat ciuman panas itu. Lisa Hanya mampu menganggukan kepalanya.


Seperti mendapatkan durian runtuh Kaisar melebarkan senyumnya.


Dengan cepat ia menanggalkan semua kain yang menutupi tubuh Lisa dan dirinya. Pertama tentu si kembar yang akan menjadi sasarannya, di sana Kaisar bermain dan bercanda dengan kembar kesayangannya, membuat Lisa mengeluarkan suara lenguhan yang terdengar seksi di telinga Kaisar.


"Mas jangan menggigit nya." Suara Lisa tertahan.


Namun Kaisar tidak perduli dengan protes itu, ia tetap melakukan apa yang ingin ia lakukan pada si kembar.


Setelah puas bermain dengan si kembar, Kaisar mulai turun ke bawah dan kembali melakukan sesuatu di sana, yang membuat Lisa kembali berkata.


Lisa meracau dan menggeliat tidak karuan, dan terus mengucapkan kata-kata jangan menggigit nya. seiring dengan bibir Kaisar yang bermain di suatu titik-titik tertentu.


Hingga tiba waktunya di babak final permainan itu.


Lisa menahan dada Kaisar, dan menatap mata suaminya itu.


"Mas lakukan dengan pelan-pelan." Pinta Lisa.


Kaisar mengangguk dan kembali menghujani Lisa dengan ciuman.


Hingga beberapa menit setelah itu, hanya terdengar suara-suara rintihan, jeritan kecil dari Lisa dan erangan yang saling bersahutan, memenuhi kamar itu.


Beruntung tidak membuat Arga terbangun karena suara-suara meresahkan itu.


🍁


Kita tinggal dulu pasangan yang sedang mengulangi malam pertamanya ini. Sampai mereka benar-benar selesai dan puas.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Anggel dan Firman tengah melakukan perjalanan kembali ke desa, Firman mendapatkan beberapa pesan dari anak buahnya, bahwa 3 orang yang mereka utus untuk mengeksekusi Kaisar, telah gagal bahkan berakhir dengan melayangnya nyawa mereka.


"Sial!" Umpat Firman seraya memukul stir kemudinya.


"Ada apa?" Tanya Anggel yang terkejut.


"Aku tidak sedang bicara dengan mu, jadi lebih baik kau diam dan jangan bertanya apapun." Ketus Firman.


"Dasar!" Kesal Anggel.

__ADS_1


"Apa kau menyukai Lisa?" Tiba-tiba Anggel menanyakan sesuatu yang mungkin akan membuat Firman kembali marah.


"Aku bilang bukan urusan mu, dan jika kau menawarkan bantuan untuk mendapatkan Lisa. Jawabannya adalah, Tidak! Aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan dari mu." Ucap Firman.


"Terserah kau saja."


Firman kembali fokus melanjutkan perjalanannya, di mobil nampak sunyi tidak ada satu suara pun yang keluar dari keduanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kembali ke pasangan ini.


Kaisar merebahkan dirinya di samping Lisa dengan keringat yang masih bercucuran, begitupun Lisa bukan hanya keringat bercucuran tapi juga nafasnya masih naik turun. Kali ini Kaisar berhasil melakukan sesuatu yang memeng harus ia lakukan.


Kemudian Kaisar mengangkat tubuh polos Lisa, agar tidur di atas tubuhnya. karena sofa yang sangat sempit apa lagi di tiduri dua orang.


"Tidurlah di sini." Ucapnya, setelah merebahkan Lisa di dada bidangnya yang masih polos tidak tertutup.


"Aku pindah di ranjang saja." tolak Lisa dan ingin beranjak dari sofa itu.


"Tidak! Di sini saja!" Kaisar kembali menarik Lisa dalam pelukannya.


"Di sini sempit mas!"


"Kau, tidur di atas mas."


Lisa mengalah.


Sepertinya dia sudah mulai luluh dan menerima kembali suaminya.


Kaisar terus saja menciumi pucuk kepala Lisa.


"Mas sangat menyayangi mu dan mencintai mu, tolong apapun yang terjadi dan apapun yang kau tau tentang mas. Tetaplah bersamaku." Ucap Kaisar lirih.


Lisa hanya diam, menikmati hangatnya dekapan Kaisar di tambah kata-kata manis yang ia ucapkan membuat Lisa semakin terbuai dan lupa jika ia berjanji akan menutup hatinya untuk lelaki yang kini memeluknya.


Dalam posisi seperti ini Kaisar jadi semakin leluasa menggerayangi tubuh Lisa.


"Apa kau lelah?" Tanya Kaisar, di sela-sela tangannya yang tidak bisa diam.


"Sangat leleh." Sahut Lisa, yang tengah memejamkan matanya.


"Baiklah, kau cukup diam saja, biar mas yang bekerja."


Lisa mendongakkan kepalanya menatap Kaisar. Dan di sambut Kecupan di bibirnya oleh Kaisar.


"Apa maksud mu mas?"


Kaisar berbisik di telinga Lisa.


"Mas, menginginkannya lagi. Jika kau leleh berbaringlah biar mas yang bekerja." Ucapnya di sertai dengan sentuhan di area sensitif Lisa.


"Apa! Lagi? Kau sudah melakukannya lebih dari 4 kali mas."


"Satu kali lagi sayang pliiis!" Pintanya dengan mengiba.


Sepertinya Kaisar ingin melampiaskan semua hasrat gabrut terpendam nya selama beberapa tahun ini. Karna semenjak di tinggal Lisa, Kaisar tidak pernah menyentuh wanita manapun.


padahal, begitu banyak wanita yang menawarkan diri untuk bermalam dengannya. Tapi dengan murka Kaisar menolak wanita-wanita itu bahkan menghukumnya karna berani menawarkan diri pada Kaisar.


Tanpa menunggu persetujuan dari Lisa. Kaisar sudah merubah posisi mereka. Dan Kaisar pun kembali melakukan apa yang ingin ia lakukan.


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏 minta dukungannya ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2