Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 125. Dia istri saya!


__ADS_3

Luna dan Jhon terkejut karena beberapa orang sudah masuk kedalam kamarnya.


Terutama Luna, ia lah yang paling terkejut sekaligus takut!


Posisi Luna masih menggenggam lengan Jhon, karena tadi ia hendak menyeret lelaki itu untuk bersembunyi di dalam kamar mandi.


Bukan cuma Luna yang terkejut!


Ibu kontrakan dan beberapa orang yang ikut menerobos masuk pun ikut terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.


"Siapa mereka?"


"Di mana Mimi?"


"Apa kita salah masuk kamar?"


"Tidak! Ini memang benar kamar Mimi."


"Lalu, kenapa di sini tidak ada Mimi?"


Dan beberapa tanya jawab yang saling bersahutan, di tengah-tengah kebingungan mereka.


"Siapa pun mereka, yang jelas mereka telah melakukan perbuatan tidak senonoh di kontrakan kita."


"Apa! Perbuatan tidak senonoh!" Kaget Luna.


Dengan cepat Luna melepaskan genggaman tangannya dari lengan Jhon.


"Siapa kalian? Di mana Mimi?" Tanya seorang wanita bertubuh tambun, dia sang pemilik kontrakan.


"Saya, Mimi Bu!" Sahut Luna.


Semua tertawa mendengar pengakuan Luna.


Bisa-bisanya wanita secantik ini mengaku sebagai Mimi, tentu mereka tidak akan mempercayainya. Penampilan mereka bagai bumi dan langit.


"Jangan bercanda kau, siapa yang mengijinkan kalian masuk? Di mana Mimi? Apa kalian melakukan sesuatu pada Mimi?" Bentak ibu Kontrakan.


"Tidak Bu, saya sungguh adalah Mimi, dan saya tidak melakukan apapun di sini." Luna meraih kacamatanya yang masih berada di tangan Jhon.


Dengan cepat ia memakainya, dan menurunkan semua poninya.


"Lihat! Ini Mimi kan?" Ucap Luna yang sudah selesai dalam bertranformasi.


"Astaga! Apakah ini Magic!"


Semua sampai terbengong menatap perubahan Luna, hanya dengan 2 cara seperti itu.


"Bu, dia memang benar-benar Mimi!"


"Ternyata Mimi adalah gadis yang sangat cantik."


Tap.


Tap.


Ibu kontrakan semakin mendekat ke arah Luna dan Jhon, yang menurut mereka tertangkap basah, telah melakukan perbuatan mesum di dalam Kontrakan.


Dengan mata nyalang, ibu kontrakan bertanya, sambil menunjuk Jhon.


Yang masih berdiri dengan tenang di samping Luna.


"Mimi, siapa lelaki ini?"


Luna bingung harus menjawab apa.


"Dia... Dia ... Dia kakak ku, iya dia adalah kakak ku!" Dan Luna beralih pada Jhon.


"Benar kan Kak, kita ini bersaudara,"ucap Luna yang kembali menggandengkan tangannya pada lengan Jhon.


Ibu kontrakan memicingkan matanya, mantap lekat Jhon dan Luna. Ia tengah mencari-cari kebohongan pada dua manusia yang ada di hadapannya.


Seseorang berbisik pada ibu kontrakan.


"Bu, hal seperti ini sudah sering terjadi, apa ibu tidak pernah menonton televisi, jika seseorang sudah tertangkap basah melakukan kesalahan, mereka akan memutar otak untuk beralasan agar terhindar dari hukuman, begitu Bu."


Ibu Kontrakan mengangguk, ia membenarkan dari suara bisikan yang ia dapat.


"Kau siapa?" Tanya ibu kontrakan, kali ini pertanyaan itu di tunjukkan pada Jhon.


Sama seperti biasa, Jhon masih terlihat biasa-biasa saja dan santai.


Bisa-bisanya di saat seperti ini lelaki itu malah terlihat tanpa beban.


Dan dengan datar ia menjawab.


"Apa saya harus berkenalan dengan anda? Saya rasa itu tidak penting" Sahut Jhon, yang membuat ibu kontrakan kesal


🍁


Keadaan semakin menegang, ketika ibu Kontrakan menyuruh gadis lainnya memanggil aparat di lingkungan mereka.


"Tidak bu, jangan sampai melibatkan aparat, saya kan sudah menjelaskan kalau dia ini kakak saya, dan datang kesini hanya untuk menjenguk adiknya ini, maafkan saya yang tidak meminta ijin terlebih dahulu pada ibu,"ucap Luna yang kembali menjelaskan dan menahan ibu itu, agar tidak memperbesar masalah.


Sepertinya! Ibu kontrakan tidak yakin dan tidak mempercayai pengakuan dari Luna.


Karena pengakuan itu hanya sepihak dari Luna saja, sedangkan Jhon, ia tidak mengatakan atau membenarkan ucapan Luna.

__ADS_1


"Saya tidak percaya jika dia itu kakak mu!" Ucap seseorang.


"Sekarang biarkan lelaki itu yang menjawab pertanyaan kami, siapa dia, apa benar dia itu kakak mu?"


"Cepat jawab ka Jhon, tinggal bilang ia saja, dan semuanya akan selesai." Bisik Luna.


"Tidak semudah itu nona."


"Lalu, yang mudah itu seperti apa?"


"Ayo cepat katakan, kau ini siapanya Mini?" Bentak ibu Kontrakan.


"Dia istri Saya!"


JLEGEEER!!!!!!


Istri!


Pengakuan Jhon bagai suara gemuruh halilintar di telinga Luna.


Apa-apaan ini! kenapa Kak Jhon malah bilang Istri. Apa tidak ada alasan lain.


"Istri! Apa itu benar?" Tanya yang lainnya.


Jhon mengangguk, dan meminta Luna untuk meyakinkan mereka.


Luna kembali berbisik di telinga Jhon.


"Apa-apa ini kak? Kenapa harus Istri?"


"Ini cara yang paling mudah terhindar dari tuduhan perbuatan tidak senonoh, sekarang tugas anda yakinkan saja mereka, bukankah Nona sangat pandai dalam berakting, anda juga tidak ingin kan, jika tuan Yuda mengetahui kejadian ini ?" Sahut Jhon, yang juga berbisik di telinga Luna.


"Hei, kenapa kalian malah berbisik-bisik!"


Luna menarik nafasnya dalam-dalam.


"Iya benar, aku ini istrinya." Akhirnya Luna pun mengatakan itu.


"Lalu kenapa kau bilang jika dia kakak mu?"


Jhon membuka suaranya.


Dengan mengatakan, jika istrinya itu tengah marah padanya, oleh karena itu dia kabur dari rumah dan tinggal di kontrakan ini.


Dan sekarang ia ingin menjemputnya untuk pulang.


Ternyata Jhon pandai berbual juga!


Dan Luna, hanya mengangguk saja, ia serahkan semuanya pada Jhon, yang terpenting ia selamat!


Sebagai dari orang-orang yang ada di sana mempercayai ucapan Jhon.


"Tunjukkan buktinya jika kalian ini pasang suami istri?"


"Jika kalian ingin saya menunjukkan bukti pernikahan kami, silahkan datang kerumah kami, karna semuanya ada di sana,"ucap Jhon dengan yakin.


Luna sampai terkesima dengan akting Luar biasa dari Jhon.


Ternyata dia pandai mengarang cerita juga.


"Anda lihat kan Nona, saya pun bisa bersandiwara seperti anda." Bisik Jhon, pada Luna dengan tujuan masih untuk menyindir nonanya itu.


"Itu hanya akan membuang-buang waktu kami saja, lebih baik kalian buktikan dengan cara yang nyata saja."


Cara yang nyata!


Otak Luna langsung bekerja keras, bagaimana cara membuktikan secara nyata.


Aku tau harus berbuat apa, yang sering di lakukan kakak ipar.


Luna bergelayut di lengan Jhon, lalu menyandarkan kepalanya.


"Lihat! Bukankah seperti ini sudah membuktikan jika kami memang pasangan suami istri!" Ujar Luna.


Semua menatap Aneh.


"Hanya seperti itu, belum bisa membuktikan jika kalian ini suami istri."


"Benar, bahkan aku pun bisa melakukan itu pada lelaki di samping mu,"ucap seorang wanita yang terus memperhatikan Jhon.


Lalu harus seperti apa!


Jhon bertindak!


Ia membalikkan badannya Luna untuk menghadap ke arahnya.


Lalu ia meraih dagu Luna, dan Jhon menundukkan kepalanya.


CUP..!


Jhon mencium bibir Luna.


Waaaah..


Aaaawwh....


Tidaaaakk....

__ADS_1


Semua wanita yang ada di sana berteriak histeris. Menyaksikan siaran Langsung itu.


Bahkan sampai ada yang menutupi matanya, karna takut mata mereka ternodai, dengan pemandangan seperti itu


"Apa-apa ini, mereka berciuman di depan kita? Apa ini suatu penghinaan bagi kita para Jomblo ini?" Perotes salah seorang gadis.


"Aku melihat adegan seperti ini hanya di Drama saja, tapi sekarang aku melihatnya secara Live!" Sahut satu temannya lagi.


Jhon benar-benar mencium Luna, padahal niatnya tadi hanya mengecup saja, tapi bukan Kecupan namanya jika di lakukan selama itu.


Luna mematung, tubuhnya seolah mati rasa, namun bergetar dengan hebat.


Dadanya berdebar tidak karuan merespon sentuhan dari bibir Jhon.


*Apa yang dia lakukan, apa dia benar-benar mencium ku. Aahh... tidak, kenapa Kak Jhon mencium ku, ini kan ciuman pertama ku.


Awas kak Jhon, aku akan mengadukan ini pada ka Kaisar.


Sekarang cepat lepaskan ciuman ini, kenapa Lama sekali*!


Protes dan penolakan Luna lakukan.


Tapi hanya di dalam hati saja.


karena nyatanya tubuh Luna masih tidak bergerak sama sekali.


Jhon melepaskan Ciumannya.


Dan kembali menatap orang-orang yang tengah menontonnya.


"Apa seperti ini masih belum cukup untuk membuktikan jika kami suami istri?" Tanya Jhon.


Semuanya diam, tidak ada yang menyahut.


Mungkin para wanita yang ada di situ masih sangat terkejut!


"Jika belum, kami akan melakukan adegan selanjutnya! Apa kalian mau melihatnya secara langsung?" Sambung Jhon, yang hendak membuka jaketnya warna hitamnya.


"TIDAK!" Teriak ibu kontrakan yang mengagetkan semua orang.


"Cukup sampai di sini saja, dan saya sudah mempercayainya, jika kalian ingin melanjutkan adegan selanjutnya, lakukan di rumah kalian saja,"ucap ibu kontrakan itu sambil mengatur nafasnya yang masih turun naik.


Jhon tersenyum.


"Baik, Trimakasih." Sahutnya.


Jhon kembali berbalik pada Luna, yang masih terdiam karena terkejut.


"Nona, adegan Ciuman kita sudah selesai, tapi kenapa anda masih berdiam diri di situ, apa anda mengharapkan adegan selanjutnya?" Bisik Jhon di telinga Luna.


Dan Luna pun langsung tersadar dari lamunannya.


Awas kau ka Jhon.


"Saya beri kalian waktu 5 menit, untuk pergi dari kamar kontrakan ini, meskipun kalian suami istri, tapi di tempat kami di larang bagi laki-laki, selesaikan masalah rumah tangga kalian di rumah jangan di sini." Ucap ibu kontrakan dan berlalu dari kamar Luna,


"Ayo semuanya bubur! Kalian mau menonton apa lagi!"


"Ternyata Mimi sudah punya suami, suaminya sangat tampan aku juga mau."


Beberapa suara gaduh mulai menghilang seraya di tutupnya pintu kamar Luna.


🍁


Setelah semuanya pergi.


Luna memicingkan matanya pada Jhon.


"Ka Jhon, kenapa kau berani sekali mencium ku."


"Itu hanya pelengkap sandiwara kita Nona."


"Tapi tidak harus menciumi juga kan?" Protes Luna.


"Tapi itu berhasil kan?" Sahut Jhon.


"Sudahlah nona, sekarang anda harus pulang."


Jhon meraih jaket yang tergantung di balik pintu, dan memakainya pada Luna.


"Pakai ini, di luar sangat dingin,"ucapanya.


Jhon membuka pintu dan keluar dari sana.


Luna yang masih belum melangkahkan kakinya.


mengacak-acak rambutnya.


"Aaah... kenapa harus Ka Jhon."


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya yang acak adul iniπŸ™πŸ€—


Semoga semua selalu dalam keadaan sehat πŸ€—πŸ€—


❀️❀️❀️❀️

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya


__ADS_2