Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 111. Ibu kandung Kaisar


__ADS_3

Kaisar keluar dari kamar mendiang Melissa.


Gurat sedih masih terlihat di wajah tampan itu.


"Mas, kau tadi dari mana?"


"Dari kamar mamah, ada apa sayang?"


"Ada kabar buruk dari rumah sakit tempat Nenek Julia di rawat mas?"


"Apa?"


"Nenek Julia meninggal!"


Kaisar hanya menganggukan kepalanya saja, tanpa mengatakan apapun, karna sesungguhnya dia sudah mengetahui itu terlebih dahulu.


"Apa mas tidak mau ke rumah sakit untuk menjemput jenazah nenek Julia?"


"Tidak, biar pihak rumah sakit saja yang mengantarkannya."


Kaisar sepertinya sudah benar-benar tidak perduli pada Julia, bahkan pada jenazahnya sekalipun.


🍁🍁🍁🍁


Jenazah Julia di bawa ke kediaman Marwan, dan di makamkan persis di sebelah makam Marwan.


Selama pemakaman.


Semua orang menatap heran pada Kaisar, kenapa tidak ada gurat kesedihan sedikitpun di wajah Kaisar, dia malah terlihat seperti orang yang banyak pikiran,


Apa karena kesalahan Julia yang membohonginya, hingga membuat Kaisar jadi tidak perduli lagi. Dan itulah pertanyaan yang terlintas di benak mereka.


"Kai, menurut dokter, nenek mu meninggal karena di bunuh, dan pelakunya tertangkap kamera Cctv, dia Eliezer, ibunya Anggelina,"ucap Yuda.


"Aku tidak perduli, dan satu lagi, jangan pernah menyebutnya nenek ku lagi!" Sahut Kaisar. dan berlalu begitu saja.


🍁


Selepas pemakaman Julia, Kaisar dan Lisa kembali ke Mansion.


"Mas, ada apa?" Tanya Lisa yang merasa khawatir, karena sejak pulang dari rumah Marwan suaminya itu terlihat murung dan lebih banyak diam.


"Tidak ada apa-apa."


"Aku perhatikan sejak tadi kau hanya diam, seperti ada sesuatu yang kau pikirkan, apa kau merasa kehilangan nenek Julia?"


"Tidak, mas, sama sekali tidak merasa kehilangan wanita jahat itu!"


Melihat dari mata Kaisar, Lisa sudah bisa menebak jika Kaisar sudah mengetahui kejahatan Julia yang sudah meracuni Melissa.


"Baiklah, kalau begitu aku mau menyiapkan makan malam dulu,"ucap Lisa dan beranjak dari duduknya, Lisa berfikir Kaisar saat ini butuh waktu untuk sendiri.


Tapi Kaisar menahan tangan Lisa.


"Tetaplah di sini, temani Mas sebentar!"


Lisa mengangguk dan kembali duduk di samping Kaisar.


"Apa ada sesuatu yang menjadi beban pikiran mu mas?" Lisa kembali bertanya.


Kaisar menarik nafasnya dalam-dalam.


"Aku bukan anak kandung mamah Melissa." Suara Kaisar terdengar begitu lirih.


Deg.


Mas Kaisar sudah mengetahui itu, dari mana dia tau, pantas saja sejak tadi mas Kaisar terlihat murung dan sedih , jadi ini yang membebani pikirannya.


Lisa sudah mengetahui fakta itu terlebih dahulu, tapi Larasati memohon padanya untuk tidak mengatakannya pada Kaisar.


Tapi kali ini Lisa tidak ingin mendengarkan Larasati, Kaisar berhak tau siapa ibu kandungnya, dan Lisa juga tidak ingin jika Kaisar terus-terusan membenci Larasati.


Kaisar merebahkan diri, tidur di pangkuan Lisa.


"Mamah Melissa bukan ibu kandung Mas."


Lisa membelai rambut Kaisar.


"Mas, apa kau sedih karena mamah Melissa bukan ibu kandung mu, meskipun mamah Melissa tidak melahirkan mu, tapi dia tetep ibu mu mas beliau yang telah merawat mu dari kecil dengan penuh cinta dan kasih sayang, sampai kapanpun dia tetep ibu mu, tidak ada yang berubah."


"Lalu siapa yang melahirkan mas? Kenapa Mas bisa di rawat dengan Mamah Melissa, apa ibu kandung mas membuang mas ketika masih bayi."


"Jangan berfikiran buruk seperti itu mas!"


Kenapa pikirannya jauh sekali.


Tapi Lisa tidak mau mendahului, dia hanya akan mengarahkan di mana Kaisar harus bertanya.

__ADS_1


"Papah Yuda, kau harus bertanya padanya mas."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di pagi hari.


Kaisar mendatangi kantor Yuda, ia menanyakan apa yang harus ia tanyakan, tapi Yuda tidak langsung menjawabnya begitu saja.


Ia malah meminta Kaisar datang kerumahnya untuk makan malam bersama.


"Aku, tidak akan datang." Ucap Kaisar dengan emosi.


"Jika kau tidak datang, kau tidak akan pernah mengetahui siapa wanita yang telah melahirkan mu Kai."


"Sial" Umpat Kaisar.


"Datanglah, ajak serta istri dan anak mu!"


"Kau pandai sekali menyembunyikan ini dari ku selama bertahun-tahun, apa aku juga bukan anak mu?" Kesal Kaisar.


"Kenapa kau bicara seperti itu! Tentu Kau anak kandung papah Kai."


"Lalu kenapa aku bukan anak kandung Mamah Melissa, sedangkan aku anak kandung mu? Apa aku ini anak selingkuhan mu?"


"Kaisar! Jaga ucapan mu!" Bentak Yuda.


"Kenapa!" Kaisar pun tak kalah untuk meninggikan volume suaranya.


Kaisar sudah berada di puncak emosinya, ia akan lebih bringas jika Yuda terus meladeninya.


Yuda menarik nafasnya dalam-dalam, ia harus tenang dalam menghadapi putranya yang satu ini, dan wajar jika Kaisar marah dengan semua ini, dia pasti sangat terpukul, dengan semua kenyataan yang terungkap secara bertubi-tubi dan cukup mendadak untuknya.


Mulai dari kenyataan soal Julia, nenek tersayangnya.


Dan sekarang Melissa, wanita pertama yang ia cintai dan sayangi selama hidupnya, ternyata bukan ibu kandungnya.


Tentu itu jadi pukulan terbesar bagi Kaisar, ia sebenarnya sangat sedih dan terluka, tapi Kaisar selalu menutupi kesedihannya dengan emosi dan selalu amuk-amukan.


"Kai, papah terpaksa melakukan itu semua, dan kau akan memahaminya jika sudah mengetahui kebenarannya." Ucap Yuda lirih.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Dengan bujukan dari Lisa, akhirnya Kaisar bersedia menghadiri undangan makan malam dari Yuda.


Dan kini mereka sudah sampai di rumah Yuda.


"Habiskan makanan kalian, papah tunggu di ruang keluarga,"ucap Yuda kesal, karena Kaisar selalu saja ribut dengan Farel.


Beberapa menit kemudian mereka sudah berkumpul di ruang keluarga.


Semua nampak begitu tegang karena tidak bisanya Yuda bersikap seperti ini, sampai mengumpulkan semua anggota keluarga.


"Pah, ada apa? Kenapa jadi seserius ini?" Tanya Luna, Karena ialah dari tadi yang paling tegang.


"Iya pah, sebenarnya ini ada apa?" Sahut Larasati.


"Papah Hanya ingin, tidak ada rahasia apapun di keluarga kita, dan papah rasa Kaisar memeng harus mengetahuinya!"


Nama Kaisar di sebut, membuat mata mereka tertuju pada lelaki yang kini tengah duduk di hadapan Yuda.


Larasati mulai tidak nyaman, ia merasa jika arah pembicaraan Yuda menuju ke sana!


"Pah!" Larasati menggelengkan kepalanya.


"Tidak mah, Sudah saatnya Kaisar tau."


Dan kini Yuda menatap lekat putra sulungnya itu.


"Kalian berbelit-belit sekali, cepat katakan!" Kaisar sudah mulai emosi, sebenarnya emosinya sudah meninggi sejak di meja makan tadi.


"Kai, kau memeng bukan anak kandung mamah Melissa!" Yuda membuka pernyataannya.


Mendengar penuturan Yuda, Farel dan Luna membelalakkan matanya. Karna 2 manusia ini yang belum mengetahuinya.


"Apa maksud papah?" Tanya Luna.


"Kakak mu Kaisar, bukan anak kandung mama Melissa." Sahut Yuda.


Kaisar masih diam saja, mendengar apa yang Yuda katakan, dia tidak bereaksi apapun.


"Lalu siapa ibunya?" Tanya Farel menyelidik.


"Mamah mu!" Sahut Yuda.


"Apa maksud papah mamah ku?" Protes Farel.


"Mamah mu, Larasati, dia wanita yang melahirkan kakak mu Kaisar!"

__ADS_1


DUUUUAAARRR!!!!!!


Bagai suara balon pecah!


Membuat Kaisar berhenti bernafas sejenak.


Begitupun dengan Farel ia juga tak kalah terkejutnya.


"Pah, cukup! aku tidak tertarik dengan bualanmu itu,"ucap Kaisar, dengan gerak tubuh yang menegang.


"Bualan? Ini bukan bualan Kai, Larasati memang ibu kandung mu, wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan mu 35 tahun silam." Sahut Yuda dengan tegas!


Hening.....


Tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun, mulut mereka seperti terkunci, setelah telinga mereka mendengar penuturan Yuda.


Kaisar bangkit dari duduknya.


"Cukup! Aku tidak mau mendengar apapun lagi."


"Mas!" Lisa menahan Kaisar. "Tolong dengarkan dulu papah Yuda."


"Tidak, kita pulang sekarang!" Kaisar malah menarik tangan Lisa, agar mengikutinya.


"Kaisar, tetep di situ." Tegas Yuda. "Kau harus mengetahui semua Kai."


"Perkataan mu sama saja membenarkan, jika aku ini memeng anak selingkuhan mu!" Sahut Kaisar.


"Kaisar! Papah bilang jaga ucapan mu, tidak ada yang namanya perselingkuhan di sini, kau memeng anak kandung papah dan mamah Larasati, dan Larasati bukan selingkuh papah seperti yang selama ini kau pikirkan dia istri sah papah Kai!"


"Lalu kenapa aku bisa bersama mamah Melissa, apa dia membuang ku."


Suasana hati Kaisar benar-benar sedang kacau saat ini.


Bukan ia tidak terima kalau Larasati ibu kandungnya.


Tapi! Kilasan peristiwa ketika Kaisar, memaki Larasati, menghinanya, membenci wanita itu sampai ke urat nadinya. Berkeliaran di kepalanya seolah tengah mencemooh dirinya dan mengklaim bahwa kau anak durhaka Kaisar!


"Mas, tenangkan dirimu." Lisa menggenggam tangan Kaisar. "Tidak apa-apa Mas, ayo kita duduk dan dengarkan penjelasan papah dan mamah."


Lisa kembali membawa Kaisar duduk.


Sedangkan Larasati tengah menangis di pelukan Luna. Ia tahu sekalipun Kaisar mengetahui dia ibu kandungnya, Kaisar pasti, masih membencinya.


Yuda kembali mengatur nafasnya.


"Kai, ini semua salah papah, maafkan papah nak, papah tidak mau jika kau terus membenci mamah mu."


Semua masih diam mendengarkan penjelasan Yuda, bagaimana bisa kaisar di besarkan Melissa.


Kenyataan bodoh apalagi ini, takdir benar-benar tengah mempermainkan hidupku. Batin Kaisar.


🍁🍁🍁 FLASH BACK 🍁🍁🍁🍁🍁


Beberapa tahun silam.


Cerita ini sebelum Julia masuk ke dalam keluarga Airlangga Wijaya.


🍁


"Yuda, papah tugaskan kau untuk bekerja di perusahaan kita,"ucap Marwan.


"Baik, apa jabatan ku di sana?"


"Tidak ada jabatan, kau sebagai karyawan bisa di sana!"


"Apa! Karyawan biasa, yang benar saja pah." Protes Yuda.


"Tentu saja benar! Dan tidak ada penolakan, kau mulai bekerja besok dan sembunyikan identitas mu sebagai anak Marwan."


"Baiklah, jika itu bisa membuat mu senang dan merasa puas!" Kesal Yuda.


Dan ia segera pergi meninggalkan ruangan Marwan.


Selepas kepergian Yuda.


"Halo, Rano aku berhasil! besok Yuda mulai bekerja di perusahaan ku sebagai karyawan bisa bagaimana dengan putrimu?"


{"Tentu aku pun berhasil, Rani bersedia bekerja di perusahaan mu itu."}


"Bagus, kita akan mendekatkan mereka secara perlahan."


Kedua orangtua ini berencana menjodohkan putra putri mereka, tapi mereka tidak ingin ada paksaan di antara keduanya, dari itu Marwan dan Rano mendekatkan Rani dan Yuda secara perlahan.


🍁🍁🍁🍁🌹🌹🍁🍁🍁


Sampai sini dulu ya. nanti di lanjutkan lagi.

__ADS_1


Trimakasih atas dukungannya dan Sudi membaca cerita receh saya. 🙏🙏😘😘😘


__ADS_2