
"Maafkan saya tuan, saya akan kembali melakukan pekerjaan ini esok hari tuan."
"Tidak! Untuk saat ini biarkan saja pekerjaan itu, sekarang kau pergilah aku akan mengabarimu lagi. Karna ada tugas lain untuk mu."
"Baik tuan."
***************
"Om lepaskan aku om, aku tidak bisa belnafas om." Ucap Arga. Karna saat ini Kaisar sedang memeluknya dengan erat.
Saat ini Arga sedang tidur bersama Kaisar, Dengan bujukan dan rayuan maut yang Kaisar lakukan, akhirnya Arga memilih tidur bersamanya, tapi sepertinya Arga salah memilih. Karna sepanjang malam Kaisar memeluknya tanpa melepaskan walau hanya sebentar hingga membuat Arga sulit untuk tidur, meskipun Arga merasa tidak betah dan beralasan tidak bisa bernafas karena di peluk. Tapi Kaisar tidak melepaskan pelukannya ia hanya mengendur kannya saja.
~~
Lisa yang berada di Kamar Sintia, terlihat sangat gelisah memikirkan Arga yang tidur bersama Kaisar.
"Yuna, kau kenapa?" Tanya Sintia, yang melihat Lisa sejak tadi hanya mondar-mandir di hadapannya.
"Aku tidak bisa tidur." Jawabannya.
"Kenapa? Apa karna ada suamimu di sini hingga membuatmu gelisah seperti ini?"
"Apa maksud mu? Aku hanya memikirkan Arga, dia tidak biasa tidur bersama orang lain."
"Orang lain? Bukankah dia papahnya Arga." Ucap Sintia.
Lisa tidak menjawab.
"Yuna apa kau masih mencintai suamimu itu?"
Pertanyaannya Sintia membuat Lisa terkejut.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Jawab saja pertanyaan ku, apa kau masih mencintai suamimu itu?"
"Tidak!"
"Kau yakin?"
"Iya."
"Aku harap itu benar, karena jika kau masih mencintai suamimu itu, bagaimana dengan dokter Firman."
"Kenapa kau malah membahas tentang Dokter Firman?"
"Yuna, kau tau kan, kalau selama ini dokter Firman menunggu mu."
"Dokter Firman sahabat ku sama seperti mu."
"Tapi dia menginginkan lebih dari itu, apa kau tidak memiliki perasaan apapun padanya?"
Lisa tidak menjawab, Karna diapun bingung dengan perasaannya pada Firman, dia hanya menganggap Firman tidak lebih dari sahabat, tapi dia juga tidak bisa menyakiti dan membuat Firman kecewa.
"Aku bingung."
"Itu karena, kau masih mengharapkan suamimu yang brengsek itu" ketus Sintia.
"Sudah ku bilang, dia bukan suami ku lagi, jadi STOP untuk mengatakan dia suami ku."
"Aku hanya mengingingatkan."
"Mengingatkan!"
"Aach .... Sudah tidak usah di bahas, tidurlah ini sudah larut."
Sintia langsung menarik selimutnya dan segera memejamkan matanya. Namun tidak dengan Lisa yang matanya masih sangat ON.
"Jika kau penasaran, pergilah ke kamarnya." Ujar Sintia, dengan suara khas ngantuk beratnya.
"Pergi ke kamarnya? Bisa besar kepala dia, ia akan berfikir aku ingin menemuinya."
__ADS_1
~~
Di kamar lain, tidak jauh berbeda dengan Lisa, Kaisar nampak cemas dan gelisah, berulang kali ia memejamkan matanya tapi tak kunjung terpejam juga, tubuhnya pun ia bolak-balik Layaknya gorengan untuk mengurangi rasa gelisah nya. Setelah berhasil menidurkan Arga, justru ia malah tidak bisa tidur, pikirannya di penuhi dengan wajah Lisa yang seolah-olah tengah menggodanya.
"Aargghh ....!" Kaisar mengacak-acak rambutnya.
Mungkin jika Lisa tidak sedang tidur bersama Sintia, sudah bisa di pastikan Kaisar akan menerobos masuk ke dalam kamar istrinya itu.
"Aku sangat merindukannya." Gumam Kaisar.
Menit berlalu, dan waktu pun menunjukkan pukul 3 dini hari.
Lisa masih belum bisa memejamkan matanya. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Lisa menyudahi rasa gelisah nya. Ia beranjak membuka pintu kamar dan berjalan keluar.
Lisa memutuskan untuk melihat Arga di kamarnya, Lisa khawatir Arga akan sulit, atau tidak mau tidur karena Arga tidak terbiasa tidur bersama orang asing.
Ya, bagi Lisa Kaisar adalah orang asing yang tidak senaja memiliki hubungan darah dengan putranya.
Sampai di depan pintu kamarnya, yang kini di tempati Kaisar dan Arga.
Lisa ingin mengetuk pintu itu, tapi ia urungkan karena takut membangunkan Arga jika anak itu sudah tidur.
Lisa menempelkan telinganya di pintu berharap mendengar sesuatu. Jika Arga tidak bisa tidur pada dia akan rewel bukan.
"Tidak ada suara apapun." Gumamnya.
Dengan perlahan Lisa mendorong pintu kamarnya. Tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, setelah pintu terbuka Lisa segera masuk ke dalam untuk memastikan apa Arga benar-benar sudah tidur.
"Gelap. Astaga! Arga tidak bisa tidur dengan kamar yang gelap begini, dasar mas Kaisar. Memang dia fikir Arga itu sepertinya sangat suka dengan ruangan yang gelap." Gumam Lisa.
Baru beberapa langkah Lisa berjalan hendak menyalakan lampu.
Tiba-tiba tangan kekar merengkuhnya dari belakang.
"Kenapa kau lama sekali, aku hampir mati menunggu mu di sini." Suara serak yang lembut menusuk tepat di telinga Lisa, yang membuatnya seketika merinding sekaligus terkejut.
Ya. Kaisar yang tau Lisa masuk ke kamarnya, bersembunyi di belakang pintu dan memberi kejutan untuk istrinya itu.
Lisa segera menepis tangan yang tengah merengkuhnya itu.
Tapi seperti biasa tenaga Kaisar jauh lebih kuat dari Lisa, dan ia malah mempererat pelukannya.
"Aku sangat merindukan mu." Suara yang di buat Sangat SEKSI di ucapkan Kaisar, di sertai dengan hembusan nafas di Leher jenjang Lisa.
"Mas." Lisa geram Dengan apa yang di lakukan Kaisar, karena bisa saja meruntuhkan pertahanannya jika Kaisar selalu bersikap seperti ini padanya.
"Ada apa sayang. Pasti kau mau bilang, kalau kau juga sangat merindukan aku kan?"
"Tidak!"
"Tidak! Lalu untuk apa kau datang ke kamar ku jika bukan karena merindukan ku?
Ucapan Kaisar semakin membuat Lisa jengkol eh jengkel.
"Mas, tolong lepaskan tangan mu mas."
Tidak peduli, kaisar justru memberikan kecupan lembut di leher Lisa, dan Kaisar kembali memberikan kecupan- kecupan di Leher putih Lisa yang sangat menggoda imannya.
Membuat tubuh Lisa menjadi semakin merinding.
"Mas jika kau tidak melepaskannya, aku akan berteriak." Ancam Lisa.
"Lakukanlah, berteriak sekeras mungkin agar bude Darmi dan teman mu yang galak itu berlari kesini. Dan melihat mu tengah menggoda ku." Ucap Kaisar di iringi senyum licik di bibirnya.
"Menggoda mu?"
Kaisar membalikkan tubuh Lisa untuk menghap ke arahnya.
"Iya. Kau masuk ke dalam kamar ku karena ingin menggoda ku kan? dan kau berhasil sayang, aku sangat tergoda dengan mu."
Emosi Lisa kini sudah berada di ubun-ubun. Ingin rasanya Lisa mencakar-cakar wajah manusia yang kini ada di hadapannya.
__ADS_1
Sebisa mungkin Lisa menahan amarahnya, ia takut Arga terbangun jika ia mengamuk.
"Mas, aku kesini hanya untuk melihat Arga, ingin memastikan bahwa Arga tidur dengan nyenyak."
"Tentu dia akan tidur dengan nyenyak bersama papahnya sayang. Dan sekarang aku yang tidak bisa tidur karena kau tiba-tiba masuk, dan mengganggu ku."
"MAS." Dengan paksa dan sangat emosi, Lisa melepaskan pelukan Kaisar dengan sangat kasar.
Masih dalam suasana yang gelap gulita.
Setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Kaisar, Lisa berjalan ingin menyalakan lampu.
Tapi Kaisar menarik tangan dan menghempaskan tubuhnya Lisa, di atas ranjang yang beralaskan kasur yang empuk.
Untung saja guncangan dari kasur tidak membuat Arga bangun.
Kaisar segera naik ke atas tubuh Lisa, bertopang dengan ke dua tangannya. Lisa yang berada di bawah Kukungan Kaisar menjadi panik dan mendorong tubuh Kaisar menjauh darinya.
Entah seperti apa Air muka Kaisar saat ini, karena gelap jadi Ntor juga tidak bisa melihatnya.
Tapi sepertinya ia sedang dalam mode Serigala.
"Kenapa kau selalu menolak ku Lisa?" Suara berat ia keluarkan, bertanda ia tengah berada dalam suasana hati tidak baik.
"Mas, jangan seperti ini mas!"
"Lalu seperti apa?" Geram Kaisar.
"Mas, lepaskan aku mas! Kau bisa membuat Arga bangun."
"Arga tidak akan bangun jika kau tidak menolak ku Lisa."
Lisa masih memberontak di bawah Kukungan Kaisar, yang semakin menyulut emosi Kaisar.
Kaisar mencekal lengan Lisa di atas kepalanya.
"Aku akan menghukum mu Lisa, karna sudah berani meninggalkan ku begitu saja dan sekarang kau pun berani menolak ku."
Kaisar mulai menyerang Lisa dengan ciuman yang membabi-buta, ia menciumi seluruh wajah Lisa.
"Mas, tolong hentikan mas!"
Kaisar tidak peduli malah ia semakin gila mencium Lisa yang selalu menolaknya, semakin Lisa menolak semakin gila ia menghukumnya.
Dan kini ciuman Kaisar berpindah ke leher Lisa.
"Mas lepaskan, jangan seperti ini mas. Hentikan mas tolong hentikan." Lisa terus saja meracau, karna sialnya, tubuh Lisa sepertinya merespon sentuhan dari Kaisar.
Karena racauan dari Lisa takut membangunkan Arga, Kaisar membungkamnya dengan ciuman, ciuman yang begitu panas Kaisar berikan pada Lisa, Kaisar mendominasi ciuman itu, karena Lisa sama sekali tidak membalasnya, membuat Kaisar menjadi semakin kesal. Ia menggigit bibir Lisa yang sontak membuat Lisa membuka mulutnya, dan kesempatan ini yang di manfaatkan Kaisar untuk menelusuri isi di dalamnya ia meneliti tiap inci yang ada di sana, sesekali Kaisar melepaskan ciumannya agar Lisa bisa menghirup oksigen, dan kembali menciumnya.
Ciuman paksa yang sangat panjang dan gila, yang di lakukan Kaisar perlahan berubah menjadi ciuman lembut bahkan sangat lembut.
Sudah tidak ada penolakan dari Lisa, hati dan fikiran Lisa sedang berperang, meyakinkan Lisa bahwa ia juga benar-benar merindukan Kaisar.
Ciuman lembut dai Kaisar membuatnya terbuai hingga ia tak mampu lagi untuk menolak bahkan kini ia menginginkannya .
Kaisar melepaskan satu tangannya, yang ia gunakan untuk mencekal lengan Lisa,
Tangan Kaisar mulai bertraveling ketempat lain yang ada di tubuh Lisa, Tanpa melepas pangutan bibirnya. Tangan Kaisar menepi di atas d*d* Lisa. Ia menemukan sesuatu di sana, tapi terhalang dengan piayama yang Lisa kenakan.
Dengan perlahan Kaisar membuka kancing piayama yang menghalanginya.
1 kancing terbuka, di susul dengan kancing ke 2 dan ke 3. Tinggal 2 kancing saja yang tersisah.
Badan Kaisar semakin memanas menantikan hasil kerja dari tangannya untuk membuka sisa Kancing di piayama yang menutupi sesuatu yang ingin ia sentuh dengen leluasa tanpa penghalang apapun di sana.
Dan tangan Kaisar sukses berada di titik terakhir perjuangannya.
Dengan satu tangan yang gemetar, dengan susah payah Kaisar membuka kancing terakhir itu.
Dan.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terimakasih sudah mau membaca cerita saya. minta dukungannya ya. ,🙏🙏🤗🤗