Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 80. Kaisar VS Firman bagian ke 2


__ADS_3

Kaisar yang masih terpejam, mengandalkan Indra pendengarannya.


"SELAMAT TINGGAL, KAISAR AIRLANGGA WIJAYA !" Teriak Firman, seraya menggerakkan kakinya.


Tapi sebelum kaki itu menyentuh Kaisar, ia lebih dulu menahan kaki itu dengan kedua tangannya.


Dan...


KRETEEEEEKK ....


Kaisar memelintir kaki panjang itu hingga menimbulkan bunyi yang sangat nyelekit di telinga.


BUG ....


Setelah memelintir kaki itu, Kaisar menendang Firman sampai tersungkur kebelakang, dengan kaki yang sepertinya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik lagi.


Kaisar memeng ahli dalam hal matah-mematahkan tulang.


Kaisar kembali bangkit, dan dengan kuat ia menginjak kaki Firman yang di plintir nya tadi.


Membuat Firman mengerang menahan sakit di kakinya.


"Kau pikir, akan semudah itu untuk melenyapkan seorang Kaisar,"ucap Kaisar, seraya menarik kembali Firman dari tersungkurnya.


Firman yang sudah tidak mampu berdiri dengan baik, mencoba melawan Kaisar kembali. Tentu Kaisar dengan mudah menepisnya kembali.


Keadaan kembali di kuasai Kaisar.


Dan inilah pembalasan dari Kaisar, ia mencekram leher Firman dengan sangat kuat, nampaknya Kaisar berniat untuk kembali mematahkan tulang leher Firman.


Tapi tidak mudah bagi Kaisar, karna Firman pun memiliki kemampuan yang setara dengannya.


Firman membenturkan kepalanya tepat di wajah Kaisar, hingga berhasil membuat cengkraman tangan Kaisar di lehernya terlepas.


Posisi seimbang.


Firman yang terbatas pergerakan karna kakinya.


Dan Kaisar yang juga terbatas dengan kondisi matanya yang masih sulit untuk melihat dengan sempurna.


Namun. Bagaikan Serigala dan harimau. mereka berdua sama-sama buas dalam hal memburu musuh.


Tidak ada kata mengalah, dan tidak akan berhenti jika salah satu dari mereka masih bisa bernafas.


Kedua lelaki itu kembali bertarung untuk mencapai kemenangannya sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Farel berhasil menghubungi Jhon.


Dan Jhon menceritakan semuanya pada Farel, termasuk menghilangnya Kaisar dan Firman.


{"Firman, benar-benar utusan Julia, dan sepertinya Firman, keluar dari jalur rencana yang Julia susun, karna aku mendapati wanita tua itu tengah panik karna Firman, menghilang."} Ucapnya dari sebrang sana.


"Baik, terimakasih atas informasinya tuan Farel, saya akan segera menemukan mereka berdua."


{"Jhon, aku percaya padamu, tolong bantu Kaisar."}


"Baik tuan, anda tidak perlu khawatir."


Panggilan selesai.


Jhon terdiam sejenak.


Sepertinya dugaan ku benar, selain ia kaki tangan nyonya Julia, dia juga memiliki dendam pribadi pada tua Kaisar.


Dengan cepat Jhon kembali melanjutkan pencariannya.


"Apa anda, sudah menemukan mereka?" Tiba-tiba Viona datang menghampiri Jhon.


Jhon meneliti wanita di hadapannya itu.


"Siapa anda?" Tanya Jhon, dingin.


"Saya Viona, rekan kerja Firman di klinik." Sahut Viona.

__ADS_1


"Rupanya teman si dokter palsu itu." Ejek Jhon.


Viona tidak menghiraukan ledekan yang Jhon ucapkan.


"Cari mereka di tanah lapang, tidak jauh dari hutan. Kemungkinan besar mereka berdua ada di sana."


Jhon mengerutkan keningnya, sepertinya ia tengah mencurigai Viona.


"Terserah anda mau berfikir apa tentang saya, tapi cepat carilah mereka di sana, tentu anda tidak ingin terjadi sesuatu pada tuan anda kan!" Tegas Viona.


Jhon terdiam, ia berfikir mungkin tidak ada salahnya mengikuti kata wanita itu, meskipun 90 persen Jhon mencurigai Viona, sebagai komplotan dari Firman.


Tanpa menjawab dan berkata apapun, Jhon segera pergi meninggalkan Viona menuju tempat yang dokter wanita itu katakan.


Viona sendiri mengetahui tempat itu, karena ia tidak senaja selalu mendengar Firman bergumam dan mengigau ketika ia tertidur di klinik.


Ia selalu menyebut. [ Aku akan menghabisi mu di tanah lapang tidak jauh dari hutan, tempat di mana dulu aku mendapat perlakuan buruk dari warga desa, dan aku di adili atas perbuatan keji dari salah satu keluarga mu]


Viona sendiri awalnya tidak mengerti dengan arti kata-kata yang sering Firman ucapkan dalam mengigau.


Tapi setelah ia mencari tau, Viona mulai memahami nya dan orang yang Firman maksud adalah Kaisar.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tak jauh berbeda dengan Farel dan Jhon.


Lisa pun sangat khawatir dengan keadaan Kaisar yang sampai sekarang tidak bisa ia hubungi.


Apa lagi setelah ia mendapatkan kabar dari Sintia tentang siapa dokter baik yang mereka kenal selama ini.


Mendengar cerita dan fakta yang ia dapat dari Sinta, Lisa berfikir apa penyebab Firman membenci Kaisar. Apa masalahnya?


Bukankah mereka saling mengenal belum lama, tapi kenapa sepertinya Firman membenci Kaisar sudah bertahun-tahun lamanya, dan beberapa kenyataan yang sulit untuk Lisa pahami.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kembali pada Kaisar dan Firman.


Dengan kondisi yang sama-sama sudah terluka parah, mereka masih saling baku hantam. Baik Kaisar atau Firman, mereka sama-sama tidak ada yang mau mengalah, mereka masih saling serang, pukul, tendang, dan segala macam cara mereka lakukan untuk mencapai kemenangannya.


Hingga beberapa beberapa menit kemudian.


Firman kembali tersungkur, karna Kaisar kembali menggunakan teknik andalannya, yaitu memelintir lengan Firman, hingga membuatnya menjerit menahan sakit.


Nafas Kaisar memburu, ia sudah benar-benar berada di puncak kemarahannya. Kaisar meletakan tangannya tepat di kepala Firman dengan posisi membelakangi.


Sepertinya Kaisar akan melakukan babak final dari pertempuran ini.


Ketika tangan Kaisar hendak memutar kepala Firman.


Tiba-tiba seseorang menyemprotkan sesuatu yang menimbulkan sesuatu seperti asap, yang cukup tebal di sekitar Kaisar dan Firman, yang semakin membuat mata Kaisar menjadi perih dan semakin susah untuk melihat.


Rupanya mereka adalah orang-orang dari Firman.


Mereka sudah mengetahui tempat itu, dan akan melakukan penyelamatan pada Firman.


Mereka kembali menyemprotkan sesuatu, yang ternyata! itu adalah gas air mata.


Hingga membuat Kaisar semakin tidak bisa menahan rasa perih di matanya.


Dan dengan terpaksa ia melepaskan Firman dari cengkraman tangannya.


Secepat kilat orang-orang itu menghampiri mereka dan segera membawa Firman yang sudah terkulai lemas tidak berdaya, ke dalam hutan.


Tersisa satu orang, ia terus menatap Kaisar yang tengah kelimpungan, karna rasa sakit di matanya.


Orang itu tertawa jahat.


BUG ....


Kaisar ambruk tidak sadarkan diri.


Orang itu kembali melebarkan senyum puasanya.


Ia ingin memanfaatkan kesempatan atas tidak sadarnya Kaisar.


Orang itu mengeluarkan belati dari jaket kulitnya, dengan kuda-kuda yang ia buat orang itu siap untuk membunuh Kaisar dengan belati kesayangannya.

__ADS_1


"Bos pasti senang karna saya berhasil membunuhnya." Gumam orang itu.


Tapi sebelum belati itu menyentuh Kaisar, Jhon datang terlebih dahulu dan menghajar orang itu tanpa ampun dan belas kasih, hingga sejurus kemudian belati itu sudah berpindah ke tangan Jhon.


"Dasar pengecut! Apa ini kebiasaan pasukan kalian jika sedang bertempur."


JLEB ....


Jhon tanpa ragu menancap belati itu di perutnya.


JLEB....


JLEB...


JLEB..


Dan di beberapa titik yang Jhon kehendaki di tubuh orang itu.


Sungguh Jhon pun sama kejamnya seperti Kaisar jika dia sudah di kuasai oleh amarahnya.


Setelah menghabisi orang itu, Jhon kembali pada Kaisar.


"Tuan, bangun!"


Jhon memeriksa denyut nadi dan nafas Kaisar.


"Syukurlah, ternyata anda masih hidup."


Jhon segera menghubungi para pengawalnya.


Dan tak butuh waktu lama mereka semua datang.


"Bantu aku membawa tuan Kaisar ke klinik." Titah Jhon. "Dan sebagian dari kalian cari di mana Firman, sepertinya ia tidak jauh dari sini." Sambungnya.


"Baik tuan."


Dan mereka segera melakukan tugasnya masing-masing.


Kaisar di bawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum di rujuk ke rumah sakit besar yang ada di kota.


Dokter Viona yang menanganinya di bantu oleh Sintia, mereka terkejut dengan kondisi Kaisar yang seperti ini.


"Astaga! Apa yang terjadi, apa ini ulah Firman?" Tanya Sintia.


Jhon tidak menjawab tapi sudah pasti jawabannya adalah iya. Karena diam berarti iya.


Setelah Viona memeriksa Kaisar.


"Dia harus segera di bawa ke rumah sakit, yang memiliki fasilitas lengkap, lukanya sudah cukup parah harus segera di tangani."


"Aku tau itu." Sahut Jhon.


"Kau bisa pakai ambulance klinik, agar mempercepat perjalanan."


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Jhon segera memindahkan Kaisar ke dalam ambulance.


Ia di dampingi Sintia akan membawa Kaisar ke rumah sakit yang ada di kota.


Tapi sebelum Jhon masuk ke dalam ambulance Viona mencegahnya.


"Di mana Firman, bagaimana dengan keadaannya?"


Pertanyaan Viona membuat Jhon kesal dengan wanita itu.


"Maaf dokter, saya tidak tau dan tidak mau tau tentang ke adaan lelaki itu, karena ke adaan tuan saya jauh lebih penting." Tegas Jhon. "Tapi! jika melihat kondisi tuan Kaisar saja seperti ini, sudah bisa di pastikan, kondisi Lelaki itu jauh lebih parah, atau mungkin dia sudah mati." Sambung Jho, tak berperasaan hingga membuat wajah Viona muram.


"Kalian tidak tau kebenaran tentang Firman, dan kalian tidak tau masalalu apa yang menimpanya hingga membuat dia menjadi seperti ini. Yang kalian tau dia hanya orang jahat dan penipu."


DEG..


Ucapan Viona, membuat Jhon menyadari sesuatu.


Wanita ini pasti tau tentang dokter palsu itu. Inilah yang Jhon pikiran.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2