Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 133. Musim ke 2. Spesial Jhon dan Luna


__ADS_3

🤗🤗🤗


Sebelumnya Mak Ntor sampaikan.


Jika cerita Luna dan Jhon Saya lanjutkan di musim kedua ya, karena Episodenya tidak terlalu banyak.


Di musim kedua ini hanya berfokus pada cerita Jhon dan Luna, berikut konflik dan permasalahannya,


Lisa dan Kaisar pun sesekali hadir untuk melengkapi cerita mereka.


Dan Saya Harap semoga para pembaca masih setia dan berkenan, mengikuti cerita ini 🙏🙏✌️✌️


🍁 Kisah Jhon dan Luna di mulai 🍁


Setelah 30 menit Jhon menunggu, akhirnya Luna memutuskan untuk menyudahi pembicaraannya dengan Diki.


Luna merasa tidak nyaman, karna Jhon memperhatikan Diki dengan tatapan yang cukup mengerikan.


Dengan wajah lesu dan sedih akhirnya Diki pun pergi dari kafe itu.


Setelah lelaki itu keluar dari kafe, tinggalan Jhon dan Luna.


"Jadi kak Jhon kesini tidak bersama kak Kaisar?" Tanya Luna.


"Tidak!"


"Lalu, untuk apa Kak Jhon datang kesini?"


"Hanya, kebetulan lewat."


Hanya kebetulan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke Restoran lagi, karena sore nanti aku akan bertemu dengan beberapa teman ku." Luna sudah berdiri dari duduknya.


Dan Jhon pun ikut bangun dari duduknya.


"Saya akan mengantarkan mu."


"Tidak usah kak, aku bisa naik taksi saja,"tolak Luna.


Namun Jhon tidak memperdulikan tolakan dari Luna.


Ia membuka pintu mobilnya, dan menyuruh Luna masuk.


"Baiklah!" Pasrah Luna.


"Kak, apa kak Jhon tidak mau tau aku bertemu dengan temanku yang mana? Maksudku Lelaki atau wanita?" Tanya Luna yang kembali memancing Jhon.


"Tidak!" Sahut Jhon, cuek.


Astaga! Baiklah. Batin Luna.


🍁


Tapi.


Bukannya mengatakan Luna ke Restoran, Jhon justru membawa Luna ke Apartemennya.


"Ka, kenapa ke apartemen? Aku harus Ke Resto ka."


"Saya lapar!" Sahut Jhon, dan segera turun dari mobilnya.


"Lapar?" Bingung Luna.


Jika lapar kenapa tidak bilang dari tadi, diakan bisa makan di kafe, atau ia bisa makan di restoran tidak harus pulang ke apartemen kan?


Tapi, baiklah Luna akan tetap mencoba memahami lelaki itu.


🍁


Jhon membuka pintu Apartemennya.


Dan segera masuk kedalam.


"Kak Jhon, kenapa tidak bilang dari tadi jika lapar, di sini tidak ada makanan yang bisa di makan kan." Protes Luna.


"Saya kan menikah dengan seorang koki hebat! Kenapa harus takut jika tidak ada makanan yang bisa di makan di sini!" Sahut Jhon sekenanya.


"Apa kak Jhon, memintaku untuk memasak?"


"Saya tidak memintanya, tapi jika kamu ingin memasak untuk saya, saya akan memakannya."


Dasar!


Tanpa bertanya apapun lagi, Luna segera menuju dapar, untuk membuatkan makam praktis untuk suaminya itu.


Sementara Jhon tengah memperhatikannya, sambil duduk di meja makan.


"Perlu saya bantu?" Tawarnya tiba-tiba.


Luna menengok.


"Tidak, terimakasih." Sahutnya.


Setelah beberapa menit nasi goreng sepesial pun siap untuk di sajikan!


Luan meletakan nasi itu di atas meja makan, dan iapun ikut duduk berhadapan dengan Jhon.


"Terimakasih!" Ucap Jhon, dan langsung melahap nasi goreng yang masih berasap itu.


Jhon makan dalam diam.

__ADS_1


Tentu saja! kalau lagi makan memang harus diam bukan!


Setelah menghabiskan nasi goreng itu, dengan segenap keberanian dan kekuatan yang ia memiliki.


Akhirnya Jhon mengatakan apa yang dari tadi ingin ia katakan, bukan dari tadi, tapi sudah sejak beberapa Minggu lalu Jhon ingin mengatakannya.


"Saya ingin mengajak mu makan malam!" Ucap Jhon dengan nada datar dan serius, tanpa senyum sedikitpun, rasanya senyum Jhon sudah semahal harga cabai saat ini.


"Makan Malam!" Luna cukup terkejut dengan ajakan Jhon yang tiba-tiba seperti ini.


Apa matahari akan terbit dari barat esok hari! kenapa lelaki ini tiba-tiba mengajaknya makan malam!


Tapi tunggu Luna!


Jangan dulu bilang iya, Lelaki ini sudah berkali-kali bersikap Cuek padamu.


Jual mahal sedikit, agar Lelaki ini tau yang namanya berjuang merayu wanita! Batin Luna.


Luna melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Makan malam ya, aku tidak bisa janji kak, sore ini kan aku harus bertemu dengan teman ku untuk membahas cabang Restoran yang akan aku buka di kota xxx, dan kemungkinan besar aku pulang larut malam."


Jhon bangun dari duduknya.


"Tidak ada penolakan, jam 7 malam saya akan menjemput mu."


Apa dia memaksa! Bukannya merayu tapi kenapa malah memaksa!


Jhon berlalu ke dalam kamarnya.


Ia menyunggingkan senyum tipisnya di ujung bibirnya.


Akhirnya aku berhasil mengatakan itu pada Luna. Batin Jhon, senang.


Jhon sudah jauh-jauh hari mempersiapkan ini semua.


Yang ia anggap kejutan untuk Luna.


"Nanti malam harus berhasil!" Gumam Jhon.


Setelah perutnya merasa kenyang. Jhon pun kembali ke kantornya.


Karna sejak tadi sudah puluhan kali Kaisar mengirimkan pesan padanya.


Sebelum ke kantor Jhon terlebih dahulu mengantarkan Luna ke Restoran.


🍁


Di Restoran.


Niat Luna untuk jual mahal musnah sudah!


Karena kenyataannya, ia lah yang paling bersemangat!


Meskipun ajakan Jhon di sampaikan dengan cara yang jauh dari kata Romantis, tapi Luna sudah cukup bahagia dengan itu semua.


Ia sudah berkali-kali menatap mesin waktu di tangannya. Dan bergumam! "Kenapa waktu berjalan lambat sekali, masih ada 5 jam lagi untuk menuju pukul 19, aku sudah tidak sabar."


Luna sudah membatalkan pertemuan Dengan temannya.


Ia akan pulang lebih cepat ke Apartemen, agar bisa bersiap-siap untuk makan malam, dan ia juga sudah mengirimkan pesan pada suaminya agar menjemput dia di Apartemen saja.


Tidak mungkinkah Luna berpenampilan biasa-biasa saja untuk pergi makan malam yang begitu langkah ini.


Ia harus mempersiapkan diri dengan matang.


🍁🍁🍁


Begitupun dengan Jhon .


Ia dengan cepat mengerjakan semua perkerjaan nya di kantor.


Ia hanya di bantu asistennya saja, sedangkan sang tuan, ia sudah pulang terlebih dahulu Karna tidak nyaman lama-lama berada di kantor dengan banyaknya aroma parfum yang bercampur aduk wanginya, membuat si lelaki yang tengah ngidam itu menjadi sering muntah-muntah


Layaknya remaja yang tengah jatuh cinta, dan akan melakukan kencan pertamanya.


Jhon sudah seperti orang tidak waras karena senyum-senyum sendiri.


Aah rasanya sudah tidak sabar menantikan malam itu.


Di sela-sela pekerjaannya, Jhon membuka lembaran kertas yang ia simpan di saku Jasnya.


Jhon kembali menghapal tulisan-tulisan yang ada di kertas itu.


Tulisan!


Cara-cara merayu dan berekspresi pada seorang wanita ketika sedang berkencan!


Entah apa maksud Jhon dengan tulisan yang ia salin dari internet itu.


Bahkan Jhon, sampai mencari tau cara mengajak istri melewati malam pertama!


Mungkin Jhon terlalu polos dan kaku.


Saking kakunya Jhon, ia sampai mencari tau ke internet, hanya sekedar, untuk berekspresi pada seorang wanita.


"Apa benar aku harus mengatakan ini! Sudah seperti anak ABG saja, bagaimana jika nanti Luna malah tidak suka jika aku mengatakan ini." Gumam Jhon, yang tengah membaca, Trik ke 3 di daftar tulisannya.


Setelah cukup Lama Jhon membaca, ia melirik jam dinding.


"Sudah waktunya!" Dengan girang, Jhon segera bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Jhon merapihkan barang-barang miliknya.


"Luna aku datang!" Gumamnya.


Setelah selesai semua selesai, Jhon keluar dari ruangan kerjanya.


Tapi sebelum pulang ke Apartemen, Jhon lebih dulu mampir ke toko bunga yang tidak jauh dari Kantor.


Ini adalah Trik ke 4, yang ada di buku catatannya.


🍁🍁🍁🍁


Di Apartemen.


Luna sudah pulang terlebih dahulu, dan saat ini, Luna tengah ripuh, memilah baju yang akan ia kenakan untuk malam ini.


"Aku harus pakai baju yang mana? Hitam atau merah!" Luna tengah berfikir keras, sambil menatap kedua dress andalannya.


"Kak, Jhon suka warna apa ya? Kak Kaisar, ia pasti tau kak Jhon suka warna apa."


Dengan cepat Luna mengetik sebuah pesan, pada kakaknya.


Tapi balasan dari Kaisar, membuat Luna kembali bingung!


[Dia tidak menyukai warna apapun, jangankan menyukai, jenis warna saja dia tidak tahu, kesibukannya akan terganggu jika di pakai untuk menyukai sebuah warna.]


"Apa-apaan ini, menyesal aku bertanya padanya.." Gumam Luna.


Luna meletakkan ponselnya.


Dan ia menuruti kata hatinya yang mengatakan.


Jika Jhon pasti menyukai wanita hitam.


Sangat sesuai dengan kepribadiannya yang datar dan gelap, tanpa senyum dan canda.


"Baiklah!"


Dan Luna pun mengenakan gaun berwarna merah! Buka hitam.


🍁🍁


Tepat Jam 7 malam.


Jhon tiba di Apartemen untuk menjemput Luna.


Luna membuka pintu Apartemen.


Setelah pintu terbuka sempurna.


Jhon terpesona dengan penampilan Luna saat ini.


Dan tiba-tiba, Jhon menyodorkan sebuket bunga yang berukuran besar, persis seperti di Mimpinya tempo hari.


Tapi buyar!


Karna Jhon gugup, hilang semua kata-kata yang sudah Jhon susun di otaknya.


Sia-sia Jhon ber hari-hari menghapal tulisan-tulisan yang ia salin dari internet.


Nyatanya ketika di hadapan Luna, ia masih saja Kaku, seperti boneka Ken.


Menyerahkan bunganya pun tanpa senyum.


Dan hanya berkata.


"Pegang ini!"


Membuat Luna bingung dan berkata!


"Apa ini untuk ku?"


Jhon mengangguk.


"Jika kau suka ambillah!"


Jawaban macam apa itu!


"Terimakasih kak."


Tapi Luna Teto berterimakasih padanya.


🍁🍁


Jhon dan Luna keluar Apartemen.


Dan Jhon membuka pintu mobil untuk istrinya itu.


Beberapa detik kemudian Jhon sudah melakukan mobilnya. menuju tempat yang sudah ia pesan untuk kencan pertama dengan Luna.


Tapi!


Ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua, dari dalam taksi!


"Ikuti mobil itu pak!"


Titah seorang wanita yang berada dalam taksi itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️😘


__ADS_2