Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 46. Tinggal bersama


__ADS_3

"Mas! Apa-apaan ini! Turunkan aku mas."


Kaisar membawa Lisa ke dalam rumah itu, dan menurunkan Lisa ketika sudah berada di dalam kamar lalu mengunci pintunya.


"Mas, kamu jangan macam-macam, aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau melakukan sesuatu pada ku" Ancam Lisa.


"Pikiran mu buruk sekali, aku hanya ingin kau menemaniku di sini." Jawab Kaisar.


"Tapi kenapa kau mengunci pintunya mas?"


"Agar kau tidak kabur!"


Kaisar mendudukkan Lisa di sofa yang ada di dalam kamar itu. "Kau tetep di sini, aku mau bekerja dulu sebentar." Ucapnya dan berlalu di sebuah meja yang di penuhi berkas-berkas. Kaisar mendudukkan dirinya di kursi dan langsung membuka laptopnya.


Apa dia sudah gila.


Lisa tidak habis pikir, kenapa Kaisar menjadi seperti ini, tapi mau tidak mau, Lisa harus menurutinya, memberontak pun rasanya tidak mungkin karena Kaisar sangat lah keras kepala.


Hingga beberapa jam lamanya, Kaisar masih berkutat dengan pekerjaannya ia begitu fokus menatap layar di laptopnya.


Sementara Lisa sudah tidak bisa bersabar lagi.


Ia menghampiri Kaisar di mejanya.


"Mas, ini sudah sore, buka pintunya aku harus segera pulang Arga pasti mencari ku."


"Pulang? Ini rumah mu." Jawab Kaisar tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.


"Sial! Kenapa internet di sini buruk sekali." Grutu Kaisar, tanpa menghiraukan Lisa yang ada di depannya dengan wajah yang sangat kesal.


Lisa sudah tidak bisa bersabar lagi dengan kelakuan Kaisar.


BRAK .... !


Lisa menggebrak meja kerja Kaisar, dan hal ini sontak membuat Kaisar menghentikan pekerjaannya dan membulatkan matanya pada Lisa.


Marah! kau pasti mau marah kan mas, ayo marahlah mas. marah padaku.


Kaisar bangkit dari duduknya, ia langsung meraih tangan Lisa yang di gunakan untuk menggebrak meja tadi.


"Kenapa kau menggebrak meja ini, tangan mu pasti sakit kan? kaisar memeriksa dan meniup-niup tangan Lisa.


"Kau ceroboh sekali." Gumamnya.


Kenapa jadi begini? kenapa dia tidak marah padahal aku sudah menggebrak mejanya dan membuat dia terganggu.


Lisa menarik tangannya.


"Mas! Aku harus pulang, kasian Arga." Lisa memelankan suaranya, berharap Kaisar mau mendengarkan nya.


"Pulang ke mana? Ini rumah mu. Selama kita belum kembali ke mansion kau tinggal di sini bersama ku."


"Apa? Lalu bagaimana dengan Arga mas?"


"Tentu saja Arga akan tinggal di sini bersama kita, aku sudah menyuruh Jhon untuk menjemputnya."


"Bahkan kau belum membicarakan ini pada ku mas."


"Ini aku sedang membicarakannya pada mu."


"Tapi aku menolaknya mas."


"Dan aku tidak menerima penolakan mu sayang." Ucap Kaisar seraya mencium kening Lisa.


Lisa hanya bisa menahan rasa jengkel. Hidupnya yang sudah beberapa tahun ini tenang, kini hatinya kembali di usik oleh Kaisar.

__ADS_1


"Baiklah aku mau tinggal di sini, tapi kita tidak satu kamar"


"Di sini hanya ada 3 kamar sayang, satu untuk ku dan sisanya untuk Jhon, Rizal dan si pecundang itu."


"Kau bisa tidur dengan Farel kan?" Ucap Lisa.


"Apa! Aku tidur dengan Farel. Lebih baik aku tidur di tengah hutan dari pada harus satu kamar dengannya."


Kalau begitu tidurlah di hutan mas.


"Kita tetep satu kamar, jika kau tidak mau satu ranjang dengan ku, aku akan tidur di sofa." Ucap Kaisar.


Sekalipun kau tidur di sofa, itu tetep membuat ku waspada pada mas.


************


KRING ..... KRING .....


"Halo!"


{"Halo tuan, ada kabar buruk." }


"Katakan?"


{"Tuan, dua orang yang kita utus untuk meneror mangsa menghilang!" }


Dengan wajah yang mengeras dan mata yang memerah ia menggenggam dengan erat ponsel yang ada di tangannya.


"Apa, menghilang?"


{"Iya tuan, kami sudah mencarinya tapi tidak di temukan keberadaannya tuan." }


"Temukan mereka secepatnya, tidak ada kata gagal bagi ku ingat itu." Lalu si tuan memutuskan sambungan telepon tersebut."


"Kaisar! Kau tidak akan bisa lepas dari ku, perlahan-lahan aku akan membuat hidup mu tak tenang dan aku akan mengambil semua yang kau miliki, di saat kau lemah dan tidak memiliki apapun, aku akan datang untuk mengakhiri hidup mu dengan cara yang sangat istimewa. Haha haaa ....!" Tawanya menggelegar memenuhi ruangan.


**********


Jhon melepaskan kedua tawanan Kaisar. Tapi Jhon tidak membebaskannya begitu saja ia senaja melakukan itu, untuk memancing tuan dari kedua orang itu.


Jhon yakin jika orang itu pasti akan menemui tuan mereka, dan Jhon sudah mengutus anggotanya untuk mengikuti ke dua orang itu.


Sampai di rumah bude Darmi.


"Selamat sore." Sapa Jhon pada bude Darmi, yang kebetulan sedang duduk di teras rumahnya bersama Arga.


"Selamat sore! Anda ...?"


"Saya Jhon, sekertaris tuan Kaisar." Ucap Jhon yang menjawab kebingungan bude Darmi.


Dan Jhon pun mengutarakan maksud kedatangannya, bude Darmi pun tidak bisa melarang karena Kaisar memang berhak atas putranya, dan memang jauh lebih baik jika Arga tinggal bersama Kaisar. Arga akan lebih aman bersama papahnya. Itulah yang di pikirkan bude Darmi.


Setelah berhasil membujuk Arga agar bersedia ikut dengan Jhon, bude Darmi menyiapkan semua keperluan Arga.


Dan Jhon berpamitan pada bude Darmi.


"Saya permisi bu. Terimakasih." Ucap Jhon yang tengah menggendong Arga dan menundukkan kepalanya dengan sopan."


"Iya, hati-hati." Balas bude Darmi.


"Nenek janji ya akan main ke tempat Alga dan mamah." Ucap anak itu sebelum pergi dan mengacungkan jari kecilnya membentuk tanda sebuah janji.


"Iya, nenek janji." Balas bude Darmi yang juga menunjukkan jarinya.


Di dalam mobil, Jhon memasangkan sabuk pengaman untuk Arga, dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah.

__ADS_1


Anggotanya kembali mengirimkan mobil untuk Jhon dan Kaisar, tapi setelah mendapatkan mobilnya kembali Kaisar malah enggan untuk kembali ke kota, ia ingin berada di desa ini untuk sementara waktu, sampai menemukan siapa orang yang berani macam-macam dengannya.


"Om!" Arga memecahkan keheningan di dalam mobil itu.


"Iya, tuan kecil." Jawab Jhon singkat.


"Apa om tidak bisa telsenyum?"


Jhon melirik Arga, ia bingung dengan pertanyaan anak itu.


"Memangnya kenapa tuan kecil?" Jhon masih menjawabnya dengan nada dan ekspresi yang serius, seperti ia sedang berbicara dengan Kaisar.


"Mamah bilang, kita halus mudah telsenyum om. Apa lagi jika beltemu dengan olang." Ucap Arga dengan suara khas anak berumur 3 tahunan itu.


"Tapi om tidak telsenyum dali tadi, om sepelti olang jahat yang ada di film kaltun yang seling aku tonton." Sambungnya.


"Kartun?"


"Iya om, yang wajahnya selam dan matanya besar," ucap Arga seraya mencontohkan bentuk wajah tokoh kartun yang ia tonton.


"Terimakasih tuan kecil, saya akan menganggap itu adalah sebuah pujian untuk saya." Balas Jhoh dengan wajah seriusnya.


******


Lisa masih menunggu Kaisar membuka pintu kamarnya.


"Kau tidak ingin mandi?" Tanya Kaisar.


"Tidak, aku menunggu Arga datang." Jawab Lisa, dengan wajah cemberutnya.


Kaisar mendekati Lisa yang tengah berdiri menatap luar di balik jendela kaca.


"Apa kau masih marah pada mas?"


"Tidak!"


"Lalu kenapa kau cemberut seperti itu sejak tadi?"


Dia masih bertanya aku cemberut kenapa. Astaga! kau harus menambah kesabaran mu Lisa.


Kaisar memeluk Lisa dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Lisa.


"Mas! kau sudah berjanji tidak akan macam-macam kan?"


"Aku tidak macam-macam, aku hanya ingin memeluk sebentar istri ku ini."


Lisa hendak menepisnya, tapi Kaisar kembali menahannya.


"Hanya sebentar saja, mas janji." Ucap Kaisar.


********************


"Apa! Kaisar pergi ke luar kota?"


"Benar nona Anggel. Tuan Kaisar sedang mengurus proyek di sana." Ucap karyawan yang ada di kantor Kaisar.


"Berikan pada ku alamat lengkapnya."


"Baik nona, tunggu sebentar."


Tidak sampai Lima menit, alamat yang di minta Anggel kini ada di tangannya.


"Tunggu kedatangan ku Kaisar." gumamnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏 minta dukungannya ya 🤗🤗


__ADS_2