Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 135. Malamnya Luna dan Jhon.


__ADS_3

Tangan Jhon semakin berkeliaran di garis wajah manis itu.


Rasanya ingin sekali Jhon mendaratkan beberapa kecupan di wajah putih mulus.


Tiba-tiba Jhon tersenyum, ketika mengingat Luna yang berpenampilan Culun.


Dan itulah pertama kalinya Jhon tertarik pada seorang wanita. Dan ternyata ia adalah Luna, gadis yang sudah sejak kecil ia kenal.


Luna menggeliat, karna merasakan ada sesuatu yang berjalan-jalan di wajahnya.


Secepat kilat Jhon, menyembunyikan tangannya dan pura-pura terpejam.


Luna masih belum membuka matanya, ia hanya menggeliat dan merubah posisi tidurnya, membelakangi Jhon. mungkin ia sangat Lelah dan mengantuk, setelah seharian beraktivitas.


Melihat Luna yang kembali tenang.


Jhon yang sudah tidak bisa menahan diri, kembali melancarkan aksinya.


Bagai seorang pencuri yang sangat mahir, Jhon mencuri ciuman dari Luna, yang ia lakukan berkali-kali, tanpa membuat Luna terganggu sedikitpun.


Setelah puasa menciumi pipinya, kini Jhon mencium pucuk kepala Luna dan menggerayangi tubuh Mungil itu, secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang pemilik.


Lalu ia memeluk Luna dari belakang dengan sangat erat.


Luna yang merasakan ada benda berat yang melingkar di area perutnya, perlahan-lahan membuka matanya.


Ia kembali mengumpulkan kesadaran yang tengah berkelana di alam mimpi.


Luna melirik sesuatu yang melingkar di perutnya itu.


Sebuah tangan kokoh dan besar, di lengkapi dengan otot-otot yang sedikit menonjol di tangan itu.


Dan Luna pun merasakan ada sesuatu yang menempel di belakangnya.


Astaga! Tangan siapa ini? Dan di belakang ku, sepertinya ada sesuatu di belakang punggung ku.


Ya tuhan apa ini? Apa dia manusia atau.... Aah tidak-tidak! Gumam Luna dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Luna merasakan hembusan nafas panas dari di belakang telinganya.


Hembusan yang mampu membuat Luna seketika merinding, Karna hembusan nafas berat dan panas itu di sertai dengan ucapan yang lebih terdengar seperti ******* seseorang.


"Kau sudah bangun! Apa aku menggangu mu, jika kau benar-benar sudah bangun berbaliklah ke arahku."


Luna segera memejamkan matanya Kembali, ia masih Loading!


Dan pura-pura tidak mendengar.


Tapi sekalipun mata Luna terpejam, tapi gerak tubuh gadis itu tetap tidak bisa tenang layaknya orang yang sedang tertidur.


Jhon menyadari Luna, yang berpura-pura tertidur, dan ia semakin mengaktifkan gerakan tangannya.


Astaga! Apa ini kak Jhon, dia bisa seperti ini juga di balik sikapnya yang dingin dan Cuek itu.


Luna kembali menggeliatkan badannya ia merenggangkan kedua tangannya keatas, seperti orang yang baru bangun tidur.


Jhon mengangkat wajahnya, menatap Luna yang kini sudah dalam posisi terlentang.


"Kau bangun?" Tanyanya dengan suara yang berat.


Luna berpura-pura terkejut!


"Kak Jhon! Kenapa bisa ada di sini?"


"Memangnya kenapa?"


"Inikan kamarku kak!"


"Tapi, ini Apartemen ku."


Dia benar juga.


"Tapi kak ini....!"


Perotes Luna terhenti, karna Jhon menutup mulut yang dia anggapnya berisik itu.


Jhon menutup bukan dengan telapak tangan, apalagi telapak kaki, tapi ai membungkam dengan bibirnya.


Dia mencium ku lagi.


Luna masih mengimbangi pikirannya dan tubuhnya, Karena Jhon menciumnya secara tiba-tiba.


Gadis itu memcoba menghayati ciuman mendadak dari suaminya.


Tiba-tiba Luna tersadar jika dia baru saja bangun tidur dan belum!


Menggosok gigi.


Aaah kenapa semendadak ini.


Luna mendorong tubuh Jhon, dengan nafas yang tersengal-sengal, Luna berkata!


"Aku, ke kamar mandi dulu ka,"Luna bergerak ingin turun dari ranjangnya.


Jhon menarik tangan Luna.


"Untuk apa ke kamar mandi, nanti saja sekalian!"


Apa maksudnya sekalian!


"Pokoknya aku harus ke kamar mandi sekarang!" Luna melepaskan tangan Jhon.


Dan berlari menuju kamar mandi.


"Dia lucu sekali." Gumam Jhon, yang melihat tingkah aneh Luna.

__ADS_1


Luna menutup pintu kamar mandi rapat-rapat.


"Aah... Bagaimana ini Luna, kenapa kau gugup seperti ini! bukankah kau juga yang mengharapkan malam seperti ini, tapi, Tapi aku sangat grogi." Luna menatap dirinya di cermin.


"Astaga Luna, lihatlah penampilan mu! Kenapa aku berantakan seperti ini, kak Jhon juga sih tadi ketika aku sudah siap dia malah tidak ada di kamar, setelah aku tidur pulas ia malah datang! aku kan tadi sudah sempat ngelir" Keluh Luna, yang merasa malu pada dirinya sendiri.


Baiklah Luna, bukan saatnya untuk mengeluh.


"Gosok Gigi! aku harus menggosok gigi!"


Cepat-cepat Luna, menggosok giginya dan juga wajahnya. Ia membersihkan semuanya.


Dan.


Selesai.


Dengan ragu dan dada yang bergemuruh, Luna membuka pintu kamar mandi.


Ini jauh lebih mendebarkan, di banding ia ikut persentase di galeri.


CKLEEEK...


"Astaga!" Luna terkejut, karna lelaki itu tengah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Kak Jhon, kenapa ada di depan pintu?"


"Menunggu mu!"


Luna tersenyum canggung.


Ada apa dengannya, kenapa terlihat sangat aneh, tidak seperti biasanya?


Bukankah ini yang kau mau Luna! ayo jangan buang-buang kesempatan, jarang sekali suamimu bersikap seperti ini.


"Kak Jhon bisa menunggu di sana saja kan, tidak perlu di depan pintu seperti ini." Luna melipir, menghindari Jhon Karna ia sungguh tidak sanggup jika berlama-lama berdekatan dengan lelaki itu.


"Aku, merasa sangat cemas dan tidak tenang jika satu menit saja tidak melihat wajah mu."


BLEEESS....


Hati Luna bagai di terpa hembusan angin pantai Parangtritis, mendengar ucapan Jhon.


Dapat Ilham darimana dia bisa berbicara dengan kata-kata seperti itu.


Jhon sudah lama belajar untuk berkata Romantis, tapi baru kali ini dia memperaktekannya.


"Kak Jhon bisa saja,"ucap Luna sambil cengengesan.


Jhon merengkuh pinggang ramping Luna, dan membawa Luna ke pelukannya.


"Siap atau tidak, aku akan tetep melakukannya malam ini!" Bisik Jhon, tepat di telinga Luna.


Melakukannya! apa maksud Kak Jhon, melakukan itu!


Bukan hanya berkata dengan bisikan, tapi lelaki itu juga. Mengecup dan menggigit lembut telinga Luna.


Dan berakhir di bibirnya.


Tanpa melepaskan tautan bibirnya, Jhon menuntun Luna ke atas ranjang, dan merebahkan kedua tubuh yang masih berpelukan itu.


Lelaki itu semakin Liar dengan permainan bibirnya.


Ia sedikitpun tidak memberi jeda untuk Luna menghirup oksigen.


Karena takut istrinya pingsan kehabisan nafas, dan ia tidak bisa melanjutkan malam indahnya.


Jhon pun melepaskan tautan bibirnya.


Luna sudah seperti ikan Mas, yang terdampar di daratan.


Setelah cukup, untuk mengambil nafas, Jhon kembali memulai aksinya.


Kali ini lebih gesit lagi.


SET..


SET..


SET .


Beberapa kain yang menutupi tubuh Luna sudah Jhon singkirkan. Hanya tinggal kain inti saja yang belum.


Biarkan itu nanti akan ia lakukan, sekarang Lelaki itu tengah memberi rangsangan dulu pada Luna, agar gadis itu rileks.


Karena sejak tadi Jhon bisa merasakan jika Luna sangat gugup dan tegang.


Sama seperti dirinya, yang juga merasakan tegang di seluruh tubuhnya.


Bahkan di bagian yang lainpun sudah ikut tegang.


Beberapa menit kemudian.


Jhon berhasil membuat Luna rileks.


Ia mulai menanggalkan semua pakaian yang tersisa di badannya dan badan istrinya.


"Aku malu kak," Luna menarik tangan Suaminya yang hendak membuka kain terakhir.


"Malu! Untuk apa malu, akupun tidak malu, lihat ini!"


Tanpa merasa berdosa, Jhon mengotori mata suci Luna, dengan memperhatikan sesuatu yang menjadi kebanggaan seorang lelaki!


Aakh.!!


Luna menjerit melihat sesuatu yang bergelantungan itu.

__ADS_1


Otak Luna segera merespon, jika dia tidak akan sanggup dengan benda besar yang bergelantungan itu.


Ia harus ambil langkah seribu.


Lari ia harus Lari, dan menghindari lelaki yang sudah ON itu.


Yang tadinya Luna sangat mendambakan malam ini dan sudah sangat siap lahir dan batin, tapi ketika melihat itu, ia mengurungkan ke siapanya.


Dalam hati Luna menjerit!


Aku belum siap dengan benda itu, aku Takut.


Ketika Luna hendak bangun dari baringnya.


Jhon menahan tubuh Luna.


"Mau kemana?"


"Ke kamar mandi!"


Alasan klasik, dan Jhon tidak mungkin mpercai nya.


Ia kembali merebahkan tubuhnya Luna, dan melanjutkan aktivitasnya.


"Nanti saja ke kamar mandinya."


"Kak, jangan kak!" Luna masih mencoba mempertahankan kain satu-satunya yang melekat di tubuhnya.


Jhon menyingkirkan tangan Luna, yang coba menghalanginya.


"Kenapa?" Tanya Jhon, dengan suara beratnya.


Luna menggelengkan kepalanya.


"Jangan lakukan sekarang kak!"


"Lalu kapan lagi, aku sudah menundanya selama beberapa Minggu, dan selama itu juga kau selalu menggoda ku, dan sekarang aku menginginkannya."


Apa selama ini aku terlihat seperti menggodanya!


Jhon meraih wajah Luna, agar gadis itu mau menatap dirinya.


Wajah Luna yang memerah dan penuh ketakutan, Jhon hujani dengan sebuah kecupan lembut dan hangat, serta bisikan-bisikan yang mampu membuat Luna oleng dan terbuai.


Bukan hanya di wajah saja, kini Jhon semakin menurunkan kepalanya, untuk memberi Kecupan-kecupan lembut.


Turun ke bawah!


Semakin turun ke bawah!


Dan ke bawah lagi!


Tidak usah di jelaskan secara detail, pasti semua sudah sangat paham bukan!


Hingga beberapa menit kemudian.


Kini kamar itu, hanya di penuhi dengan suara-suara.


Meresahkan!


Menggelikan!


Mencengangkan!


Dan mengerikan, bagai para kaum Jomblowan dan jomblowati.


Sudahlah kita tinggalkan mereka dulu!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain.


Dua orang wanita tengah menatap Restoran milik Luna.


Resto yang Luna bangun dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri, tanpa bantuan Yuda ataupun Jhon.


Wanita itu tengah memperhatikan Restoran yang sudah tutup itu dengan lekat.


Luna tidak membuka Restorannya selama 24 jam, dan tentu malam ini Resto itu sudah tutup.


"Apa yang ini kakak lakukan pada Restoran ini?" Tanya salah satu dari wanita itu.


"Menurut mu apa yang harus aku lakukan?"


"Apa kakak akan membakar atau menghancurkan tempat ini?"


"Tentu saja tidak! Luna berasal dari keluarga kaya-raya, jika kita menghancurkan Restoran ini, tentu dengan mudah ia akan membangunnya kembali, bahkan jauh lebih besar!"


"Lalu, apa yang akan Kakak lakukan?"


"Skandal! kita akan membuat Skandal untuk Luna?"


"Apa maksud kakak?"


"Yang harus kita hancurkan buka Restorannya tapi pemiliknya, kita buat sesuatu yang menghebohkan, dan merusak nama baik seorang Luna, dengan begitu para masyarakat lah yang akan menutup Restoran ini."


"Kau taukan Kak, Luna itu berasal dari keluarga siapa?"


"Aku tau, bahkan aku sangat dekat dengan salah satu keluarganya."


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏


Semua semua bisa tetap suka dan mengikuti musim ke dua ini.

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️😘❤️


__ADS_2