Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 62. Lisa vs Anggel


__ADS_3

"Nek bisa tolong tunjukkan kami jalan untuk keluar dari hutan ini!"


Tanpa mengatakan apapun.


Si nenek hanya menunjukkan jarinya ke arah lurus, yang mungkin itu adalah jalan keluar.


Setelah mendapatkan petunjuk jalan Kaisar segera mengajak Lisa.


"Ayo kita pulang!" Ajak kaisar tidak sabar.


"Tunggu sebentar mas, apa tidak sebaiknya kita ajak nenek ini keluar dari hutan dan untuk sementara bisa tinggal bersama kita." Pinta Lisa yang menghentikan langkah Kaisar.


"Tidak!"


Bukan Kaisar, melainkan nenek itu sendiri yang menolaknya.


"Biarkan nenek di sini, kalau nenek pergi dari sini bagaimana jika dia ingin menemui Nenek." Ucap nenek itu dengan pandangan kosong.


"Dia!" Gumam Lisa bingung.


"Kalian cepatlah pergi dari sini." Ucap nenek itu masih dengan tatapan yang kosong.


"Ayo cepat kita pulang, kasihan Arga pasti sudah menunggu kita." Ucap Kaisar.


"Dan nenek itu tidak mau ikut dengan kita, jadi jangan memaksanya." Sambung Kaisar.


"Baik mas."


Lisa dan Kaisar melangkahkan kakinya dari rumah usang itu.


Dan mereka pun berhasil Keluar dari dalam hutan itu.


🍁


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


Di dalam mobil tidak ada yang bersuara dari keduanya.


Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Pikiran Lisa di penuhi dengan nenek itu, bagaimana bisa ada orang yang Setega itu meninggal nenek rentan yang sangat butuh pengawasan dan perhatian di dalam hutan seorang diri.


Sedangkan Kaisar, sepertinya menemukan sesuatu di sana. Terlebih lagi ia mendapat bukti dari si pria misterius yang menaburkan sesuatu di sumber air itu.


🍁


🍁


🍁


🍁


Tak beberapa lama, akhirnya mereka sampai di rumah.


"Yunaaa....! Akhirnya kau pulang juga!" Seru Sintia dan langsung memeluk Lisa.


"Kau baik-baik saja?" Tanyanya penuh dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan Arga? Apa semalam dia menangis?"


Sintia menggeleng.


"Tentu tidak, aku yang menemaninya tidur."


"Terimakasih kasih Sintia." Lisa kembali memeluk sahabatnya itu.


"Tapi! Dari mana kalian sampai pagi seperti ini baru kembali?"


"Aku da ....!"


"Bukan urusanmu." Potong Kaisar.


"Dasar!" Umpat Sintia.


Kaisar segera menggandeng tangan Lisa untuk masuk kedalam.


Dan kebetulan Jhon pun sudah kembali dari kota.


"Jhon, kau sudah kembali?"


"Iya tuan."


"Kalau begitu, tunggu di ruangan ku."


"Baik tuan."


Kaisar kembali menggandeng Lisa, dan membawanya masuk kedalam kamar.


Ada Arga di sana yang di temani oleh bude Darmi.


"Mamah!" Seru anak itu dan langsung memeluk Lisa.


"Kalian baik-baik saja nak?" Ucap bude Darmi.


"Kami baik-baik saja bude, maaf sudah membuat bude khawatir.


🍁🍁


"Jadi bagaimana keadaan di sana? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Kaisar pada Jhon.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah ruangan khusus Kaisar.


"Semua dalam keadaan baik, perusahaan anda stabil.


Tuan Yuda, Luna dan nyonya Larasati dalam ke adaan baik."


"Aku tidak bertanya tentang wanita itu." Ketus Kaisar.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan keadaan kakek Marwan?"


"Kakek Marwan dalam keadaan kurang sehat tuan, dan penyakitnya sering Kambu, beliau meminta anda untuk segera kembali."


Raut sedih dan khawatir terlihat jelas di wajah Kaisar.


"Apa nenek baik-baik saja?"


Jhon mengangguk.


"Nyonya Julia dalam ke adaan sangat baik tuan."


Setelah memastikan semua keluarganya.


Kaisar mulai menanyakan inti dari apa yang ingin ia ketahui dan tujuan sebenarnya Jhon ke kota.


"Maaf tuan, saya belum bisa menemukan siapa penghianat yang ada di kantor pusat, tapi secepatnya saya akan menemukannya."


"Kau mengerjakan itu saja tidak bisa!" Kesal Kaisar.


"Baiklah, sekarang cepat cari tau, kandungan apa yang ada di serbuk ini."


Kaisar menyerahkan, plastik kecil transparan, yang ia temukan di hutan.


" Baik tuan, dengan cepat anda akan mendapatkan hasil nya." Yakin Jhon. Seraya meraih plastik itu.


Kaisar mengangguk.


"Dan ada tugas lain untuk mu, tapi kau tidak melakukannya sendiri kita berdua yang akan mengerjakannya."


Jhon mengangguk mantap.


"Tuan, dua tawanan yang kita sekap di gudang belakang kantor, telah tewas."


"Apa kau yang melakukannya?"


"Tidak tuan, sepertinya mereka kehabisan oksigen."


"Kau bereskan mayatnya." Titah Kaisar.


"Baik tuan."


🍁


🍁


🍁


"Apa! kaisar membatalkan pembangunan itu! Ini tidak bisa di biarkan. Jika Kaisar membatalkannya ia akan segera kembali ke sini, sedangkan tugas ku di sini belum selesai, bagaimana pun caranya Kaisar harus tetep berada di desa itu sampai di sini semuanya selesai." Gumam Julia. Yang tengah menguping obrolan Yuda dan Larasati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain, Anggel sedang bersiap-siap untuk menemui Kaisar, ia menggunakan pakaian terbaiknya yang sangat seksi dan memoles wajahnya dengan make-up yang tebal.


Jarak rumah keduanya tidak terlalu jauh. Hanya dengan berjalan beberapa langkah Anggel sudah sampai di depan rumah Kaisar.


Cklek.....


Kebetulan Lisa yang membukakan pintu itu.


Terkejut!


mereka berdua sama-sama terkejut.


Terlebih Anggel.


Kenapa Lisa ada di sini? bukankah Tante Julia bilang Lisa sudah pergi jauh dari kehidupan Kaisar dan tidak akan pernah kembali.


"Apa kabar nona Anggel, sudah lama sekali kita tidak bertemu!" Sapa Lisa dengan senyum yang ia buat-buat.


"Aku baik, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Anggel.


"Kenapa aku ada di sini?" Lisa mengulangi pertanyaannya Anggel.


"Tentu saja untuk menemani suamiku." Sambungnya.


"Aku ingin bertemu dengan Kaisar."


"Apa aku tidak salah dengar, untuk apa kau menemui suami ku?"


Berani sekali dia berbicara seperti itu.


"Sayaaaaang ... siapa yang datang, kenapa kau lama sekali!" Teriak Kaisar dari dalam.


"Iya sayang, tunggu sebentar, ini ada tamu yang tidak di undang." Sahut Lisa, dengan suara yang ia buat semesra mungkin dan di bubuhi kata sayang, yang membuat Anggel mengepalkan tangannya.


"Lisa, bukankah kau sudah pergi meninggalkan Kaisar? Bagaimana mungkin kau masih tidak tau malu kembali lagi padanya!"


"Tidak tau malu? Sepertinya kata-kata itu lebih cocok untuk mu Anggelina."


"Ingat Lisa, aku ini....!"


"Kekasih Kaisar, dan cinta pertamanya! Itukan yang mau kamu katakan." Potong Lisa.


"Ingat Anggel! Aku Lisa, istri Kaisar."


Keduanya saling bertatapan penuh benci.


Kaisar muncul dari dalam, karna ia penasaran siapa yang datang. Sampai-sampai membuat Lisa memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Anggel!"


Mendengar suara Kaisar, keduanya menoleh secara bersamaan.


Anggel memberikan senyuman semanis gula untuk Kaisar.


Sedangkan Lisa memasang wajah yang di tekuk.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Kaisar.


"Kai, aku ingin bertemu dengan mu, tapi dia menghalangi ku." Ucap Anggel seraya menunjuk Lisa dengan matanya.


"Tentu saja, kau harus meminta ijin dulu pada Lisa jika ingin bertemu dengan ku." Sahutnya, seraya melingkarkan tangannya di pinggang Lisa.


Membuat Lisa tersenyum puas.


"Sayang, apa kau mengijinkan wanita ini menemui ku." Tanya Kaisar sambil membelai wajah Lisa dengan jarinya.


"Tentu saja tidak!" Sahut Lisa dengan sorot mata penuh arti, yang ia tunjukkan pada Anggel .


"Kalau begitu beri mas satu kecupan agar mas punya alasan untuk tidak menerima ajakan wanita itu."


Lisa melirik ke arahnya.


Apa-apaan ini, tapi baiklah.


Cup ....


Lisa mengecup pipi Kaisar.


"Satu kali lagi, tapi di sini!" Ucap Kaisar, dengan senyum nakal, sambil menyentuh bibirnya.


Lisa membelalakkan matanya, sepertinya Kaisar memanfaatkan keadaan ini. Tapi apa boleh buat ia harus melanjutkannya, ia yang memulai, dan ia harus terlihat mesra dengan suaminya, di depan wanita masa lalu Kaisar yang telah membuatnya salah faham dan pergi meninggalkan Kaisar.


Cup ....


Untuk pertama kalinya, setelah 4 tahun, Lisa mengecup terlebih dahulu bibir Kaisar.


Tentu hal seperti ini tidak di sia-siakan Kaisar. Alih-alih hanya sebuah kecupan, tapi Kaisar malah menahan tengkuk Lisa, agar tidak melepaskan kecupannya.


Kaisar menahan kecupan yang Lisa berikan, dan memperdalam Kecupan itu hingga menjadi sebuah ciuman. Ia menahan tengkuk Lisa dan tangan satunya membelai wajah Lisa.


Bibirnya bermain-main di bibir Lisa.


Kaisar semakin memperdalam ciuman itu dan tanpa sadar Lisa pun membalas ciuman mesra dari Kaisar.


Anggel yang berada tepat di hadapan mereka, kembali mengepalkan tangannya dengan kuat, wajah yang sangat memerah menahan marah yang memuncak di hatinya.


Bisa-bisanya mereka berciuman begitu mesra di depan wanita itu.


"KAI! APA YANG KAU LAKUKAN!" Teriaknya.


Namun bagi Kaisar, teriakan itu hanya di anggap sebuah parasit yang mengganggu kemesraannya dengan Lisa.


Tanpa melepaskan ciumannya, kaisar membawa Lisa mendekat ke arah pintu di mana Anggel tengah berdiri menahan lava panas di dada hingga ke ubun-ubun.


Seiring mendekatnya pasangan yang tengah berciuman itu.


Anggel mundur perlahan, hingga sampai di luar pintu.


Dan.


BRAAAK .....


Kaisar menutup pintu itu dengan sangat keras menggunakan satu kakinya.


Hingga menimbulkan suara gubrakan tepat di wajah Anggel, membuat gadis itu siap untuk meledakkan lava panasnya.


Ia mengangkat tangannya, siap untuk mendobrak pintu itu.


Tapi! tiba-tiba Farel muncul dari belakangnya dan mencekal lengan Anggel.


"Untuk apa kau datang ke sini!" Ucap Farel seraya menghempaskan lengan Anggel.


"Kurang ajar!" Anggel meringis, merasa nyeri di lengannya.


"Kenapa! Kau mau mengadu pada si berengsek itu, kalau aku menyakiti mu, jika dulu mungkin si brengsek Kaisar itu akan menghajar ku habis-habisan, tapi! tidak dengan sekarang, Kaisar sudah tidak perduli lagi dengan mu. Sekali pun aku membunuh mu dia juga tidak akan perduli." Ucap Farel, dengan senyum mengejeknya.


Wajah Anggel memerah, sungguh ia tidak bisa di perlukan seperti ini.


"Awas kau, aku akan membalas semua ini!" Tunjuknya pada wajah Farel.


Dan langsung pergi meninggalkan Farel, yang masih tersenyum sinis padanya.


"Siapa wanita itu?" Tanya Sintia yang sedari tadi berada di samping Farel, tapi hanya diam saja menyaksikan kejadian tadi.


"Cinta pertama si berengsek itu!" Jawabnya.


"Apa wanita itu yang pernah di ceritakan Yuna." Gumam Sintia.


🍁


🍁


🍁


{"Halo! Ada apa Anggel?"} Suara Julia di sebrang sana.


"Tante bilang padaku, jika Lisa sudah pergi meninggalkan Kaisar selama-lamanya!"


{"Itu memang benar!"}


"Lalu kenapa di sini ada Lisa Tante?"


{"APA! Lisa ada di situ!"} Sepertinya Julia tidak mengetahui jika Lisa berada di desa itu, karena ia pun sangat terkejut mendengar kabar dari Anggel.


"Benar Tante, dan sepertinya hubungan mereka berdua sangat baik."


{"Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana mungkin wanita itu tiba-tiba ada di desa. Kau tenang, tante akan mencari tau semuanya."}


Julia segera menutup panggilan itu.


"Bagaimana mungkin wanita itu ada di desa itu, bukankah aku sudah menyuruh anak itu untuk menyingkirkannya dari muka bumi ini, astaga bagaimana kalau ternyata Lisa juga telah melahirkan anak Kaisar. Ini tidak bisa di biarkan. Rencana ku untuk menguasai harta Airlangga Wijaya akan gagal. Pasti anak sialan itu telah membohongi ku." Gumam Julia.


🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁🌹🍁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏🙏🙏


__ADS_2