Mengejar Cinta Istri Yang Kabur

Mengejar Cinta Istri Yang Kabur
Bab 146. Hari Persalinan Lisa.


__ADS_3

Sesampainya di Apartemen Luna segera masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu itu.


Ia masih terus saja terbayang dengan kejadian yang baru saja ia alami.


Luna terus-terusan bergumam!


"Bukan aku yang melakukannya, mereka yang jahat, mereka yang memulainya terlebih dahulu, aku terpaksa melakukannya."


🍁🍁🍁


Jhon yang merasa ada sesuatu yang buruk terjadi pada Luna, mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Luna.


Jhon melajukan mobilnya menuju Apartemen, ia berharap jika Luna berada di sana.


🍁


Jhon lega, karena ia melihat mobilnya yang terparkir di depan gedung Apartemen yang ia tinggali, itu berarti Luna ada di Apartemen.


Dengan cepat Jhon masuk kedalam dan membuka pintu.


Tidak ada Luna di ruang utama atau dapur, dan Jhon menuju kamarnya.


Pintu kamar di kunci jadi Jhon tidak bisa langsung masuk!


TOK..


TOK..


"Luna, kau di dalam? Cepat buka pintunya, kau baik-baik saja?"


CKLEEK..


Luna membuka pintu kamarnya.


Jhon melihat Luna yang kusut dan berantakan, meyakinkan lelaki itu jika terjadi sesuatu pada istrinya.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"


Luna memeluk Jhon dan terisak.


"Aku...Aku melakukannya lagi kak."


Jhon mengusap punggung Luna.


"Tenanglah, apa yang terjadi?"


Dan Luna menceritakan semuanya pada Jhon.


Setelah menenangkan dan menemani Luna, gadis itu kini tertidur.


Jhon menyelimutinya, dan beranjak dari kamar.


🍁


Jhon menghubungi beberapa anak buahnya untuk membereskan lokasi kejadian.


Setelah itu Jhon menghubungi Kaisar, kali ini ia benar-benar membutuhkan bantuan Kaisar untuk mengungkapkan siapa itu Sarah, wanita yang sudah mengganggu ketenangan istrinya, dan karna itu kebahagian yang baru ia mulai dengan Luna pun menjadi terganggu ketenangan dan kebahagiaannya.


Tapi Jhon merasa ada yang aneh pada Luna.


Kenapa di melakukan itu, tapi setelah itu ia menyesal bahkan sampai menghukum dirinya sendiri dengan mengurung diri di kamar dan tak mau makan, ia juga selalu meyakinkan dirinya jika bukan ia yang melakukannya.


Apa ia memiliki kepribadian ganda? Gumam Jhon.


"Aku harus membicarakan ini dengan tuan Kaisar."


🍁🍁🍁


Ke esokan harinya.


Jhon sudah menceritakan semuanya pada Kaisar, terutama soal wanita yang bernama Sarah.


Dan keanehan yang terjadi pada Luna.


Sejak kecil Luna tidak memiliki masalah apapun dengan kepribadiannya, dia anak baik dan ramah, tidak pernah menyakiti siapapun.


Kaisar menyimpulkan, jika Luna memang memiliki dua sisi yang berbeda dan bertentangan, tapi sisi kejam Luna akan muncul jika dia dalam kondisi terdesak dan dalam bahaya, itu semata-mata hanya untuk melindungi dirinya sendiri, dia tidak akan sekejam itu jika orang-orang itu tidak mengganggu nya.


"Jadi, biarkan saja Jhon, itu malah sangat baik untuk Luna," ujar Kaisar.

__ADS_1


Jhon pun sependapat dengan Kaisar, jika hal ini memang sangat baik untuk Luna.


Tapi, ia tidak tega jika harus melihat Luna yang selalu merasa bersalah, bahkan sampai mengurung dirinya sendiri.


"Itu tugas mu untuk meyakinkan Luna, jika dia tidak bersalah, lama-lama dia akan terbiasa dan menerima semuanya, jika perlu kau ajari dia cara menghabisi orang dengan baik, agar orang itu menyesal karena telah berani padanya."


"Baik tuan."


Tentu Kaisar tidak merasa kaget dan khawatir dengan Luna, karena ia menganggap itu adalah suatu kelebihan Luna yang harus di pertahankan agar adiknya itu terhindar dari orang-orang jahat yang akan mengganggunya.


lelaki itu justru bangga pada adiknya, karena memiliki jiwa yang hampir sama dengannya.


🍁🍁🍁


Karena kasus meninggalnya Karyawan Luna yang menghebohkan itu.


Berdampak besar pada Resto Luna yang baru ia rintis itu, Resto Luna terpaksa harus di tutup sementara sampai penyelidikan kasus itu selesai, Karyawan Luna meninggal karena keracunan entah ada yang senaja meracuninya atau itu murni musibah.


Tapi banyak yang mengangap jika Karyawan itu meninggal karena mengkonsumsi makanan yang ada di Resto dan makanan itu terbuat dari bahan-bahan yang mengandung racun, atau cara pembuatannya yang menyebabkan makanan itu beracun.


Karena masalah itu membuat Luna semakin sedih dan terpukul, Membuat Jhon semakin sulit saja untuk membuat pernikahannya dengan Luna menjadi lebih baik dan romantis seperti yang Luna harapkan.


Ini semua gara-gara wanita yang bernama Sarah itu, dialah penyebab semua masalah yang timbul dalam keluarga kecil yang baru saja Jhon bangun dengan Luna.


"Cepat atau lambat aku pasti akan menemukan wanita itu, dan aku pastikan dia akan menyesal karena pernah di lahirkan ke dunia ini." Geram Jhon.


🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain, Sarah tengah tertawa puas mendengar berita jika Resto Luna di tutup.


Tentu ia sangat bahagia karena itu memang tujuannya.


Ia ingin menghancurkan Resto Luna beserta pemiliknya, karena Sarah menganggap jika Resto Luna adalah penyebab usaha Catringnya sepi dan nyaris bangkrut karena semua pelanggannya beralih pada Luna.


Sama seperti Luna, Sarah juga membangun usahanya dari Nol dan butuh perjuangan besar hingga membuat nya menjadi di kenal banyak orang.


Tapi semenjak kehadiran Luna dan Resto barunya itu.


Mimpi Sarah yang baru saja tercapai, menjadi surut dan nyaris bangkrut. Hingga membuatnya jadi gelap mata dan melakukan apa saja, agar usaha yang dia impikan sejak kecil itu tetap berjalan dan di kenal banyak orang.


Tapi! Siapa sebenarnya Sarah?


🍁🍁🍁


Kebahagian itu tengah menyapa keluarga kecil Kaisar, karena hari ini ia tengah berada di rumah sakit menemani istrinya yang akan segera melahirkan anak kedua mereka.


Kaisar terus saja menggenggam tangan Lisa dan membisikan kata-kata penguat untuk istrinya yang sedang merasakan sakitnya kontraksi.


Di sela-sela rasa sakitnya, terkadang Lisa tersenyum bahkan tertawa kecil mendengar kata yang di ucapkan suaminya itu, yang terdengar terlalu lebay dan berlebihan.


"Apa sangat sakit?" tanya Kaisar sambil terus membelai rambut istrinya.


"Tidak Mas, ini tidak sakit," sahut Lisa, tapi terlihat jelas dari raut wajah Lisa, ia meringis menahan sakit yang sampai ke tulang rusuk.


Kaisar menyadari itu, jika lelaki itu tau bahwa melahirkan akan sesakit itu dan membuat istrinya sampai meringis dan menitihkan airmata, tentu Kaisar tidak akan memintanya untuk memberikan anak kedua untuknya.


Ia berjanji akan terus menyayangi dan mencintai Lisa sampai kapanpun, sampai wanita itu yang bosan padanya.


"Jika sakit, katakan, jangan di tahan."


Lisa hanya mengangguk, dan meyakinkan suaminya.


Dokter sudah mempersiapkan semuanya, ada dua dokter dan beberapa perawatan yang membantu persalinan Lisa.


Dokter mengarahkan Lisa untuk terus mengatur nafasnya.


Ia mencengkram kuat lengan suaminya ketika kontraksi hebat mulai terasa.


"Dokter apa ini masih lama? Kasihan istri saya jika harus kesakitan seperti ini." Kaisar yang biasanya jutek dan dingin, kini wajah itu terlihat sangat sendu bahkan di ujung matanya sampai menganak sungai, karena tidak kuat melihat istrinya yang tengah menahan sakit.


"Sebentar lagi tuan!"


"Dari tadi juga kau bilang sebentar lagi, tapi ini sudah sangat lama"kesal Kaisar,"bagaimana kalau ambil tindakan operasi saja?" Saran Kaisar yang membuat Dokter terkejut.


"Tapi tuan...!"


"Mas!" Lisa meraih tangan Kaisar,"sudah mas, aku tidak apa-apa, ini bukan yang pertama untukku, aku pernah melahirkan Arga jadi aku akan baik-baik saja."


Lisa tau jika suaminya itu dalam keadaan kacau karena terlalu mengkhawatirkannya.

__ADS_1


Kaisar kembali mendekati Lisa.


"Sayang, kau kesakitan kan? Dokter-dokter itu terlalu lama membiarkan mu seperti ini."


"Mas, memang seperti ini proses melahirkan jadi bukan salah dokter atau siapapun."


Lisa kembali meringis karena sepertinya ini waktunya.


"Maaf tuan, ijinkan kami membantu nona Lisa,"kedua dokter itu mengambil posisi mereka masing-masing.


Sedangkan Kaisar masih terus menggenggam tangan Lisa, dan memperhatikan semua yang di lakukan Dokter.


Dokter memberi arahan pada Lisa kapan waktu untuk mengejan, dan di saat itu juga Lisa setengah berteriak.


Keringat sudah sangat membanjiri wajah Lisa dan nafasnya yang mulai tersengal.


"Sayang, sebentar lagi, kau pasti bisa, aku sangat mencintaimu mu! Bertahanlah sebentar lagi," kata-kata itulah yang terus di bisikan Kaisar.


Sungguh melahirkan seorang anak butuh perjuangan hidup dan mati, rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuh bahkan tulang-tulang terasa lemas dan remuk. Ketika kontraksi semakin hebat, nafas seolah terhenti karena menahan rasa sakit yang luar biasa.


Jika saja para suami tau betapa sakitnya melahirkan, mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan buah cinta mereka agar terlahir keduniaan.


Tentu para suami tidak akan tega melukai hati istrinya apalagi sampe mengkhianatinya.


🍁🍁


Setelah beberapa menit, di landa kecemasan dan ketakutan yang luar biasa.


Akhirnya Kaisar mendengar teriakkan panjang dari Lisa, dan di susul dengan suara tangisan bayi yang memenuhi ruangan bersalin itu.


Kaisar sampai menitihkan air matanya, ketika melihat bayi yang masih ada di tangan dokter, bayi yang sangat mungil dan masih di penuhi darah menangis dengan sangat kencang!


Sungguh ini adalah momen yang tidak pernah ia lupakan seumur hidupnya, ia telah melewati momen ketika Arga di lahirkan, itu yang sampai sekarang membuat Kaisar merasa bersalah pada Lisa, karena ia berfikir jika tidak ada yang menemani Lisa saat istrinya itu bertaruh nyawa melahirkan Putra pertama mereka.


"Sayang, lihatlah! Bayi kita sudah di lahirkan dia menangis dengan sangat kencang,"ucap Kaisar pada istrinya yang tengah mengatur nafasnya.


"Iya Mas!"


Kaisar mencium seluruh wajah Lisa, seakan ingin menyalurkan kekuatannya agar istrinya itu tidak merasa lelah dan kesakitan lagi.


"Apa masih saki?"


"Sudah tidak Mas."


🍁


Setelah bayi itu di bersihkan, Dokter meletakkan bayi mungil itu di dada Lisa.


"Selamat! Tuan, Nona, bayi anda terlahir dengan Sehat." Ucap dokter wanita itu dengan senyum yang mengembang.


Lisa menatap bayi yang kini ada di Pelukannya, tak teras ia kembali meneteskan air mata kebahagiaan karena kembali di beri kepercayaan oleh tuhan untuk memiliki seorang anak lagi.


Di persalinan ini Lisa sangat bahagia, karna semua keluarga mendampingi dan memberikan semangat yang luar biasa padanya.


Orangtuanya dan mertuanya tengah berada di luar ruangan, memanjatkan doa dan semangat untuk Lisa.


Dan yang paling istimewa adalah, suaminya yang bener-benar menemaninya sampai ia berhasil!


Bahkan sudah dari dua Minggu yang lalu, selama 24 jam Kaisar selalu menemaninya.


Dan itu tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


Sungguh ini adalah kebahagiaan yang sempurna untuk Lisa.


🍁


🍁


Ada yang bisa nebak anak kedua Lisa dan Kaisar.


lelaki?


atau


Perempuan?


🍁🍁🍁🌹🌹🌹🍁🍁🍁


Terimakasih sudah mau membaca cerita saya 🙏

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️😘


__ADS_2